LANSIA

Usia Lansia Menurut depkes dikutup dr Aziz 1994 lansia menjadi 3 kelompok yaitu: a. Lansia dini (55 – 64 th) b. Lansia resiko tinggi lebih dari 70th 2 . Lansia 65th keatas c.

Menurut Organisasi kesehatan dunia atau WHO menggolongkan Lansia menjadi 4 yaitu: a. Usia sangat tua (very old) di atas 90th 3 . Lanjut usia (elderly) 60 – 74th c. Usia pertengahan (middle age) 45-59th b. Lanjut usia tua (old) 75 – 90th d.

2. lambat dalam respon dan waktu untuk bereaksi. Perubahan Fisik Lansia 1. dan kurang sensitif terhadap sentuhan. mengecilnya saraf panca indera. Sel Jumlah selnya akan lebih sedikit. khususnya dengan stres. 4 . dan ukurannya akan lebih besar. hubungan persyarafan cepat menurun. Sistem Syaraf Berat otak menurun 10-20%.

Sistem Pendengaran Gangguan pada pendengaran. menurunnya lapang pandang.3. daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat. Sistem Penglihatan Hilangnya respon terhadap sinar. kornea lebih suram (keruh). pendengaran menurun pada manula yang mengalami ketegangan jiwa/stres. 5 . 4. dan menurunnya daya membedakan warna biru atau hijau.

.

yang timbul secara mendadak dalam waktu singkat.tiba 3. Pengertian Stroke 1. Stroke adalah kerusakan jaringan otak yang disebabkan karena berkurangnya atau terhentinya suplai darah secara tiba . Stroke disebut juga CVA (cerebro vascular accident) 2. Stroke merupakan manifestasi gangguan saraf umum. yang diakibatkan gangguan aliran darah ke otak akibat penyumbatan (ischemik stroke) atau perdarahan (haemorhagic stroke). .

Stroke Non Hemoragik (Iskemik) penyebab : Arteriosklerosis & sering dikaitkan dengan : DM. Hypercolesterolemia. Asam urat. Emboli  Sumber dari tronkus di arteria carotis communis di jantung  Lepas  trombus embolus  otak. Aneurysma dan arterioveneus Malformasi (AVM) b.Menurut Penyebab Stroke dibagi : 1. hyperagregasi trombosit 3. . Sub Arachnoid Hemoragik (SAH)  diagnosis medis : CT brain scan 2. Intra cerebral hemoragik (ICH) penyebab: Hypertensi. Stroke Hemoragik a.

.

Stroke iskemik terjadi akibat stroke hemoragik atau plak atau bekuan darah perdarahan terjadi akibat menyumbat pembuluh darah di pecahnya pembuluh darah di otak otak. .

.

.

Bingung 2. Gangguan keseimbangan tubuh kesadaran Gangguan berbicara 5. Kelumpuhan kedua sisi 3. Pingsan 3. Kelemahan atau kekakuan tubuh satu sisi 2. Kesulitan pemahaman 6. ‘blackouts’ dengan gangguan 4. “light-headedness 2. Gangguan seliruh tubuh 1. Kesulitan membaca 3. Kesulitan menghitung Gejala sensorik Perubahan kemampuan sensorik Gejala visual Gangguan penglihatan Gangguan kognitif Gangguan memori dan aktifitas sehari-hari . Gangguan menelan 4. Tanda dan Gejala Gejala neurologis Fokal Gejala neurologis global Gejala motorik 1. Inkontinensia urin maupun feses 1.

.

. Inter personal : komunikasi pasien hanya dapat di mengerti oleh anak pasien tetapi interaksi dengan terapis dapat dilakukan dengan baik. Intra personal : pasien mempunyai keyakinan/motifasi yang tinggi untuk sembuh dan kembali beraktifitas.KOGNITIF. INTRA PERSONAL & INTER PERSONAL: Kognitif : pasien belum dapat berbicara dengan jelas tetapi pasien dapat mengikuti instruksi terapis dengan baik.

KEMAMPUAN FUNGSIONAL & LINGKUNGAN AKTIVITAS : 1) Aktivitas Fungsional Dasar: miring. berdiri. duduk. 2) Kemampuan Aktifitas Fungsional: Pasien ketika BAB dan BAK. makan. 3) Lingkungan aktifitas : pasien belum dapat melakukan aktifitas secara mandiri . berjalan.

lidah. dapat meningkatkan resiko terjadinya karies (lubang) gigi dan pertumbuhan jamur kandida (Candidiasis). .• Penyakit stroke pada lansia gangguan tubuh keterbatasan fisik • Dampak terjadinya stroke pd daerah mulut : • Lumpuh satu sisi otot wajah. bibir. Kondisi ini. dikombinasi dengan kebersihan mulut yang buruk. langit-langit mengganggu fungsi bicara & penelanan • Pasien paska stroke membutuhkan bantuan orang lain dalam menjaga kebersihan rongga mulut • obat-obatan yang diberikan pada pasien stroke yang memiliki efek samping yaitu menyebabkan mulut kering (dry mouth).

setiap sisi 20 detik. Sikat Gigi Elektrik Untuk Lansia/ Stroke/ Lumpuh Pakailah sedikit pasta gigi Gunakan dengan cara maju mundur. atas bawah Gunakan Sikat Gigi Elektrik untuk mengosok gigi Anda. Tidak perlu terlalu menekan kepala Sikat Gigi Elektrik ke permukaan gigi .

Edukasi pasien disarankan menggerakan aggota tubuhnya dengan mandiri pasien sarankan untuk merubah posisi dari tidur ke miring ssetiap 2 jam sekali keluarga disarankan untuk membantu pasien dalam melatih anggota gerak tubuh pasien dan memberikan semangat kepada pasien .