JOURNAL READING

“HYPERTHYROIDISM IN PATIENTS WITH
THYROID CANCER”
Sumber : ENT – Ear, Nose & Throat Journal, Volume 95, No. 6, June 2016: pp 236 - 239

Disusun oleh :
Nama : Rifka Raihana
NIM : 2012730084

Pembimbing: dr. Rini Febrianti, Sp.THT-KL

KEPANITERAAN KLINIK DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT THT
RSU KOTA BANJAR
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017

Hipertiroidisme disebabkan karena adanya aktifitas yang begitu dominan dari kelenjar tiroid yang disebabkan faktor tertentu dan memicu gangguan metabolisme tubuh. . LATAR BELAKANG  Keadaan hipertiroidisme dapat berhubungan dengan terjadinya kanker tiroid. Hipertiroid adalah suatu kondisi overaktif dari kelenjar tiroid. sehingga ketika sel kanker ini berkembang maka fungsi dari kelenjar tiroid dapat lumpuh total. Kanker tiroid adalah jenis penyakit kanker yang menyerang kelenjar tiroid dikarenakan adanya pertumbuhan sel abnormal secara tidak terkendali. Kami menyajikan serangkaian kasus retrospektif pasien dengan hipertiroidisme dan kanker tiroid.

TUJUAN PENELITIAN  Untuk melihat karakteristik dan hasil klinis antara pasien hipertiroidisme dan kanker tiroid untuk menentukan pasien mana yang memerlukan penyelidikan lebih lanjut. .

signifikansi statistik ditetapkan pada p < 0.05 . • GraphPad Software. Perbandingan dilakukan dgn menggunakan uji t Analisis Data Student yg tdk berpasangan. berupa temuan ultrasonografi. • Mencatat informasi tentang sitologi dan histologi. atau multinodular goiter toksik (MNG). kami mengumpulkan informasi Cara Ukur mengenai 8 pasien dengan faktor risiko kanker tiroid. METODE Desain Penelitian • Penelitian retrospective case series • Dilakukan di Thyroid Cancer Center Lokasi dan Waktu • Januari 2006 – October 2013 • Dari 66 pasien yg terdaftar. dan apakah pasien terdiagnosa autonomously functioning toxic nodule (AFTN). secara retrospektif ditinjau ulang catatan pasien yang memiliki bukti biokimia tentang hipertiroidisme • Dipilih 8 pasien • Selain data demografi. ada tidaknya gejala tirotoksik. Grave’s Disease (GD).

SUBJEK PENELITIAN Terdapat 66 pasien yang terdaftar Diambil dari semua pasien di Pusat Kanker Tiroid untuk pengelolaan histopatologis yang terdiagnosa kanker tiroid Di random .

SUBJEK PENELITIAN Kriteria Inklusi  Terdiagnosa Kanker Tiroid  Perempuan  Usia 29 sampai 87 tahun .

HASIL .

 3 pasien didiagnosis menderita Graves Disease.  5 pasien (63%) memiliki fitur mencurigakan pada ultrasonografi pra operasi.  3 lainnya memiliki gejala tirotoksik. dan  1 pasien (13%) memiliki multinodular goiter toksik (MNG).  4 pasien (50%) terdiagnosa AFTN yang mengandung karsinoma. .HASIL  3 dari 8 pasien (38%) memiliki risiko tinggi untuk terjadinya kanker tiroid (yaitu adanya riwayat keluarga yang terkena kanker tiroid).  Semua pasien didiagnosis dengan tipe papiler dari tiroid karsinoma.

2 di antaranya (pasien 3 dan 7) memiliki invasi ekstrasapsular dan metastasis kelenjar getah bening. dan 1 lagi (pasien 8) meninggal karena penyakitnya.  Pasien dengan AFTN memiliki prognosis yang lebih buruk daripada mereka yang menderita penyakit Graves.8 mm vs 3.6.HASIL  Ukuran rata-rata tumor pada pasien dengan AFTN secara signifikan lebih besar daripada pada penyakit Graves (42.8 ± 1.04).3 ± 23. . p = 0.

