Strategi

DOTS

TATALAKSANA
TB DOTS HDL

Program Nasional
Pengendalian TB Indonesia

Tujuan:
Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian TB,
memutuskan rantai penularan serta mencegah terjadinya
MDR TB

Target :
• Tercapainya penemuan pasien baru TB BTA positif
minimal 70 %
• Menyembuhkan minimal 85 %

2

DOTS & akselerasiPPM
Directly Observed Treatment Short Course
( Pengawasan menelan Obat Jangka Pendek )

COST EFECTIVE
2. Diagnosis TB
melalui temuan
1. Komitmen BTA secara
Politik mikroskopis
Strategi

DOTS
3. Pengobatan
Pencatatan
dan Penderita &
Pelaporan hrs diawasi
baku Oleh PMO
Penyediaan
Obat AntiTBC
CAKUPAN PENEMUAN PENDERITA MENULAR ≥ 70%
& PENDERITA SEMBUH ≥ 85%

Strategi Nasional
1. Memperluas dan meningkatkan pelayanan DOTS yang bermutu
2. Menghadapi tantangan TB/HIV, MDR‐TB, TB anak dan
kebutuhan masyarakat miskin serta rentan lainnya
3. Melibatkan seluruh penyedia pelayanan pemerintah,
masyarakat (sukarela), perusahaan dan swasta
melalui pendekatan Public‐Private Mix dan menjamin
kepatuhan terhadap International Standards for TB
Care
4. Memberdayakan masyarakat dan pasien TB.
5. Memberikan kontribusi dalam penguatan sistem kesehatan dan
manajemen program pengendalian TB
6. Mendorong komitmen pemerintah pusat dan daerah terhadap
program TB
7. Mendorong penelitian, pengembangan dan pemanfaatan
informasi strategis.

PPM digunakan sebagai strategi menuju Universal akses . dan Apa Kontribusi PPM terhadap kesehatan masyarakat 1. Meningkatkan kualitas diagnosis. Meningkatkan penemuan kasus dan mengurangi keterlambatan Dx 3. Meningkatkan dan mengoptimalkan akses bagi semua pihak . pengobatan dan dukungan terhadap pasien 2.

Memastikan bisa mendapatkan data yang sangat penting untuk data epidemiologi 6. Menurunkan biaya pengobatan dan memberikan perlindungan bagi yang miskin 5. Meningkatkan kemampuan manajerial .4.

FHI and other partners -Leading: IDI layanan DOTS berkualitas -TA: ATS . Penjara/lapas) -Leading: LSM. other partners . Pelayanan DOTS Dasar di Puskesmas Pelayanan DOTS oleh -Pendekatan: Penguatan sistem DPS dan Spesialis Pelayanan DOTS di Rumah surveilans dan MIFA.TA: KNCV dan JATA sbg public watch unt menjamin layanan DOTS -TA: USP dan MSH berkualitas. Peningkatan Sakit Publik/Swasta Kualitas layanan. meningkatkan rujukan . peran BPOM. demand creation . Dirjen Binfar . Ormas dll -TA: FHI. Kultur dan hukum/law enforcement mikroskopik -Fungsi sebagai advokator  peningkatan -Leading: IAI (ikatan -Leading: Dit BPPM dan Sarana pendanaan dan komitment. identifikasi suspek.Leading: Dit BUK Rujukan -TA: KNCV 6 Pilar Indonesia Public Private Mix (INA-PPM) Diagnosa TB yang Comprehensive Model OAT dan penggunaan Berkualitas secara rasional -Penguatan Jejaring dan QA Penguatan Sistem laboratory (public and Komunitas -Pendekatan: Penegakan private) DST.Pendekatan: ISTC  Rumah Sakit (Penerapan ke layanan DOTS berkualitas rewarding/ cumulative SPMRS TB-DOTS dan -Leading: NTP credits mekanisme referral ke -TA: WHO. Apoteker Indonesia). Kesehatan -peningkatan awareness masyarakat. menjangkau masy di -Pendekatan: Akreditasi wilayah DTPK. peningkatan piagam pasien (hak dan kewajiban) -Mobilisasi sosial. layanan TB di wilayah spesifik (daerah kumuh perkotaan. meningkatkan cakupan TBHIV.

Klinik Puskesmas DPS Spesialis Pasien TB DPS umum RSTP BBKPM/ Rumah Sakit BKPM/BP4 6/11/2017 Pemerintah Swasta 8 .

Bina INSTITUSI Public Private Mix dan Sistem BUK Rujukan BUKR BUKD BUKP PRIVAT. INSTITUSI. PUBLIK. DASAR. KHUSUS KHUSUS DPS LAB RS PPSDM DINKES RS BBKPM/BKPM KLINIK LAB SWASTA PELAKSANA RADIOLOGI YANFAR PKM ORG LAPAS PROFESI Bina PROGRAM P2PL .

tepat dan valid –> belum tercipta • Jejaring eksternal yang kuat –> belum terbentuk ( semua pasien rujukan dapat sampai ketujuan dan semua pasien yang mangkir dari pengobatan dapat dilacak dan kembali berobat – sehingga semua pasien dapat disembuhkan) . Tantangan • Kualitas pelaksanaan strategi DOTS di fasyankes yang belum baik • Surveilanse yang cepat.

. Jejaring P2TB • Konsep jejaring P2TB : – Pengertian jejaring TB adalah hubungan yang dibangun baik di dalam maupun di luar Fasyankes dalam Program Pengendalian TB • – Tujuan Jejaring TB adalah agar setiap pasien TB mendapatkan kemudahan akses pelayanan dengan strategi DOTS yang berkualitas.

klinik (lapas/rutan. Komponen Jejaring TB • Komponen jejaring TB terdiri dari : • Jejaring internal TB adalah jejaring antar semua unit yang terkait dalam menangani pasien TB di dalam Fasyankes • Jejaring eksternal TB adalah jejaring yang dibangun antara Puskesmas. RS. LSM. tempat kerja. DPS. Laboratorium swasta. LSM). B/BKPM/BP4. apotik swasta. . organisasi profesi dan dinas kesehatan provinsi/kabupaten/kota dalam pengendalian TB.

KOLABORASI TB – HIV .Pengobatan B. TATALAKSANA PASIEN TB .Diagnosis . Pencatatan dan Pelaporan . KEGIATAN PENUNJANG .KEGIATAN PROGRAM P2 TB di UPK A.Menurunkan beban HIV pada pasien TB . Pengelolaan logistik C.Menurunkan beban TB pada ODHA .Promosi .Membentuk mekanisme kolaborasi . MANAJEMEN PROGRAM . Pemantauan / follow up dahak . Pemantapan mutu laboratorium  cross check / LQAS .Penemuan tersangka TB / suspek TB .Kemitraan D.

