Penyusunan Persamaan Matematis

Berdasarkan Prinsip Teknik Kimia
MTK Lanjut

Pentingnya Matematika • Simplifying non-simple problems • Problem-problem kehidupan sehari-hari dan bidang TK sangat kompleks  jika tidak menggunakan matematika maka mustahil untuk bisa diselesaikan • Sehingga disarankan untuk menformulasikan peristiwa-peristiwa yang terjadi (dalam TK) dalam persamaan matematis dan melakukan simplifikasi sehingga persamaan tersebut bisa diselesaikan! • Inti Matematika TK:  Menyusun persamaan matematis untuk mendekati persitiwa yang terjadi  Menyelasikan persamaan-persamaan tersebut berdasar batasan yang dibuat .

Fungsi Persamaan Matematis • Bahasa matematika  bahasa universal • Menyederhanakan kasus  bisa diselesaikan/dicari solusinya • Contoh kasus:  Pencemaran sungai atau laut akibat kebocoran pipa atau kapal tangker  Bagaimana perusahaan menduga dan mengatasi kebocoran dan pembersihan?  Prinsip-prinsip apa yang digunakan untuk memodelkan proses tersebut? .

Remember: Chemical Engineering Tools • Neraca Massa • Neraca Panas • Kesetimbangan • Proses Kecepatan • Ekonomi • Humanitas .

Neraca Massa (Mass balance) • Konsepnya adalah hukum kesetimbangan massa : Masuk (input) – Keluar (output) = Akumulasi Dalam satuan waktu: Rate of input – rate of output = rate of accumulation • Disusun neraca massa total dan juga komponen (jika sistem terdiri dari banyak komponen) • Jika terjadi pembentukan (formation) dan pengurangan (disapperance) dalam sistem: Rate of input – rate of output + rate of formation – rate of disappearance = rate of accumulation • Pada keadaan steady state : accumulation = 0 .

Proses • Batch • Continous • Bagaimana neraca massa dalam sistem tersebut? • Diskusikan bagaimana neraca massa disusun pada kasus tersebut? .

Kesetimbangan 1.x d. adsorpsi. gas) memiliki persamaan matematis tertentu yang disusun berdasar asumsi tertentu  diagram fasa (sangat berguna untuk menentukan design peralatan proses yang digunakan : distilasi. cair.xi b. centrifuge. Yi.. Hukum Raoult-Dalton : y = x/(1+(-1)x) c. . Pis = i. Dsb.. tetap) fasa yang berbeda (padat. Kesetimbangan Fasa Pada keadaan setimbang (steady. Hukum Raoult: yi=(Pio/P).P e. Pendekatan termodinamika dengan persamaan yang cukup kompleks : i. absorpsi. dll) Contoh : Persamaan matematis yang mashur mengenai kesetimbangan uap-cair: a. Hukum Henry : y = H. Xi.

konsentrasi masing- masing spesies memiliki hubungan: K  C c  A a . B  b . Kesetimbangan Kimia Misalnya pada reaksi setimbang: aA + bB  cC Pada keadaan setimbang.

maka suatu spesies mengalami perubahan. Transport Phenomena : • Transfer Momentum driving force: gradien kecepatan (perubahan kecepatan tiap jarak yang ditempuh : beda kecepatan/beda jarak)  Ingat hukum Newton tentang viskositas • Transfer Panas driving force: gradien suhu (beda suhu/beda jarak) : Ingat Hukum Fourier • Transfer massa driving force: gradien massa (beda konsentrasi/beda jarak) : Ingat Hukum Ficks 2. Kinetika Kimia Akibat terjadi reaksi kimia. Ditinjau dari kecepatan reaksi kimia! . Proses-Proses Kecepatan 1.

gaya yang diperlukan untuk tiap satuan luas : F 0 V     .waktu) . maka pada keadaan steady.Transfer Momentum Fluida berada pada plat datar yang diam setebal y (jarak). dy yx = shear stree = flux momentum = momentum/waktu = kecepatan/ (luas. plat digerakkan dengan kecepatan v.  A Y 0 Jika dituliskan dalam bentuk PD: dvx  yx    .

(T2-T1) q = . A.A. T .h. Hukum Newton menyatakan : Q = . dx dT q  k. Menurut Fourier: dT Q   k . dx • Jika terjadi perpindahan panas pada fase yang berbeda: permukaan padatan dan fluida. Transfer Panas • Panas berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam media yang sama  perpindahan panas konduksi.h.

A) dari pelarutnya (alkohol. B). dxA/dZ Keadaan khusus: B diam. DAB. Transfer Massa • Perpindahan Massa Difusi Menguapnya parfum (esther. mengikuti hukum Ficks: NA = (NA+NB). konsentrasi A kecil: NA=JA = .DAB dCA/dz • Perpindahan massa antar fase : terciumnya tumpahan minyak wangi (minyak wangi berpindah dari lapisan cairan ke gas (udara) NA = kc (CAS-CA) .xA – c.