Pembaharuan Pendekatan

Non Hormonal untuk
Manajemen Menopause
Oleh:
Siti Jazirotul I. A, S.Ked
009 084 0068

PEMBIMBING:
dr. Fitri Ria Dini, Sp.OG

ABSTRAK

PENGANTAR .

MENDEFINISIKAN ISTILAH MENOPAUSE .

kecemasan. gangguan sosial.PENILAIAN MENOPAUSE • Gejala vasomotor. timbulnya rasa malu. defisit kognitif. . kekeringan vagina. perubahan mood. dan dispareunia yang memberikan kontribusi pada terjadinya disfungsi seksual berhubungan dengan tidak adanya hormone seks (terutama estrogen) yg terkait dengan menopause • Gejala lainnya belum dikaitkan secara definitif dengan menopause dan mungkin merupakan fungsi dari proses penuaan. dan kelelahan. penurunan produktivitas. • Gejala-gejala vasomotor  alasan utama perempuan mencari perawatan medis selama masa menopause  mungkin berhubungan dengan gangguan tidur.

Evaluasi Secara Individu Merupakan Hal Yang Penting .

bagi wanita yang tidak dapat atau tidak akan mengambil HT. meliputi: • Kepadatan tulang. .• Pasien secara keseluruhan • Faktor umum yang mempengaruhi harus dipertimbangkan dalam kesehatan pascamenopause: penilaian ini. dan • Risiko kanker. • Riwayat pribadinya. termasuk kanker payudara • Bagi kebanyakan wanita < 60 tahun yang memiliki gejala-gejala menopause  HT tetap menjadi standar emas dan pengobatan yang direkomendasikan • Namun. fungsi seksual. • Riwayat sosial. • Risiko tromboemboli. ini. dan • Riwayat keluarga. terdapat pilihan pengobatan lain yang dapat dipertimbangkan. • Penggunaan obat-obatan saat dan penggunaan tembakau). dan • Kesehatan jantung (profil lipid. TD. • Fungsi vagina. kandung kemih.

. dan terutama bagi mereka dengan kontraindikasi untuk menggunakan HT alternatif terapi non- hormonal untuk pengobatan gejala vasomotor jelas diperlukan.PENGOBATAN ALTERNATIF UNTUK GEJALA VASOMOTOR: FOKUS PADA PILIHAN TERAPI NON HORMONAL • Untuk wanita-wanita yang menolak menggunakan HT. • Agen yang bekerja sentral ditunjukkan sebagai terapi yang paling menjanjikan dalam hal ini.

Dasar Pemikiran Untuk Pendekatan Non Hormonal .

.

SSRI .

SNRI • Studi mengenai SNRI berlangsung selama 4 .52 minggu .

• Sakit kepala. . • SNRI  inhibitor lemah dari CYP2D6  alternatif terapi non hormonal yang baik untuk gejala vasomotor pada pasien kanker payudara yang diobati dengan tamoxifen. • Mual.• Efek samping yang paling umum terjadi yang terkait dengan desvenlafaxine: • Mual • Pusing • Insomnia. • Gejala yang paling umum yang terjadi pada penghentian pengobatan : • Pusing.

• Satu studi acak pada 60 wanita pascamenopause dengan rasa panas berlebihan sedang sampai berat yang menerima pengobatan dengan estrogen konjugasi (0. • Gabapentin dan estrogen sama efektif dalam mengurangi hasil primer penelitian masing-masing secara signifikan unggul dari plasebo mengenai hal ini.400 mg/hari). gabapentin telah dinilai dibandingkan dengan estrogen dan dalam kombinasi dengan antidepresan. atau plasebo selama 12 minggu. • Selain uji coba terkontrol plasebo yang disebutkan di atas.625 mg/hari). gabapentin (dititrasi sampai 2. .Antikonvulsan • Gabapentin  antikonvulsan yang telah dinilai dalam beberapa uji coba untuk pengobatan gejala vasomotor. tetapi dapat diperkirakan secara teori bahwa gabapentin dapat memodulasi arus kalsium. menunjukkan kemanjuran yang unggul dibandingkan dengan plasebo dalam semua uji coba placebo terkontrol • Mekanisme kerjanya terhadap rasa panas berlebihan tidak pasti.

