REFERAT

TRANSFUSI DARAH
Oleh: Mona Purwitasari
NPM: 1102011168

.

imunoglobulin) . limfosit. PERAN PENTING DARAH Menghentikan Organ transportasi perdarahan/mekanisme homeostasis Organ pertahanan tubuh (granulosit.

suatu rangkain proses pemindahan darah donor ke dalam sirkulasi dari resipien sebagai upaya pengobatan.. Transfusi darah adalah.. Bahkan sebagai upaya untuk menyelamatkan kehidupan ..

Tujuan transfusi darah a) Mengembalikan dan mempertahankan volume yang normal peredaran darah b) Menggantikan kekurangan komponen seluler atau kimia darah c) Meningkatkan oksigenasi jaringan d) Memperbaiki fungsi homeostasis e) Tindakan terapi khusus .

trauma bedah. trombositopenia. Anemia aplastik Leukimia dan anemia refrekter Anemia karena sepsis .Umumnya digunakan patokan 5g/dL. misalnya pada anemia. Anemia haemolitik. hipotrombinemia. dan lain-lain ANEMIA: Anemia karena perdarahan. luka bakar luas ) Untuk mengganti kekurangan komponen seluler atau kimia darah.Indikasi transfusi darah Untuk mengembalikan dan mempertahankan suatu volume peredaran darah yang normal ( perdarahan. biasanya digunakan batas Hb 7-8 g/dL.

terutama pada 15menit pertama setelah tranfusi darah dimulai.Prosedur transfusi darah • Identitas pasien harus dicocokan secara lisan maupun tulisan • Identitas dan jumlah darah dalam kemasan dicocokkan dengan formulir permintaan darah • Tekanan darah. . Sebaiknya 1unit darah diberikan dalam waktu 1-2 jam tergantung status kardiovaskuler dan dianjurkan tidak lebih dari 4 jam mengingat kemungkinan proliferasi bakteri pada suhu kamar. frekuensi denyut jantung dan suhu harus diperiksa sebelumnya. serta diulang secara rutin. • Observasi ketat.

.

urine berkurang. koagulasi intravaskuler diseminata (KID). Gejala: demam dengan atau tanpa menggigil. mual. dan/atau gagal ginjal akut yang dapat berakibat kematian c) Demam d) Reaksi alergi: urtikaria e) Reaksi anafilaktik: angioedema. sesak napas. muka merah (flushing). gawat pernapasan. dan hipotensi.9% atau kristaoid. berikan oksigen dengan kateter hidung atau masker atau bila perlu melalui intubasi . dan renjatan → (1) menghentikan transfusi dengan segera. sakit punggung atau dada. hemoglobinuria. urtikaria. (2) tetap infus dengan NaCl 0. hipotensi. (3) Pemberian dopamin dan kortikosteroid perlu dipertimbangkan. Apabila terjadi hipoksia.Komplikasi transfusi a) Reaksi transfusi secara umum → Hentikan transfusi b) Reaksi transfusi hemolitik akut → karena ketidakcocokan golongan darah ABO (antibodi jenis IgM yang beredar) dan kesalahan dalam mencatat identifikasi pasien atau unit darah yang akan diberikan. (3) berikan antihistamin dan epinefrin. shock.

mononucleosis infeksiosa.000 B) AIDS (Acquired Immune Deficiency syndrome) C) Infeksi CMV: Biasanya virus ini menetap di leukosit danor D) Penyakit infeksi lain yang jarang: malaria.Komplikasi transfusi Penularan penyakit infeksi: A) Hepatitis virus: Perkiraan resiko penularan hepatitis B sekitar 1 dari 200. HTLV-1. toxoplasmosis.000 dan hepatitis C lebih besar yaitu sekitar 1:10. dan penyakit CJD ( Creutzfeldt Jakob Disease) . penyakit chagas (disebabkan oleh trypanosoma cruzi).