Fisika untuk SMA/MA Kelas X

Bab 1
Pengukuran dan Besaran

Standar Kompetensi
Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya.

Kompetensi Dasar
•Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu).
•Melakukan penjumlahan vektor.

Berapa massa
dan tinggi badan
Anda?

Untuk mengetahui berapa massa Anda, tentu Anda akan
menimbangnya menggunakan timbangan massa badan.
Begitu pula untuk mengetahui tinggi badan Anda, maka Anda
akan mengukurnya menggunakan mistar.

Besaran pokok Alat ukur Panjang Mistar. Jangka sorong. Memilih Alat Ukur Mengukur adalah kegiatan membandingkan antar besaran yang diukur dengan satuan. mikrometer sekrup Massa Neraca (timbangan) Waku Stop Watch Suhu Termometer Kuat arus listrik Amperemete Jumlah molekul Tidak diukur secara langsung * Intensitas cahaya Light meter . A. Pengukuran 1.

• Jangka sorong digunakan untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 0. .1 mm.5 mm.01 mm. • Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 0. • Neraca digunakan untuk mengukur massa suatu benda.• Mistar digunakan untuk mengukur suatu panjang benda mempunyai batas ketelitian 0.

yaitu kesalahan sistematis dan kesalahan acak. • Sumber kesalahan sistematis antaralain: – Kesalahan Alat – Kesalahan Pengamatan – Kesalahan Lingkungan – Kesalahan Teoretis . • Kesalahan pengukuran dapat dibedakan menjadi 2 jenis. • Kesalahan sistematis akan menghasilkan setiap bacaan yang diambil menjadi salah dalam satu arah. Hasil pengukuran selalu mempunyai derajat ketidakpastian. KESALAHAN SISTEMATIS • Kesalahan sistematik adalah kesalahan yang sebab-sebabnya dapat diidentifikasi dan secara prinsip dapat dieliminasi. KESALAHAN PENGUKURAN • Besaran fisika tidak dapat diukur secara pasti dengan setiap alat ukur.

99 m memiliki empat angka penting. 7000. Semua angka yang bukan nol merupakan angka penting. . 2. Sedangkan angka eksak/pasti adalah angka yang sudah pasti (tidak diragukan nilainya). Contoh : 6. 3. 78. Semua angka nol yang terletak diantara bukan nol merupakan angka penting. yang diperoleh dari kegiatan membilang (menghitung). Semua angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir. Ketentuan Angka Penting 1. B. 2.2003 ( 9 angka penting ). Contoh : 1208 m memiliki 4 angka penting. ( 5 angka penting).89 ml memiliki 3 angka penting. tetapi terletak di depan tanda desimal adalah angka penting. Penulisan Angka Penting Angka penting adalah bilangan yang diperoleh dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka-angka penting yang sudah pasti (terbaca pada alat ukur) dan satu angka terakhir yang ditafsir atau diragukan. Contoh : 70000.0067 memiliki 5 angka penting.

Contoh : 3500000 (2 angka penting). .4. maka angka tersebut dan seluruh angka di bagian kanannya ditiadakan. Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan tidak dengan tanda desimal adalah angka tidak penting.008 (kedua angka yang dicetak tebal ditiadakan) • Jika angka pertama setelah angka yang akan anda pertahankan adalah 5 atau lebih besar. Contoh: 23. Contoh (2) : 1. Angka terakhir yang dipertahankan bertambah satu.50000 (7 angka penting). 6.494 = 75. Angka nol yang terletak di belakang angka bukan nol yang terakhir dan di belakang tanda desimal adalah angka penting.0000352 (3 angka penting). Angka nol yang terletak di depan angka bukan nol yang pertama adalah angka tidak penting.00839 = 1. 5.49 (angka 4 yang dicetak tebal ditiadakan). maka angka itu dan seluruh angka disebelah kanannya ditiadakan. Contoh : 0. Aturan Pembulatan • Jika angka pertama setelah angka yang hendak dipertahankan adalah 4 atau lebih kecil. Contoh (1) : 75.

7 Besaran Pokok dalam Sistem internasional (SI) NO Besaran Pokok Satuan Singkatan Dimensi 1 Panjang Meter m L 2 Massa Kilogram kg M 3 Waktu Sekon s T 4 Arus Listrik Ampere A I 5 Suhu Kelvin K θ 6 Intensitas Cahaya Candela cd j 7 Jumlah Zat Mole mol N Besaran Pokok Tak Berdimensi NO Besaran Pokok Satuan Singkatan Dimensi 1 Sudut Datar Radian rad - 2 Sudut Ruang Steradian sr - . C. Besaran “Sesuatu” yang dapat diukur dan mempunyai satuan.

Guna Dimensi : 1.Metode penjabaran dimensi : 1. Untuk meneliti kebenaran suatu rumus atau persamaan . Dimensi Cara besaran itu tersusun oleh besaran pokok. . Dimensi ruas kanan = dimensi ruas kiri 2. Untuk menurunkan satuan dari suatu besaran 2. Setiap suku berdimensi sama  Besaran Turunan Besaran yang diturunkan dari besaran pokok. .

