JOURNAL

READING
A retrospective evaluation of
acne patients treated with
isotretinoin

RSUD PASAR MINGGU RASHELLYA RASYIDA RAHMA
JAKARTA 1261050293

PENGANTAR  Isotretinoin sistemik  satu. TUJUAN PENELITIAN satunya agen yang efektif pada semua faktor etiologi dasar dari Mengevaluasi : pathogenesis jerawat  Karakteristik demograf  Sudah digunakan lebih dari 20  Adaptasi terhadap tahun pengobatan  Dalam beberapa tahun terakhir  Efek terhadap pasien muncul pertanyaan tentang  Efek samping obat efektivitas isotretinoin terhadap Berkontribusi pada jerawat rendah-sedang perkembangan masa depan  Efek samping dari penggunaan metode pengobatan isotretinoin membuat dokter menjadi ragu untuk memberikan terapi dengan isotretinoin .

trigliserid. dan efek samping dari  Alasan berhenti pengobatan hasil pemeriksaan klinis dan uji  Waktu kambuh Data dicatat pada formulir yg telah laboratorium disiapkan . 3. 5 bulan setelah yang telah disiapkan treatment  Sembuh total  lesi hilang total dan mencapai dosis rata-rata  Keberhasilan klinis  Efek samping  Analisis : Keamanan dan  Periode treatment efektivitas.METODE EVALUASI RETROSPEKTIF  Sampel  Pasien yang  Data mencakup : didiagnosis dengan acne  Umur vulgaris di poliklinik dermatologi  Jenis kelamin Fakultas Kedokteran KSU  Berat badan (Januari 2004 & September  Jenis lesi 2008) telah diidentifkasi dari  Lokasi rekam medis poliklinik  Rekomendasi dosis  Data pasien yang diambil dari  Total kolesterol. evaluasi jumlah AST dan ALT saat pre- arsip dan direkam dalam format treatment & 1.

8%) Sakit kepala acronyx samping yang pasien  Dx : mungkin timbul Acne Vulgaris 241 (7.432 pasien poliklinik 1 pasien  2 pasien  1 pasien  dermatologi 2 pasien  Peningkatan Peningkatan ALT (kurang dari dua Nyeri otot- Kecemasan trigliseda (360 mg/dl) kali nilai normal) sendi 8 pasien  2 pasien  2 pasien  Takut akan efek 3.072 (10.SAMPEL Total sampel 129 pasien 28.8%) pasien  Isotretinoin 45 tidak datang 18 pasien ingin sistemik 49 pasien tidak kontrol (telah menghentikan diketahui alasan mulai pengobatan pengobatan) 112 pasien  Iidak datang .

4 mg / kg selama masa pengobatan 23.47 ± 4. Dosis total rata-rata  113.2%) pasien sembuh total dan 5 (3.1 bulan konvensional post terapi 3 (11%) pasien  mendapat terapi isotretinoin sistemik kembali Dari 129 pasien yang telah menyelesaikan pengobatan.8%) pasien HASIL sembuh parsial Dari 129 pasien  27 (21%) 24 pasien (89%)  pasien kambuh (dirujuk lagi) pengobatan jerawat dalam 23.77 ± 13. sebagai preparat isotretinoin .73 ± 22.5 minggu Dari 129 pasien yang menyelesaikan pengobatan  124 (96. 114 pasien menggunakan Roaccutane® dan 15 pasien menggunakan Zoretanin®.

Mucocutaneous side effects during the treatment Other side-effects during the treatment .

total cholesterol. AST and ALT values .The comparison of serum triglyceride.

PEMBAHASAN .

8% pasien sembuh parsial  Angka tersebut sama dgn temuan literatur Al-Khawajah Erdem et al Sarıcaoğlu et al • Pada 262 kasus • Dari 50 kasus yang • 21 kasus diobati dengan diobati dengan nodulocystic / isotretinoin dengan isotretinoin (dosis.75 mg / 0.5-1 mg / kg / jerawat dengan kg / hari selama hari. Hasil penelitian ini. durasi. dengan pengobatan menggunakan isotretinoin sistemik  96.5-1 (dosis total kumulatif 75-110 mg / kg dosis. 14-26 pengobatan 16-35 minggu minggu.2% pasien sembuh total dan 3. kumulatif.8% pasien sembuh parsial kasus sembuh total sembuh parsial .4% pasien sembuh rata-rata. 3. 3.8% pasien kg)  90.6-0.47% dari total.146 mg / kg)  90% dosis kumulatif mg / kg)  90. 75. 100 mg / pasien sembuh total. dosis total isotretinoin (0. nodular dengan dosis 0.

5-2 mg / kg.5-1 mg / kg / hari dalam 126 kasus (rata-rata dosis total. Dosis kumulatif minimal  120 mg / kg  dapat meminimalkan risiko kambuh dan memberikan remisi terbaik jangka panjang Dalam penelitian ini  dosis awal : 1-1.5 minggu Dosis kumulatif dan dosis harian diketahui memiliki efek yang besar pada tingkat kekambuhan  22% kambuh dgn pengobatan dalam dosis 1 mg / kg / hari dan 39% kambuh dengan pengobatan dalam dosis 0.DOSIS Dosis yang dianjurkan saat ini untuk pengobatan isotretinoin pada pasien dengan jerawat  0. 113.5mg / kg / hari dalam 3 kasus dan 0.73 ± 22.47 ± 4.5 mg / kg Rata-rata dosis kumulatif kasus dengan kambuh  112 mg / kg .4 mg / kg)  diberikan untuk 23.