 Tatalaksana tak memadai Immunosupresan  Kondisi kesehatan buruk 14 . Faktor Resiko Kejadian TB transmisi Jml kasus TB BTA+ Faktor lingkungan Resiko mjd TB bila dg HIV:  Ventilasi • 5-10% setiap tahun  Over Crowded • >30% lifetime  Indoor Faktor Perilaku HIV(+) SEMBUH TERPAJAN INFEKSI TB MATI Konsentrasi Kuman  Keterlambatan diagnosis &  Malnutrisi Lama kontak pengobatan  Penyakit DM.

nafsu makan menurun. pernah / sedang batuk darah.PENEMUAN SUSPEK TB  PASIF DG PROMOSI AKTIF “ Batuk berdahak > 2 sampai > 3 minggu “ = SUSPEK TB disertai : Sesak nafas. BB turun DIAGNOSA DG PEMERIKSAAN DAHAK (MIKROSKOPIS) STANDAR 1 & 2 ISTC SENSITIVITAS Rongent 50% Fo Ro DIAGNOSA PASTI DG Lab Lab OVER DIAGNOSIS . nyeri dada. keringat malam.

Pemeriksaan Pemeriksaan dahak dahak 33kali kali paling palingoptimal optimal 100% 100% 100% 100% 93% 93% Positivity 81% Cumulative Positivity 81% 50% 50% Cumulative 0% 0% First First Second Second Third Third 10 10 .

.

Tlng belakang) • 1 spes BTA pos RINGAN • Sendi & Ro pos TB ak • Kelenjar adrenal tif BERAT BERAT • Kerusakan paru • Meningitis luas (proses far • Millier advanced) • Perikarditis • Keadaan umum • Peritonitis • Pleuritis eksudativa bilateral buruk • TB tulang belakang • TB usus • TB saluran kemih dan alat kelamin . KLASIFIKASI PENYAKIT DAN TIPE PENDERITA  OAT KLASIFIKASI PENDERITA TBC EKSTRA PARU PARU RINGAN BTA Positif BTA Neg RO” Pos • TBC Kel Limfe • 2 at 3 spes dhk • Pleuritis eksudativa unilateral SPS BTA pos • Tulang (kec.

didiagnosis kembali dg BTA pos (apusan / kultur)  OAT Kat 2 LALAI / PASIEN YG TELAH BEROBAT DAN PUTUS BEROBAT 2 BL ATAU > DG DEFAULT BTA POSITIF  lanjutkan kat 1 / ulangi kat 1 dari awal atau pindah ke kat 2 PINDAHAN PASIEN YG DIPINDAHKAN DARI UPK YG MEMILIKI REGISTER TB 03 Transfer In UNTUK MELANJUTKAN PENGOBATANNYA  TB 09.RO + POS OAT KATEGORI 2 KS LAIN OAT 1 2 3 4 5 6 7 8 Ks Kronis KAT 2 NEG POS at au POS OAT KAT 4 ( BLM ADA )  Xipro + Kanamisin dan OAT lain selama 18 bulan sd 2 tahun  $ 5000 PER PASIEN . FC TB 01 & OAT GAGAL OAT 1 2 3 4 5 6 + Baru NEG POS at au POS .TIPE BLM PERNAH DIOBATI DG OAT / PERNAH TETAPI < I BULAN KASUS BARU (4 minggu)  OAT Kat 1 PASIEN TB YG SEBELUMNYA PERNAH MENDPT PENGOBATAN TB DAN KAMBUH TLH DINYATAKAN SEMBUH ATAU PL.

Sinusitis dll • Jika dijumpai Skrofuluderma. dirujuk ke RS utk evaluasi lebih lanjut • Bayi BB < 5 kg dan anak ≥ 33 kg harus dirujuk • Anak dg BB 15 – 19 kg dapat diberikan 3 tablet OAT FDC/KDT • OAT KDT dpt diberikan secara utuh atau digerus sesaat sebelum diminum . pasien dpt langsung didiagnosis TB • BB dinilai saat moment opname • Foto toraks bukan alat diagnostik utama pd TB anak • Semua anak dg reaksi cepat BCG hrs dievaluasi dg sistem skoring • Pasien usia balita yang mendpt skor 5.TATA LAKSANA KASUS TB ANAK • Anamnesis • Pemeriksaan fisik • Pemeriksaan penunjang • Pembobotan dengan sistem skoring Skor tertinggi 13 bila skor ≥ 6 = ditatalaksana sebagai pasien TB bila skor < 6 tetapi secara klinis mengarah TB harus dilakukan pemeriksaan diagnostik lain Catatan : • ditegakkan oleh dokter • Batuk dimasukkan dlm skor setelah disingkirkan penyebab batuk kronik lain : Asma.

tdk 1 aksila. SISTEM SKORING PADA ANAK Parameter 0 1 2 3 Jmlh Kontak TB Tdk . ≥ 1 cm. jml ≥ 1.Lap keluarga BTA positif Standar 16 ISTC jelas .BTA neg / tdk tahu 3 .BTA tdk jelas Uji Tuberkulin Negatif Pos ≥ 10 mm atau ≥ 5 mm pd keadaan 3 imunosupresif BB / kead Gizi Bwh grs merah KMS Klinis gizi buruk atau BB/U < 80% (BB/U < 60%) 2 Demam tanpa se ≥ 2 minggu bab jelas 1 Batuk ≥ 3 minggu 1 Pemb klj limfe koli. lutut Foto toraks Normal/ Suggestif TB 2 tdk jelas Jumlah 13 . inguinal nyeri Pembk tlng/sendi Ada pembengkakan 1 Panggul.

efusi pleura 3. OAT tetap harus dihentikan OAT  KOMBIPAK ANAK . kavitas. Tanda bahaya : kejang. Foto toraks menujukkan gambaran milier. koksitis Catatan Bila dijumpai perbaikan klinis walaupun gambaran radiologik tdk menunjukkan pe rubahan yang berarti. Gibbus. SKOR ≥ 6 BERI OAT SELAMA 2 BL DAN DIEVALUASI RESPON (-) RESPON (+) TERUSKAN OAT OAT TB TERUSKAN SAMBIL CARI SEBAB Perlu perhatian khusus jika ditemukan salah satu keadaan di bawah ini : 1. kaku kuduk. penurunan kesadaran dan kegawatan lain 2.