 Pada kelompok AFTN.HASIL  Semua 3 pasien dengan penyakit Graves memiliki tumor dengan kategori pT1aN0 pada histologi postoperatif. .  Temuan ini menunjukkan bahwa kelompok AFTN memiliki penyakit yang lebih agresif daripada kelompok penyakit Graves. 2 pasien (pasien 3 dan 7) memiliki tumor dengn kategori pT3N1a  1 (pasien 4) memiliki tumor dengn kategori pT3N0. dan 1 (pasien 8) memiliki tumor dengan kategori pT4N1b pada histologi postoperatif.

kami menemukan papiler adalah yang paling umum. namun jarang terjadi. . walaupun karsinoma Dalam penelitian kami. terlihat insiden etiologi dari hipertiroidisme. karsinoma tiroid papiler. yang relatif tinggi. sebanyak 12%. variasi geografis pada kejadian dioperasi karena kanker tiroid kanker tiroid. DISKUSI PENELITIAN INI PENELITIAN SEBELUMNYA Insiden terjadinya hipertiroidisme pada pasien Literatur melaporkan kejadian bervariasi. faktor yang mempengaruhi hubungan antara kanker tiroid dan hipertiroidisme. termasuk Dalam penelitian kami. yang kanker tiroid dalam penelitian kami adalah berkisar setinggi 14%. Karsinoma bahwa semua 8 pasien tersebut memiliki jenis folikular adalah yang paling sering terjadi. tingkat terjadinya hipertiroidisme pada pasien yang tiroidektomi. dan tingkat evaluasi histologis jaringan tiroid yang dieksisi. Pazaitou-Panayiotou dkk melaporkan bahwa semua tipe histologis kanker tiroid dikaitkan dengan hipertiroidisme. Karsinoma meduler dan anaplastik juga telah dilaporkan dengan adanya hipertiroidisme.

sementara 48 pasien lainnya memiliki kanker tiroid insidental yang ditemukan pada spesimen pasca operasi. sangat baik. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam karakteristik klinis saat presentasi antara pasien dengan kanker insidental dan mereka yang dicurigai menderita kanker sebelum operasi. PENELITIAN INI PENELITIAN SEBELUMNYA Penelitian kami menemukan bahwa 3 pasien Kikuchi dkk melaporkan bahwa pasien dengan penyakit Graves memiliki dengan penyakit Graves dan microcarcinoma insidental yang diidentifikasi microcarcinomas memiliki prognosis yang pada spesimen histopatologis postoperatif. . Kanker tiroid tidak dicurigai sebelum operasi. 4 pasien kami dengan AFTN memiliki Sebuah tinjauan terhadap 60 pasien temuan mencurigakan pada ultrasonografi hipertiroid dengan kanker tiroid di Yunani dan sitologi yang memberi kesan adanya menemukan bahwa hanya 12 yang karsinoma tiroid. dioperasi karena kecurigaan preoperatif terhadap kanker tiroid.

DISKUSI  Cappelli dkk melaporkan bahwa kanker tiroid didiagnosis lebih sering pada pasien dengan penyakit Graves dibandingkan pada pasien dengan AFTN atau multinodular goiter toksik (MNG).  Senyurek Giles dkk melaporkan prevalensi karsinoma yang lebih tinggi pada pasien dengan AFTN atau multinodular goiter toksik (MNG). lebih sering multifokal. . dan invasif lokal yang lebih sering metastasis jauh dibandingkan dengan pasien dengan AFTN.  Belfiore dkk melaporkan bahwa pasien dengan penyakit Graves cenderung memiliki kanker yang lebih besar.

Setiap nodul yang mencurigakan terkait dengan hipertiroidisme harus dievaluasi dengan hati-hati.KESIMPULAN  Kami menemukan bahwa kejadian hipertiroidisme pada pasien kanker tiroid relatif tinggi (12%). pasien dengan AFTN tampaknya memiliki penyakit yang lebih agresif dan hasil yang lebih buruk daripada pasien dengan penyakit Graves. Berbeda dengan yang sebelumnya telah dilaporkan dalam literatur. .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.