LAPORAN JAGA

COASS OBSGYN
Sabtu - Minggu , 20 - 21 Februari 2016

DAFTAR PASIEN MASUK

Sabtu, 20 Februari 2016

No Identitas Diagnosis Plan Keterangan
1 Ny. S M Kala II fetal distress KPD 1 -Persiapan -
01-33-03-65 hari pada sekundigravida H. Vacuum
25 tahun aterm dengan riwayat SC 7 Ekstraksi
tahun yang lalu -Persiapan
G2P1A0 resusitasi bayi
Uk: 38 mgg

Outcome:
Bayi laki-laki,
3500 gram,
AS 7-8-9

DAFTAR PASIEN MASUK Minggu. 21 Februari 2016 .

F H Sekundigravida h.c. negative AS 7-8-9 2 Ny.103/UL Bayi laki-laki. 2600 gram. preterm + IUD 30 tahun dp kala -Informed Hct: 32 % consent G2P1A0 -Cek lab AE : Uk: 36 mgg lengkap 3.No Identitas Diagnosis Plan Keterangan 1 Ny.6 g/dL 01-33-04-02 pada sekundigravida h. AS 7-8-9 . aterm dp -Lanjut - 01-32-35-37 kala I fase aktif dengan fetal persalinan 25 tahun aritmia pervaginam -Obs 10 G2P1A0 -Evaluasi 2 jam Uk: 40 mgg -CST -> negatif Outcome: Bayi laki-laki. 2700 -CST -> gram. plasenta previa totalis -Usul SCTP-em Hb : 10.106/UL -Sedia darah Outcome: -KIE AL: 16.73. E W APH e.8.

4 g/dL 01-33-04-42 aterm dp kala I fase aktif persalinan 27 tahun dengan riwayat SC 1. AS 7-8-9 .4) -Obs 10 G3P1A1 -Evaluasi 2 jam AE : Uk: 38 mgg -Inj.103/UL 25 tahun dengan riwayat SC 3 tahun yang -Informed lalu consent AE: 4.106/UL amp / 8 jam Outcome: -CST AL: 13. -Usul Re-SCTP Lab: 01-33-04-37 multigravida h.No Identitas Diagnosis Plan Keterangan 3 Ny. D N C Presbo KPD 20 jam. -Lanjut Hb : 9.0.106/UL G3P1A1 -Konsul anestesi Uk: 38 mgg -Cek lab Outcome: Bayi laki-laki. AS 8-9-10 4 Ny.6. 2400 gram.aterm bdp em + IUD AL: 16. multigravida h.54.103/UL Bayi laki-laki. 3000 -Cek lab gram. Vicillin 1 3.03. P KPD 18 jam.5 tahun pervaginam Hct: 29 % yang lalu dengan anemia (9.

LAPORAN KASUS .

RM : 01-33-04-02 . E W  Umur : 30 tahun  Alamat : Kartasura. IDENTITAS PASIEN  Nama : Ny. I. ANAMNESIS A. Sukoharjo  Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga  Tanggal Masuk : 21 Februari 2016  Tanggal Pemeriksaan : 21 Februari 2016  No.

B. . KELUHAN UTAMA Pasien datang sendiri ke RSDM dengan keluhan kenceng-kenceng teratur dan keluar darah dari jalan lahir.

30 tahun. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Seorang G2P1A0. Gerak janin masih dirasakan. Lendir darah (+) . Pasien mengeluhkan keluar darah dari jalan lahir sejak 4 jam SMRS. Kenceng-kenceng teratur sudah dirasakan. Uk 36 minggu datang sendiri.C. Air kawah belum dirasakan keluar. Pasien merasa hamil 9 bulan.

D. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU  Riwayat DM : disangkal  Riwayat hipertensi : disangkal  Riwayat asma : disangkal  Riwayat sakit jantung: disangkal  Riwayat alergi : disangkal .

RIWAYAT PERKAWINAN  Menikah 1 kali  Lama : 10 tahun F. Riwayat haid • Menarche : 13 tahun • Lama haid : 6-7 hari • Siklus haid : 28 hari F. Riwayat KB  KB (+) suntik 3 bulan .E.

