Gangguan

Depresi
Alfina Alfiani M.K.

Definisi

Depresi
• Depresi merupakan satu masa terganggunya
fungsi manusia yang berkaitan dengan alam
perasaan yang sedih dan gejala penyertanya
termasuk perubahan pada pola tidur dan nafsu
makan, psikomotor, kosentrasi, kelelahan, rasa
putus asa, rasa tak berdaya serta gagasan bunuh
diri.

TRIAS
• Afek Menurun
• Anhedonisme
• Anenergik

EPIDEMIOLOGI .

• Terlepas dari kultur atau negara.EPIDEMIOLOGI • Gangguan depresi berat merupakan gangguan yang sering terjadi. . terdapat prevalensi gangguan depresi berat yang dua kali lebih besar pada wanita dibandingkan laki-laki. kemungkinan sekitar 25% terjadi pada wanita. Usia onset untuk gangguan depresi berat kira-kira usia 40 tahun. mempunyai onset antara usia 20-50 tahun. 50% dari semua pasien. dengan prevalensi seumur hidup sekitar 15%.

ETIOLOGI .

ETIOLOGI Dasar umum untuk gangguan depresi berat tidak diketahui. Faktor Biologis b. Faktor Genetika c. tetapi diduga faktor-faktor dibawah ini berperan: a. Faktor Psikososial .

Beberapa stresor umum penyebab depresi • Masalah ekonomi • Kehilangan pasangan • Penyakit fisik Berat • Isolasi sosial .

PATOFISIOLOGI .

Neurotransmiter yang paling banyak diteliti  ialah serotonin.PATOFISIOLOGI • Timbulnya depresi dihubungkan dengan peran beberapa neurotransmiter aminergik. Kedua reseptor inilah yang terlibat dalam mekanisme biokimiawi depresi dan memberikan respon pada semua golongan anti depresan. . • Pada depresi telah di identifikasi 2 sub tipe reseptor utama serotonin yaitu reseptor 5HT1A dan 5HT2A. Konduksi impuls dapat terganggu apabila terjadi kelebihan atau kekurangan neurotransmiter di celah sinaps atau adanya gangguan sensitivitas pada reseptor neurotransmiter tersebut di post sinaps sistem saraf pusat.

Gejala Klinis .

• Kehilangan minat dan kegembiraan. dan • Berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktivitas. . sedang dan berat): • Efek depresif.GEJALA KLINIS • Gejala utama (pada derajat ringan.

GEJALA LAIN Konsentrasi Merasa kepercayaan dan perhatian bersalah dan Pesimistis diri   tidak beguna Melakukan perbuatan Tidur Nafsu makan yang terganggu  membahayaka n diri .

 Untuk episode depresif dari ketiga tingkat keparahan tersebut diperlukan masa sekurang-kurangnya 2 minggu untuk penegakan diagnosis. . akan tetapi periode lebih pendek dapat dibenarkan jika gejala luar biasa beratnya dan berlangsung lama.

Keluhan somatik akibat/penyerta depresi : • Lelah berkepanjangan • Sulit konsentrasi • Gangguan tidur • Nafsu makan berkurang • Kehilangan berat badan. .

Diagnosis .

suhu tubuh. . tekanan darah dan detak nadi.• Pemeriksaan fisik Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan berat badan tinggi badan. mendengarkan jantung dan paru paru serta memeriksa perut. ƒ • Pemeriksaan laboratorium Dokter mungkin akan memerintahkan pemeriksaan darah rutin.

Pasien mungkin akan diminta untuk mengisi daftar pertanyaan untuk membantu menentukan ada tidaknya depresi.• Pemeriksaan Psikologis -kapan mulainya -apakah pernah mengalami hal yang sama dulu .apakah ada pemikiran kearah menganiaya diri sendiri atau bunuh diri. .

maka pasien harus mempunyai lima atau lebih gejala selama kurun waktu minimal 2 minggu atau lebih.• Agar bisa didiagnosa sebagai major depression. . Salah satu gejala yang ada haruslah berupa suasana hati yang tertekan atau rendah (depressed mood) atau berupa adanya gejala kehilangan minat atau keinginan. Gejala yang ada bisa seperti yang dirasakan pasien atau seperti yang terlihat oleh orang lain yang mengamati.