.

dosis efektif gabapentin yang dipelajari pada wanita dengan gejala vasomotor lebih tinggi (900 . pernyataan NAMS mengakui gabapentin sebagai alternatif HT untuk mengobati gejala vasomotor. • Namun demikian. • Disorientasi.700 mg/hari) dibandingkan dosis yang mungkin kadang- kadang dapat dicapai dalam praktek didunia nyata  relevansi klinis dari studi ini mungkin agak terbatas. .• Efek samping yang paling umum dari gabapentin dalam pengaturan klinis • Mengantuk. • Terutama. • Sakit kepala.2.

Agonis Reseptor Alpha2-adrenergik .

Pertimbangan Khusus Pada Pasien Kanker Payudara .

Namun Berperan Dalam Pencegahan VTE? .Vitamin E: Kurang Cukup Bukti Untuk Adanya Perbaikan Gejala.

menurut pernyataan NAMS 2007 mengenai atrofi vagina pada wanita pascamenopause. • Di luar pilihan ini. pemberian dosis rendah estrogen lokalis vagina (Tabel 2) efektif dan ditoleransi dengan baik untuk atrofi vagina . ALTERNATIF ESTROGEN SISTEMIK UNTUK MASALAH KESEHATAN LAINNYA • Atrofi Vagina • Pelumas dan pelembab vagina non-hormonal (Tabel 2) dianggap sebagai lini pertama terapi non hormonal untuk atrofi vagina.

• Disfungsi Seksual .

.

• Kesehatan Tulang .

• Bifosfonat. telah terbukti khasiatnya dalam mengurangi tingkat patah tulang pinggul pada wanita yang sudah memiliki osteoporosis.625 mg estrogen terkonjugasi). • Namun. . • Risedronate baru-baru ini telah memperoleh persetujuan FDA untuk pemberian dalam rejimen yang meliputi 2 tablet 75-mg diambil pada hari yang sama setiap bulan (berturut-turut). dan tablet risedronate bulanan 150 mg dipertimbangkan kemudian.014 mg/hari) • Telah terbukti secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang (BMD) pada kedua pinggul dan tulang belakang pada wanita pascamenopause dibandingkan dengan placebo. • Bifosfonat oral. satu-satunya agen yang telah menunjukkan penurunan risiko patah tulang pada wanita yang tidak dinyatakan memiliki osteoporosis adalah terapi estrogen dengan dosis standar (misalnya.• Estradion transdermal dosis sangat rendah (0. alendronate dan risedronate. 0.

.

. • Obat ini terkait dengan penurunan risiko patah tulang belakang dan nonvertebral dan diindikasikan untuk wanita menopause (dan laki-laki) dengan osteoporosis yang berisiko tinggi untuk mengalami patah tulang. • Rekombinan Hormon Paratiroid Manusia Sintetis (PTH[1-34]. • Raloxifene mengurangi tingkat patah tulang belakang sebesar 40% -50% lebih dari 2 .• Raloxifene • Satu-satunya modulator reseptor estrogen selektif (SERM.4 tahun penggunaan tetapi tidak mengurangi tingkat fraktur nonvertebral. • Raloxifene juga mengurangi risiko perkembangan kanker payudara invasif. baru-baru ini disebut "agonis estrogen/antagonis estrogen") yang disetujui untuk pencegahan dan pengobatan osteoporosis pada wanita pascamenopause. teriparatid) • Merupakan satu-satunya agen yang tersedia saat ini di kelas baru agen anabolik tulang • PTH (1-34) diberikan sebagai injeksi subkutan 1x sehari hingga 2 tahun terapi. serta orang-orang yang telah gagal atau tidak menoleransi obat lainnya.

dan kombinasi estrogen/terapi SERM. • Terapi-terapi di masa yang akan datang • Termasuk strontium ranelate. • Obat ini mengurangi risiko patah tulang belakang pada wanita pascamenopause. • Karena biaya dan efektivitas yang relative rendah terhadap terapi yang lain. bazedoxifene dan lasofoxifene). tetapi tidak untuk pencegahan. obat ini umumnya dicadangkan untuk pasien yang tidak dapat mentolerir agen lainnya. . osteoporosis.• Kalcitonin • Agen yang lebih tua diberikan terutama sebagai obat semprot hidung. generasi ketiga SERM atau agonis estrogen/antagonis estrogen (yaitu.

RINGKASAN .