PIKUN (DEMENSIA

)
Dr AGUS
KUSNANDANG.SpS

PENDAHULUAN
PROSES MENUA MANUSIA FENOMENA
YANG TIDAK DAPAT DI CEGAH.
KEMAJUAN KESEHATAN,SOSIAL DAN
HARAPAN HIDUP JUMLAH PENDUDUK
LANSIA MAKIN MENINGKAT.
DIPERKIRAKAN TAHUN 2020 LANSIA
INDONESIA PETINGKAT KE 3.

TAHUN 2020 POPULASI MANULA
MENINGKAT MENJADI 28 JUTA.
SECARA FISIOLOGI PADA LANSIA
TERJADI PROSES DEGENERASI FISIK
DAN INTELEKTUAL.
GANGGUAN INTELEKTUAL LANSIA DI
KENAL DENGAN DEMENSIA.

PERUBAHAN TINGKAH LAKU. DITANDAI OLEH HILANGNYA DAYA INGAT JANGKA PENDEK (RECENT MEMORY) DAN GANGGUAN GLOBAL FUNGSI MENTAL TERMASUK FUNGSI BAHASA.DEMENSIA ADALAH KUMPULAN GEJALA KLINIK YANG DISEBABKAN BERBAGAI LATAR BELAKANG PENYAKIT .EMOSI LABIL DAN HILANGNYA PENGENALAN WAKTU . KESULITAN MERAWAT DIRI.MUNDURNYA KEMAMPUAN BERFIKIR ABTRAK.

INDONESIA : NEGARA KE 3 PENDUDUK TERBESAR SETELAH CHINA DAN INDIA. .BUREAU OF THE CENSUS USA 1997 DARI 1990-2025 USIA LANSIA NAIK 414%. . PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT .

77 % 2020 28.262.895 8.48 % 2015 23. JUMLAH DAN PRESNTASE LANSIA TAHUN JUMLAH PRESEN 1971 5.557 6.543 5.34 % .874 4.45 % 1990 11.553 9.992.48 % 1980 7.29 % 2000 15.306.879 11.28 % 2010 19.882.936.277.199 7.998.

26 Maret 2002 . BAGAIMANA DGN INDONESIA ???  Jumlah lansia di indonesia: ± 16 juta orang (peringkat ke 4 di dunia)  Akan menjadi ± 25.5 juta (2020) POTENTIAL TINGGI TERSERANG DEMENTIA Kompas.

. PENURUNAN KOGNISI DAN USIA .BEKERJA SECARA TERPADU .MASING MASING MEMPUNYAI FUNGSI KHUSUS.MAHA KOMPUTER .OTAK MANUSIA CANGGIH .

Peningkatan kesejahteraan Peningkatan usia harapan hidup Peningkatan populasi usia lanjut Peningkatan masalah kesehatan usia lanjut a. kepikunan / demensia .l.

DEMENSIA SUBKORTIKAL. .DEMENSIA KORTIKAL .NONDEGENERATIF .DEGENERATIF . BERDASARKAN ETIOLOGI. . JENIS JENIS DEMENSIA BERDASARKAN LOKALISASI.

4. KEPRIBADIAN.KRITERIA DIAGNOSTIK DEMENSIA 1. 2. GANGGUAN DAYA INGAT 3. GANGGUA KOGNITIF LEBIH DARI SATU. GANGGUAN SOSIAL 6. ETIOLOGI LUAS DAN MENGENAI OTAK . GANGGUAN AFEK. PROGRESUF DAN PERSISTEN ADA YANG REVERSIBEL. PERILAKU . 5.

NORADRENERGIK DAN SOMATOSTATINERGIC .DIDAPAT JUGA GANGGUAN SISTIM KOLINERGIK. DEMENSIA ALZHEIMER PENYAKIT DEGENERATIF SSP DENGAN KARAKTERISTIK DI TANDAI OLEH DEMENSIA YANG PROGRESIF DAN SECARA HISTOLOGI DITEMUKAN “SENILE PLAQUE” DAN NEUROFIBRILLARY TANGLES” (NFT) DALAM JUMLAH BANYAK DAN MERATA.

EPIDEMIOLOGY Dementia Alzheimer adalah salah satu bentuk demensia akibat degenerasi otak yang paling sering ditemukan dan paling ditakuti. Diperkirakan terdapat paling sedikit 15 juta penderita demensia alzheimer diseluruh dunia Pada usia > 65 tahun insiden demensia mencapai 15%. 2003 . dan jumlah ini akan meningkat dua kali lipat setiap kenaikan umur 5 tahun Konas AAZI.

