ASPEK FISIK

(FISIOGRAFIS)
Vidya Fitri Handayani
1231500013
Rumusan Masalah
ISU
Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan meningkatnya kebutuhan lahan pada
pembangunan di Kabupaten Bogor Bagian Barat. Hal ini mempengaruhi kondisi fisik yang ada di
Kabupaten Bogor. Oleh Karena itu dalam aspek fisik sangat penting untuk mengetahui kecocokan
lahan dan daya dukung lahan berdasarkan kondisi fisik yang ada di Kabupaten Bogor.
Data Kabupaten Bogor Bagian Barat
Kabupaten Bogor sebagian besar berupa dataran tinggi, perbukitan dan pegunungan
dengan batuan penyusunnya didominasi oleh hasil letusan gunung, yang terdiri dari
andesit, tufa dan basalt. Gabungan batu tersebut termasuk dalam sifat jenis batuan relatif
lulus air dimana kemampuannya meresapkan air hujan tergolong besar. Jenis pelapukan
batuan ini relative rawan terhadap gerakan tanah bila mendapatkan siraman curah hujan
yang tinggi. Selanjutnya, jenis tanah penutup didominasi oleh material vulkanik lepas agak
peka dan sangat peka terhadap erosi, antara lain Latosol, Aluvial, Regosol, Podsolik dan
Andosol. Oleh karena itu, beberapa wilayah rawan terhadap tanah longsor. Secara
klimatalogi, wilayah Kabupaten Bogor termasuk iklim tropis sangat basah di bagian Selatan
dan iklim tropis basah di bagian Utara, dengan rata -rata curah tahunan 2.500 – 5.00
mm/tahun, kecuali di wilayah bagian utara dan sebagian kecil wilayah timur curah hujan
kurang dari 2.500 mm/tahun. Suhu rata-rata di wilayah Kabupaten Bogor adalah 20º - 30ºC,
dengan suhu rata-rata tahunan sebesar 25º. Kelembaban udara 70% dan kecepatan angin
cukup rendah, dengan rata -rata 1,2 m/detik dengan evaporasi di daerah terbuka rata-
rata sebesar 146,2 mm/bulan.
Tinjauan Teori
Aspek Fisik Fisiografis
Merupakan karena aspek fisik di dalamnya membahas tentang kondisi alam yang ada di wilayah
yang akan dibangun.

Tujuan aspek fisik fisiografis untuk mengetahui bagaimana karateristik sumber daya alam dengan
daya dukung lahan dan kesesuain lahan.
Struktur Fisik
Topografi
Keadaan muka bumi pada suatu daerah yang menunjukan tempat-tempat dimuka bumi
dengan ketinggian yang sama.

Klimatologi
Ilmu tentang sebab terjadinya, ciri, dan pengaruh iklim terhadap bentuk fisik dan kehidupan di
berbagai negeri yang berbeda

Geologi
Ilmu yang membahas tentang komposisi, struktur, dan sejarah umum

Hidrologi
Ilmu tentang air yang ada di dalam tanah ataupun di muka bumi, keterpadatannya,
peredaran, dan sebarannya.
Kebijakan
SNI 03-1733-2004 tentang cara Perecanaan Lingkungan: ketentuan dasar fisik lingkungan
perumahan harus memenuhi faktor-faktor berikut ini:

a) Ketinggian lahan tidak berada dibawah permukaan air setempat, kecuali dengan
rekayasa atau penyelesaian teknis.

b) Kemiringan lahan tidak melebihi 15% dengan ketentuan:

1.Tanpa rekayasa untuk kawasan yang terletak pada lahan bermorfologi dasar landau
dengan kemiringan 0-8%.
2.Diperlukan rekayasa teknis untuk lahan dengan kemiringan 8- 15%
Sasaran
Tujuan

 Untuk mengetahui kontur lahan
Untuk mengetahui kondisi yang ada di Kabupaten Bogor
existing yang ada di bagian barat .
Kabupaten Bogor  Untuk mengetahui jenis batuan
yang ada di Kabupaten Bogor
bagian barat
 Untuk mengetahui jenis iklim
yang ada di Kabupaten Bogor
bagian barat
 Untuk mengetahui persebaran air
tanah yang ada di Kabupaten
Bogor bagian barat
Ruang lingkup
Secara astronomis Kabupaten Bogor terletak antara 6º19’ lintang utara dan 6º 47’ lintang
selatan dan antara 106º01’-107º103’ bujur timur, dengan luas wilayah 1.123.91 km². Pada
Kabupaten Bogor bagian Barat, akan mengalami pemekaran yang nantinya menjadi
Kabupaten Bogor Barat. Secara administrasi Kabupaten Bogor Barat nantinya akan terdiri dari
14 kecamatan dan kelurahan.

Sedangkan batas wilayah administrasi Kabupaten Bogor Barat adalah sebagai berikut:
 Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.
 Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat, Kabupaten
Lebak Provinsi Banten.
 Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Lebak Provinsi Banten, Kabupaten
Tangerang Provinsi Banten.
 Sebelah timur akan berbatasan dengan Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, dan Kota
Bogor.
Substansi
1. Topografi
- Peta rupa bumi
- Peta topografi
- Peta morfologi
- Peta kemiringan lereng
2. Geologi
- Geologi umum
- Geologi Wilayah
- Geologi permukaan
3. Hidrologi
- Air permukaan
- Air tanah
4. Klimatologi
- Curah hujan
- Hari hujan
- Intensitas hujan
Metodologi
Teknik Analisis

Analisis Daya Dukung Lahan
suatu ukuran jumlah individu dari suatu spesies yang dapat didukung oleh lingkungan
tertentu. Fungsi analisis ini untuk mengetahui daya dukung lahan yang cocok dan
didukung oleh lingkungan serta dibandingkan dengan kualitas lahan dan syarat yang
sudah di tentukan.

Digitasi
Menggambarkan peta tematik dengan menggunakan perangkat computer yaitu
dengan program GIS dan Photosop yang kemudian di overlaykan. Selain
menggunakan metode analisis overlapping juga bisa menggunakan tabulasi data.
Cara memperoleh data
1. Survey
Hal ini dilakukan untuk mengambil data ke instansi terkait yang memiliki data tersebut.
Contoh: Bakosurtanal, BMKG, Bappeda.
Kebutuhan Data