DIAGNOSIS TB EKSTRA PARU TERGANTUNG PADA ORGAN YG TERKENA TERGANTUNG PADA METODE PENGAMBILAN BAHAN PEMERIKSAAN TERGANTUNG PADA ALAT-ALAT DIAGNOSTIK RUJUK PENDERITA KE UNIT SPESIALISTIK • UJI MIKROBIOLOGI • PATOLOGI ANATOMI • BIOPSI & FNA • SEROLOGI • FOTO TORAKS dll .

PENGOBATAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) First Line Drugs : Second Line Drugs : Isoniazid Para-aminosalicylic Rifampin acid Pyrazinamide Capreomycin/Amikacin Ethambutol /Kanamycin Strptomycin Ethionamide Cycloserine Quinolones Standar 15 ISTC Standar 8 ISTC .

INH / H  BAKTERISID  MEMBUNUH 90% POPULASI KUMAN DALAM BBRP HA PERTAMA  UTK KUMAN YG METABOLIK AKTIF  DOSIS HARIAN 5 mg/kg BB. INTERMITEN 35 mg/kg BB STR / S  BAKTERISID  DOSIS HARIAN 15 mg/kg BB ETH / E  BAKTERIOSTATIK  DOSIS HARIAN 15 mg/kg BB. INTERMITEN 30 mg perkg BB . DOSIS INTERMITEN 10 mg per kg BB RIF / R  BAKTERISID  MEMBUNUH KUMAN DORMAN / PERSISTER  DOSIS 10 mg/kg BB PYR / Z  BAKTERISID  MEMBUNUH KUMAN DLM SEL DG SUASANA ASAM  DOSIS HARIAN 25 mg/kg BB.

3 Kategori 2 Tahaf awal = 84 dosis unt Tahaf awal atau 4 KDT 4 KDT dan 56 dosis unt Strep  56 dosis (8 minggu) • 75 mg INH • 75 mg INH • 150 mg Rifampisin • 150 mg Rifampisin • 450 mg Pirazinamid • 450 mg Pirazinamid • 275 mg Ethambutol • 275 mg Ethambutol v v v v v v v • Strepomisin inj & aquades Tahap lanjutan atau 2 KDT  48 dosis (16 minggu) Tahap lanjutan = 60 dosis (20 • 150 mg INH minggu • 150 mg Rifampisin v v v v • 150 mg INH • 150 mg Rifampisin Kasus baru BTA POS • 400 mg Ethambutol BTA Neg Ro” Pos TB ekstra paru BTA POS kambuh/gagal/after default . FIXED DOSE COMBINATION ( FDC ) / KOBINASI DOSIS TETAP (KDT) Kategori 1.

BB ( KG ) AWAL LANJUTAN 30 .37 2 TAB 4 FDC 2 TAB 2 FDC 38 – 54 3 TAB 4 FDC 3 TAB 2 FDC 55 – 70 4 TAB 4 FDC 4 TAB 2 FDC > 70 5 TAB 4 FDC 5 TAB 2 FDC BB ( KG ) AWAL LANJUTAN Strep 750 mg/Vial 30 .37 2 TAB 4 FDC 2 TAB 2 FDC Dilarutkan dlm 3 + 500 mg Strep + 2 Tab Etham ml aquadest 38 – 54 3 TAB 4 FDC 3 TAB 2 FDC & + 750 mg Strep + 3 Tab Etham Strep 1 gr dilarut kan dlm 4 ml aqua 55 – 70 4 TAB 4 FDC 4 TAB 2 FDC dest + 1000 mg Strp 4 Tab Etham > 70 5 TAB 4 FDC 5 TAB 2 FDC + 1000 mg Strp 5 Tab Etham .

DIAWASI oleh Pengawas Menelan Obat 5. DOSIS TUNGGAL = diminum sekaligus 3. 1. OAT KOMBINASI dg WAKTU 6 S/D 8 BULAN 2. PEMERIKSAAN DAHAK ULANG . DUA TAHAP FASE AWAL = setiap hari FASE LANJUTAN = Seminggu Selama 56 atau 84 hari 3 kl selama 4 bulan atau 5 bulan ELIMINASI STERILISASI 6. PERUT KOSONG 4.

TAHAP INTENSIF TAHAP LANJUTAN .

PEMANTAUAN & TINDAK LANJUT PASIEN BARU TB PARU BTA POSITIF Kat 1 1 2 3 4 5 6 7 STATUS Pend NEG NEG NEG SEMBUH baru POS SSPN +/. NEG NEG SEMBUH BTA + NEG ? NEG SEMBUH Tdk boleh NEG NEG ? PENGOBATAN LENGKAP NEG POS GAGAL Potensi NEG POS GAGAL MDR NEG ? ? PENG LENGKAP NEG TIDAK MNUM OAT DEFAULTER Potensi MDR MENINGGAL .

PEMANTAUAN & TINDAK LANJUT PASIEN TB PARU BTA POSITIF PENGOBATAN ULANG Kat 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 STATUS BTA + NEG NEG NEG SEMBUH kmbh NEG NEG ? PENGOB LENGKAP gagal NEG ? NEG SEMBUH Tdk boleh after POS SSPN NEG NEG SEMBUH CLTR Defol NEG ? ? PENGOB LENGKAP NEG TIDK MIN UM OAT DEFAULTER / LALAI MENINGGAL NEG POS MDR / KRONIS POS MDR / KRONIS .

PEMANTAUAN & TINDAK LANJUT PASIEN BARU TB PARU BTA NEG RO” POS Kat 1 1 2 3 4 5 6 7 STATUS Pend NEG PENGOBATAN Baru LENGKAP BTA Neg POS GAGAL Ro + KODE SLIDE & POT DAHAK PEMERIKSAAN SUSPEK ABC SETELAH SISIPAN  DE 1 BLN SEBELUM AKHIR PENGOBATAN  FG AKHIR PENGOBATAN  HI SETELAH SISIPAN  JK .

2 Rujuk mungkin kronik Keterangan : *** Tindakan pd pasien yg putus berobat antara 1 – 2 bulan : . TATALAKSANA PASIEN BEROBAT TIDAK TERATUR Tindakan pd psien yg putus berobat < 1 bulan : • Lacak pesien • Diskusikan dg pasien untuk mencari masalah berobat tidak teratur • lanjutkan pengobatan sampai seluruh dosis selesai Tindakan pada pasien putus berobat antara 1 – 2 bulan : Tindakan 1 Tindakan 2 • Lacak pasien Bila BTA neg Lanjutkan pengobatan sampai seluruh dosis • Diskusikan & cari masalah at TB Eks Paru selesai • S-P-S. pasien diobservasi bl gejala • Diskusikan & cari masalah at TB Eks Paru semakin parah dilakukan S-P-S ulang / biakan • Hentikan OAT sambil Bila 1 / > BTA Kategori – 1 Mulai kategori – 2 nunggu + Kategori .Lama pengobatan seblmnya < 5 bl lanjutkan OAT sp selesai dan 1 bl seblm AP harus periksa dahak . OAT lanjutkan sanbil Bila 1 / > BTA Lama pengob sblmnya Lanjutkan OAT nunggu hasil + < 5 bulan *** sampai selesai Tindakan pada pasien putus berobat lebih 2 bulan ( Default ) : • Periksa S-P-S Bila BTA neg OAT hentikan.