Besaran Turunan dan Dimensi NO Besaran Pokok Rumus Dimensi 1 Luas panjang x lebar [L]2 2 Volume panjang x lebar x tinggi [L]3 massa 3 Massa Jenis [m] [L]-3 volume perpindahan 4 Kecepatan waktu [L] [T]-1 kecepatan 5 Percepatan waktu [L] [T]-2 6 Gaya massa x percepatan [M] [L] [T]-2 7 Usaha dan Energi gaya x perpindahan [M] [L]2 [T]-2 8 Impuls dan Momentum gaya x waktu [M] [L] [T]-1 .

Contoh : meter. mks (meter. Satuan : Ukuran dari suatu besaran ditetapkan sebagai satuan. kilogram. kilometer  satuan panjang  detik. sekon) 2. menit. sekon) b. Dalam SI : Ada 7 besaran pokok berdimensi dan 2 besaran pokok tak berdimensi . cgs (centimeter.  Sistem satuan : ada 2 macam 1. Sistem Non metrik (sistem British)  Sistem Internasional (SI) Sistem satuan mks yang telah disempurnakan  yang paling banyak dipakai sekarang ini. Sistem Metrik : a. jam  satuan waktu  gram. gram. kilogram  satuan massa  dll.

: panjang. C. kecepatan. tetapi arahnya berlawanan . : gaya. dan percepatan Penggambaran & Penulisan Vektor Y Q Y Q A P B P X X Dua vektor yang sama posisi dan besarnya. dan waktu  Besaran Vektor adalah: Besaran yang memiliki besar ( nilai ) dan juga arah Ex. massa. Besaran Vektor  Besaran Skalar adalah: Besaran yang hanya memiliki besar ( nilai ) saja Ex.

6 + 8 ) = ( -2.b2 ) CONTOH Jika U = ( 2. -2 ) . b1 ) dan vektor V ( a2. U – V = ( 2 – ( -4). b2 ) adalah dua vektor pada sebuah bidang datar. tentukan U + V dan U – V a. 6 ) dan V = ( -4. 8 ).V = ( a1 . 14 ) b. 6 – 8 ) = ( 6.a2. penjumlahan kedua vektor ini adalah U + V U + V = ( a1 + a2. b1 + b2 ) Sedangkan pengurangan kedua vektor dapat dinyatakan sebagai penjumlahan vektor U dengan vektor yang panjangnya sama dengan V tetapi arahnya berlawanan U .PENJUMLAHAN VEKTOR Jika vektor U ( a1. b1 . U + V = ( 2 + (-4).

ax tan   Besar vektor aa:  a  a 2 2 x y dan ay Khusus untuk penjumlahan 2 vektor ( a dan b ). besar vektor s dapat dicari dengan rumus: s  a  b  2ab cos 2 2 Dalam perhitungan vektor dibutuhkan rumus trigonometri: a 2  b2  c 2  2 bc cos  Dalil cosinus: b 2  a 2  c 2  2 ac cos  c 2  a 2  b 2  2 ab cos  a b c   Dalil sinus: sin  sin  sin  .

By = B sin β Perkalian vektor dapat dilakukan dengan dua metode. yaitu perkalian Skalar dan perkalian silang. B = AB cos ө Perkalian silang dua vektor didefinisikan sebagai : A x B = AB sin ө . Ay = A sin θ Bx = B cos β . maka dicari komponen masing-masing vektor. Ax = A cos θ . Perkalian skalar vektor A dan vektor B didefinisikan sebagai : A .Jika vektor A dan B yang masing-masing membentuk sudut θ dan β ingin dijumlahkan secara analitik.

ˆ . Vektor Satuan: Vektor satuan pada arah positif sumbu x. y dan z diberi tanda : j dan kˆ iˆ.

•Menganalisis besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan. •Menerapkan Hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus. dan gerak melingkar beraturan. . Bab 2 Kinematika dan Dinamika Gerak Standar Kompetensi Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik Kompetensi Dasar •Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan. gerak vertikal.

2002) • Pengertian dasar dari kinematika benda titik adalah pengertian lintasan hasil pengamatan gerak • Keadaan gerak ditentukan oleh data dari posisi (letak) pada setiap saat GERAK LURUS . Kinematika • Mempelajari tentang gerak benda tanpa memperhitungkan penyebab gerak atau perubahan gerak. • Asumsi bendanya sebagai benda titik yaitu ukuran. bentuk. rotasi dan getarannya diabaikan tetapi massanya tidak(Sarojo.

GERAK LURUS BERATURAN (GLB) Gerak benda pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap Posisi Kecepatan x v V = konstan x0 0 t 0 t X = x0 + vt V = Konstan Catatan : Percepatan (a) = 0 .

GERAK LURUS BERATURAN GLB = geral lurus beraturan adalah gerak benda yang memiliki lintasan berupa garis lurus dengan kecepatan tetap (baik besar maupun arahnya) S v S  vt t X  X 0  vt Dimana X0 = posisi awal benda .

GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB) Gerak lurus yang percepatannya tidak berubah (tetap) terhadap waktu  dipercepat beraturan Posisi Kecepata n x v Percepatan t t x = x0 + v0t + ½ a v = v0 + at at2 a = konstan 0 t a = Konstan .

