STRESS KERJA

STRES
• Penyebab stres disebut: STRESSOR
• BAGAIMANA STRES MEMPENGARUHI BADAN
(General Adaptation Syndrom)?
(menurut penemu stres: DR. Hans Selye; Univ.
Montreal)
• Tahap 1: ALARM
• Tahap 2: PERLAWANAN (resistance)
• Tahap 3: KEHABISAN TENAGA (exhaustion)

STRES
TAHAP 1: ALARM
Individu MENGAKTIFKAN
MEKANISME
STRES PERTAHANAN DIRI

MENGELUARKAN

HORMON:
adrenalin, cortisone, dll

PERUBAHAN2
TERKOORDINASI 
berlangsung dalam
sistem saraf pusat

STRES TAHAP 2: PERLAWANAN (resistance) Jika EXPOSURE terhadap STRESSOR Badan MAMPU terus berlangsung menyesuaikan PERLAWANAN terhadap SAKIT REAKSI BADANIAH yang khas terjadi untuk MENAHAN akibat dari STRESSOR .

STRES TAHAP 3: KEHABISAN TENAGA (Exhaustion) Jika EXPOSURE Mekanisme Pertahanan terhadap STRESSOR perlahan-lahan akan TERUS berlangsung MENURUN TIDAK SESUAI Satu dari organ-organ GAGAL untuk BERFUNGSI sepatutnya .

maka Reaksi Badan itu sendiri dapat menimbulkan PENYAKIT (Menurut Dr. BERLEBIHAN. STRES Jika Reaksi Badan TIDAK CUKUP. atau SALAH. Hans Selye) • Radang Usus/Perut • Tekanan Darah Tinggi • Penyakit Jantung • Alergi • Berbagai jenis kekacauan mental .

STRES & KINERJA KINERJA Rendah STRES Tinggi • Stres yang menimbulkan MOTIVASI / membuat kinerja mencapai TITIK OPTIMAL = Stres yang baik / EUSTRESS • Stres yang menimbulkan ANCAMAN yang MENCEMASKAN = Stres yang buruk / DISTRESS .

GEJALA STRES • TIDAK DAPAT TIDUR • MEROKOK BERAT • PEMINUM MINUMAN KERAS • MUDAH TERSINGGUNG • GELISAH • SULIT BERKONSENTRASI dalam mengambil Keputusan • MASA LELAH YANG PANJANG .

SUASANA HATI (MOOD) 2. OTOT KERANGKA 3. DAMPAK DISTRESS ( Everly & Girdano. 1980) 1. ORGAN-ORGAN DALAM BADAN .

1980) 1. SUASANA HATI (MOOD) • Menjadi OVEREXCITED • Cemas • Merasa TIDAK PASTI • Sulit Tidur • Mudah bingung dan lupa • Gelisah • GUGUP . DAMPAK DISTRESS ( Everly & Girdano.

DAMPAK DISTRESS ( Everly & Girdano. 1980) 2. Tanda-Tanda OTOT KERANGKA • Jari-jari & tangan GEMETAR • Tidak dapat duduk diam / Berdiri di tempat • Mengembangkan tic (gerakan tidak disengaja) • Leher menjadi kaku • Kepala mulai sakit • Menggagap jika berbicara • Merasa otot mejadi tegang /kaku .

1980) 3. DAMPAK DISTRESS (Everly & Girdano. Tanda-Tanda ORGAN-ORGAN DALAM BADAN • PERUT terganggu • Merasa JANTUNG Berdebar • Banyak BERKERINGAT • Merasa kepala RINGAN / akan PINGSAN • Mengalami KEDINGINAN • Wajah menjadi PANAS • Mulut menjadi KERING • Mendengar bunyi BERDENGING • “rasa akan tenggelam” dalam perut .

tidak datang dari SATU MACAM stressor saja  Sebagian besar datang dari LINGKUNGAN KERJA .dll Stressor yang menyebabkan Karyawan tidak berfungsi OPTIMAL / SAKIT. STRES di TEMPAT KERJA • Setiap ASPEK dalam pekerjaan dapat menjadi STRESSOR: Karyawan MENENTUKAN sejauh mana situasi yang dihadapi merupakan situasi STRES/TIDAK INTERAKSI di TEMPAT KERJA dipengaruhi pula oleh hasil interaksinya di TEMPAT LAIN: di rumah – perkumpulan – sekolah .