Catatan penting: Bila ditemukan gejala-gejala efek samping berat. pasien harus menghentikan pengobatannya dan segera bantu pasien rujuk ke petugas kesehatan. .

PASIEN TB YG MENGALAMI KAMBUH 7. PASIEN TB DG RIWAYAT PENGOBATAN TB DI FASYANKES NON DOTS 4. PASIEN TB YG GAGAL PENGOBATAN DENGAN OAT KATEGORI 2 2. ODHA DG GEJALA TB . PASIEN TB DAN PETUGAS YG KONTAK ERAT DG PASIEN TB MDR 9. SUSPEK MDR 1. PASIEN TB YG TDK KONVERSI PADA PENGOBATAN DG KATEGORI 2 3. PASIEN PENGOBATAN ULANG SETELAH LALAI PENGOBATAN (DEFAULT) 8. PASIEN TB YG MENGALAMI GAGAL DG PENGOBATAN DG KATEGORI 1 5. PASIEN TB DG BTA TETEP POSITIF SETELAH PENGOBATAN SISIPAN 6.

.

PRINSIP PENCATATAN
• Lakukanlah pada kesempatan pertama,
jangan ditunda!!
• Isilah formulir selengkap-lengkapnya,
sekalipun sebuah data tidak berarti bagi
anda.
• Kerjakan secara konsisten sesuai
petunjuk
• Amankan dan pelihara dokumen
sebagai barang berharga yang mahal!!

1. Tujuan P & P TB di UPK
• Semua pasien TB yg mendptkan akses
pelayanan DOTS dapat tercatat dan di
laporkan mulai dari diagnosis, FU sampai
akhir pengobatan
• Alat monitoring & evaluasi kelangsungan
& keteraturan pengobatan pasien, sehing
ga permasalahan dpt ditindak lanjuti dgn
segera (pasien mangkir ambil OAT & FU,
pasien tdk konversi, efek samping dll)

2. ACUAN
PENCATATAN & PELAPORAN P2 TB

• Strategi DOTS, pada komponen yang ke 5 :
“Pencatatan dan Pelaporan yang baku”

• ISTC (Standard International Penanganan
Tuberkulosis) pada standard 17: “Semua
petugas harus melaporkan semua kasus TB
(kasus baru maupun kasus pengobatan
ulang) dan hasil pengobatannya kepada
Dinas Kesehatan setempat sesuai dengan
ketentuan hukum dan kebijakan yang
berlaku”.

Pencatatan di UPK :
• TB 06 Daftar Suspek yg dipriks dahak
• TB 05 Rujukan Pemeriks Dahak
• TB 04 Register Laboratorium
• TB 01 Kartu Pengobatan
• TB 02 Kartu Penderita
• TB 09 Rujukan Penderita Pindah
• TB 10 Jawaban/hsl akhir pend pindah
• TB 03 UPK  setiap tg 3 – 5 awal triw
TB 03 Kab
HARUS DIISI DG BENAR & LENGKAP TB 07 Pend baru TB BTA pos & kmbh
TB 08 Hsl akhir pengobatan
TB 11 Hsl pengobatan stlh fase awal
TB 12 Hsl cross check
TB 13 Logistik OAT

Laporan dilaporkan setiap : PROVINSI (maksimal tgl 10)
5 - 10 Januari
5 - 10 April
5 - 10 Juli SUB DIT TB (maksimal tgl 15)
5 - 10 Oktober
WHO

Penentuan Jenis OAT 5. Penatalaksanaan Pasien TB dan P & P 1. Penetapan Klasifikasi dan Tipe penderita 4. Alur diagnosis TBC pd dewasa. Tatalaksana Penderita pindah pengobatan 8. anak dan ekstra paru 3. 4. Tatalaksana Penderita yang berobat tidak teratur 7. Identifikasi Suspek dan penemuan Penderita 2. Menentukan Hasil Akhir Pengobatan dan tindak lanjut . Pemantauan kemajuan hasil pengobatan (periksa Ulang dahak) 6.

Penggunaan Fomat P/P di UPK sesuai Alur : Identifikasi rujuk Pemeriksaan Pelaksana Suspek Laboratoriaum Pengobatan hasil 1 2 3 sampai kolom 11TB 06 TB 05 TB 04 4 TB 01 utk UPK 5 TB 02 utk pasien Catat hasil Catat hasil TB 06 kolom TB 05 bagian 6 TB 03 UPK berikutnya bawah (bila sdh menggunakan) .

3. 1/2 2/2 2/2 Rt. DI BP OLEH DOKTER / PERAWAT PROGRAM TB NASIONAL TB 06 DAFTAR TERSANGKA PENDERITA (SUSPEK) YANG DIPERIKSA DAHAK SPS Bulan……………. Ambon Berdasarkan informasi ini.5. Gajah Mada.. Rk. 135. Buatkan permintaan Pemeriksaan dahak Dengan TB-05 No. Februari Tahun………. 1/2 5/2 5/2 Rt. 15. 2005 UMUR HASIL PEMERIKSAAN NO. Widya 45 Jl.1. Rk. Kode Kab/Kode UPK/No. Urut TB 05 / 04 Urut Tgl dahak diambil .2. No NAMA ALAMAT No IDENTITAS TERSANGKA A B C Reg SEDIAAN L P LENGKAP Lab Tgl Hasil Tgl Hasil Tgl Hasil 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1 01/05/001 Diantika 45 Jl Patimura. Ambon 2 01/05/002 Sri A.

. Ambon : ………………….. Alasan pemeriksaan : Klasifikasi Penyakit: Diagnosa √  Follow up pengobatan : Paru √ 1. Akhir Pengobatan (AP)  No.PROGRAM TB NASIONAL Oleh Pet Poli / Perawat / Dokter TB 05 FORMULIR PERMOHONAN LABORATORIUM TB UNTUK PEMERIKSAAN DAHAK Nama Unit Pengobatan : ………………….TB Kab/kota : …………… (sesuai dengan TB 06) 01 05 001 ……/. Akhir intensif  Ekstra Paru 2.. 1 bulan sebelum AP  4. 3. Nama tersangka Jenis Kelamin L √ Alamat lengkap Jl Patimura. 135./………… Tanggal pengambilan dahak 2/2 Tanggal pengiriman sediaan 2/2 Tanda tangan pengambil spesimen Secara visual dahak tampak : Nanah lendir: S √ Bercak darah: S Air liur: S P √ P √ P S √ S S ..... P Kabupaten Ambon : …………………. Akhir sisipan  Lokasi: ……………………………..Reg.. BP4 Maluku Umur : ………… 40 tahun Diantika : …………………...... Identitas Sediaan No..

