KLASIFIKASI MASSA

BATUAN
Kelompok 5

Anggota Kelompok :

Andy Yanottama F1D114008
Hertanti Kusuma Wardani F1D114012
Windi Eko Saputra F1D114027
Vina Nicke Suri F1D114030
Bima Imam Santosa F1D114039

Klasifikasi Massa Batuan
Dalam melakukan penggalian terowongan atau
tabang bawah tanah hal terpenting yang harus
dilakukan adalah apakah tanah tersebut stabil
atau tidak. Untuk menilai stabilitas penggalian
bawah tanah Bieniawski membagi 3 metode
rancangan, yaitu :
- Metode analitik
- Metode empirik
- Metode observasi

 Metode analitik, digunakan untuk menganalisis
tegangan dan deformasi disekitar lubang bukaan
 Metode empirik, merupakan metode yang
menggunakan analisis statistik untuk menilai
kestabilan lubang bukaan
 Metode observasi, merupakan pemantauan massa
batuan sewaktu penggalian

Metode klasifikasi massa batuan dapat dilihat dalam tabel berikut ini : .

.Sambungan. ..

Krock quality designation (RQD) d. Klasifikasi stand up time c. dibagi menjadi : a. Rock mass rating (RMR) f. Metode klasifikasi beban batuan b.Rancangan penyanggaan dengan menggunakan metode empiris. Q-system . Rock structure rating (RSR) e.

Metode Klasifikasi Beban Batuan Metode ini dikenalkan oleh Karl von Terzaghi (1946). . Metode ini merupakan metode pertama yang engevaluasi batuan untuk desain terowongan dengan penyangga baja (steel support). Metode klasifikasi rasional yang ini merupakan metode yang pertama dalam perancangan steel sets.

Ada beberapa deskripsi batuan menurut Trarzaghi :  Intact Rock terdiri dari kekar atau sedikit retakan – retakan rambut  Startified Rock terdiri dari strata individu dengan sedikit atau tidak ada resistansi terhadap pemisahan terhadap pemisahan sepanjang batas antar strata  Moderately Jointed Rock  Crushed  Squeezing Rock  Sweeling Rock .Klasifikasi ini ditulis oleh Tarzaghi dalam rancangan awal design terowongan.

Tabel Klasifikasi Rock Load Terzaghi yang umum digunakan Rock load Hp in feet on tunnel roof with width B (ft) and height Ht (ft) id depth of more than 1. (B+ Ht ) .

5 (B+Ht) .. (1970) and Rose (1982) Rock Load Hp in feet of rock on roof of support in tunnel with width B (ft) and height Ht (ft) at depth of more than 1.Tabel Original Terzaghi’s Rock Load Classification (1946) As modified by Deere et al.

Dasar dari metode ini adalah bahwa dengan bertambahnya span terowongan akan menyebabkan berkurangnya waktu berdirinya terowongan tersebut tanpa penyanggaan. bentuk potongan melintang.Klasifikasi Stand Up Time Metode ini diperkenalkan oleh Laufer pada 1958. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap stand-up time adalah: arah sumbu terowongan. Metode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan klasifikasi massa batuan selanjutnya. metode penggalian. . dan metode penyanggaan.

karena dimodifikasi beberapa kali oleh engineer Austria yang mempelopori pengembangan New Austria Tunneling Method (NATM). . Klasifikasi Laufer (1958) ini tidak lama digunakan.Stand-up time adalah jangka waktu dimana terowongan dapat stabil tanpa penyangga sesudah penggalian.

Active unsupported span adalah lebar terowongan atau jarak dari face kepenyangga jika ini lebih besar dari lebar terowongan .Klasifikasi tahun 1958 oleh Lauffer merupakan pondasi di dalam awal kerja dari geologi terowongan oleh Stini (1950) yang dianggap sebagai bapak dari sekolah Austria untuk penerowongan. Stini menekankan pentingnya cacad struktur di dalam massa batuan. Lauffer mengusulkan stand-up time untuk berbagai active span yang dihubungkan pada berbagai kelas massa batuan. dan meanika batuan.

Hubungan antara parameter-parameter masukan dengan berbagai metode klasifikasi massa batuan .