50 C . II. PEMERIKSAAN FISIK STATUS GENERALIS  Keadaan Umum : Baik. Darah : 120/70 mmHg Frek. Napas : 20 x/menit Nadi : 84 x/menit Suhu : 36. compos mentis  Tanda vital : Tek.

dinding vagina dbn. HIS (+) 3x/10’/30”. puka. DJJ (+) 140/145/143 reguler. porsio lunak. preskep. IU. TFU 26 cm. memanjang. discharge (-) . tbj 2400 gram genital: Inspekulo: v/u tenang. NT (-). Konjungtiva pucat (-/-) Cor/pulmo Sklera Ikterik (-/-) dbn Abdomen : supel. Kepala sudah masuk panggul < 1/3 bag. oue kesan terbuka. darah (+) mengalir dari OUE. teraba janin tunggal.

LABORATORIUM DAN PEMERIKSAAN PENUNJANG .III.

dengan FB : BPD 8. preskep.USG (21 FEBRUARI 2016) USG : Tampak janin tunggal. memanjang. IU.01 FL 6.64 EFBW 2694 gram Plasenta insersi di corpus grade II meluas hingga SBR menutupi OUI Air kawah kesan cukup Tak tampak jelas kelainan kongenital mayor Kesan : saat ini janin dalam kondisi baik .77 AC 32. puka.

puka. discharge (+) . IU. memanjang. KESIMPULAN  G2P1A0. DJJ (+). His (+)  Portio kesan terbuka. datang dengan riwayat fertilisasi dan obstetri baik  Teraba janin tunggal. darah (+). 30 tahun. preskep. Uk 36 minggu.

c. plasenta previa totalis pada sekundigravida hamil preterm dp TERAPI  Usul SCTP-em + IUD  Informed consent  Cek lab lengkap  Sedia darah  KIE  CST -> negatif . DIAGNOSIS  APH e.

TINJAUAN PUSTAKA Antepartum Hemoragic PLASENTA PREVIA .

.  Terjadi pada 4% dari seluruh kehamilan.ANTEPARTUM HEMORAGIC  Perdarahan pada traktus genitalis saat usia kehamilan 20 – 24 minggu dan pada onset persalinan.  Sering dihubungkan dengan peningkatan risiko morbiditas dan mortalitas janin dan ibu.

Idiopatik 5.local infection of the cervix/vagina. Placental abruption. . Jarang: vasa previa . 2. Penyebab lokal: . 3.cervical ectropion/cervical trauma.ETIOLOGI 1. . Placenta previa. 4.cervical polyps/cervical cancer.

PLASENTA PREVIA  Prae= di depan. vias: jalan  Plasenta yang terdapat di depan jalan lahir  Implantasi abnormal plasenta pada bagian segmen bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh OUI (ostium uteri interna) .

KLASIFIKASI .

GAMBARAN .

5. Cacat atau jaringan parut pada endometrium oleh bekas pembedahan (SC. dll). 3. dimana endometrium belum siap menerima hasil konsepsi. Chorion leave persisten. Plasenta besar pada hamil ganda dan eritoblastosis atau hidrops fetalis. Korpus luteum bereaksi lambat.FAKTOR PREDISPOSISI 1. . Defek vaskularisasi desidua yang kemungkinan terjadi akibat perubahan atrofik dan inflamatorotik. 2. Multiparitas dan umur lanjut ( >/ = 35 tahun). 7. 6. 4. Konsepsi dan nidasi terlambat. Kuret.

PATOGENESIS .

.

.

terdapat perdarahan besar) . Perut ibu tidak tegang 4.MANIFESTASI KLINIS 1. Perdarahan dari vagina tanpa rasa nyeri. Malpresentasi janin. DJJ normal (jika tidak. dapat berulang 2. dengan bagian terbawah janin masih tinggi diatas simfisis 3. terjadi pada akhir trimester kedua atas.

apakah dari OUI  USG  menentukan letak plasenta secara tidak langsung  Vaginal Toucher  menentukan letak plasenta langsung. tetapi berbahaya bisa menimbulkan perdarahan (terdapat bantalan antara bagian terdepan janin dengan jari pemeriksa) .DIAGNOSIS  Palpasi  bagian terbawah janin belum masuk PAP  Inspekulo  untukk menentukan asal perdarahan.