Kecepatan : v  v  at t 0 Jarak S  v0t  2 at 1 2 vt  v0  2aS 2 2 . GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN GLBB = gerak lurus berubah beraturan adalah gerak benda yang memiliki lintasan berupa garis dengan percepatan tetap.

GERAK JATUH BEBAS  Merupakan contoh dari gerak lurus berubah beraturan  Percepatan yang digunakan untuk benda jatuh bebas adalah percepatan gravitasi (biasanya g = 9.gt y = y0 + vot – ½ gt2 v2 = v02 .2g (y – y0)  Arah ke atas positif (+)  Hati-hati mengambil acuan  Arah ke bawah negatif (-) .8 m/det2)  Sumbu koordinat yang dipakai adalah sumbu y v = v0 .

Gerak Melingkar Beraturan Pada Gerak melingkar vektor (arah) VQ kecepatannya merupakan garis LAJU LINIER singgung pada busur lingkaran Q VP R lintasannya. Vektor kecepatannya berubah-ubah tetapi lajunya tetap. Hubungan atara Period dengan frewensi dirumuskan : f = 1/T . Gerak melingkar dengan laju tetap disebut VR R S P VS T VT Waktu yang diperlukan untuk melakukan satu kali berputar disebut periode atau waktu edar T ( T ) dengan satuan sekon atau detik Jumlah putaran tiap satuan waktu disebut frekwensi ( f ) dengan satuan hertz (Hz) atau RPM atau PPM.

t q = lintasan sudut ( rad ) w = kecepatan sudut (rad/sekon = rad/s) Untuk 1 periode w= T .KECEPATAN SUDUT ( w ) KECEPATAN SUDUT ( w ) DENGAN KECEPATAN LINIER ( V ) v R a V= V=WR T q = w .

v Pada gerak melingkar beraturan benda bergerak dengan lintasan berbentuk a lingkaran dengan jari-jari R. Selama bergerak kecepatan (v) dan percepatan (a) tetap tetapi arahnya berubah-berubah ubah. .R a= R R R T2 a = 4p2 . Arah kecepatan selalu menyinggung bidang lingkaran dan percepatan selalu menuju ke pusat lingkaran sehingga disebut percepatan sentripetal Percepatan sentripetal dirumuskan v2 w2 . a= a= = w2 .R Benda yang bergerak melingkar beraturan mengalami percepatan yang arahnya menuju ke pusat lingkaran.f2 . R2 4p2 . besarnya sebanding dengan jari-jari lintasan dan berbanding terbalik dengan kwadrat periodnya.

DINAMIKA PARTIKEL: Studi tentang bagaimana gaya – gaya dapat menyebabkan gerakan Penyebab gerak Gerakan Apakah gerobak yang ditarik selalu bergerak? .

Hukum-hukum Newton Hukum I Newton (Sifat Kelembaman atau Inersia Benda) Jika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol. ∑F = 0 v = 0 atau v = konstan . maka benda tersebut akan tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan.

dan berbanding terbalik dengan massa benda tersebut. besarnya berbanding lurus dengan gaya yang mempengaruhinya. sehingga dapat dinyatakan sebagai berikut: Faksi = -Freaksi . a = F/m atau F = m. dan Massa Benda) Percepatan (a) yang timbul pada sebuah benda karena pengaruh gaya (F) yang bekerja pada benda itu. Hukum-hukum Newton Hukum II Newton (Hubungan antara Gaya. Percepatan. Hukum III Newton dikenal dgn Gaya Aksi-Reaksi.a Hukum III Newton Bila suatu benda (A) mengerjakan gaya terhadap benda lain (B). maka benda B juga mengerjakan gaya terhadap benda A dengan gaya yang sama besar tetapi arahnya berlawanan.

w = m.N .N atau fk = μk. Arah gaya gesek selalu berlawanan dengan arah gerak benda.g Gaya Gesek Gaya gesek adalah gaya yang ditimbulkan oleh adanya dua benda yang bersentuhan. fs = μs. Besarnya gaya gesek tergantung pada tingkat kekasaran (koefesien gesek) antara bidang sentuhnya.Gaya Berat Gaya berat (w) adalah gaya yang ditimbulkan oleh benda (m) akibat adanya percepatan gravitasi bumi (g). Arah gaya berat selalu menuju ke pusat bumi (vertikal ke bawah).

berlawanan kecenderungan arah gerak Gaya Gesek fs = μs.fs = gaya pendorong .berlawanan arah gerak benda .N . Permukaan Kasar Kinetik Statik bergerak diam .fk = mk N .tepat akan bergerak: ( fs ) maks= ms N .N atau fk = μk.fs ≠ ms N .

Besarnya gaya sentripetal dirumuskan sbb.: Fsp = m.v2/R Fsp = m.asp Fsp = m . Arah gaya sentripetal selalu menuju pusat lingkaran.w2.R Penerapan Hukum Newton • Gerak benda pada bidang datar • Gerak benda pada bidang miring • Gerak melingkar beraturan • Gerak melingkar vertikal . Gaya Sentripetal Gaya sentripetal (Fsp) adalah gaya yang terdapat pada gerak melingkar.

