PEMBUKAAN RONGGA KEPALA

DAN PENGANGKATAN OTAK

3. 1. kemudian ke prosesus mastoideus kiri. Irisan dibuat sampai mencapai periosteum. Kemudian kulit di kupas dan dilipat kedepan sampai kurang lebih 1 cm diatas margo supra orbitalis. Membuat irisan pemandu dengan mengatur rambut. Irisan dimulai dari prosesus mastoideus kanan ke vertek.MEMBUKA RONGGA KEPALA DEWASA. dipisahkan ke depan dan kebelakang 2. kebelakang sampai protuberontia oksipitalis eksterna. 4. .

MEMBUKA RONGGA KEPALA DEWASA. melingkar ke samping kanan dan kiri setinggi 2 cm ditas daun telinga setelah memotong muskulus temporalis. Penggergajian diteruskan kebelakang dengan membentuk sudut 120 derajat sampai setinggi kurang lebih 2 cm diatas protuberontia oksipitalis ekterna ( atau penggergajian dengan cara melinggkari kepala ). 7. . 5. Keadaan kulit bagian dalam dan tulang-tulang tengkorak diperiksa kelainanya 6. Rongga kepala dibuka dengan cara digergaji pada daerah frontal kurang lebih 2 cm diatas lipatan kulit.

maka penggergajian dihentikan 10. bila tebal tulang telah terlampoi. Otot temporalis di iris dengan cara membuat garis mengelilingi tulang tengkorak. Penggergajian harus hati-hati. Dengan T chisel dimasukkan dibekas penggergajian kemudian diputar atau dicongkel. garis tersebut digunakan untuk pemandu menggergaji tulang tengkorak 9. maka tulang tengkorak dapat dilepas .MEMBUKA RONGGA KEPALA DEWASA 8.

Setelah atap tengkorak dilepas. 12. Duramater juga diperiksa dan dicatat keadaanya 13. dicium bau yang keluar dari rongga kepala. PEMBUKAAN RONGGA KEPALA DEWASA 11. Kemudian diperiksa dan di catat keadaan bagian dalam tulang atap tengkorak. Duramater kemudian digunting mengikuti garis penggergajiandan dan daerah subdural dapat diperiksa . sebab beberapa racun dapat tercium baunya.

15. Bila terdapt luka-luka dibagian belakang. maka kulit harus dibuka hingga tengkuk. kulit wajah dapat dilepaskan. jangan sampai kulit bagian luar teriris. karena akan menyulitkan dalam rekontruksi. 17. PEMBUKAAN RONGGA KEPALA DEWASA 14. Pengirisan harus hati-hati. . dimulai dari dahi hingga rahang. dengan memperhatikan jaringan dibelakang dan dibawah tiap telinga untuk mengetahui apakah luka tersebut menyebabkan kerusakan arteri vertebrobaslaris 16. Dicari ada tidaknya memar/kelainan dibawah jaringan kulit. Jika ada luka diwajah.

Dengan tarikan yang pelan. lobus frontal diangkat untuk memperlihatkan chiasma opticum dan nervus cranialis anterior. Setelah duramater digunting. Falc cerebri kemudian dapat dipotong untuk melepaskan otak. PEMBUKAAN RONGGA KEPALA DEWASA 18. . 19. arteri carotis interna dan tangkai kelenjar pituitary sampai mencapai tentorium. Dengan scalpel atau alat dengan ujung tumpul dilewatkan sepajang dasar tempurung kepala untuk memisahkan nervi craniales. 2 jari tangan kiri diselipkan dibawah tiap lobus frontal.