PENYEBAB KEPIKUNAN * Depresi (4-5 %) * Alkohol (4-5 %) * Keracunan obat (1-2 %) * Penyakit Alzheimer (50-60 %) * Gangguan pembuluh darah otak * Infeksi .

APA YANG TERJADI PADA OTAK PENDERITA DEMENSIA ALZHEIMER ? .

 20% dari ±100 miliar sel otak hilang.2 kg.3 kg  1. HATI-HATI  PIKUN !!!!! . karena menyusutnya kadar air. KAPASITAS INTELEKTUAL  Masuk usia 50 tahun:  Penyusutan otak  Berat otak berkurang ± 1.

Patofisologi Alzheimer's diseases Mikroskopik: Deposit zat-zat racun pada otak seperti yang namanya:  Amyloid Beta Peptides (Aß)  Neurofibrillary tangle .

Makroskopik Penurunan volume lekuk otak pada daerah tertentu (frontal dan temporal) .

.KRITERIA KLINIS PROBABLE AD.TAK ADA GANGGUA KESADARN.HISTOPATOLOGI : NP DAN NFT. KRITERIA DEMENSIA ALZHEIMER DEFINITE .DEFISIT PROGRESIF PADA MEMORI DAN KOGNISI.RIWAYAT DEMENSIA DAN KELAINAN PADA TEST NEUROPSIKOLOGI.USIA ANTARA 40-90 TAHUN . .TAK ADA GANGGUAN SEREBRAL . PROBABLE . . . .

DEMENSIA DENGAN VARIASI . . .ADANYA GANGGUAN OTAK SISTEMIK ATAU LAINYA.POSSIBLE .DEFISIT KOGNITIF PROGRESIF.

10 tanda utama demensia Alzheimer’s menurut WHO: .

 Lupa dalam hal dimana menaruh barang Penurunan daya ingat terutama yang singkat dan jangka pendek .

 Kehilangan daya ingat yang semakin berat dari hari ke hari Penderita sering kali kehilangan dompet dan kunci. lupa bahwa sedang meninggalkan masakan di kompor yang menyala. tanggal lahir. gangguan menjadi lebih berat sehingga penderita lupa akan pekerjaan. Pada demensia tahap lanjut. dan merasa asing terhadap tetangganya. dan bahkan terhadap namanya sendiri. anggota keluarga. .

penderita mengalami gangguan pola bicara. dan menggunakan istilah yang tak menentu misalnya "anu". ”itu". "apa itu". .mengulang suara atau kata terus-menerus.menirukan apa yang dia dengar .  Permasalahan berbahasa Kesulitan menyebut nama orang atau benda. Tahap lanjut. Berbicara secara samar-samar atau terkesan hampa dengan ungkapan kata-kata yang panjang. .

sisir rambut.  Kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari Penderita tidak dapat melakukan pekerjaannya sehari-hari seperti setir mobil. berpakaian. makan. Dapat dilakukan testing dalam kemampuan meniru gambar (CDT) .

 Disorientasi waktu dan tempat Penderita tidak dapat pulang kerumahnya sendiri. tanggal . Juga dapat lupa tentang waktu. hari. hilang di jalan.

afeksi. menarik diri dari kegiatan atau hobi normal yang biasa dilakukan. halusinasi. motivasi. Kurang/penurunan perhatian Terjadi penurunan konsentrasi. . menurunnya minat. agitasi. depresi.

Pengelolaan keuangan buruk. . Permasalahan dalam berfikir abstrak Penderita kesulitan dalam hal menguasai tugas / ide baru serta menghindari situasi yang memerlukan pengolahan informasi baru atau kompleks. Penderita melakukan pengukuran yang tidak realistik terhadap kemampuannya dan membuat rencana yang tidak sesuai dengan tingkat kemampuannya.

atau tak menganggap lagi adanya aturan sosial yang berlaku. memperlihatkan hal-hal yang tak pantas kepada orang lain. menolak perawatan. . curiga. menyembunyikan barang. lupa akan higiene dirinya. misalnya membuat lelucon yang tak lucu. gelisah. sundowning syndrome Penderita memperlihatkan perilaku yang tak terkendali atau aneh. Perubahan perilaku atau mood Masalah tingkah laku seperti keras kepala. meledak-ledak.

kemudian berubah tiba-tiba menjadi pemarah.  Perubahan ciri kepribadian Kadang tampak normal. curiga. mudah tersinggung . agitasi.

kadang menarik diri dari pergaulan masarakat . tidak bergairah dalam kegiatan sehari- hari. Kehilangan inisiatif Penderita akan tampak pasif.