. •Menerapkan alat-alat optik dalam kehidupan sehari-hari . Kompetensi Dasar •Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif. BAB 3 Optika Geometri dan Alat-Alat Optik Standar Kompetensi Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik .

• Sinar gelombang tegak lurus terhadap muka gelombang. maka akan muncul gelombang lingkaran dari titik dimana batu dijatuhkan. . Semakin jauh dari titik sumber gelombang. Pemantulan Cahaya • Jika sebuah batu dijatuhkan ditengah kolam. menyatakan arah kemana gelombang menyebar/merambat. muka gelombang menjadi lebih datar.

2. Jika permukaan bidang kasar disebut pemantulan diffuse (baur) Hukum pemantulan (snellius): 1. Sinar datang. Sudut datang = sudut pantul . Pemantulan dari bidang rata disebut pemantulan specular (biasa). garis normal dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.

tegak . Cermin Datar • Pemantulan cahaya dari obyek (bunga dan vas) pada cermin datar. maya b. • Sifat bayangan yang dibentuk cermin datar: a. jarak benda-cermin = jarak bayangan-cermin c.

• Cermin cekung disebut juga dengan cermin Konvergen (bersifat mengumpulkan berkas sinar). Cermin Cekung Cermin Cekung adalah cermin yang permukaan bidang pantulnya merupakan bidang lengkung fang cekung. • Cermin cekung disebut juga dengan cermin Positif (nilai f dan R selalu positif). Sifat-sifat Cermin Cekung : • Cermin cekung disebut juga dengan cermin Konkaf (lengkung yang cekung). Depan Belakang .

Berlaku : RBENDA + RBAYANGAN = 5 Ro + RI = 5 •RO = ruang letak benda •RI = ruang letak bayangan benda . Pembentukan Bayangan Pada Cermin Cekung •Hukum Penjumlahan Ruang Fungsi : Untuk menentukan sifat-sifat bayangan yang dihasilkan cermin cekung tanpa melalui perhitungan. Hanya dengan mengamati posisi benda terhadap cermin cekung.

• Cermin Cembung disebut juga dengan cermin Divergen (bersifat menyebarkan berkas sinar). . dan Diperkecil. Tegak. Untuk itu cermin cembung banyak digunakan sebagai kaca spion pada mobil atau sepeda motor. • Bayangan yang dibentuk oleh cermin cembung selalu: Maya. Cermin Cembung • Cermin Cembung adalah cermin yang permukaan bidang pantulnya merupakan bidang lengkung cembung. • Cermin Cembung disebut juga dengan cermin negatif (nilai f dan R selau negatif). Sifat-sifat cermin cembung: • Cermin Cembung disebut juga dengan cermin konvek (lengkung yang cembung).

Pembentukkan Bayangan Pada Cermin Cembung .

PEMBIASAN CAHAYA n = merupakan indeks bias medium C = cepat rambat cahaya (3 x 108 m/s) V = cepat rambat cahaya dalam medium (m/s0) .

λ Dalam pembiasan cahaya frekuensi tidak mengalami perubahan .Hukum pembiasan cahaya 1. Jika sinar datang dari medium kurang rapat ke medium lebih rapat sinar akan dibiaskan mendekati garis normal Hubungan n. Sinar datang. v. sinar bias dan garis normal terletak pada satu bidang 2.

mata • Bagian-bagian pada Mata . yaitu : 1. mikroskop. Alat optik buatan. PENGERTIAN ALAT OPTIK  Alat optik merupakan alat yang bekerja berdasarkan pembiasan dan pemantulan cahaya  Alat optik dibedakan atas dua jenis. teropong. Alat optik alami. lup. dll. contoh : kamera. contoh : mata 2.

Rabun Jauh ( Miopi) Rabun jauh adalah kelainan mata karena bayangan benda-benda yang jauh jatuh di depan retina. Pembentukan Bayangan Benda pada Mata Penderita Miopi • Mata tidak dapat melihat benda- benda yang jauh dengan jelas • PP =25 cm • PR =  (tak terhingga) • Bayangan benda jatuh di belakang retina • Dapat dibantu dengan kacamata yang bersifat menyebarkan berkas sinar (Lensa Cekung) • F = . Rabun jauh dapat dibantu dengan menggunakan kaca mata dengan lensa negatif.PR cm . Hal ini terjadi karena lensa mata tidak dapat menipis dengan baik.

• PR =  (tak terhingga) • Bayangan benda jatuh di depan retina • Dapat dibantu dengan kacamata yang bersifat mengumpulkan berkas sinar (Lensa Cembung) . Rabun Dekat (Hipermetropi) Rabun dekat adalah kelainan mata karena bayangan benda- benda yang dekat jatuh di belakang retina. Hal ini disebabkan karena lensa mata tidak dapat menebal dengan baik. Rabun dekat dapat dibantu dengan menggunakan kaca mata dengan lensa positif. Pembentukan Bayangan Benda pada Mata Penderita Hypermetropi • Rabun Dekat (HIPERMETROPI ) • Mata tidak dapat melihat benda-benda yang dekat dengan jelas • PP ≠ 25 cm.

bayangan benda jatuh di belakang retina • Untuk melihat benda yang dekat. bayangan benda jatuh di depan retina • Disebabkan oleh daya akomodasi mata yang melemah • Dapat dibantu dengan kacamata berlensa ganda (Lensa Cekung dan Lensa Cembung) . Mata Tua ( PRESBIOPI ) • Mata tidak dapat melihat benda-benda yang jauh maupun dekat dengan jelas • PP ≠ 25 cm • PR ≠  (tak hingga) • Untuk melihat benda yang jauh.

