FIRE SAFETY MANAGEMENT

:

INDUSTRIAL FIRE

.

Kebakaran suatu reaksi oksidasi eksotermis yang berlangsung dengan cepat dari suatu bahan bakar yang disertai dengan timbulnya api atau penyalaan .

Teori Terjadinya Api Bahan bakar bisa berbentuk padat. Kebakaran hanya dapat bertahan selama reaksi berantai yang mandiri ini dibiarkan berlanjut tanpa gangguan. . cair atau gas yang bila dipanaskan mengeluarkan uap mudah terbakar. biasanya api tersebut akan mempertahankan panasnya sendiri. Oksigen biasanya hadir di udara dalam jumlah yang cukup untuk membentuk dan mempertahankan api Panas merupakan temperatur kritis harus dicapai untuk pengapian terjadi . Rantai reaksi merupakan serangkaian reaksi yang terjadi secara berurutan. tetapi setelah api telah terbentuk.

Penyebab Terjadinya Kebakaran Faktor Faktor Faktor manusia teknis alam .

Klasifikasi Kebakaran ■ Kelas A : bahan padat bukan logam ■ Kelas B : bahan cair atau gas mudah terbakar ■ Kelas C : instalasi listrik bertegangan ■ Kelas D : logam .

Teknik Pemadaman Kebakaran ■ Starvation ■ Smothering ■ Dilution ■ Cooling ■ Break chain reaction .

Sistem Proteksi Kebakaran ■ Fire Safety Management ■ Proteksi pasif ■ Proteksi aktif .

Fire Safety Management ■ Kebijakan Perusahaan ■ Identifikasi dan pengendalian (pre-fire system) ■ Pengorganisasian ■ Pembinaan dan latihan ■ Tanggap darurat ■ Gladi terpadu (fire Drill) ■ Riksa-Uji (Inspection and testing) ■ Pemeliharaan (preventive maintenance) ■ Audit (fire safety audit) ■ Sistem informasi dan komunikasi ■ Proses pengendalian darurat .

Proteksi Pasif ■ Surat Ijin Kerja ■ Penangkal petir ■ Poster larangan .

Proteksi aktif ■ Alat Pemadam Api Ringan ■ Hydrant ■ Detektor ■ Emergency respons .

■ Pengawasan yang teratur dan berkala.Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran ■ Pencegahan kebakaran sebagai akibat kecelakaan dan keadaan panik. . ■ Penemuan kebakaran pada tingkat awal dan pemadamannya. ■ Pengendalian kerusakan untuk membatasi kerusakan sebagai akibat kebakaran dan tindakan pemadamannya. ■ Pembuatan bangunan tahan api.

STUDI KASUS KEBAKARAN YANG BERHASIL DIPADAMKAN .

. DESKRIPSI PT ARUN NGL ■ PT Arun Natural Gas Liquefaction. ■ PT Arun merupakan anak perusahaan Pertamina. namun saat ini hanya 2 unit yang beroperasi dikarenakan menipisnya cadangan gas alam di sana. Berlokasi di Lhokseumawe. Pada tahun 1990-an. perusahaan ini memiliki 6 unit pengolahan. adalah perusahaan penghasil gas alam cair Indonesia. Aceh Utara. lebih dikenal dengan PT Arun NGL. ■ PT Arun merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar bagi kota Lhokseumawe dan Indonesia. kilang Arun merupakan salah satu perusahaan penghasil LNG terbesar di dunia.

Setelah itu. ARUN NGL ■ Kebakaran yang tidak terduga itu diketahui oleh regu emergency response. KRONOLOGI ■ Kejadian kebakaran di tanki terjadi pada pagi hari sekitar jam 09. .00 WIB. KASUS Kebakaran pada tanki diduga berasal dari kelalaian atau ketidakpatuhan petugas KEBAKARAN TANKI untuk tidak merokok di dekat tanki MINYAK DI PT penyimpanan minyak. regu pemadam kebakaran PT Arun NGL ini berhasil memadamkan kebakaran di tanki penyimpanan minyak. membuang putung rokok sembarangan. ■ Dengan waktu yang tidak lama. Dengan sigap regu pemadam kebakaran mengambil peralatan dan posisi untuk memadamkan kebakaran pada tanki.

Dengan adanya fire hydrant system dalam pengairan maupun mengatasi kebakaran akan lebih baik. SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA TANKI PENYIMPANAN (STORAGE) Fire Hydrant System : Disarankan harus ada fire hydrant system dalam proteksi kebakaran untuk tandon minyak. . Dan setiap perusahaan yang beresiko kebakaran tinggi harus ada fire hydrant system salah satunya dalam bidang MIGAS (minyak dan gas bumi).