Selanjutnya tergantung dari  Keadaan umum pasien.  Umur kehamilan/taksiran BB janin. infus 3.PENATALAKSANAAN 1. Perbaikan KU  atasi syok. Mondok RS 2.  Paritas clan kemajuan persalinan. kadar hb. transfusi. .  Jumlah perdarahan yang terjadi.  Jenis plasenta previa.

. 4. plasentotrofik. kadar Hb 8 gr% atau lebih. 6. roboransia. 7. COT. Istirahat baring mutlak. Spasmolitik. 2. tokolitik. Awasi perdarahan terus-menerus.Penanganan Ekspektif Kriteria : . Periksa Hb.Keadaan umum baik. Pemeriksaan USG. HCT. nadi dan denyut jantung janin. 5.Perdarahan sedikit . Rencana Penanganan : 1.Umur kehamilan kurang dari 37 minggu. Infus D 5% dan elektrolit 3. golongan darah. tekanan darah. .Belum ada tanda-tanda persalinan . Apabila ada tanda-tanda plasenta previa tergantung keadaan pasien ditunggu sampai kehamilan 37 minggu selanjutnya penanganan secara aktif.

BB janin >/ = 2500 gram. 3. • Ada tanda-tanda persalinan. • Plasenta terletak di sebelah belakang (posterior). dilakukan pemeriksaan dalam kamar operasi.Penanganan aktif Kriteria • umur kehamilan >/ = 37 minggu. perdarahan sangat banyak dan mengalir dengan cepat. Plasenta previa janin letak lintang atau letak sungsang 4. 2. Plasenta previa totalis. Profause bleeding. Plasenta previa lateralis jika : • Pembukaan masih kecil dan perdarahan banyak. • Sebagian besar OUI ditutupi plasenta. . • Perdarahan banyak 500 cc atau lebih. Untuk menentukan tindakan selanjutnya SC atau partus pervaginum. Anak berharga dan fetal distres 5. • Keadaan umum pasien tidak baik ibu anemis Hb < 8 gr%. infusi transfusi darah terpasang. Indikasi Seksio Sesarea : 1. 6. Plasenta previa pada primigravida.

Tindakan versi Braxton-Hicks dengan pemberat untuk menghentikan perdarahan (kompresi atau tamponade bokong dan kepala janin terhadap plasenta) hanya dilakukan pada keadaan darurat. 3. dan tidak ada fasilitas untuk melakukan operasi. dilakukan SC. ketuban dipecah (amniotomi) jika his lemah. 2. Bila perdarahan masih terus berlangsung. anak masih kecil atau sudah mati. .Partus per vaginam Dilakukan pada plasenta previa marginalis atau lateralis pada multipara dan anak sudah meninggal atau prematur. diberikan oksitosin drip. 1. Jika pembukaan serviks sudah agak besar (4-5 cm).

3. . 2.KOMPLIKASI 1. Perdarahan dan syok. Infeksi. Prematuritas atau lahir mati. 5. 4. Laserasi serviks. Plasenta akreta.

Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung.II. 1993. . Obstetri Patologi. EGG. halo 6-10. 1992. Jakarta.S. Pringadi Medan. Ed. Pedoman Diagnosis dan Therapi Obstetri-Ginekologi R. S.hal. Bagian Obstetri & Ginekologi Fak. R.300-311.S Dr. Pringadi Medan. Jakarta. Elstar Offset Bandung. Sinopsis Obstetri I. Mochtar. halo 110-120. 1989. 1984. Dr. Bagian Obstetri & Ginekologi Fak. Kedokteran Universitas Sumatera Utara/R. III.365- 376. II. Ilmu Kebidanan. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.hal.DAFTAR PUSTAKA Prawirohardjo. Ed. Ed. cet.