STADIUM II ATAU DEMENSIA * KEHILANGAN KEMAMPUAN INTELEK . STADIUM III ATAU VEGETATIVE STATE * TIDAK MAMPU MENGURUS DIRI SENDIRI. .MAKAN DAN BERKOMUNIKASI. STADIUM DEMENSIA ALZHEIMER . STADIUM I ATAU STADIUM AMNESTIK * GANGGUAN MEMORI EPISODIK. .

APOLIPOPROTEIN E4 . RIWAYAT KELUARGA . JENIS KELAMIN . TRAUMA KEPALA . DOWN’S SYNDROM . FAKTOR RESIKO . UMUR . HIPERTENSI . PENDIDIKAN RENDAH .

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS . PSIKIATRI . PEMERIKSAAN PENUNJANG . TES NEUROPSIKOLOGIS . RIWAYAT PERJALAN PENYAKIT . DIAGNOSA .

MELAKSANAKAN “LUPA”. NSAID . MENCEGAH TIMBULNYA KERUSAKAN OTAK . BRAIN GYM . LATIHAN MENTAL DAN SOSIALISASI . ANTI OKSIDAN . PENATALAKSANAAN . . ESTROGEN . . CEGAH STRESS . ROCKING CHAIR . STOP MEROKOK.

. PENGOBATAN  ACETYLCHOLIN ESTERASE INHIBITOR  TERAPI DAN PENGATURAN POLA HIDUP PADA STADIUM DINI DAPAT MENGHAMBAT PROGRESIFITAS PENYAKITNYA.

TERJADI AKIBAT ADANYA PERUBAHAN SEREBROVASKULER YANG MENGENAI KORTEK SEREBRAL. .TERDAPAT DISFUNGSI KORTEK FRONTAL.NUKLEUS SUBKORTIKAL ATAU KOMBINASI. .BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA NEUROPSIKOLOGI.SUBSTANSIA ALBA . . . MULTI INFARK DEMENSIA .VASKULER DEMENSIA.

 Vascular lesions have been thought to play a role in AD. .  Ischemic or hemorrhagic CVD  Ischemic-hypoperfusive brain lesion of cardiovascular origin  Patients who have had a stroke are at increased risk for vascular dementia. Introduction  A group of syndromes relating to different vascular mechanisms.

 In 1985. vascular cognitive impairment. . Hachinski et al coined the term multi-infarct dementia.  Bowler and Hachinski introduced a new term. Introduction  In 1974. Loeb used the broader term vascular dementia.

Introduction VaD is 2nd most common form of dementia in elderly after Alzheimer’s disease 14% 50% 9% 27% Alzheimer Lewy Body Dementia Other Dementia Vascular .

Q1d. Base: All Respondents .30% of Dementia Patients Are Diagnosed With VaD Total 43 30 20 6 Alzheimer's (942) Disease 45 28 20 8 (100) Vascular Dementia 45 26 21 8 (159) Mixed Dementia 34 37 22 7 (123) Other Dementia 33 34 27 6 (60) 39 36 18 8 (193) 49 27 20 4 (307) % of Dementia Patients Neurologists and geriatric psychiatrists estimate a higher proportion of AD patients (50%. 51%).

Spectrum of Vascular Dementia .

encoding>retrieval  Psychiatry  Apathy. slowed processing  Inattention  Memory impairment. ADC-UC at Davis 2010 . Neurological Signs of VaD  Cognitive  Subcortical dementia  Executive dysfunciton. depression  Motor  Pyramidal tract signs  Marche a petits pas  Pseudobulbar palsy  “Frontal” extrapiramidal signs Charles Dcarli.

Small vessel dementia 3.ischemia / hypoperfusive dementia. . Large vessel dementia 2. 4. Hypoxic. Neuropathology of VaD 1. Hemorrhagic dementia.

ACA and MCA territories. Large vessel VaD 1. Strategic infarcts dementia (SID) : thalamus. basal forebrain. cortical and sub cortical 2. angular gyrus . Multi-infarct dementia (MID) Multiple large infarcts. basal ganglia.