Mukokutaneus atrof kulit dan kerapuhan. Tidak menimbulkan keparahan  tidak EFEK menjadi indikasi penghentian pengobatan SAMPING Prinsip dasar isotretinoin   volume kelenjar sebaceous dan  produksi sebum  • Kelelahan  Kekeringan umumnya dilaporkan 5% dapat diobati dan -7% reversibel Neuropsikiatri • Sakit kepala  10% -15% • Depresi mialgia dan artalgia  Musculoskelet pada pasien dengan tingkat latihan fsik yang al tinggi & riwayat trauma • Kekeringan pada kulit dan mukosa mukosa  90 % cheilitis. degloving lokal. 50% Xerosis. • Kuku rapuh. dermatitis. xerostomia dan haus & alopesia jarang dilaporkan . 1/3 kekeringan di mukosa hidung dan epistaksis.

namun tidak ada pada akhir bulan pertama pengobatan peningkatan signifkan secara dibandingkan dengan sebelum pengobatan  Peningkatan tetap terjadi. statistik pada nilai AST di akhir meskipun pada tingkat signifkansi bulan pertama dibandingkan statistik yang lebih rendah  Tidak ada dengan bulan ketiga dan akhir kenaikan nilai lipid yang mempengaruhi bulan ketiga dibandingkan dengan kelanjutan pengobatan bulan kelima  Beberapa penelitian lain telah  Sampai saat ini belum ada laporan menunjukkan bahwa mungkin ada toksisitas hati dan kematian kenaikan kolesterol dan trigliserida sebagai akibat dari pengobatan berhubungan dengan pengobatan isotretinoin isotretinoin .EFEK SAMPING  Peningkatan trigliserida  efek samping  Pada penelitian ini  Peningkatan yang paling sering ditemukan pada yang signifkan secara statistic penggunaan isotrenitoin ditemukan pada nilai AST di akhir  Pada penelitian ini  ditemukan bulan pertama pengobatan peningkatan kadar trigliserida dan dibandingkan dengan nilai sebelum kolesterol yang signifkan secara statistic pengobatan.

2-1.772 lipid secara menemukan signifkan pada pasien spesifk peningkatan trigliserida dan • 94 pasien dengan memberikan efek trigliserid kadar kolesterol di acne diterapi terhadap level lipid sebanyak 17%.5% pasien  efek dari total rata- kembali normal rata dosis dari dalam waktu 1-2 level lipid tersebut bulan dengan memiliki efek pengurangan dosis jangka panjang isotretinoin dan sehingga pengaturan pola pemberian dosis makan kecil direkomendasikan .4 mg / kg ditemukan pada  dievaluas lagi  8.5-1 tertentu. secara mg / kg / hari  statistic efek peningkatan ditemukan pada trigliserida dosis > 0.6 mg / peningkatan kadar meningkatkan hari untuk 60 kg / hari yang pada kolesterol total retinoid-dependent pasien selama 20 140 pasien  pada 31% pasien  tingkat serum minggu dan peningkatan yang dari total 13. Zane et al Coşkun Berstad et al Lestringant et al • peningkatan kadar • Mengamati lipid • Menggunakan • Penggunaan trigliserida pada serum (kolesterol isotretinoin dengan isotretinoin dengan 44% pasien dan & trigliserid) untuk dosis 1 mg / kg / dosis 0. minggu keenam dengan isotretinoin dalam dosis dalam dosis 0.

8% dalam nilai dalam 1 1 mg / kg / dari 638 enzim hati kasus dan hari pasien yang dan kolesterol Nilai ALT diobati dan secara dalam 2 dengan statistic kadar kasus isotretinoin trigliserida melebihi meningkat batas normal secara  namun signifkan jarang ditemukan. .5 mg / kg / dalam 4.5 diberikan 0.2% pasien mg / kg / hari untuk 90 hari  serangkaian dan isotretinoin  pasien  peningkatan 200 pasien penurunan 2 tidak ada peningkatan signifkan yang diobati kali lipat dari perubahan signifkan pada nilai ALT dengan nilai normal yang pada AST dan dan AST isotretinoin enzim hati signifkan ALT.5 mg / kg / dengan signifkan dalam pasien yang hari selama 3 isotretinoin dalam tes parameter diobati bulan dengan dosis fungsi hati lipid pada dengan 0. Nilai AST dengan dosis pada 4. Ghalamkarpou Michealson et Amichai et al Schulips et al Barth et al r et al al • Peningkatan • Penelitian • Isotretinoin • Terapi pada • Tidak ada 20% di atas selama 6 dengan dosis 28 pasien perubahan nilai normal bulan dari 83 0.

KESIPULAN  Tidak ada toksisitas hari atau peningkatan jumlah lipid yang bermakna sehingga harus menghentikan pengobatan isotretinoin  Pengobatan dengan isotretinoin sistemik pada umumnya menunjukan hasil yang memuaskan pada pasien dengan acne  Peningkatan kolesterol. gilserid dan alt pada bulan pertama pengobatan bukan merupakan alasan tidak dilanjutkannya pengobatan tersebut .