Rock Quality Designation (RQD) Rock Quality Designation (RQD) merupakan salah satu aspek yang dipelajari dalam kekuatan batuan. .U Deere (1967) sebagai sebuah petunjuk untuk memperkirakan kualitas masa batuan secara kuantitatif. RQD diperkenalkan oleh D.

RQD didefinisikan sebagai presentasi dari perolehan inti bor yang didasarkan pada jumlah bidang lemah dan jumlah bagian yang lunak didalam inti bor. Berikut adalah persamaan yang digunakan untuk menghitung RQD : RQD =(Jumlah bagian untuh >10 cm / panjang total pengeboran) x 100% . RQD juga dapat didefinisikan sebagai ukuran sederhana dari persentasi perolehan batuan yang baik dari sebuah interval kedalaman lubang bor.

100 Sangat baik (Excellent) .Dalam tabel dibawah ini ditampilkan hubungan antara nilai RQD dengan kualitas massa batuan. RQD (%) Kualitas Batuan < 25 Sangat Jelek (Very poor) 25 – 50 Jelek (Poor) 50 – 75 Sedang (Fair) 75 – 90 Baik (Good) 90 .

kelunakan.Tidak memakan banyak biaya .Pengerjaan sederhana . dimana tingkat kelapukan. terkekarkan dan lain-lain diperhitungkan sebagai bagian dari massa batuan Keuntungan RQD .Hasil diperoleh dengan cepat .Parameter standar untuk drill core logging .Kegunaan RQD .Petunjuk kualitas batuan.

Pengukuran panjang core pieces dilakukan di sepanjang garis tengahnya. Metode langsung dalam perhitungan RQD metode langsung digunakan apabila core logs tersedia. maka harus digabungkan kembali dan dihitung sebagai satu bagian yang utuh. .RQD dapat dihitung dengan melakukan 2 cara : 1. Jika retakan yang terjadi secara alami maka tidak diperhitungkan pada perhitungan panjang inti bor. Jika inti bor pecah atau retak.

.Didalam metode langsung . deree mengatakan bahwa perhitungan RQD dapat dilakukan dengan menggunakan semua ukuran bor dan semua teknik pengeboran asalkan inti bor tidak pecah.

1λ λ = jumlah total kekar per meter b.3 Jv Jv = jumlah total kekar per meter kubik .1 λ + 1) e-0. Berikut adalah beberapa perhitungan dalam metode tidak langsung : a. Menurut Priest dan Hudson RQD = 100 (0. Metode tidak langsung metode tidak langsung dilakukan apabila core logs tidak tersedia. Menurut Palmstrom RQD = 115 – 3.2.

5/130 = 55% artinya kualitas batuan yang bersangkutan adalah sedang . Jumlah panjang inti bor dengan panjang 10 cm atau lebih adalah 71. Contoh perhitungan RQD : Jika total kemajuan pemboran 130 cm.Persentase terbesar tentang informasi struktur yang digunakan dalam perencanaan tambang berasal dari intibor. sehingga besarnya RQD = 71.5 cm.

RSR merupakan metode kuantitatif yang digunakan untuk : . Tiedmann dan Skinner (1972) di Amerika Serikat.Rock Structure Rating (RSR) Rock structure Rating (RSR) pertama kali diperkenalkan oleh Wickam.Menggambarkan kualitas massa batuan .Digunakan untuk penyanggan pada terowongan .

karena pada metode ini lebih banyak melibatkan parameter lain.Parameter geoteknik (jenis batuan. arah penggalian. dan metode penggalian) . dll) .Parameter konstruksi (ukuran terowongan.RSR merupakan suatu metode penentuan klasifikasi massa batuan dengan klasifikasi kuantitatif dan lebih komplit dibandingkan dengan Terazghi (1946) dan RQD. sesar. pola kekar. RSR merupakan penjumlahan rating dari parameter- parameter dari 2 kategori : . arah kekar. jenis bidang lemah. bukan hanya hasil pemboran saja.

Penyanggaan yang ditentukan dengan metode ini merupakan penyanggaan baja dan tidak direkomendasikan untuk penyanggaan dengan rock bolt atau beton. . bukan hanya terowongan berbentuk lingkaran yang digunakan dalam metode rock mass rating (RMR). Metode ini dapat digunakan untuk bentuk terowongan apapun.