Small vessel dementia 1. Sub cortical infarct dementia : * Binswanger’s disease * Lacunars state 2. Cortical & sub cortical infarcts dementia: * Hypertensive and arterioscleroticangiopathy * Amyloidal angiopathy * Collagen vascular disease * Hereditary forms * Venous occlusion .

Hypoxic-ischemic / hypoperfussive dementia Diffuse hypoxic-ischemic encephalopathy or restricted due to regional selective vulnerability. • Incomplete white matter infarcts • Border zone infarct .

Subdural hemorrhage 2. Subarachnoid hemorrhage 3. Hemorrhagic Dementia 1. Cerebral hemorrhage .

The NINDS-AIREN Criteria Requires 3 basic element: 1. Cerebrovascular lesion  Focal neurological sings & symptoms  Imaging evidence of CVD 3. Determination of link between dementia and vascular lesions  Probable VaD  Possible VaD . Dementia  Memory + at least 2 additional cognitive domains 2.

The NINDS-AIREN Criteria Probable VaD  Dementia  Relevant CVD by imaging  Relationship of dementia to CVD  Temporal onset after a stroke  Stepwise progression  Presence of supporting feature Possible VaD  Dementia  Relationshop of dementia to CVD less certain  No clear stroke  Onset subtle  Progession variable  No imaging available .

Mixed type Dementia AD Mixed VaD Mixed Autopsy :  78 % elderly patient  CVD  80% demented patient  CVD AD with vascular risk factor AD with vascular lesions VaD and AD pathology .

MoCA . EXIT 25 5. Screening Tool for VaD 1. MMSE 2. CDT 3. Short Blessed Test 4.

Management of VaD  Primary prevention (Risk factor modification)  Secondary Prevention (Treatment of underlying mechanism)  Tertiary amelioration (Treatment of establish symptoms) .

Symptomatic Treatment of VaD 1. Cholinesterase Inhibitor  Donepezil  Galantamie  Rivastigmine 2. NMDA receptor antagonist (Memantine) .

.

. . TIDAK ADA TREMOR. . PROSES MOTORIK LAMBAT. GANGGUAN MENYERUPAI PARKINSON. GANGGUAN MEMORI DAN VISUOSPSTIAL. KEHILANGAN KEMAMPUAN MELIHAT KE ATAS DAN KE BAWAH. PROGRESSIVE SUPRANUCLEAR PALSY . . . TERDAPAT GEJALA EKSTRPIRAMIDAL. . . LEBIH DARI 50% GANGGUAN EKSTRAOKULER.

LAKI LAKI SAMA DENGAN PEREMPUAN. .ONSET UMUMNYA PADA USIA DEKADE 4-5. .PERJALANAN PENYAKIT LAMBAT.KEMATIAN TERJADI 10-20 TH SETELAH GEJALA KLINIK TIMBUL. .PENYAKIT DEGENERATIF PROGRESIF YANG DITURUNKAN MELALUI GEN OTOSOM DOMINAN KROMOSOM 4. PENYAKIT HUNTINGTON .TIPE JUVENILE DAN TIPE LATE ONSET. . . .

.. ONSET TIDAK DISADARI . DASAR PATOLOGI KEMATIAN SEL NEURONAL PREMATUR TERUTAMA DI GANGLIA BASAL. DEMENSIA SUBKORTIKAL . KELAINAN -GANGGUAN KOGNISI -GERAKAN INVOLUNTER -EMOSI/PERUBAHAN KEPRIBADIAN .

PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN .GANGGUAN NEURODEGENERATIF. . PENYAKIT PICK FRONTO TEMPORAL DEMENSIA .HILANGNYA NEURON ATROPI KORTIKAL DI LOBUS FRONTAL DAN TEMPORAL. . .ATROFI LOBAR TERBATAS DAN ADANYA PICK BODIES.

.DIJUMPAI PADA UMUR 40-70AN DENGAN GAMBARAN GANGGUAN FRONTAL DAN GANGGUAN TINGKAH LAKU. DENGAN BERLANJUTNYA DEMENSIA DAPAT DISERTAI APATIS ATAU GADUH GELISAH. PERHATIAN DAN TINGKAH LAKU SEHINGGA SULIT MENGUKUR DERAJAT GANGGUAN KOGNITIFNYA.GANGGUAN BAHASA .

