Konsep Umum Psikiatri

dan
Kesehatan Jiwa

dr. A.A.A.A.Kusumawardhani, SpKJ(K)
Departemen Psikiatri FKUI / RSUPCM
26 November 2012

Kesehatan Mental
Definisi Kesehatan Mental (WHO):
Seseorang yang sehat mental / jiwanya
• Merasa sehat dan bahagia
• Mampu menghadapi tantangan hidup
• Menerima orang lain apa adanya (artinya: mampu
berempati dan tidak berprasangka terhadap orang lain
yang berbeda)
• Bersikap positif terhadap dirinya sendiri dan orang
lain

Kesehatan Mental (2)

• Definisi Kesehatan Mental (WHO) ini seharusnya
menjadi sasaran akhir dan tertinggi bagi semua
orang di dunia.
Hal ini juga mirip dengan landasan dasar
HUMANIORA ( The Humanities ): membantu
manusia menjadi lebih manusiawi dan beradab.

• Cabang-cabang Humaniora termasuk: teologi,
filosofi, sejarah, filologi, linguistik, kesusastraan,
kesenian (pertunjukan, seni rupa), psikologi, dan ilmu
sosial.

Kemampuan berpikir kritis 2. Tidak dogmatis 4. Lima kualitas pemikiran dalam berhubungan dengan pasien (kaidah Danner Clouser): 1. Empati dan pengenalan diri . Sudut pandang yang lentur (fleksibel) 3. Peka akan nilai -nilai 5.  Humaniora dalam Kedokteran Kedokteran termasuk juga sebagai cabang dari Humaniora.

.Kesehatan Mental (3) Untuk mencapai kondisi kesehatan mental yang optimal: • Gunakan General Systems Theory sebagai framework • Ilmu Kedokteran dan cabang lain dari humaniora seharusnya bekerja bersama- sama dengan erat.

General Systems Theory • Diajukan oleh Ludwig von Bertalanffy (1936.1968) • Alam semesta. dunia. dan segala hal di dunia diorganisir oleh SISTEM .

dan walaupun terbentuk dari elemen-elemen yang lebih kecil. fungsinya bukan penjumlahan dari elemennya. juga dipengaruhi dan mendapat energi dari sistem- sistem lainnya. General Systems Theory • Suatu sistem adalah sebuah unit utuh. . • Suatu sistem berfungsi secara seutuhnya. mampu mengatur dirinya sendiri.

Sistem di dunia Alam Semesta Dunia (termasuk ekologi) Hubungan internasional Negara / Pemerintahan Institut Kelompok / Organisasi Keluarga Individu Organ Sel Molekul Atom .

baik secara horizontal maupun vertikal. keluarganya. General Systems Theory (2) Setiap sistem dipengaruhi dan mendapat energi (positif atau negatif) dari sistem lain. . organ-organ lain dari orang tersebut. fungsi dari organ tersebut. Contoh: gangguan metabolisme pada level sel dari sebuah organ dapat mempengaruhi: sel lain yang sehat dari organ tersebut. orang itu sendiri. sistem tempat kerjanya.

General Systems Theory (3) Pertempuran atau perang antar kelompok atau negara dapat menyebabkan: Aksi brutal dan pembunuhan serta konsekuensinya Pengungsian besar-besaran. kelaparan. malnutrisi Tinggal di kamp pengungsi dengan konsekuensinya . penyakit. eksodus Kelangkaan makanan.

Pengelompokan orang berdasarkan identitas sehingga terkotak-kotak berdasarkan konsep nonpluralisme. Depresi. . Hubungan tidak sehat antar kelompok.General Systems Theory (4) • Perlakuan atau penegakan hukum yang diskriminatif dapat menyebabkan: Perasaan tidak aman.

 dapat menyebabkan: Deforestasi. • Penebangan hutan ilegal atau tak terkontrol. banjir. General Systems Theory (5) • Perusakan ekologi yang disebabkan oleh alam atau manusia. dan segala konsekuensinya .

Pertumbuhan fetus abnormal. dapat tumbuh dengan disfungsi mental dan fisik yang berat. dan jika diminum dapat menyebabkan: Keracunan logam berat. General Systems Theory (6) • Sungai terpolusi dari kompleks industri dapat menyebabkan limbah beracun di air. yang pada akhirnya akan menyebabkan beban berat bagi keluarganya . dan bayi-bayi lahir cacat.

. Depresi bagi pencari nafkah. General Systems Theory (7) • Keadaan ekonomi buruk akibat korupsi. Hubungan emosional tidak sehat dalam keluarga. dapat menyebabkan: Pemecatan masal. Konflik antar anggota keluarga. manajemen salah. Atmosfir kesehatan mental yang tidak sehat.

automatis. sistem sekolah. prinsip pendidikan keluarga. dapat menyebabkan: . . pikiran sempit. anankastik.Pertumbuhan kepribadian yang kaku. paranoid. narsisistik)  Melihat sudut pandang kehidupan hanya dari diri sendiri atau nilai sendiri. dependen. General Systems Theory (8) • Sistem pendidikan tak sehat entah karena kebijakan pemerintah. cara berpikir yang tidak kritis. fanatik. gangguan kepribadian tertentu (mis.

terutama pada hubungan antara sistem-sistem di dunia. jelaslah bahwa diperlukan: hubungan antar manusia yang adekuat termasuk perilaku manusia terhadap lingkungan dan dampaknya terhadap orang lain . Usaha untuk meningkatkan Kesehatan Mental Memperhatikan General Systems Theory.