STRES di TEMPAT KERJA • FAKTOR-FAKTOR di TEMPAT KERJA yang POTENSIAL sebagai STRESSOR: FAKTOR INTRINSIK DALAM PEKERJAAN PERAN DALAM ORGANISASI PENGEMBANGAN KARIR HUBUNGAN DALAM PEKERJAAN STRUKTUR & IKLIM ORGANISASI .

penghayatan dari risiko & bahaya Kondisi diatas dapat menimbulkan gangguan sementara / tetap. juga merupakan stressor yang menyebabkan peningkatan KESIAGAAN & KETIDAKSEIMBANGAN PSIKOLOGIS.  Memudahkan timbulnya KECELAKAAN . vibrasi. beban kerja. STRES di TEMPAT KERJA • FAKTOR INTRINSIK DALAM PEKERJAAN Tuntutan FISIK: bising. kebersihan Tuntutan TUGAS: Kerja shift/kerja malam.

STRES di TEMPAT KERJA BISING (± 80 desibel) dapat menimbulkan stres. SAKIT KEPALA. mengurangi TOLERANSI & menurunkan MOTIVASI KERJA (Ivancevich & Matteson. 1950) PAPARAN terhadap BISING  RASA LELAH.  LEKAS TERSINGGUNG  TIDAK MAMPU BERKONSENTRASI . 1980) BISING oleh para BURUH pabrik dinilai sebagai stressor yang berbahaya  KECELAKAAN KERJA ( >95 db ) (Kerr.

STRES di TEMPAT KERJA VIBRASI  Menurunkan KINERJA (Sutherland & Cooper. 1986) KEBERSIHAN: lingkungan yang KOTOR dan TIDAK SEHAT --> STRESSOR  Akomodasi yang kurang baik  Toilet yang kurang memadai  Tempat kerja yang berdebu + kotor .

1985)  Kelelahan Emosional &  Gangguan Perut Biological Masalah Emosional & Biological disebabkan oleh: gangguan SIKLUS TIDUR & JAGA . STRES di TEMPAT KERJA TUNTUTAN TUGAS: Kerja Sift/kerja malam (Monk & Tepas.

1983) TIDUR KEHIDUPAN SOSIAL & KELUARGA RITME TIDUR . STRES di TEMPAT KERJA Faktor-Faktor untuk BERHASIL dalam kerja sift: (Monk & Folkard.

STRES di TEMPAT KERJA BEBAN KERJA: KUALITATIF & KUANTITATIF • Beban Kerja yang berat Kiev & Kohn (1979) • Tekanan Waktu • Unrealistic Deadlines Desakan waktu DESTRUKTIF bagi Ray Rosenman (1974) cardiovasular SERANGAN HIPERTENSI JANTUNG PREMATUR .

STRES di TEMPAT KERJA 1. PERAN INDIVIDU DALAM ORGNISASI: Setiap karyawan memiliki PERAN sesuai dengan TUGAS-TUGAS KERJA / HARAPAN ATASAN JIKA  Perannya KURANG BERFUNGSI / KURANG SESUAI . FAKTOR INTRINSIK DALAM PEKERJAAN 2.

atau orang lain yang DINILAI PENTING bagi dirinya • Pertentangan dengan NILAI-NILAI & KEYAKINAN PRIBADInya sewaktu melakukan tugas pekerjaannya . STRES di TEMPAT KERJA 2. KONFLIK PERAN: • Pertentangan antara TUGAS-TUGAS yang harus dilakukan & antara TANGGUNG JAWAB yang dimiliki • Harus MELAKUKAN TUGAS-TUGAS yang menurut PANDANGAN-nya BUKAN merupakan bagian dari PEKERJAANnya • TUNTUTAN2 yang BERTENTANGAN dari ATASAN. PERAN INDIVIDU DALAM ORGNISASI: a. REKAN. BAWAHAN.

1970) . 1981) • STRES FISIOLOGIS • PENINGKATAN DETAK JANTUNG & RASA TEGANG (French & Caplan.. STRES di TEMPAT KERJA 2. PERAN INDIVIDU DALAM ORGNISASI: DAMPAK KONFLIK PERAN: • PENURUNAN KEPUASAN KERJA (Van Sell dkk.

KETIDAKJELASAN PERAN: Individu tidak memiliki cukup INFORMASI untuk dapat MENJALANKAN tugasnya. TIDAK MENGERTI harapan- harapan yang berkaitan dengan peran tertentu FAKTOR-FAKTOR KETIDAKJELASAN PERAN:  Ketidakjelasan SASARAN/TUJUAN kerja  Kesamaran tentang TANGGUNG JAWAB  Ketidakjelasan PROSEDUR KERJA  Kesamaran tentang apa yang DIHARAPKAN oleh orang lain  Kurang FEEDBACKS terhadap KINERJA . PERAN INDIVIDU DALAM ORGNISASI: b. STRES di TEMPAT KERJA 2.