Di detector control panel memberikan lampu indikator bahwa wilayah yang terjadi kebakaran akan menyala diikuti bunyi alarm yang ada di detector control panel. Untuk pemasangan Foam maker diatur sesuai dengan diameternya jumlahnya tidak cuman 1 tp bisa 4 (misalnya titik 0 derajat. Kemudian setelah detector control menerima sinyal. ■ Detector Control Panel dan Fire Alarm untuk tandon minyak detector control panel berfungsi untuk memberi sinyal kepada petugas bahwa sedang terjadi kebakaran di tandon minyak. 90 derajat. ■ Foam Maker : Foam maker Proteksi kebakaran untuk tandon minyak foam maker merupakan alat yang digunakan dalam membuat foam. Alat ini inti dari pembuatan media foam dalam proteksi kebakaran untuk tandon minyak. ■ Inline Inductor : Inline inductor Proteksi kebakaran untuk tandon minyak Inline inductor merupakan alat yang dapat mengatur jumlah foam dari foam bladder untuk didistribusikan ke foam maker.■ Foam Bladder : Foam_bladder Proteksi kebakaran untuk tandon minyak foam bladder merupakan alat yang digunakan untuk menampung/menyimpan foam (busa) yang akan digunakan dalam proteksi kebakaran. sehingga cairan foam yang nanti di distribusikan ke foam maker memiliki standar foam yang di butuhkan. Fungsi dari inline inductor untuk mencampur air dan foam. . Foam maker ini langsung di pasang pada tandon minyak. Tetapi jika detector yang terpasang belum menangkap sinyal tanda kebakaran tetapi petugas sudah mengetahui identifikasi kebakaran bisa langsung ke dinyalakan secara manual supaya valve bisa terbuka sehingga media foam bisa menyelimuti kebakaran pada tandon minyak/ tangki minyak. ■ Flame Detector : Flame detector Proteksi kebakaran untuk tandon minyak flame detector merupakan alat yang berfungsi mendeteksi percikan api. secara otomatis akan membuka valve. Ketika flame detector mengidentifikasi sinyal yang di tanggap oleh flame detector akan di kirim ke control panel. Biasanya cairan foam yang sudah di proses dalam foam maker sebanyak 3 % tergantung pengaturan dari inline inductor. 270 derajat). 180 derajat.

S2K3 UNAIR .

Pendahuluan ■ PT X merupakan sebuah perusahaan pengeboran minyak dan gas bumi yang yang telah beroperasi sejak tahun 2001. ■ Perusahaan sendiri telah memiliki dan menjalankan SMK3 dengan baik. X sering mendapatkan tender explorasi sumur minyak dan exploitasi sumur seperti pekerjaan ulang sumur minyak yang telah mengalami defisit produksi. 44 thn 2015) . ■ PT. ■ Kegiatan pengeboran migas adalah kegiatan dengan resiko sangat tinggi (PP no.

lumpur terus keluar. ■ Pemeriksaan instalasi telah dilakukan sebelum dimulai kegiatan oleh penanggung jawab pekerjaan dan juga pengawas dari SKK Migas. ■ Dua minggu pengeboran. X melakukan pengeboran minyak di daerah Musi Rawas Sumatera Selatan. . migagas.Terbakarnya Instalasi Pengeboran PT.700 meter tiba – tiba terjadi Kick atau tekanan gas + lumpur dari dalam lubang bor yang mencuat ke permukaan. Ada semburan menembus lapisan tanah sekitar sumur. saat kedalaman mencapai +. X ■ Sekitar april 2014 satu unit instalasi pengeboran PT. ■ Juru bor dan drilling engineer kemudian mencoba mengendalikan sembuaran tersebut (SOP Semburan liar) ■ Tekanan dari dalam lubang bor semakin besar. menyebabkan beberapa koneksi pipa bocor. ■ Semburan kemudian menjadi tidak terkendali atau yang sering disebut Blowout.

yang juga ditandai dengan angka pada detector gas ■ penanggung jawab pekerjaan menginstruksikan agar semua pekerja di evakuasi. ■ Beberapa jam kemudian terjadi semburan api dan ledakan yang terus menyala dan membakar habis satu unit inslatasi pengeboran ■ Peralatan lain seperti crane. loader forklift. genset.Lanjutan …. ■ kerugian menurut beberapa sumber melebihi 13 miliar rupiah (@ unit instalasi pengeboran pabrikan amerika tahun 2001 sekitar 1. ■ Volume gas yang dapat tercium dipermukaan semakin banyak. ■ Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan semburan berharil dikendalikan satu bulan setelahnya.3juta USD ) . container dan lain – lain ikut terbakar.