Pengumpulan dahak di ruang terbuka atau di ruangan dengan ventilasi yang Baik  sebaiknya jangan di kamar mandi atau di ruang tanpa ventilasi .

Spesimen dahak untuk diagnostik X 18/26/001A 18/26/001C 18/26/001A 18/26/001B Purulen Campur darah Air liur Sebelum dahak dikumpulkan : • Beri label pada dinding pot  Kode kab/Kode UPK/No urut  sesuai dg TB 06 • Label ditempelkan pada dinding pot. jangan pada tutupnya • Pot dahak sekali pakai  diameter 6 cm. transparan dan berulir .

0 Akhir Intensif AP SISIPAN 1 Bln sebelum AP A-B-C D-E J-K F-G H-I DIAGNOSIS Follow up sete Follow up pada Follow up 1 bl Follow up pada • 15/26/001A Fase intensif Setelah sisipan Sebelum AP Akhir • 15/26/001B • 15/26/001D • 15/25/001J • 15/26/001F Pengobatan • 15/26/001H • 15/26/001C • 15/26/001E • 15/25/001 K • 15/26/001G • 15/26/001 I S-P-S S-P S-P S-P S-P .

C Cara penulisan Nomor Idenditas Sediaan Harus sama dengan TB 06 .A 01/05/001.B 01/05/001. 01/05/001.

Ambon BP4 Maluku 2+ 3+ 1+ FG Sri A. BP4 Maluku ne ne 01/05/002 002 2 / 1 / 2007 15. PROGRAM TB NASIONAL TB 04 REGISTER LABORATORIUM TB Nomor Alasan Hasil No. Mada. Tanggal Nama Umur Identita Nama Unit Pemeriksaan Pemeriksaan Re Lengka Alama s Pemeriksaa Pengobata TT Ket gLa p t Diagnos Follow Sediaa n L P n S P S b Pasien a Up n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 ABC Jl. Patimura 01/05/001 001 2 / 1 / 2007 Diantika 45 135. Ambon g g . G. Widya 45 Jl.

(Sewaktu) √ Perhatikan perbedaan cara penulisan hasil pemeriksaan dahak pada TB 05 dan TB 06 !! . di TB 04 : …………………………. TB 05 bagian bawah………………… HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM 011 No. (Pagi) √ 4 / 2 / 2005 …C..9 4 / 2 / 2005 …A. (Sewaktu) Neg √ 4 / 2 / 2005 …B.. Register Lab (sesuai dengan No.. Tanggal Pemeriksaan Spesimen Dahak Hasil** +++ ++ + 1 .

Februari Tahun……….3 2 1/2 01/05/002 Sri A. 10.. 1/2 2+ 2/2 3+ 2/2 1+ 011 Ambon. Kangguru. Rt. Gajah Mada. Rk. No Tgl di NAMA ALAMAT No IDENTITAS TERSANGKA A B C Reg daftar SEDIAAN L P LENGKAP Lab Tgl Hasil Tgl Hasil Tgl Hasil 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 1/2 01/05/001 Diantika 45 Jl Patimura.2 3 7/2 01/05/003 Anjas 35 Jl. 135.5. 2005 UMUR HASIL PEMERIKSAAN NO. Rt.1. Widya 45 Jl.PROGRAM TB NASIONAL TB 06 DAFTAR TERSANGKA PENDERITA (SUSPEK) YANG DIPERIKSA DAHAK SPS Bulan……………. Rk. 7/2 Neg 8/2 Neg 8/2 Neg 023 Tulehu .15 1/2 Neg 5/2 1+ 5/2 Neg 020 Ambon.

TB 06 Tanggal Hasil Tanggal Hasil Tanggal Hasil Setelah diisi lengkap 8 9 10 11 12 13 14 pindahkan ke TB 01 1/2 1+ 2/2 2+ 2/2 Neg 015 HASIL PEMERIKSAAN DAHAK Bulan ke Laboratorium pembaca BB (Kg) Tanggal No.Reg. HASIL PEMERIKSAAN Nomor A B C Reg.Lab BTA* TB 01 0 (awal) 2+ 2 Tulislah hasil pemeriksaan dahak yang nilai positifnya 3 paling tinggi!! 4 5 7 AP . Lab.

Ambon.PROGRAM TB NASIONAL TB 06 DAFTAR TERSANGKA PENDERITA (SUSPEK) YANG DIPERIKSA DAHAK SPS Bulan……………. 10.1. 21/2 Neg 22/2 Neg 22/2 Neg 033 31 21/2 01/05/031 Jafar 40 Jl. 24/2 Neg 25/2 Neg 25/2 Neg 060 Hp: 0811235789 34 25/2 01/05/034 Tilda 25 Jl. Kangguru. 1/2 2+ 2/2 3+ 2/2 1+ 011 Rt.2 Ambon 3 7/2 01/05/003 Anjas 35 Jl. 22/2 Neg 23/2 Neg 23/2 Neg 057 Tulehu 32 22/2 01/05/032 Nona 25 Jl. Kangguru. 1/2 Neg 5/2 1+ 5/2 Neg 020 Rt.5. Februari Tahun………. 11.3 Ambon 2 1/2 01/05/002 Sri A. 2005 UMUR HASIL PEMERIKSAAN NO.. 135. 05.10.. 5. Widya 45 Jl. Ambon 21/2 Neg 23/2 1+ 23/2 2+ 054 . Badak. 7/2 Neg 8/2 Neg 8/2 Neg 023 Tulehu Dan seterusnya sampai suspek no 30. Rk. MTB 25/2 Neg 26/2 1+ 26/2 1+ 066 . No Tgl di NAMA ALAMAT No IDENTITAS TERSANGKA A B C Reg daftar SEDIAAN L P LENGKAP Lab Tgl Hasil Tgl Hasil Tgl Hasil 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 1/2 01/05/001 Diantika 40 Jl Patimura. Gajah Mada. 22/2 Neg 24/2 Neg 24/2 Neg 058 Ternate 33 24/2 01/05/033 Ima 25 Jl. dua minggu kemudian…………. 22/2 01/05/003 Anjas 35 Jl. Rk. Kerbau. 15. Bangau. 10. Durian.