DIAGNOSIS BERDASARKAN GEJALA Gejala Utama : · Perasaan tertekan · Kehilangan minat dan kegembiraan · Mudah lelah (rasa lelah yang nyata setelah melakukan sedikit pekerjan saja) dan menurunnya aktivitas Gejala Lainnya : · Konsentrasi dan perhatian berkurang · Harga diri dan rasa percaya diri berkurang · Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna · Pandangan masa depan yang suram dan pesimistik · Gagasan atau perbuatan membahayakan diri atau bunuh diri · Tidur terganggu · Nafsu makan berkurang .

pekerjaan sehari-hari dan urusan rumah tangga. meneruskan kegiatan sosial. .DIAGNOSIS BERDASARKAN KATEGORI DEPRESI RINGAN DEPRESI SEDANG · Minimal harus ada 2 · Minimal ditemukan 2 ‘gejala utama’ yang tampak ‘gejala utama’ · Ditambah dengan minimal 2 ‘gejala lainnya’ · Ditambah sekurang-kurangnya 3 dari · Tidak ada gejala berat ‘gejala lainnya’ · Lamanya gejala tampak sekurang-kurangnya · Seluruh gejala minimal nampak 2 minggu selama 2 minggu · Hanya ada sedikit kesulitan dalam melakukan pekerjaan dan kegiatan sosial · Menghadapi kesulitan nyata untuk lainya yang biasa dilakukan.

.DEPRESI BERAT • jika memenuhi syarat : · Harus ditemukan ketiga gejala utama · Ditambah minimal 4 ‘gejala lainnya’ dan beberapa diantaranya berintensitas berat · Minimal telah tampak selama dua minggu. pekerjaan atau urusan rumah tangga lainnya kecuali pada tingkat yang sangat terbatas. · Penderita sangat tidak mungkin untuk meneruskan kegiatan sosial. dapat dikategorikan sebagai depresi berat meskipun belum tampak selama dua minggu. namun jika gejala-gejala yang tampak benar-benar menunjukkan tingkat intensitas yang parah.

EPISODE DEPRESI BERAT Di bagi menjadi 2 : • Tanpa gejala psikotik • Dengan gejala psikotik .

Emosi tak terkendali g. Perasaan yang berubah-ubah b. Kehilangan minat c. Bunuh diri . Selera makan dan berat badan meningkat f.TANDA GANGGUAN DEPRESI BERAT a. Kelelahan dan tidur d. Kecemasan dan lekas marah e.

dan beberapa diantaranya harus berintensitas berat • Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi psikomotor) yang mencolok.PEDOMAN DIAGNOSTIK • Pedoman diagnostik untuk episode depresi berat tanpa gejala psikotik: • Semua 3 gejala utama depresi harus ada • Ditambah sekurang-kurangnya 4 gejala lainnya. maka pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu untuk melaporkan banyak gejalanya secara rinci .

tetapi jika gejala utama amat berat dan beronset cepat. kecuali pada taraf yang sangat terbatas.• Episode depresif biasanya harus berlangsung sekurang-kurangnya 2 minggu. maka masih dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam kurun waktu kurang dari 2 minggu • Sangat tidak mungkin pasien akan mampu meneruskan kegiatan sosial. . pekerjaan atau urusan rumah tangga.

• Pedoman diagnostik untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik • Episode depresif berat yang memiliki kriteria tanpa gejala psikotik tersebut diatas. kemiskinan atau malapetaka yang mengancam. Retardasi psikomotor yang berat dapat menuju stupor. Waham biasanya melibatkan ide tentang dosa. atau bau kotoran atau daging membusuk. • Diseratai waham. Halusinasi auditorik atau olfaktorik biasanya berupa suara yang menghina atau menuduh. dan pasien merasa bertanggungjawab atas hal itu. halusinasi. atau stupor depresif. .

Terapi Depresi .