• Film berfungsi untuk menangkap dan merekam gambar bayangan benda yang dibentuk oleh lensa. terbalik. • Apertur berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk kedalam kamera. KAMERA • Bagian-bagian pada Kamera Fungsi dari Bagian-bagian pada Kamera • Lensa pada kamera berfungsi untuk membentuk bayangan pada film. • Range finder berfungsi mengatur jarak lensa agar bayangan selalu jatuh tepat pada film • Diafragma berfungsi mengatur besar kecilnya apertur . • Bayangan yang terbentuk bersifat nyata. diperkecil.

dan diperbesar. • Lup terdiri dari sebuah lensa cembung. • Untuk mendapatkan bayangan semacam ini objek harus berada di depan lensa dan terletak diantara titik pusat O dan titik fokus F lensa. sehingga sifat- sifat bayangannya: MAYA. tegak. f f . • Terdiri dari sebuah lensa positif • Benda yang diamati dengan Lup diletakkan di ruang I. • Lup atau kaca pembesar merupakan alat optik yang paling sederhana yang berfungsi untuk melihat benda-benda yang kecil. • Bayangan yang dibentuk oleh lup bersifat maya. KACA PEMBESAR (LUP) • Alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang kecil agar tampak lebih besar atau jelas. TEGAK. DIPERBESAR.

Terbalik. DIPERBESAR. TERBALIK. dan Diperbesar • Oleh lensa Okuler: Maya. • Mikroskop terdiri dari dua buah lensa positif. • Perbesaran total oleh mikroskop adalah hasil kali perbesaran oleh lensa obyektif dengan lensa okulemya. • MTOTAL = MOB X MOK . Tegak. dan Diperbesar • Bayangan benda oleh mikroskop akhir : MAYA. MIKROSKOP • Alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang amat kecil agar tampak besar atau jelas. yaitu lensa Obyektif dekat benda/obyek dan lensa Okuler dekat dengan mata pengamat • Benda yang diamati dengan Mikroskop diletakkan di ruang II lensa obyektifnya. sehingga sifat-sifat bayangan benda yang dihasilkan: • Oleh lensa Obyektif: Nyata.

TEROPONG • Alat optik yang digunakan untuk melihat benda-benda yang letaknya jauh agar terlihat dekat. . TERBALIK. sehingga sifat-sifat bayangan akhir benda olehTeleskop : MAYA. yaitu lensa Obyektif dekat benda/obyek dan lensa Okuler dekat dengan mata pengamat • Benda yang diamati dengan Teleskop berada di ruang III lensa obyektiknya. besar dan jelas • Terdiri dari dua buah lensa positif. DIPERBESAR • Ada 2 jenis teleskop yaitu teleskop/teropong bias (terdiri dari beberapa lensa) dan teropong pantul (terdiri dari beberapa cermin dan lensa).

SUHU DAN KALOR Mengapa balok es yang dimasukkan dalam air panas lama- lama akan mencair? Standar Kompetensi Menerapkan konsep kalor dan prinsip konversi energi pada berbagai perubahan energi. Kompetensi Dasar • Menganalisis pengaruh kalor terhadap suatu zat. • Menerapkan asas Black dalam pemecahan masalah. • Menganalisis cara perpindahan kalor. .BAB 4.

A.  Sifat-sifat termometrik suatu zat adalah:  Volume zat cair dan gas  Panjang logam  Hambatan listrik logam  Tekanan gas pada volume tetap  Warna sebuah kawat pijar .  Sifat termometrik zat adalah perubahan sifat fisis zat saat dipanaskan.  Termometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur derajat panas atau dingin suatu benda. SUHU  Suhu atau disebut juga temperatur adalah besaran yang menunjukkan derajat panas dari suatu benda.

 Keunggulan raksa dari zat cair lain sebagai pengisi termometer adalah:  Cepat terjadi kesetimbangan termal dengan zat yang diukur. Mengukur Suhu dengan Termometer  Sebagai pengisi termometer.  Raksa dapat dipakai untuk mengukur suhu yang cukup rendah sampai suhu tinggi karena memiliki titik beku pada – 39°C dan titik didih pada 357°C. cairan yang banyak digunakan adalah raksa.1.  Pemuaian raksa linier terhadap kenaikan suhu.  Mudah diamati karena warnanya mengkilap.  Tidak membasahi dinding tabung sehingga pengukurannya menjadi lebih teliti. .

 Termometer dapat juga diisi menggunakan alkohol. Termometer Titik beku Titik didih Pembagian air (°) air (°) skala (°) Celcius (C) 0 100 100 Fahrenheit (F) 32 212 180 Reamur (R) 0 80 80 Kelvin (K) 273 373 100 . Macam-macam skala termometer dan perbandingan skalanya.  Termometer alkohol cocok digunakan untuk mengukur suhu yang rendah karena alkohol memiliki titik beku yang rendah yaitu . tetapi tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang tinggi karena titik didih alkohol 78°C.115°C.