Tanggal Nama Umur Identita Nama Unit Pemeriksaan Pemeriksaan Re Lengka Ke s Pemeriksaa Alamat Pengobata TT gLa p Diagno Follow t Sediaa n L P n S P S b Pasien sa Up n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 01/05/001 001 2/1 Diantika 45 Jl. 76 Pusk. Kutilang.PROGRAM TB NASIONAL TB 04 REGISTER LABORATORIUM TB Tahun: 2009 Nomor Alasan Hasil No. 01/07/001 007 3/1 Isak 35 6 Pusk. Gagak 12 Pusk. Mawar ABC 2+ 3+ 1+ ξ 01/05/002 002 2/1 Merta 45 Jl. 01/05/004 005 3/1 Ella 28 3 Pusk. 98 Pusk. Merpati. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/05/006 010 4/1 Enri 46 Jl. Pusk. 4 Pusk. Jalak. Jalak. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/06/001 004 2/1 Yati 55 Jl. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/05/005 006 3/1 Agus 30 Jl. 10 Pusk. Gagak. Gelatik. Asoka HI neg neg ξ Jl. 80 Pusk. Perkutut. Bangau. Jalak. Melati ABC neg neg neg ξ Jl. Mawar ABC neg neg neg ξ Semua Kolom diisi dengan lengkap sesuai data TB-05 . Mawar DE 1+ neg ξ Jl. 15 Pusk. Mawar FG neg neg ξ 4 01/05/003 003 2/1 Surjana 5 Jl. Melati 01/06/002 008 4/1 Budi 47 24 ABC 1+ 2+ neg ξ 01/05/005 009 4/1 Manik 40 Jl.

Melati 01/06/002 008 4/1 Budi 47 24 ABC 1+ 2+ neg ξ 01/05/005 009 4/1 Manik 40 Jl. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/05/005 006 3/1 Agus 30 Jl. Merpati. Mawar DE 1+ neg ξ Jl. 15 Pusk. 80 Pusk. 76 Pusk. Gagak 12 Pusk.PROGRAM TB NASIONAL TB 04 REGISTER LABORATORIUM TB Tahun: 2009 Nomor Alasan Hasil No. Mawar ABC 2+ 3+ 1+ ξ 01/05/002 002 2/1 Merta 45 Jl. Asoka HI neg neg ξ Jl. 98 Pusk. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/05/006 010 4/1 Enri BERURUTAN DITULIS 46 Jl. 4 Pusk. Gelatik. 10 Pusk. Jalak. Gagak. 01/07/001 007 3/1 Isak 35 6 Pusk. Jalak. Bangau. Kutilang. Pusk. Perkutut. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/06/001 004 2/1 Yati 55 Jl. Mawar FG neg neg ξ 4 01/05/003 003 2/1 Surjana 5 Jl. 01/05/004 005 3/1 Ella 28 3 Pusk. Jalak. Melati ABC neg neg neg ξ Jl. Tanggal Nama Umur Identita Nama Unit Pemeriksaan Pemeriksaan Re Lengka Ke s Pemeriksaa Alamat Pengobata TT gLa p Diagno Follow t Sediaa n L P n S P S b Pasien sa Up n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 01/05/001 001 2/1 Diantika 45 Jl. Mawar ABC neg neg neg ξ SESUAI KEDATANGAN PASIEN .

Mawar ABC neg neg neg ξ Beri KODE sesuai tata cara penulisan kode . 80 Pusk.Up S P S b Pasien a n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 01/05/001 001 2/1 Diantika 45 Jl. 4 Pusk. 76 Pusk. Gagak. 01/07/001 007 3/1 Isak 35 6 Pusk. PROGRAM TB NASIONAL TB 04 REGISTER LABORATORIUM TB Tahun: 2009 Nomor Alasan Hasil No. Perkutut. Asoka HI neg neg ξ Jl. Mawar FG neg neg ξ 4 01/05/003 003 2/1 Surjana 5 Jl. 98 Pusk. Mawar ABC 2+ 3+ 1+ ξ 01/05/002 002 2/1 Merta 45 Jl. Jalak. Gagak 12 Pusk. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/05/006 010 4/1 Enri 46 Jl. Melati ABC neg neg neg ξ Jl. Mawar DE 1+ neg ξ Jl. 10 Pusk. Bangau. Tanggal Nama Umur Identita Nama Unit Pemeriksaan Pemeriksaan Re Lengka Ke s Pemeriksaa Alamat Pengobata TT gLa p Diagnos t Sediaa n L P n F. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/06/001 004 2/1 Yati 55 Jl. Merpati. 01/05/004 005 3/1 Ella 28 3 Pusk. Jalak. 15 Pusk. Melati 01/06/002 008 4/1 Budi 47 24 ABC 1+ 2+ neg ξ 01/05/005 009 4/1 Manik 40 Jl. Kutilang. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/05/005 006 3/1 Agus 30 Jl. Gelatik. Jalak. Pusk.

4 Pusk. Bangau. Jalak. Kutilang.PROGRAM TB NASIONAL TB 04 REGISTER LABORATORIUM TB Tahun: 2009 Nomor Alasan Hasil No. Melati ABC neg neg neg ξ Jl. Jalak. 01/05/004 005 3/1 Ella 28 3 Pusk. Mawar DE 1+ neg ξ Jl. 10 Pusk.Up S P S b Pasien a n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 01/05/001 001 2/1 Diantika 45 Jl. 15 Pusk. Gelatik. 80 Pusk. Mawar FG neg neg ξ 4 01/05/003 003 2/1 Surjana 5 Jl. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/05/006 010 4/1 Enri 46 Jl. Mawar ABC Beri warna MERAH neg neg neg ξ untuk hasil yg POSITIF . Merpati. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/05/005 006 3/1 Agus 30 Jl. Asoka HI neg neg ξ Jl. Pusk. Perkutut. Mawar ABC 2+ 3+ 1+ ξ 01/05/002 002 2/1 Merta 45 Jl. Jalak. Gagak. Mawar ABC neg neg neg ξ 01/06/001 004 2/1 Yati 55 Jl. Melati 01/06/002 008 4/1 Budi 47 24 ABC 1+ 2+ neg ξ 01/05/005 009 4/1 Manik 40 Jl. Gagak 12 Pusk. 01/07/001 007 3/1 Isak 35 6 Pusk. Tanggal Nama Umur Identita Nama Unit Pemeriksaan Pemeriksaan Re Lengka Ke s Pemeriksaa Alamat Pengobata TT gLa p Diagnos t Sediaa n L P n F. 76 Pusk. 98 Pusk.