KETIDAKJELASAN PERAN: Individu tidak memiliki cukup INFORMASI untuk dapat MENJALANKAN tugasnya. PERAN INDIVIDU DALAM ORGNISASI: b. TIDAK MENGERTI harapan-harapan yang berkaitan dengan peran tertentu FAKTOR-FAKTOR KETIDAKJELASAN PERAN:  Ketidakjelasan SASARAN/TUJUAN kerja  Kesamaran tentang TANGGUNG JAWAB  Ketidakjelasan PROSEDUR KERJA  Kesamaran tentang apa yang DIHARAPKAN  Kurang FEEDBACKS terhadap KINERJA . STRES di TEMPAT KERJA 2.

STRES di TEMPAT KERJA 1. FAKTOR INTRINSIK DALAM PEKERJAAN 2. PENGEMBANGAN KARIR • Peluang untuk menggunakan keterampilan jabatan sepenuhnya • Peluang mengembangkan KETERAMPILAN BARU • Penyuluhan Karir untuk memudahkan keputusan2 yang menyangkut karir . PERAN INDIVIDU DALAM ORGNISASI 3.

JOB SECURITY: Jaminan MUTASI KELANGSUNGAN PEKERJAAN b. STRES di TEMPAT KERJA 3. PENGEMBANGAN KARIR PHK a. OVER PROMOTION & UNDER-PROMOTION Promosi yang diberikan Tidak ada PELUANG untuk MELAMPAUI PENGETAHUAN – mendapatkan PROMOSI & KETERAMPILAN & BAKAT menimbulkan KECEMASAN karyawan akan KEHILANGAN pekerjaan .

uang • Perubahan PERAN SOSIAL yang menemani PROMOSInya  dari ANGGOTA menjadi KETUA . STRES di TEMPAT KERJA Bagaimana PROMOSI = STRES ? • Perubahan SIGNIFIKAN dari fungsi pekerjaan  dari operation menjadi pemantau • Penambahan TANGGUNG JAWAB  manusia. produksi.

1973) . PENGEMBANGAN KARIR 4. STRES di TEMPAT KERJA 1. Cooper. 1964. FAKTOR INTRINSIK DALAM PEKERJAAN 2. HUBUNGAN DALAM PEKERJAAN • HUBUNGAN yang BAIK antar anggota kelompok merupakan faktor utama dalam KESEHATAN INDIVIDU & ORGANISASI (Argyris. PERAN INDIVIDU DALAM ORGNISASI 3.

) . STRES di TEMPAT KERJA CIRI-CIRI HUBUNGAN yang TIDAK BAIK: • KEPERCAYAAN ( .) • SUPPORT ( .) • MINAT PROBLEM SOLVING dalam organisasi ( .

. 1964) • KEPERCAYAAN ( .) • KEJELASAN PERAN ( .) • KETEGANGAN • KOMUNIKASI ANTAR PSIKOSOSIAL ( . dkk.) • KESEHATAN ( .) PRIBADI ( .) .) • KEPUASAN KERJA ( . STRES di TEMPAT KERJA Mengapa Hubungan yang TIDAK BAIK merupakan STRESOR? (Kahn.

FAKTOR INTRINSIK DALAM PEKERJAAN 2. PENGEMBANGAN KARIR 4. STRUKTUR & IKLIM ORGANISASI • Bagaimana tenaga kerja MEMPERSEPSIKAN Kebudayaan. STRES di TEMPAT KERJA 1. PERAN INDIVIDU DALAM ORGNISASI 3. HUBUNGAN DALAM PEKERJAAN 5. Kebiasaan & Iklim Organisasi  Mempengaruhi tingkat KEPUASAN KERJA .

HUBUNGAN DALAM PEKERJAAN 5. STRES di TEMPAT KERJA 1. PERTENTANGAN KEYAKINAN Pribadi >< Organisasi . PENGEMBANGAN KARIR 4. FAKTOR INTRINSIK DALAM PEKERJAAN 2. TUNTUTAN DARI LUAR ORGANISASI / PEKERJAAN • ISU tentang keluarga. PERAN INDIVIDU DALAM ORGNISASI 3. KESULITAN Keuangan. KRISIS Kehidupan. STRUKTUR & IKLIM ORGANISASI 6.