2. Jenis-jenis Termometer Termometer suhu badan Termometer Six Bellani Termometer logam Termometer optik .

a. Pemuaian Zat Cair  V  V0 1   . T  Pemuaian ruang  V1  V0 1   . Pemuaian Zat  Pemuaian adalah bertambahnya ukuran suatu benda karena pengaruh perubahan suhu atau bertambahnya ukuran suatu benda karena menerima kalor. 3. T  b. T  c. Pemuaian Gas T Pengaruh tekanan terhadap volume  Vt  V0  273 Pengaruh suhu terhadap tekanan  Pt  P0 1  T   273  Pengaruh tekanan terhadap volume  P1 V1  P2 V2 . T  Pemuaian bidang  At  A0 1   . Pemuaian Zat Padat Pemuaian panjang   1   0 1   .

c .” Q  m . T . Kalor Jenis “Banyaknya kalor yang diperlukan suatu zat untuk menaikkan suhu 1 kg zat tersebut sebesar 1°C. Kapasitas Kalor “Banyaknya kalor yang diperlukan suatu zat untuk menaikkan suhu sebesar 1°C”. Kalor  Kalor adalah suatu bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. B. 1. T 3. 2. Q  C . Perambatan Kalor  Jika dua benda bersentuhan akan terjadi perpindahan kalor dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah.

kalorimeter larutan. Hukum Kekekalan Energi untuk Kalor Asas Black  kalor yang dilepaskan oleh sebuah benda sama dengan kalor yang diterima oleh benda yang lainnya.  Alat untuk mengukur kalor disebut kalorimeter. dan kalorimeter makanan.4. diantaranya adalah: kalorimeter bom. .  Ada beberapa jenis kalorimeter.

. L  Kalor laten adalah energi yang dibutuhkan oleh kualitas substansi untuk mengubah fase dari padat ke cair atau dari cair ke gas. Perubahan Wujud Zat  Perubahan suhu suatu zat selalu disertai dengan pelepasan atau penyerapan kalor. Misal: es yang mencair suhunya tetap 0°C  Besarnya kalor yang dibutuhkan atau dilepaskan pada saat terjadi perubahan wujud memenuhi persamaan: Q = m .  Dalam setiap perubahan wujud tidak disertai dengan perubahan suhu. C.

.  Kalor embun adalah kalor yang dilepaskan untuk mengubah wujud 1 kg uap menjadi cair.  Kalor uap suatu zat sama besar dengan kalor embun zat tersebut.  Kalor Penguapan atau Pengembunan  Kalor uap adalah kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud 1 kg zat cair menjadi uap.

 Kalor beku adalah kalor yang dilepaskan untuk mengubah wujud 1 kg zat cair menjadi padat. Banyaknya kalor yang diperlukan atau dilepaskan oleh suatu zat untuk mencair atau membeku sebanding dengan massa zat itu dan bergantung pada kalor lebur (beku) zat tersebut.  Kalor Peleburan dan Pembekuan  Kalor lebur adalah kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud 1 kg zat padat menjadi cair. .

 Perubahan Wujud Es Menjadi Uap

Jika sejumlah massa es suhunya di
bawah 0°C dipanaskan (diberikan kalor)
hingga suhunya naik di atas 100°C,
maka sejumlah es tersebut berubah
wujud seluruhnya menjadi uap.

D. Perpindahan Kalor

 Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Perpindahan kalor yang dilakukan melalui zat perantara
dan selama terjadi perpindahan kalor tidak disertai dengan
perpindahan dari partikel-partikel zat perantaranya.

 Perpindahan Kalor secara Konveksi

Perpindahan kalor secara konveksi melalui zat perantara dan
disertai perpindahan partikel-partikel penyusun zat perantara
tersebut.

 Perpindahan Kalor secara Radiasi Perpindahan panas secara radiasi tidak memerlukan zat perantara dalam perambatan kalornya. .

 Mengidentifikasikan penerapan listrik AC dan DC dalam kehidupan sehari-hari. . Kompetensi Dasar  Memformulasikan besaran-besaran listrik rangkaian tertutup sederhana (satu loop). BAB 5 LISTRIK DINAMIS Standar Kompetensi Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi.  Menggunakan alat ukur listrik.

karena muatan listrik mengalir dalam dua arah secara bolak-balik. Arus listrik DC (Dirrect Current) disebut juga arus searah. karena muatan listrik mengalir hanya dalam satu arah.ARUS LISTRIK Arus listrik AC (Alternating Current) disebut juga dengan arus listrik bolak- balik. .

 Kuat Arus Listrik Kuat arus listrik rata-rata merupakan banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam interval waktu tertentu. . A. mengalir melalui suatu titik tiap satuan waktu. Arus Listrik dan Kuat Arus Listrik  Arus Listrik Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron.