Hubungan antar manusia yang adekuat dilandasi oleh Empati .

budaya. merasakan dan meletakkan diri sendiri ditempat orang lain sesuai dengan: • Identitas: nama. umur. etnis. orientasi seksual(hetero. kondisi fisik. homoseksual). tradisi. cara berpikir. harapan. • Perasaan. . bi. tingkat pendidikan. perkawinan. agama/kepercayaan. EMPATI Adalah upaya dan kemampuan untuk mengerti. ras. nilai dan perilaku seseorang TANPA mencampur adukkan nilai-nilai pribadinya atau bereaksi secara emosional apabila nilai-nilai orang yang diempatinya berbeda dengan nilai- nilai pribadinya. status kesehatan.

Empati berarti: • Memiliki sikap tidak menghakimi (non judgemental) dan juga tidak menyalahkan atau membenarkan. . • Menerima individu seperti apa adanya • Mengerti nilai-nilai mereka Dasar dari EMPATI adalah : kasih sayang (brotherly love / ukhuwah insannyyah) tanpa pamrih.

Ilmu Kedokteran Memiliki 2 aspek secara bersamaan • Aspek keilmuan : pendekatan terhadap individu sebagai obyek keilmuan • Aspek kemanusiaan : pendekatan individu sebagai manusia seutuhnya yang juga adalah individu yang unik dan khas. Inilah yang harus didasari dengan EMPATI .

. secara eklektik holistik. PSIKIATRI Adalah bidang ILMU KEDOKTERAN yang berfokus pada: Pendekatan komprehensif dalam Ilmu Kedokteran dengan konsep bio-psiko- sosial.

Adler. Gestalt Therapy. Horney. Existential Psychiatry. Terapi keluarga . 1. Pendekatan komprehensif Mencakup: • Siklus kehidupan manusia • Otak dan perilaku • Ilmu-ilmu Psikososial • Teori-teori Perkembangan & kepribadian: Freud. Erikson. Cognitive Therapy. Behavior Therapy. Jung. Piaget.

Individu .

psikiatri geriatri. psikiatri anak dan remaja.2.Pendekatan Eklektik Holistik  Pemeriksaan Psikiatri  Gangguan mental. psikiatri forensik  Terapi psikiatri:  Terapi biologik  Terapi non biologik: Konseling / Psikoterapi  Masalah Kesehatan Mental .

GANGGUAN JIWA / MENTAL adalah sindrom perilaku atau psikologis yang secara klinis bermakna yang berkaitan dengan distress / penderitaan dan atau disfungsi / hendaya. dan bukan hanya respons wajar terhadap kejadian tertentu atau terbatas pada konflik hubungan antara seseorang dengan lingkungan .

masalah kesehatan mental. Psikiatri memiliki dua fungsi • Sebagai pendekatan medis dasar yang komprehensif: mengerti manusia dari perspektif biologis – psikologis dan sosial • Sebagai cabang ilmu kedokteran berfokus pada gangguan mental. dan hubungan antara cabang-cabang kedokteran lain dengan psikiatri (Consultation Liaison Psychiatry) .

Pendekatan Dasar Psikiatri 1. kesenian. kesusastraan. teologi. Pendekatan eklektik. filologi. meliputi • Perkembangan Ilmu kedokteran dasar • Pengobatan medis klinis • Cabang-cabang Humaniora lain (termasuk: psikologi. filosofi. Pendekatan Holistik: mendekati seseorang secara utuh dan menyeluruh sebagai seorang manusia dari aspek bio-psiko- sosialnya .) 2. antropologi. sejarah. ilmu sosial. linguistik.

yang kemudian mempengaruhi cara berpikir. Konsep Holistik • Seorang individu tidak hanya sekedar kombinasi dari gabungan elemen2 kecil atau organ-organ tubuhnya. perilaku dan persepsi subyektifnya tentang dirinya sendiri dan dunia. respons emosional. ditambah sejarah pribadinya dan perkembangan psiko-sosialnya ( budaya – tradisi – aspek keagamaan). yang keunikannya secara individual berdasarkan atas aspek biologisnya. • Seorang individu adalah seorang yang unik. .

Konsep Holistik (lanjutan…) • Keunikan khas dari seseorang adalah unsur INTENSIONALITAS (INTENTIONALITY). . yang bisa mengubah secara radikal perjalanan hidupnya.

tetapi sebagai manusia unik secara komprehensif dan holistik • Dan bukan sekedar bertujuan menurunkan hendaya dan disfungsi . Pendekatan holistik dan komprehensif di bidang kedokteran Artinya: • Merawat orang / individu / pasien bukan sebagai obyek atau obyek medis semata.

PENUTUP : Tujuan Utama pendekatan komprehensif yang eklektik holistik adalah: Meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup. ”No Health without Mental Health” .