Rock Mass Rating (RMR) Rock Mass Rating (RMR) atau juga dikenal dengan Geomechanichs Classification dikembangkan oleh Bieniawski pada tahun 1972-1973. kestabilan lereng. terowongan. dan kestabilan pondasi. Besaran rating tersebut didasarkan pada pengalaman Bieniawski dalam mengerjakan proyek-proyek terowongan dangkal. tambang batubara. Metode rating dipergunakan pada klasifikasi ini. . Metode ini telah dikenal luas dan banyak diaplikasikan pada keadaan dan lokasi yang berbeda-beda seperti tambang pada batuan kuat.

 Metode klasifikasi RMR merupakan metode yang sederhana dalam penggunaannya. dan untuk kasus terowongan. kestabilan pondasi. tambang pada batuan kuat (hard rock) kestabilan lereng. dan parameter-parameter yang digunakan dalam metode ini dapat diperoleh baik dari data lubang bor maupun dari pemetaan struktur bawah tanah. Metode ini dapat diaplikasikan dan disesuaikan untuk situasi yang berbeda-beda seperti tambang batubara. .

yaitu : a. Uniaxial Compressive Strength (UCS) b. Kondisi air tanah (Groundwater conditions) .Klasifikasi massa batuan metode RMR (Rock Mass Rating) Dalam mengklasifikasikan massa batuan berdasarkan sistem Klasifikasi RMR. Bieniawski menggunakan lima parameter utama yang dijumlahkan untuk memperoleh nilai total RMR. Kondisi kekar (Condition of discontinuities) e. Rock Quality Designation (RQD) c. Jarak antar (spasi) kekar (Spacing of discontinuities) d.

Pembobotan Q-System didasarkan atas penaksiran numerik kualitas massa batuan berdasarkan 6 parameter berikut : 1. Q-System digunakan dalam klasifikasi massa batuan sejak tahun 1980 di Iceland. Derajat Alterasi atau pengisian sepanjang kekar yang paling lemah/Joint Alteration Number (Ja) 5. Faktor Reduksi Tegangan /Stress Reduction Factor (SRF) . dkk di 1974 berdasarkan pengalaman pembuatan terowongan terutama di Norwegia dan Finlandia.System Klasifikasi batuan Q-System dikenal juga dengan istilah Rock Tunneling Quality Index untuk keperluan perancangan penyangga penggalian bawah tanah. Aliran Air/Joint Water Reduction Number (Jw) 6. Sistem ini pertama kali dikembangkan oleh Barton. Jumlah Kekar/Joint Set Number (Jn) 3. Q . Kekasaran Kekar atau Kekar Utama/Joint Roughness Number (Jr) 4. RQD (Rock Quality Designation) 2.

Dalam sistem ini. Angka dari Q bervariasi dari 0.001-1000 dan dihitung dengan menggunakan persamaan berikut ini : RQD : Rock Quality Designation Ukuran Blok Jn : Jumlah Joint Set Jr : Angka kekasaran Kuat Geser Ja : Angka alterasi kekar Blok Utuh Jw : Angka reduksi kondisi air SRF : Faktor reduksi tegangan Tegangan Aktif Ja : Angka alterasi kekar . diperhatikan diskontinuitas dan joints.

 RQD RQD (Rock Quality Desgnation) RQD = 100.68 ω dimana ω : Frekuensi Joint (1/Spasi) Kualitas batuan menggunakan klasifikasi Q-system dapat berkisar dari Q= 0.3.4 .0001 sampai Q= 1000 pada skala logaritmik kualitas massa batuan. .

 Join Set Number (Jn) .

 Jr (Joint Roughness Number) .

Rock Wall Contact . Ja (Joint Alteration Number) Tabel.

Tabel. Rock wall contact before 10 cm shear .

No rock wall contact when sheared .Tabel .

 Jw (Joint Water Reduction Number) .

 SRF (Stress Reduction Factor) Tabel 1 .

Tabel 2 .

Diameter or Height (m)/ESR . ED = Excavation Span. ESR Perhitungan Equivalent Dimention berdasarkan lebar bukaan terowongan dan nilai ESR (Excavation Support Ratio). Nilai ESR sangat bergantung pada kategori penggalian.