maka tentorium dapat terlihat. Kepala kemudian dikembalikan keposisi semula. kemudian dilakukan pemotongan sepanjang tentorium. Kemudian Kepala dimiringkan kesalah satu sisi. PEMBUKAAN RONGGA KEPALA DEWASA 20. 21. mengikuti garis os petrosus temporalis sampai kedinding lateraltempurung kepala. kemudian selanjutnya batang otak dipotong melintang. Keadaan yang sama dilakukan pada sisi lainya. dengan memasukkan sejauhmungkin pisau keforamen magnum untuk memotong nervicraniales yang masih tersisa. 2 jari diselipkan diantara lobus temporalis dan tulang temporal. .

otak kemudian ditari dan di luksir hingga terangkat dari rongga kepala. PEMBUKAAN RONGGA KEPALA DEWASA 22. ditimbang dan diukur sebelum dilakukan pemotongan. Otak kemudian diletakkan pada piring skala. . Dengan tangan kiri menyangga lobus occipitalis dan 2 jari tangan kanan ( jari telunjuk dan jari tengah ) ditempatkan di kanan dan kiri batang otak. 23.

Os petrosus temporalis dapat dipotong dengan penjepit tulang untuk memeriksa infeksi telinga tengah dan dalam. basilaris. . pembuluh darah dasar otak ( a. PEMBUKAAN RONGGA KEPALA DEWASA 24. Otak yang telah diangkat. kemudian diperiksa selaput lunak otak ( arachnoid ). sirculus willisy dan cabang-cabang pembuluh darah otak ). 26. pembuluh-pembuluh darah superfisial serta adanya perdarahan. vertebralis. a. bentuk girus dan sulkus. 25. Dasar tengkorak diperiksa dengan dengan melepas duramater yang masih melekat menggunakan tang yang kuat untuk melihat fraktur basis cranii.

Otak kecil dan batang otak ( cerebellum dan medula oblongata ) di pisahkan dari otak besar ( cerebrum ) dengan memotong pedunculusnya ( penghubungnya ). Sebaiknya sebelum melakukan pemotongan otak untuk melihat penampangnya. 29. Selanjutnya seluruh otak di timbang dan di ukur 28. otak di rendam dalam larutan formalin 10 % selama kurang lebih tiga minggu agar otak lebih padat sehingga tidak muda hancur saat di iris. . PEMBUKAAN RONGGA KEPALA DEWASA 27.

Otak besar kemudia dipotong potong secara serial. adanya midline shift akibat desakan ruang dapat terlihat dengan baik. Minimal ada 7 potongan otak. Potongan sebaiknya setipis mungkin. PEMBUKAAN RONGGA KEPALA DEWASA 30. 31. Potongan secara frontal dilakukan untuk melihat struktur penting dalam otak. untuk membandingkan keadaan otak kanan dan otak kiri. namun dapat juga dilkukan pemotongangan secara horizontal untuk membandingkan keadaan ventrikel kanan dan kiri. Potongan dilakukan mulai dari frontal secara paralel kearah oksipital. .

untuk dapat mengevaluasi keadaan cornu frontale ventriculi dan thalamus. PEMBUKAAN RONGGA KEPALA DEWASA 32. nucleu caudati. Potongan ke 4 setinggi corpora mammilaria. . Potongan ke 5 setinggi pedunculus cerebri. 33. Potongan ke 6 setinggi splenium corporis callosi. Potongan ke 7 di daerah occipital. untuk evaluasi capsula interna et externa. Potongan ke 2 setinggi chiasma opticum. Potongan pertama setinggi trktus olfactorius. Potongan ke 3 setinggi tubercinerum. putamen. Setinggi splenium 34.

medula oblongata sampai medula spinalis bagian proksimal. PEMBUKAAN RONGGA KEPALA DEWASA 35. ada perdarahan atau kelainan lain. 36. Bila terdapat perdarahan di batang otak. Untuk di evaluasi penampang otak kecil. Otak kecil dipotong dengan potongan frontal ke arah pedunculi cerebellare rostrales seperti membuka buku. . maka akan terjadi desakan ruangan yang menimbulkan penekanan pada pusat pernapasan yang mengakibatkan kematian. Batang otak paralel mulai dari pons.