Karena mood pasien dipengaruhi kadar serotonin dan nor-epinefrin di otak sasarannyamodulasi serotonin dan norepinefrin otak dengan agen- agen yang sesuai .Sasaran Terapi Sasarannya : • Perubahan biologis/efek berupa mood pasien.

membahayakan perkawinan • Gejala klinis: ↓ BB. perbaikan minimal pada insomnia pasien • Tiap perubahan gejala yg kurang • Gangguan dapat ditangani baik pd pasien oleh keluarga. . • Untuk gangguan yang • Riwayat gejala berulang.Terapi Non-Farmakoterapi RAWAT INAP TERAPI KELUARGA Indikasi: • Jarang sebagai terapi primer • Kebutuhan prosedur diagnostik • Risiko bunuh diri dan melakukan • Bermanfaat utk mengurangi pembunuhan. stres dan kekambuhan • ↓kemampuan perawatan diri dan INDIKASI: pelindungan.

2007 mengurangi keluhan – keluhan INDIKASI: serta mencegah kambuhnya • Tidak berespon terhadap gangguan pola perilaku farmakoterapi dengan dosis maladatif (Depkes. 2007). adekuat • Psikoterapi merupakan terapi • Tidak dpt mentoleransi pilihan utama utuk pasien farmakoterapi dengan menderita depresi • Tampilan klinis yang sangat berat yang memperlihatkan perbaikan ringan atau sedang sangat cepat dengan ECT. . PSIKOTERAPI Terapi Alternatif • Terapi pengembangan yang ECT (Electro Convulsive Therapy) digunakan untuk • Terapi dengan mengalirkan arus menghilangkan atau listrik ke otak (Depkes.

FARMAKOTERAPI .

dll .Farmakoterapi Obat lama: golongan trisiklik Obat baru: selective serotonine reuptake inhibitor (SSRIs) .

TERAPI • Mekanisme terjadinya obat anti depresi adalah : • Menghambat reuptake aminergic neurotransmitter • Menghambat penghancuran oleh enzim monoamine oxidase Sehingga terjadi peningkatan jumlah aminergic transmitter pada sinaps neuron di SSP. .

Clomipramine. . Imipramine. Fluoxetine. Citalopram. dimana dosis dan lama pemberiannya berbeda-beda. Paroxetine. Tianeptine. titrasi. Pemberian anti depresan dilakukan melalui tahapan – tahapan. Fluvoxamine. Mianserin.• Golongan obat anti depresan antara lain : • Trisiklik: Amitriptylin. maintenance dan tapering off. stabilisasi. Mirtazepin • SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor): Sertraline. Amoxapine • MAOI Reversibel: Moclobemide • Atypical: Trazodone. yaitu dosis initial. Opipramol • Tetrasiklik: Maprotiline.

Tahap keseriusan episode depresi sebelumnya • Terapi stop  dosis .ep.Pikiran bunuh diri / ketidak diturunkan bertahap di mampuan fungsi psikososial atas 1 atau 2 minggu.Onset usia ≥ 50 thn .depresi ≥ 2x dlm 5 thn .depresi kurang 2 ½ thn sebelumnya .Riwayat sulit diterapi . Durasi Pengobatan Terapi Profilaksis • Terapi antidepresan • Tujuan: ↓jumlah & keparahan rekurens dipertahankan minimal • Lama pemberian: 5 tahun 6 bulan atau sesuai Indikasi: lama pengobatan . .Ep.

DIAGNOSA BANDING gangguan organik intoksikasi atau ketergantungan zat dan abstinensia distimia siklotimia gangguan kepribadian berkabung dan gangguan penyesuaian. .

Prognosis Kemungkinan prognosis baik Kemungkinan prognosis buruk • Episode ringan • Depresi berat • Tidak ada gejala bersamaan dengan psikotik distimik • Waktu rawat inap • Penyalahgunaan singkat alkohol dan zat lain • Indikator psikososial • Ditemukan gejala stabil cemas • Lima tahun sebelum • Ada riwayat lebih dari sekali episode depresi .

. .TERIMA KASIH..