LBM 4 MATA

SALMA SAVITA
30101407320

KOMPOSISI
• Lensa terdiri dari :
1. Kapsul lensa
2. Epitel lensa
3. Korteks lensa
4. Nukleus lensa

KAPSUL LENSA
• Merupakan membran
semipermeabel yg
membungkus lensa,
transparan, halus.
• Tebal : 2 – 28 µm.
• Fungsi :
- Bentuk lensa saat
akomodasi.

KAPSUL LENSA .

EPITEL LENSA • Letak : anterior lensa – equator antara kapsul dan serat lensa. .

ZONA EPITEL LENSA • Zona sentral : stabil. jumlah sel menurun sesuai umur. . • Zona intermediet : sel – sel kecil dgn proses mitosis yg jarang. • Zona germinatif : mitosis sel  serat lensa.

Metabolisme Lensa .

HISTOLOGI .

NUKLEUS DAN KORTEKS LENSA • Nukleus : serat lensa yg terbentuk paling awal dan terletak sentral. • Korteks : serat lensa yg terbentuk selanjutnya dan terletak di lapisan luar. .

KATARAK .

Glutation. Patofisiologi Teori hidrasi: Teori sklerosis: serabut kolagen terus Menurunnya konsentrasi bertambah sehingga terjadi pemadatan serabut kolagen di tengah . as. Askorbat  Kegagalan pompa aktif di subkapsular anterior  air tidak keluar   .

Glukosa di aquous Difusi masuk ke Glukosa meningkat juga meningkat lensa Dikonversi oleh Sorbitol tidak bisa Tekanan osmotik enzim aldose dimetabolisme di meningkat reduktase menjadi lensa sorbitol hidrasi .

Kristalin α dan β Meningkatkan Lensa menjadi pigmentasi keruh Menghamburkan MODIFIKASI High molecular cahaya weight protein Menurunkan transparansi .

.

Klasifikasi • Kongenital • Nuklear • Insipien • Juvenile • Kortikal • Imatur • senilis • supraskapular • Matur • hipermatur Derajat USIA LOKASI kekeruhan • Primer • Sekunder etiologi .

• Kongenital kongenital • Juvenile • senilis USIA Polaris anterior Polaris Posterior Zonularis Stelata Hialoidea membranasea persisten .

.

.

KATARAK JUVENILE • Kongenital • Juvenile • katarak yang mulai terbentuk • senilis pada usia lebih dari 1 tahun • Soft cataract USIA KATARAK SENILIS • Katarak yang terjadi pada usia lanjut.. usia diatas 50 tahun kadang kadang 40 tahun .

• Nuklear • Kortikal • supraskapular LOKASI .

Kekeruhan lebih tebal akan tetapi belum mengenai seluruh lensa Terletak di korteks anterior atau - posterior Katarak matur Katarak hipermatur Degenerasi terus berlanjut -> lensa . Derajat kekeruhan Insipen: Katarak Imatur : .kekeruhan yang tidak teratur sepertibercak bercak gerigi .Katarak morgagni mengeluarkan air Katarak brunnesen - .

.

.

Insipien Imatur Matur Hipermatur Visus 6/6 ↓ (6/6 – 1/60) ↓↓ (1/300-1/~) ↓↓ (1/300-1/~) Kekeruhan Ringan Sebagian Seluruh Masif Cairan Lensa Normal Bertambah Normal Berkurang Iris Normal Terdorong Normal Tremulans BilikMata Depan Normal Dangkal Normal Dalam SudutBilik Mata Normal Sempit Normal Terbuka Shadow Test Negatif Positif Negatif Pseudopositif Penyulit . Glaukoma . Uveitis + Glaukoma .

ECCE .

phacoemulsification .

SICS (Small Incision Cataract Surgery) .

RETINOPATI DIABETIKUM .

.

.

Lepasnya retina .KLASIFIKASI • Mikroaneurisma multipel • Vena dilatasi dan berkelok NPR • • Bercak perdarahan intraretinal Sumbatan kapiler mikrovaskular D Kebocoran plasma yang berlanjut • • Iskemik pada dinding retina • EDEMA MAKULA  eksudat intraretina • Neovaskularsisasi PRD • Jaringan fibrovaskular • Perdarahan corpus vitreus • Robekan .

Mengaktifkan kontraktilitas. sintesis enzim yg dpt sel osmotik membran basalis & merusak sel proliferasi sel endotel retina Kerusakan sel vaskular . patofisiologi DM Hiperglikemia kronis Stres Oksidatif Reduktase Aldosa Protein Kinase C Pembentukan AGE Sitoplasmik Sorbitol Autooksidasi Aktivitas PKC di Peningkatan meningkat glukosa retina & sel endotel glikosilasi protein meningkat Akumulasi Berpengaruh thd Dihasilkan AGE poliol sel endotel Berpengaruh thd pembuluh darah permeabilitas Pembengkakan vaskular.

4 jalur di atas Komplikasi mikrovaskular DM  Retinopati Diabetik Penurunan Sel Perisit Disfungsi Sel Endotel Penebalan Membran Basalis Mikroaneurisma Ruptur mikroaneurisma. IRMA Perdarahan intraretinal Neovaskularisasi pd daerah non perfusi .

.

.

.

.

com .brainybetty. Komplikasi Lanjut DM Free template from 6/11/17 38 www.