APLIKASI SENSOR SUHU INFRA RED

Disusun oleh : HERMAWANSYAH
WELLY SETIAJI
APLIKASI SENSOR SUHU INFRA RED
 Sebuah termometer IR dapat dibandingkan dengan mata manusia. Lensa
mata merupakan optik yang mana radiasi (aliran foton) dari objek mencapai
fotosensitif lapisan (retina) melalui atmosfer. Hal ini diubah menjadi sinyal
yang dikirim ke otak.
PRINSIP KERJA
 Termometer inframerah mengukur permukaan temperatur
dari benda (target). Optik dari termometer mendeteksi
energi inframerah yang telah dikumpulkan dan difokuskan
pada detrektor dan diterjemahkan ke dalam bentuk
informasi suhu yang dapat dibaca di display(interface).
Laser disini hanya digunakan untuk membidisk target yang
akan diukur.
TARGET

 Setiap bentuk materi dengan temperatur (T) di atas nol absolut
memancarkan radiasi inframerah sesuai dengan suhu. Ini disebut
karakteristik radiasi. Penyebab dari hal ini adalah pergerakan
molekul. Intensitas gerakan ini tergantung pada suhu objek. Karena
gerakan molekul merupakan perpindahan muatan, radiasi
elektromagnetik (foton partikel) dipancarkan. Foton bergerak dengan
kecepatan cahaya dan berperilaku sesuai dengan prinsip-prinsip optik
yang dikenal. Foton dapat dibelokkan, difokuskan dengan lensa, atau
dipantulkan dari permukaan reflektif. Spektrum radiasi ini panjang
gelombangnya berkisar 0,7-1000 µM. Untuk alasan ini, radiasi ini
biasanya tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Daerah ini terletak
dalam area merah dari cahaya tampak dan karena itu disebut "infra"-
red.
Gambar 2 :Gelombang elektromagnetik, dengan kisaran dari sekitar 0,7 sampai 14 pM
 Gambar. 3 menunjukkan bentuk tipe radiasi pada temperatur yang
berbeda. Seperti ditunjukkan, pada suhu tinggi terlihat masih
memancarkan sejumlah kecil radiasi. Inilah sebabnya mengapa setiap
orang dapat melihat benda bersinar dari merah menjadi putih pada suhu
yang sangat tinggi (di atas 600 ° C). Teknologi pengukuran inframerah
didasarkan pada hal ini. Radiasi maksimum bergerak ke arah panjang
gelombang yang lebih pendek sebagai target kenaikan suhu, dan kurva
tidak tumpang tindih pada temperatur yang berbeda. Energi dalam
rentang panjang gelombang (di bawah kurva masing-masing) meningkat
ke daya 4 dari suhu (T4). Hubungan ini diakui oleh Stefan dan Boltzmann
pada 1879 yang menggambarkan bahwa suhu dapat diukur dari sinyal
radiasi.
 Termometer IR harus diatur untuk memungkinkan jangkauan terluas dalam
mendapatkan energi (sesuai dengan area di bawah kurva) atau sinyal dari
target. Namun, dalam beberapa kasus hal ini tidak selalu menguntungkan.
Misalnya, pada Gambar. 3 intensitas radiasi meningkat pada 2 µM lebih
banyak ketika suhu meningkat dibandingkan pada saat 10 µM. Perbedaan
radiasi yang lebih besar per perbedaan suhu, maka IR semakin akurat dalam
bekerja. Menurut perpindahan radiasi panjang gelombang yang maksimum ke
yang lebih kecil dengan diikuti kenaikan suhu (Pemindahan Wien), rentang
panjang gelombang memiliki sifat yang sama dengan rentang pengukuran
suhu pada pyrometer.
 Pada suhu rendah, termometer IR bekerja di 2 µM dan akan berhenti pada
suhu di bawah 600 °dan energi radiasinya terlalu sedikit. Alasan suatu
perangkat memiliki rentang panjang gelombang yang berbeda-beda adalah
pola emisivitas dari beberapa bahan yang dikenal sebagai “non-gray bodies”
(kaca, logam, dan film plastik). Gambar. 3 menunjukkan bahan yang ideal,
Yang disebut "blackbody". Hubungan antara energi pemancar yang nyata dan
blackbody dikenal sebagai ε emisivitas (epsilon) dimana nilai maksimalnya
adalah 1 (sesuai blackbody yang ideal) dan nilai minimalnya adalah 0. Bahan
dengan emisivitas yang kurang dari 1 disebut gray bodies. Bahan yang
emisivitas juga tergantung pada suhu dan panjang gelombang disebut non-
gray bodies. Jadi, jumlah dari pemancaran yang terdiri dari penyerapan (A),
refleksi (R) dan transmisi (T) sama dengan satu. (Lihat Gambar. 4)

Gambar. 4: Selain radiasi yang dipancarkan dari sasaran, sensor juga menerima
radiasi yang dipantulkan dan juga radiasi yang melewati sasaran.
 Bahan yang padat tidak memiliki transmisi dalam rentang inframerah (T = 0).
Menurut hukum Kirchoff Diasumsikan bahwa semua radiasi yang diserap oleh
bahan yang menyebabkan peningkatan suhu dan kemudian dipancarkan oleh
bahan ini. Hasil untuk penyerapan dan pemancaran adalah:

 Untuk blackbody ideal juga tidak memiliki reflektansi (R = 0), sehingga E = 1.
 Banyak non-logam bahan seperti kayu, plastik, karet, bahan organik, batu,
atau beton memiliki permukaan yang hanya bisa sedikit memantulkan dan
memiliki emisivitas tinggi antara 0,8 dan 0,95. Sebaliknya, logam yang
memiliki permukaan yang mengkilap memiliki emissivities di sekitar 0,1.
Termometer IR mengganti ini dengan menawarkan pilihan variabel untuk
menetapkan faktor emisivitas. (Lihat Gambar 5.)