. MENURUNNYA KEMAMPUAN KOGNITIF DISERTAI DEPRESI. PADA PEMERIKSAAN PA DIDAPAT LEWI BODIES DISUBSTANSIA NIGRA DAN BERKURANGNYA NEURON. DEMENSIA PADA PENYAKIT PARKINSON 20-60% PENDERITA PENYAKIT PARKINSON MENGALAMI DEMENSIA DEMENSIA TERJADI PERLAMBATAN KOGNITIF DAN MOTORIK SERTA MEMORI.

2. . LANGSUNG MENGAKIBATAKAN DEMENSIA. DISFUNGSI IMUNITAS.TERJADI INFEKSI OTAK OLEH ORGANISME LAIN/OPORTUNISTIK.DEMENSIA KARENA PENYAKIT HIV DEMENSIA KARENA HIV TERJADI MELALUI : 1.

LAMBAT.GAMBARAN KLINIS KHAS : PELUPA .MENARIK DIRI.DELIRIUM.DELUSI DAN HALUSINASI .SULIT MEMECAHKAN MASALAH TINGKAH LAKU APATIS.KONSENTRASI BURUK.

NEUROPATOLOGI: DESTRUKSI MULTIFOKAL DIFUS SUBSTANSIA ALBA DAN STRUKTUR SUBKORTIKAL.LIMFOSITOSIS RINGAN. PADA LP :PROTEIN NORMAL ATAU SEDIKIT MENINGKAT. .KUMAN HIV DAPAT DIISOLASI.

NEUROSYPHILIS
FASE AKHIR DISEBUT DEMENSIA
PARALITIK.
KEHANCURAN MENTAL BERUPA
RUSAKNYA DAYA INGAT DAN
PENALARAN,IRATABEL.
GANGGUAN GAIT DAN KESEIMBANGAN,
DISARTRI,AFASIA,PARESE NERVI
KRANIALIS,HEMIANOPSIA,HEMIPLEGI,KEJANG

NORMAL PRESSURE
HIDROSEFALUS
GEJALA KLINIS :
- DEMENSIA

- GANGGUAN BERJALAN

- INKONTINENSIA URINE

TERJADI PADA USIA PERTENGAHAN
LANJUT.
TERJADI SEKUNDER KARENA PERDARAHAN
SUBARAKHNOID,TRAUMA,MENINGITIS.

TERJADI GANGGUAN NONVERBAL.
DISKALKULI,TETAPI BICARA,MEMBACA
DAN MENULIS TAK TERGANGGU.
GANGGUAN BERJALAN STREOTIF :
MAGNETIC GAIT.
CT SCAN : DILATASI SISTIM VENTRIKEL.
TERAPI : PEMASANGAN SHUNTING.

 TAPI DAPAT DIPERLAMBAT KEMUNCULANNYA . BAGAIMANA CARA MENCEGAH KEPIKUNAN ?  KEPIKUNAN / DEMENSIA  TIDAK DAPAT DICEGAH.

MENGHINDARI DEMENSIA Periksa kesehatan secara teratur .

MENGHINDARI DEMENSIA Mengatur pola/menu makanan .

MENGHINDARI DEMENSIA Gerak / olah raga teratur .

MENGHINDARI DEMENSIA Pergunakan otak .

MENGHINDARI DEMENSIA Konsultasi ke dokter bila ada gejala dini .

MENGHINDARI DEMENSIA Senam otak sehat .

membaca. "gunakan atau kau akan kehilangan"  kunci mencegah kepikunan. seperti  mengisi teka-teki silang. bermain puzzle. intelegensi manusia bisa terus berkembang hingga usia 80-90 tahun. belajar. Jika rangsangan itu diberikan secara terus- menerus dan terarah.  kegiatan mengasah kemampuan otak. dan melakukan berbagai aktivitas merupakan stimulan yang baik untuk mencegah turunnya fungsi otak. .

TIPS .

Beberapa hal yang dapat dilakukan agar gampang ingat di usia senja:  Mengecek apa-apa saja yang perlu diingat  Gunakan ceklis. catatan khusus (memory prompt)  Rencanakan urut-urutan apa yang akan dikerjakan  Letakkan segala sesuatu di tempatnya semula  Sadarilah jika perhatian anda mulai teralih!  Usahakan agar anda tetap sehat (mental dan fisik)  Jadilah orang yang selalu siap menolong orang lain .

Perhatian A .Asosiasi .Latihan U .P . Ingat L .U .Ulangan P .A supaya TIDAK LUPA L .

TERIMA KASIH .