Kebakaran Instalasi .

tandu dan ambulance) . penggunaan box lampu gas proof dll.Analisis kasus Kebakaran Berdasarkan Teori Tindakan Pencegahan dan Mitigasi yang telah dilakukan (sumber pekerja PT X) ■ Proteksi Kebakaran Aktiv . muster point dan wind shock) serta alat bantu evakuasi seperti (pengeras suara.Fire Truck (di support oleh perusahaan pemilik sumur) ■ Proteksi Kebakaran Passif . nozzle. water tank dll) . hammer dari bahan kuningan sehingga tidak menghasilkan percikan api. penggunaan panel listrik gas proof. breeching.Sarana Evakuasi (petunjuk arah.Fire Pump dan Perlengkapan (hose. .Penggunaan bahan tahan panas atau api (fire retardant) : seal atau packing khusus pada sistem perpipaan.Alaram bahaya gas dan kebakaran .Pemisahaan /compartment dimana benda – benda yang berisoko mudah terbakar seperti fuel tank dan genset di pisahkan dengan jarak tertentu dari sumur .Detektor gas pada area sumur dan detector asap pada ruang kerja atau container .Alat Pemadam Api Ringan (APAR) .

Pembentukan. . ■ Organisasi tanggap Darurat PT. X telah memiliki prosedur dan organisasi tanggap darurat .pelatihan .. X yaitu melakukan transfer resiko potensi kerugian akibat kebakaran asset yang bisa kapan saja terjadi ke pihak perusahaan asuransi. .sosialiasi .Lanjutan ….dan uji atau drill ■ Tindakan mitigasi yang dilakukan oleh PT.

X sebelum. . saat dan sesudah kebakaran Tidakan Sebelum terjadi Kebakaran ■ Saat terjadi semburan gas dan lumpur personel terlah menjalankan prosedur pengendalian semburan ■ gas lumpur terus keluar membuat beberapa koneksi pipa bocor dan juga menembus lapisan tanah sekitar sumur bor ■ Konsentrasi gas yang banyak membuat penanggung jawab pekerjaan menginstruksikan evekuasi ■ Tidak ada tindakan pencegahan kebaharan yang dilakukan pada masa ini ■ Semburan gas terus keluar dan akhirnya timbul nyala api disertai ledakan.Tindakan PT.

Tidakan Saat kebakaran ■ Gas terus keluar dan api terus membakar crane. Lanjutan …. 2 unit genset. menara bor beserta peralatan lain. ■ Tidak ada tindakan pemadaman yang dilakukan pada tahap ini untuk mencegah asset lain ikut terbakar ■ api terus melahap semua peralatan seperti 2 unit tanki minyak. tanki bahan bakar dan semua peralatan. unit mud pump dan dan container ■ sebulan kemudian pemilik sumur menyewa unit pengeboran lain untuk melakukan directional drilling guna mengendalikan pengeluaran gas ■ semburan berhasil di kontrol dan api berhasil padam namun tidak ada satupun peralatan yang dapat diselamatkan. ..

. Tidakan Setelah Kebakaran ■ Penyusunan tim investigasi dan pertanggung jawaban oleh perusahaan kepada masyarakat sekitar dan pemerintah. Lanjutan …. . ■ melakukan klaim asuransi namun mengalami kendala karena managemen tidak membayarkan premi dalam satu tahun terahkir. ■ Memberhentikan beberapa pekerja dengan menyediakan pesangon.

gas dan lumpur menyebabkan kebocoran pada koneksi pipa pengendali semburan hal ini menandakan koneksi pipa tidak dipasang baik atau terdapat hambatan yang mehahan pressure dalam pipa sehingga koneksi bocor. . ■ Evakuasi selain manusia juga dapat dilakukan untuk asset yang dapat bergerak seperti crane dan forklift bila memungkinkan. X dalam upaya pencegahan dan mitigasi bahaya kebakaran telah melakukan tindakan proteksi aktif dan pasif yang cukup baik namun pada saat sebelum dan saat kebakaran tidak ada tindak lanjut yang tepat.Kesimpulan ■ PT. ■ Sebelum kebakaran.

unit mud pump. . Kesimpulan … ■ Pada saat semburan gas dan lumpur sebelum terbakar team tanggap darurat PT X seharusnya dapat diaktifkan dengan melakukan teknik cooling pada area perpipaan dan mesin agar dapat menurunkan suhu sekitar sehingga dapat mencegah terjadinya segitiga api. crane dan peralatan lain. ■ Fire pump dan fire truck dapat diaktifkan dan bila konsentrasi gas banyak prosess cooling dapat menggunakan fire monitoring. container. ■ saat terjadinya kebakaran seharusnya teknik cooling masih tetap bisa dilakukan untuk menyelamatkan asset yang lain seperti 2 unit fuel tank. 2 unit genset.

Pemutusan rantai reaksi kimia pembakaran . ■ Dengan kata lain saat terjadinya kebakaran personel PT. ■ Tindakan mitigasi berupa asuransi yang telah dilakukan tidak dapat di klaim sepenuhnya oleh karena kesalahan yang dilakukan oleh perusahaan sendiri.. ■ Penggunaan teknologi directional drilling oleh pemilik sumur sudah tepat namun PT. X tidak melakukan prinsip pemadaman kebakaran. X telah mengalami kerugian yang besar. Lanjutan Kesimpulan ….

TERIMA KASIH .