SKIZOFRENIA RESIDUAL

FAJAR JULIANSYAH
1608320039

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR
SMF ILMU KEDOKTERAN JIWA
RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN
SUMATERA UTARA
2016

Emil Kraepelin dementia praecox (1856-1926) disintegrasi dari Eugen Bleuler berbagai fungsi (1857-1939) Skizofrenia mental Delusi disebut "gejala tingkat pertama“ Kurt Schneider (1887-1967) Gejala lain yang sering terjadi "gejala peringkat kedua" .

. Tipe residual Tipe skizofrenia diperuntukkan residual ini baru bagi keaadaan- Skizofrenia diperkenalkan keadaan residual residual pada International yang kronis dan Classification of pudarnya sebagian Diseases gejala skizofrenia terjadi.

. setelah episode skizofrenia psikotik. tidak lagi psikotik. Skizofrenia residual adalah keadaan yang Skizofrenia muncul pada individu dengan gejala skizofrenia Residual yang. dalam perasaan dirinya dan hubungannya dengan dunia luar serta dalam hal tingkah laku.Defenisi • Skizofrenia adalah gangguan mental atau kelompok gangguan yang ditandai oleh kekacauan dalam bentuk dan isi pikiran (contohnya delusi atau halusinasi) . dalam mood (contohnya afek yang tidak sesuai).

1 onset untuk laki-laki adalah dan 0. Prevalensi Prevalensinya antara laki- laki dan perempuan sama Laki-laki mempunyai onset Insidensi pada orang yang lebih awal daripada dewasa dalam rentang yang perempuan. Usia puncak sempit berkisar antara 0.4 per 1000 15 sampai 25 tahun. penduduk sedangkan perempuan 25 sampai 35 tahun Epidemiologi 15-25 tahun 25-35 tahun .

sikap pasif dan ketiadaan inisiatif. kontak mata. afek yang Gejala menumpul. kemiskinan dalam kuantitas atau isi pembicaraan. komunikasi non-verbal yang buruk seperti dalam ekspresi muka. dan posisi tubuh. modulasi suara. aktivitas menurun. • gejala “negatif ” dari skizofrenia yang menonjol. perawatan diri dan kinerja sosial yang buruk . misalnya perlambatan psikomotorik.

Diagnosis Skizofrenia Residual • Diagnosa skizofrenia residual digunakan pada pasien yang telah sembuh dari gejala yang menonjol seperti delusi. halusinasi atau perilaku yang terdisorganisasi tapi masih memperlihatkan bukti yang ringan akan adanya proses berjalannya penyakit seperti afek datar atau kurangnya komunikasi .

PPDGJ-III DSM-IV .

Diagnosis Banding • Depresi pasca skizofrenia merupakan salah satu diagnosa banding dari skizofrenia residual. Keduanya mempunyai kesamaan yakni gejala skizofrenia yang masih ada tapi tidak lagi mendominasi atau menonjol .

dapat meningkatkan gejala “negatif ” lebih dopamin di menonjol mesokortikal . skizofrenia residual. Pada golongan atipikal yang skizofrenia. Penatalaksanaan Pengobatan hanya adapun pengobatan dibedakan yang disarankan Tidak ada pengobatan berdasarkan gejala apa kepada pasien obat- yang spesifik untuk yang menonjol pada obat antipsikotik masing-masing subtipe pasien.

Antipsikotik Tipikal Antipsikotik Atipikal Klorpromazin Benzamide Sulpiride Levopromazin Clozapine Phenothiazine Pherphenazine Dibenzodiazepine Olanzapine Trifluoperazine Quentiapine Thiorodazine Bensixazole Risperidon Butyrophenone Haloperidol Diphenyl-butil- piperidine Pimozide .

kinerja psikomotor menurun. gynaecomastia). mata kabur. akathisia. antikolinergik / parasimpatolitik : mulut kering. sindrom parkinson) •Gangguan endokrin (amenorrhoe. hematologik (agranulocytosis) . metabolik (jaundice).2. hidung tersumbat. kesulitan miksi dan defekasi. TIO meningkat) •Gangguan ekstrapiramidal (distonia akut.3 mg Dosis harian : tab 2-6 mg/h Efek Samping Antipsikosis •Sedasi dan inhibisi psikomotor (rasa mengantuk. kewaspadaan berkurang. kemampuan kognitif menurun ) • gangguan otonomik ( hipotensi. Risperidon Sediaan : tab 1.

Prognosis .