Acute Coronary

Syndrome (ACS)
dr. Yogi PR, SpJP, FIHA

.

.

.

.

.

Clinical Classification of Chest Pain .

Heart Failure 7. Unstable angina pectoris (UAP) 4. Arrhytmia 8. Non-ST Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI) 5. Clinical spectrum 1. Sudden Cardiac Death . ST Elevation Myocardial Infarction (STEMI) 6. Stable angina pectoris 3. Asymtomatic 2.

.

Stable angina vs ACS Angina Infarction Onset On exertion On rest or exertion Relieve by rest Yes No Duration < 30 minutes > 30 minutes Cardiac enzyme Normal Normal or increased Sympathic activity (Sweating. vomiting) . No Yes nausea.

.

.

ACUTE CORONARY SYNDROME ECG : Normal. ST depresi. iskemik ECG : ST ELEVASI UNSTABLE ANGINA / STEMI NSTEMI Cardiac marker (-) Cardiac marker (+) UNSTABLE ANGINA NSTEMI PECTORIS .

Cardiac markers .

aVL. III. aVF Inferior V5 – V6. aVF Inferolateral V7 – V8 Posterior V3R – V4R RV infarction . aVL. V5 – V6 Lateral I. V1 – V6 Anterolateral V1 – V3 Anteroseptal II. III. II.Location of myocardial infarction Leads Location of infarction V1 – V4 Anterior I.

.

.

.

.

Pasang akses intravena .Periksa tanda vital. lakukan .Bila didapatkan ST elevasi. kunyah) dan pemeriksaan fisik .Nitrat sublingual atau spray (hati- review dan checklist fibrinolitik.Clopidogrel 300 mg (4 tablet) . aspirin.Bila 02 saturasi <94%. . hati pada STEMI inferior atau TDS dan periksa kontraindikasi <110 mmHg) . evaluasi . berikan saturasi oksigen oksigen 4 L/men . Nyeri dada curiga infark Penilaian EMS dan perawatan dan persiapan rumah sakit: • Monitor.Aspirin 160 – 325 mg (kunyah- . dan studi koagulasi bolus pelan) bila nyeri dada tidak .Lakukan pemeriksaan chest x-ray menghilang dengan nitrat (hati- .Periksa kadar enzim jantung.Morfin intravena (2.5 mg – 4 mg elektrolit. dan morfin jika diperlukan • ECG 12-sadapan. Siapkan diri untuk melakukan RJP dan defibrilasi • Berikan oksigen. lakukan ABC. jika ada ST elevasi: .Mulai ceklist terapi fibrinolitik Penilaian di IGD (<10 mnt) Tata laksana umum di IGD .Lakukan anamnesis yang terarah. nitrogliserin.

5 mg/24 jam subcutan 2. Onset serangan >12 jam  Hanya terapi pendukung yang diberikan . 0.75 mg/KgBB habis dalam 30 menit. Terapi reperfusi (Onset serangan <12 Jam)  Fibrinolitik: o Streptokinase : 1.0 kali dari control o Enoxaparin 1 mg/KgBB subcutan/12 jam o Fondaparinux 2.5 mg/KgBB habis dalam 60 menit  Primary PCI: pada rumah sakit dengan fasilitas PCI atau bila didapatkan kontraindikasi fibrinolitik  Terapi pendukung : Antikoagulan diberikan segera setelah fibrinolitik selesai: o UFH 60 U/KgBB iv bolus maksimal 4000 U diikuti 12 U/KgBB/jam SP maksimal 1000 U/jam. STEMI 1.5 – 2.5 juta unit habis dalam 60 menit o Alteplase : 15 mg iv bolus. dengan target aPTT 1. 0.

.

NSTEMI dan UAP  Bila enzim jantung meningkat : NSTEMI  Bila enzim jantung normal : UAP  Terapi pendukung: Antikoagulan o UFH 60 U/KgBB iv bolus maksimal 4000 U diikuti 12 U/KgBB/jam SP maksimal 1000 U/jam.5 – 2.0 kali dari control o Enoxaparin 1 mg/KgBB subcutan/12 jam o Fondaparinux 2.5 mg/24 jam subcutan . dengan target aPTT 1.

.

.

.

Lethal arrhytmias .

Lethal Arrhythmias .

Definisi • Gangguan irama atau konduksi jantung. yang mengancam jiwa atau berpotensi menyebabkan henti jantung • Lethal : – Ventricular tachycardia (VT) – Ventricular fibrilation (VF) – R on T phenomenon – Torsade de pointes – Pulseless electrical activity (PEA) .

frekuensi biasanya 200-300 /menit .3 atau lebih ekstrasistol ventrikel yang berturutan • Gambaran EKG : . Ventricular tachycardia • Kriteria : .QRS melebar dan bizarre .

Ventricular fibrilation • Gambaran EKG : – frekuensi biasanya 200-300 /menit – QRS melebar. – Irama irreguler . coarse.

R on T • Gel R superimposed dengan gel T sehingga memicu depolarisasi dari gel ektopik  VF .

Torsade de pointes – VF – QRS melebar. coarse. axis QRS berubah (twisting) – Irama irreguler – Akibat hipomagnesemia .

Pulseless electrical activity • Adanya aktivitas electrical cardiac namun tidak membuat adanya pulsasi jantung .

.

.

Terima kasih…. .

Related Interests