Diisi oleh : Pet TB Perawat / Dokter Jika Pos Tulis gradasi tertinggi .

Format TB 01 bagian belakang Tanggal terakhir Tanggal Tanggal Tanggal 2 bln stlh Tanggal minum OAT meninggal hsl lab tidak minum OAT pindah .

Format TB 02 FDC : jumlah tablet Kombipak : jumlah blister depan belakang .

Mekanisme Rujukan Pindah Diagnosa Pengobatan RS  TB 09. sisa TB 05 OAT UPK lain  TB 09 bag bawah ke RS UPK lain  TB 09 bag bawah ke RS  Klasifikasi & Tipe  Lanjutkan OAT  OAT – TB 01 – 02  TB 01 – 02  Follow Up Dahak  Follow Up Dahak  Penentuan AP  Penentuan AP  TB 10 ke RS INFORMASI KE KOORDINATOR HDL / WASOR KONFIRMASI KE UPK LAIN . FC TB 01. FC RS  TB 09.

OLEH : KA. PUSK / DOKTER PUSKESMAS ASAL .

OLEH : KA. PUSK / DOKTER PUSKESMAS YANG BARU .

BKPM & KLINIK SWASTA BERDASARKAN KESEPAKATAN PASIEN & DOKTER . PILIHAN PENANGANAN PASIEN DI RS.

POLA PENCARIAN PENGOBATAN PASIEN WILAYAH RS PUSKES DPS SUMATERA 44% 43% 12% KTI 31% 51% 16% JAWA 49% 21% 29% .

PERTIMBANGAN DALAM KELANGSUNGAN PENANGANAN PASIEN TB • TINGKAT SOSIAL EKONOMI • BIAYA KONSULTASI • JARAK DAN KEADAAN GEOGRAFIS • BIAYA TRANSFORTASI • KEMAMPUAN RS .

04.10 & FC 01 4 TB. PILIHAN PENANGANAN PASIEN PILIHAN DIANOSIS KLASIFIKASI MULAI PE PENGOBATAN KOSULTASI P&P NGOBATAN KLINIS 1 TB.3 01. 3  KONVERSI ≥ 80%  NO.01. 05 09.05 2 TB.3 01. FC : TB01.02 RS  NO. FC TB.05. 04.06.02.01.09 05.03.02.02. FC TB.05. 4  KESEMBUHAN ≥ 85% SUCCES REFERAL  < 5% DO  < 5% PUSK KONVERSI  ≥ 80% KESEMBUHAN  ≥ 85% KONTRIBUSI CDR KONTRIBUSI PENJAR SUSPEK .03.05.06. 05 3 TB.04  TB 09.04.06.01. 05 09.04  TB 09.05.02.06. OAT 05.04.04  TB 09.

Jejaring rujukan pasien TB Wasor Dinkes Kabupaten/ Kota Informasi Informasi Konfirmasi Pasien. fotokopi TB 01 dan TB 09 Fasyankes Fasyankes lainnya Bagian bawah TB 09 dan TB 10 . OAT.

Jejaring pelacakan pasien TB Wasor Dinkes Kabupaten/ Kota Informasi Informasi Informasi pasien TB mangkir RS/B/BKPM Puskesmas Informasi hasil pelacakan .

TB 03 UPK .

warna hijau  lap kesembuhan • 1 lembar : – 20 baris  20 kasus . warna kuning  lap penemuan kasus baru TBC • Lembar 3. warna putih sebagai arsip UPK • Lembar 2. warna merah  lap konversi • Lembar 4. Apa itu TB03 UPK ? • Merupakan modifikasi dari Buku Registrasi TB 03 Kab/Kota yang digunakan di UPK untuk input data TB 01 • 1 Buku : – Berisi 8 Set = 32 lembar menggunakan ”carbonate paper“ • 1 set : – Terdiri dari 4 lembar : • Lembar 1.

robek lembaran kuning sebagai bahan laporan penemuan (TB07) kepada wasor Kab/Kota. • Lembaran kuning tersebut disampaikan ke wasor kab/kota paling lambat tgl 5 pada awal bulan pertama triwulan berikutnya Misal: Penemuan pada 1 Jan-31 Maret th 2009 Lembar kuning dikirimkan pada tg.Penemuan (TB07) • Pindahkan data seluruh penderita (yang mempunyai kartu TB 01) yang ditemukan mulai awal sampai akhir Triwulan pada lembaran putih buku TB03 UPK • Bila telah terisi penemuan penderita satu triwulan (s/d kolom 16). 5 April 2009 • Bila Lembaran tidak sampai pada tgl 5. PengisianTB03 UPK Untuk Lap. maka dapat diminta pada pertemuan monev kab/kota yang diselenggarakan antara tgl 6-7 bulan yg sama • Pada pertemuan monev ini dilakukan pemberian nomor registrasi kabupaten .

teruskan pengisian lembar putih yang telah diisi sampai kolom 16 tadi dengan data hasil pemeriksaan dahak setelah pengobatan intensif. Hasil Konversi(TB11) • Pada triwulan berikutnya. • Kemudian sampaikan ke wasor kab/kota paling lambat tgl 5 awal bulan triwulan berikutnya( Triw ke 3 dari triw. robek lembar merah sebagai bahan laporan TB 11 kab/kota. penderita ditemukan) Misal . • Setelah seluruh kasus pada triwulan pertama ini didapatkan hasil pemeriksaan setelah pengobatan intensif (s/d kolom 18). Pengisian TB03 UPK Untuk Lap. 5 Juli 2009. Penderita yang ditemukan pada 1 Jan – 31 Mart (Triw. bersama dengan lembaran kuning penemuan 1April – 30 juni 2009 • Sejak saat ini setiap tgl 5 awal triwulan lembaran yang dikirimkan dua lembar yaitu lembar kuning untuk penemuan dan lembar merah muda untuk konversi .1) tahun 2009 maka Lembar merah (TB11) dikirimkan pada awal tg.

1) Th 2009  lembar hijau disampaikan pada tg.5 April (triw. Pengisian TB 03 UPK Untuk Lap.2) tahun 2010 . misal : penderita ditemukan 1Jan-31 Maret (triw.Hasil Pengobatan (TB 08 ) • Kirim lembar hijau setelah kolom hasil pemeriksaan dahak akhir pengobatan (s/d kolom31) sudah diisi(diketahui) dari seluruh penderita yang ditemukan satu triwulan.

Yang perlu diperhatikan • Penemuan penderita satu triwulan tidak digabung dengan triwulan lainnya (terpisah lembaran Triwulan I dengan Triw II. • Lembar-lembar tsb boleh diambil oleh wasor pada saat supervisi. III & IV berapa pun jumlah kasus pada triwulan tersebut). atau dikirim/diantar lgsg oleh petugas UPK .