 Alat Ukur Kuat Arus Listrik  Alat Ukur Beda Potensial Listrik  Amperemeter adalah alat untuk  Voltmeter adalah alat untuk mengukur mengukur kuat arus listrik dalam beda potensial listrik. . suatu rangkaian tertutup. potensialnya.  Voltmeter disusun paralel (sejajar)  Amperemeter disusun seri (berderet) dengan sumber listrik atau peralatan dengan elemen listrik yang akan diukur listrik yang akan diukur beda kuat arus listriknya.

tegangan V pada komponen sebanding dengan kuat arus I yang mengalir melalui komponen tersebut. Hukum Ohm  Hukum Ohm “Pada suhu tetap.”  Tegangan yang diberikan pada suatu alat listrik harus disesuaikan dengan tegangan yang seharusnya diperuntukkan bagi alat tersebut. B. . karena jika melebihi maka akan menyebabkan kerusakan pada alat tersebut.

 Kawat yang mudah menghantarkan arus listrik memiliki hambatan jenis yang kecil.  Penggunaan kawat penghantar yang terlalu panjang dapat mengakibatkan berkurangnya tegangan listrik. . Hubungan Hambatan Kawat dengan Jenis dan Ukuran Kawat  Hambatan atau resistor berguna untuk mengatur besarnya kuat arus listrik yang mengalir melalui suatu rangkaian listrik.

Perak Tembaga  Isolator adalah bahan atau zat yang tidak dapat dialiri arus listrik atau sukar menghantarkan arus listrik Plastik Kayu .  Konduktor adalah bahan atau zat yang dapat dialiri arus listrik atau mudah menghantarkan arus listrik.

C. . maka jumlah air yang masuk ke dalam selang sama banyak dengan jumlah air yang keluar dari selang juga analog dengan jumlah arus listrik yang masuk dalam titik percabangan sama banyak dengan jumlah arus listrik yang keluar dari titik percabangan.”  Jika arus listrik yang mengalir melalui kawat penghantar dianalogikan dengan air yang mengalir melalui selang. Hukum I Kirchhoff “Jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik cabang sama dengan jumlah kuat arus yang keluar dari titik cabang tersebut.

Susunan Seri-Paralel Komponen-Komponen Listrik 1. . D. 2. tetapi beda potensial setiap hambatan adalah sama. walaupun hambatan masing-masing komponen berbeda. Rangkaian Paralel  Tegangan pada masing-masing komponen berbeda. Rangkaian Seri  Kuat arus listrik yang melalui masing-masing komponen sama besar.

Contoh sumber tegangan listrik: . E.  Tegangan Jepit Tegangan jepit suatu sumber arus listrik adalah beda potensial antara ujung-ujung sumber arus listrik ketika sumber arus listrik tersebut mengalirkan arus listrik. Sumber Tegangan Listrik  Gaya Gerak Listrik GGL suatu sumber arus listrik adalah beda potensial antara ujung- ujung kutub-kutub sumber arus listrik ketika sumber arus listrik tersebut tidak mengalirkan arus listrik.

F. Hukum II Kirchhoff Hukum II Kirchhoff menyatakan bahwa jumlah aljabar perubahan tegangan yang mengelilingi suatu rangkaian tertutup (loop) sama dengan nol. Rangkaian hukum II Kirchhoff Rangkaian dengan satu Loop .

Hukum ini menyebutkan bahwa perubahan fluks magnetik dapat menimbulkan arus listrik. . Sumber Arus Searah  Dinamo Sepeda Prinsip kerja dinamo berdasarkan pada hukum fisika yang dikenal dengan hukum Faraday. G.

 Fotolistrik Fotolistrik adalah suatu proses fisika yang mengubah energi cahaya menjadi energi listrik. Sumber arus listrik seperti ini digunakan sebagai pembangkit listrik di daerah-daerah terpencil. Kekurangan dari elemen Volta adalah bahwa elemen ini hanya dapat bekerja dalam waktu yang singkat.  Elemen Volta Elemen Volta adalah elemen yang paling sederhana. .

 Alat-alat Listrik yang dapat mengubah Energi Listrik menjadi Energi Kalor . energi panas. dan berbagai bentuk energi lainnya. Dari energi listrik dapat dihasilkan energi gerak. energi bunyi. Energi dapat berubah bentuk. dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya. Energi dan Daya Listrik  Energi Listrik Energi listrik merupakan salah satu bentuk energi. H. energi cahaya.

Untuk pemakaian energi listrik dalam jumlah besar. kWh meter . Daya Listrik Daya listrik didefinisikan sebagai energi listrik setiap satuan waktu. energi listrik dihitung dalam satuan kWh (kilowatt hour) dengan satu kWh adalah energi yang diserap oleh alat listrik yang memiliki daya satu kilowatt selama pemakaian satu jam.

. • Menjelaskan aplikasi gelombang elektromagnetik pada kehidupan sehari-hari. Kompetensi Dasar • Mendeskripsikan spektrum gelombang elektromagnetik. BAB 6 Gelombang Elektromagnetik Standar Kompetensi Memahami konsep dan prinsip gelombang elektromagnetik.

 Gelombang Elektromagnetik Gelombang elektromagnetik tidak membutuhkan medium perantara untuk merambat.Berdasarkan kebutuhannya terhadap medium perantara. . Contoh: sinar matahari. gelombang dapat dibedakan menjadi dua. yaitu:  Gelombang Mekanik Gelombang mekanik dalam perambatannya membutuhkan medium perantara. Contoh: gelombang bunyi dan gelombang pada tali.