10 Penderita Tw1 ’09 Tw2 ‘09 Tw3 ‘09 Tw4 ‘09 Tw1 ‘ 10 Tw2 ‘10 Mengirim Mengirim Mengirim Mengisi Lbr Kuning Lbr merah Lbr Hijau 1Jan-31 lembar (TB07) (TB11) (TB 08) Mrt'09 putih Q1'09 Q1’09 Q1'09 Mengirim Mengirim Mengisi Lbr Kuning Lbr merah 1Apr-30 lembar (TB07) (TB11) jun'09 putih Q2'09 Q2’09 Mengirim Mengirim Mengisi Lbr Kuning Lbr merah 1Juli-30 lembar (TB07) (TB11) Sep'09 putih Q3'09 Q3’09 Mengirim Mengirim Mengisi Lbr Kuning Lbr merah 1Okt. lembar (TB07) 31Mrt'010 putih Q1'10 . lembar (TB07) (TB11) 31Des'09 putih Q4'09 Q4’09 Mengirim Mengisi Lbr Kuning 1Jan. Penyampaian Lembaran TB 03 UPK Jan-Mar Penemuan 09 5 Apr'09 5 Juli '09 5 Okt '09 5 Jan ‘10 5 Apr.

MONITORING & EVALUASI .

1. Proporsi Pend TB BTA Positif diantara Suspek • Menggambarkan mutu dari proses penemuan sampai diagnosis pend Serta kepekaan menetapkan kriteria suspek • Sumber data : TB 06 • Angka yang ditoleransi : 5 – 15% BILA < 5%  penjaringan suspek terlalu longgar Ada masalah dlm pemeriksaan lab (neg palsu) > 15%  penjaringan terlalu ketat Ada masalah dlm pemeriksaan lab (pos palsu) RUMUS : Jmlh pend TB BTA Pos yg ditemukan x 100% Jmlh seluruh suspek yg diperiksa .

2. Proposi Pend TB Paru BTA Positif diantara semua Pend TB Paru tercatat • Menggambarkan prioritas penemuan pend TBC yg menular diantara selu ruh pend TB paru yg diobati • Sumber data : TB 06 • Angka yang ditoleransi : ≥ 65% BILA < 65%  Mutu diagnosis rendah dan kurang memberikan prioritas untuk menemukan pend yg menular (pend BTA positif) RUMUS : Jmlh pend TB BTA Pos (baru + kambuh) x 100% Jmlh pend TB BTA pos (baru + kambuh) dan jmlh pend TB BTA negatif .

Proporsi Pasien TB Anak Diantara Seluruh Pasien TB Yang Diobati • Angka Ini Menggambarkan Diagnosis Tb Anak Di Suatu Wilayah ( 10 – 15 % ) Jumlah Pasien TB Anak 1 Triwulan Jumlah Seluruh Pasien TB Yang X 100 % Diobati 1 Triwulan . lanjutan.. 3..

4. 5 TRIWULAN 1 2 3 4 1 2 3 4 TH 2009 TH 2010 .Angka yang ditoleransi ≥ 80% Harus dipisah pend baru TBC BTA Pos yang diobati dg kategori 1 dan penderita TBC BTA Positif kambuh Jmlh pend baru TBC BTA Pos yg konversi RUMUS : X 100% Jmlh Pend baru TBC BTA Pos yang diobati KOHORT 18 BULAN JAN 1 ….Sumber data : TB 01 dari penderita yang diobati 3 – 6 bulan yang lalu . 3 PEB 2 …. INDIKATOR KONVERSI .Mengetahui secara cepat kecenderungan keberhasilan pengobatan . 4 DIREGISTER seluruhnya JUNI & dilaporkan JULI MART 3 …..

BILA < 80%  hitung berapa : • Pend BTA pos yg di follow up dahak tetap BTA positif • Pend meninggal • Pend pindah • Pend default • Pend yg tdk difollow up dahak .

INDIKATOR CURE RATE / KESEMBUHAN . ….Sumber Data TB 01 dari penderita yang diobati 9 – 12 buan yang lalu . …. …. …. …. …. …. 7 Diregister seluruhnya Desember dan 3 …. …. …. …. …. …. 9 1 2 3 4 1 2 3 4 1 3 …. …. 8 dilaporkan Januari 1 …. 8 TH 2009 Triwulan Kat 2 2 …. …. …. 5. 10 TH 2008 TH 2010 .Mengetahui keberhasilan pengobatan dan masalah potensial . …. ….Angka yang ditoleransi ≥ 85% RUMUS : Jmlh pend baru TBC BTA Pos yg sembuh X 100% Jmlh Pend baru TBC BTA Pos yang diobati KOHORT 24 BULAN 1 …. …. …. 6 KAT 1 2 …. …. …. …. …. ….

BILA < 85%  hitung berapa : • Pend Pengobatan Lengkap (PL) • Pend meninggal • Pend gagal  4% utk daerah yg blm ada masalah resistensi dan tdk blh > 10% utk daerah yg sdh ada masalah resistensi • Pend default  tdk boleh > 10% • Pend pindah keluar Harus dipisah pend baru TBC BTA Pos yang diobati dg kategori 1 dan penderita TBC BTA Positif kambuh/gagal/after default yg dio Bati dg kategori 2 .

. lanjutan.. ANGKA DEFAULT •angka ini menggambarkan % kepatuhan pasien TB ( < 5 % ) Jumlah Pasien TB Yang Default 1 Triwulan X 100 % Jumlah Seluruh Pasien TB Yang Diobati 1 Triwulan . 6.

7.. lanjutan. Angka keberhasilan rujukan • Angka Ini Menggambarkan % Pasien Tb Yang Pindah Dirujuk Dan Betul-betul Sampai Melanjutkan Pengobatan Di Upk Rujukan Diantara Seluruh Pasien Tb Yang Pindah Dirujuk Jumlah Pasien TB Yang Pindah Dirujuk Dan Sampai Di UPK Rujukan Dalam 1 Triwulan X 100% Jumlah Seluruh Pasien TB Yang Pindah Dirujuk Dalam 1 Triwulan ..

ERROR RATE • Angka Ini Menggambarkan Kualitas Pembacaan Slide Oleh Pemeriksa Pertama (<5%) Jumlah Sediaan Yang Dibaca Salah 1 Triwulan X 100 % Jumlah Seluruh Sediaan Yang Dibaca 1 Triwulan .8.

Hatur nuhun MENEMUKAN 1 TBC MENYELAMATKAN 10 .15 ITU SAMA DENGAN PEKERJAAN “ IBADAH “ .