Manfaat Gelombang Elektromagnetik:  Bidang kedokteran: MRI. USG. ponsel (telepon genggam). maupun rontgen. . dan serat optik.  Bidang komunikasi: Sinyal radio.  Bidang pertahanan dan keamanan: Penggunaan gelombang radar untuk sistem deteksi dan pertahanan. televisi.

1 c  0 0 .”  Gelombang elektromagnetik termasuk gelombang transversal. Arah rambat gelombang elektromagnetik tegak lurus terhadap getaran- getaran yang ditimbulkan oleh medan listrik dan medan magnet. sebaliknya perubahan medan listrik pun akan dapat menimbulkan perubahan medan magnetik. James Clark Maxwell  Hipotesis Maxwell “Oleh karena perubahan medan magnetik dapat menimbulkan medan listrik.

Heinrich Rudolf Hertz

 Hertz berhasil mengukur kecepatan rambat pemindahan energi yang
sesuai dengan nilai yang diramalkan oleh Maxwell. Dengan demikian,
hasil percobaan Hertz meyakinkan bahwa adanya gelombang
elektromagnetik seperti yang diramalkan Maxwell.

Rangkaian percobaan
Rudolf Hertz.

Sifat-Sifat Gelombang Elektromagnetik

a. Dapat merambat dalam ruang hampa.
b. Merupakan gelombang transversal.
c. Dapat mengalami polarisasi.
d. Dapat mengalami pemantulan (refleksi).
e. Dapat mengalami pembiasan (refraksi).
f. Dapat mengalami interferensi.
g. Dapat mengalami lenturan (difraksi).

Spektrum Gelombang Elektromagnetik

 Spektrum gelombang elektromagnetik adalah seluruh rentang
panjang gelombang dan frekuensi.

 Urutan spektrum gelombang elektromagnetik dari frekuensi
besar ke frekuensi kecil adalah sebagai berikut.
a. Sinar gamma e. Sinar inframerah
b. Sinar-X f. Gelombang mikro (radar)
c. Sinar ultraviolet g. Gelombang televisi
d. Sinar tampak cahaya h. Gelombang radio

.  Informasi berupa suara dikirimkan melalui gelombang radio dalam sebuah paket gelombang sebagai perubahan amplitudo yang disebut modulasi amplitudo (AM). Gelombang Radio  Gelombang ini dipergunakan sebagai pembawa informasi dari suatu tempat ke tempat lain yang berjauhan karena memiliki sifat mudah dipantulkan oleh lapisan ionosfer bumi.  FM lebih unggul dari AM karena pada pemancar AM akan terdengar derau akibat adanya peristiwa-peristiwa kelistrikan dan kemagnetan di udara yang dapat menggunakan amplitudo gelombang. maupun sebagai perubahan frekuensi yang disebut modulasi frekuensi (FM). a.

b. dapat menyerap 3 × 109 Hz. .  Selain sebagai alat komunikasi. Gelombang Mikro  Gelombang mikro (microwaves) adalah gelombang radio dengan frekuensi paling tinggi. gelombang mikro juga dapat dipakai untuk memasak karena memiliki efek pemanas pada benda yang menyerap gelombang tersebut.

 Sinar inframerah tidak banyak dihamburkan oleh partikel-partikel udara sehingga dengan menggunakan plat-plat potret yang peka terhadap gelombang inframerah. . Sinar inframerah  Sinar inframerah meliputi frekuensi antara 1011 – 1014 hertz atau pada daerah panjang gelombang 10-4 cm sampai 10-1 cm. Mata inframerah dapat digunakan untuk mencari orang yang terjebak di dalam reruntuhan bangunan. c.

 Berlubangnya lapisan ozon di atmosfer dapat meningkatkan sinar ultraviolet ke permukaan bumi. kuning. e. Hal ini dapat mengancam kehidupan makhluk hidup di permukaan bumi. nila. hijau. dan ungu. Sinar ultraviolet  Matahari adalah sumber utama dari sinar ultraviolet. jingga. di antaranya dapat menimbulkan penyakit kanker kulit.  Spektrum warna mulai dari panjang gelombang besar yaitu merah. . Sinar tampak  Sinar tampak atau disebut cahaya adalah sinar yang dapat membantu penglihatan kita.  Lapisan Ozon (O3) di atmosfer berfungsi menyerap sinar tersebut. biru. d.

Frekuensinya antara 1016 Hz – 1020 Hz. Sinar gamma  Sinar gamma memliki frekuensi antara 1020 Hz – 1025 Hz dan merupakan gelombang elektromagnetik yang memiliki frekuensi terbesar.  Sinar gamma memiliki daya tembus yang sangat besar dan dapat menembus plat besi dengan ketebalan beberapa cm. Sinar – X  Sinar-X memiliki daya tembus yang kuat.  Sinar-X dapat dipakai mendeteksi organ-organ dalam tubuh dan dapat dipakai untuk memotret posisi tulang dalam tubuh g. . f.

..Terima kasih Selamat belajar. Selamat mengukir prestasi tinggi .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.