You are on page 1of 142

Matematika 1 - bangrs 1

Materi
 Fungsi-fungsi di bidang teknik: bilangan dan  Aljabar Matriks : definisi determinan, notasi
interval, konsep dasar fungsi, beberapa fungsi determinan, minor dan kofaktor, nilai
determinan, aturan Sarrus, Ekspansi Laplace,
di bidang teknik. penggunaan determinan untuk
 Fungsi Trigonometri: derajat dan radian, menyelesaikan sistem persamaan linier, sifat-
perbandingan trigonometri, fungsi sinus, sifat determinan, operasi matriks, jenis-jenis
matriks, matriks transpose, invers matriks,
cosinus dan tangent, identitas trigonometri, penyelesaian sistem persamaan linier,
pemodelan gelombang menggunakan sin t metode Eliminasi Gauss, nilai eigen dan
dan cos t, persamaan trigonometri. vector eigen, beberapa aplikasi matriks untuk
teknik elektronika.
 Diferensial: pendekatan grafik untuk
 Vektor: definisi, notasi, aljabar vector,
diferensial, limit fungsi, kekontinyuan, hokum-hukum vector, vector satuan,
diferensial fungsi aljabar, diferensial beberapa komponen-komponen vector, translasi dan
fungsil perkalian dan pembagian, diferensial rotasi vektor, dot product, cross product,
fungsi implisit, titik optimum (maksimum dan triple product.
minimum) dari fungsi dengan satu atau lebih  Bilangan kompleks: bentuk-bentuk bilangan
kompleks, Teorema D'Moivre theorem,
peubah bebas, diferensial parsial. operasi bilangan kompleks, sifat-sifat
 Integral: integral tak tentu, integral parsial, bilangan kompleks, hokum-hukum bilangan
integral fungsi-fungsi trigonometri, integral kompleks, aljabar phasor.
pecahan parsial, integral rangkap dua atau
lebih, integral tutup (teorema Green).

Matematika 1 - bangrs 2

Referensi & Pembobotan Nilai
1) Croft A., Robert D.& Martin H., 2001,
Engineering Mathematics : A Pembobotan Nilai Akhir
Foundation for Electronic, Electrical,
Communications and Systems
Engineers, Prentice Hall.
2) Kreyszig E., 1988, Advanced Engineering
Mathemetics, Sixth Edition, John Willey
& Sons UAS, UTS,
3) Purcell EI., 1984, Calculus with Analytic 40% 40%
Geometry, Forth Edition, Prentice-Hall
Inc.
4) Spiegel MR & Wospakrik HJ,1991,
Analisis Vektor, Erlangga, Jakarta.
5) Anton HA., 2000, Elementary Linear
Algebra, 8th Edition, John Wiley & Sons. Tugas,
6) Stroud, KA, Engineering Mathematics, 20%
Fifth Edition,

Matematika 1 - bangrs 3

bangrs 4 .Matematika 1 .

bangrs 5 . Fungsi dapat digunakan untuk mendeskripsikan perubahan kuantitas.  Sebaliknya himpunan x di dalam X yang petanya adalah y elemen Y dinamakan peta invers (invers image) dari y.Pendahuluan  Suatu fungsi f dari X ke Y adalah suatu aturan di mana setiap anggota dari X menentukan dengan tunggal satu anggota dari Y. sebagai contoh:  Variasi/karakteristik tegangan yang melaluisebuah komponen elektronik terhadap waktu  Variasi/karakteristik posisi motor listrik terhadap waktu  Variasi/karakteristik kekuatan sinyal terhadap posisi atau waktu Pandang Hukum Ohm : V = I R Matematika 1 . simbol f-1(y).  X dibawa ke f(x). maka y = f(x) didalam Y dinamakan peta (image) dari x atau dinamakan harga fungsi f di x.

…}  Bilangan natural. dll. Z : 3 + 2j.00012876. 3 + j2. -2.53. 3. Q : 5/2. -1. dll.bangrs 6 . 2. …}  Bilangan rasional (p/q). 3)  1 < x < 3  Interval [1. R : 1. …}  Bilangan bulat positif. 0.  Bilangan irrasional (tidak dpt diekspresikan dalam p/q) : p. 2. N+ : {1. 1.  Bilangan bulat (integer). dll. dll. √2. 3 + 2i.  Kadang-kadang kita hanya mengamati pada bagian kecil saja atau interval tertentu dari suatu garis bilangan riil. 3)  1 ≤ x < 3 Matematika 1 .  Bilangan kompleks. N: {0. 3. 1. 45/1234.-1/7. 0.  Bilangan riil. -3. Contoh:  interval [1. Z : { …. 2. 3.Bilangan & Interval  Bilangan dapat dikelompokkan dalam beragam kelas atau himpunan. 3]  1 ≤ x ≤ 3  Interval (1.

bangrs 7 .Ilustrasi Interval Matematika 1 .

f(a). f(-1). f(0). f(-1). f(t+3). y(t/2). f(t). y(2-t2) Matematika 1 . f(3t/2-t)  Argument adalah input suatu fungsi  Contoh : y(t) = t2 + t Tentukan y(t + 2). f(0). f(a).Konsep Dasar Fungsi  Contoh :  Diberikan f(x) = 2x +1 Tentukan f(3).bangrs 8 . f(t+3). f(t). f(3t/2-t)  Diberikan f(x) = (3-x)/(x2+1) Tentukan f(3).

tutup-buka. tutup. domain dari variabel disajikan dengan interval ( himpunan bagian dari himpunan real).  Dalam pemakaian.Variabel Bebas dan Tak Bebas  Variabel x dalam pasangan berurutan (x. sedangkan y dinamakan variabel tak bebas (dependent variable).y) disebut variabel bebas (independent variable) atau argumen dari f.bangrs 9 .  Interval : buka. buka-tutup. Matematika 1 .

bangrs 10 . one to one function? Matematika 1 . many to one.Grafik Fungsi One to many.

Contoh Matematika 1 .bangrs 11 .

bangrs 12 .Contoh Matematika 1 .

bangrs 13 .Soal-soal Matematika 1 .

y) Matematika 1 .  Umumnya kita menggunakan t atau q sebagai notasi parameter  Contoh : x = t2 y = 2t . 0 ≤ t ≤ 5 Plot titik-titik (x.bangrs 14 .Definisi parametrik sebuah fungsi  Kadang-kadang penting untuk mengekspresikan koordinat x dan y dari variabel ketiga yang disebut sebagai parameter.

Komposisi Fungsi Penggabungan operasi dua fungsi secara berututan akan menghasilkan sebuah fungsi baru. Jika h(x) = 2x dan g(x) = x2 maka y(x) = 2x2 = 2(g(x)) = h(g(x)) Jika f(t) = 2t + 3 dan g(t) = (t + 1)/2 Tentukan f(g(t)) dan g(f(t)) 15 . Penggabungan tersebut disebut komposisi fungsi dan hasilnya disebut fungsi komposisi.

A B C
f g
x y z

x  A dipetakan oleh f ke y  B
ditulis f : x → y atau y = f(x)
y  B dipetakan oleh g ke z  C
ditulis g : y → z atau z = g(y)
atau z = g(f(x))

16

A B C
f g
x y z

gof
maka fungsi yang memetakan
x  A ke z  C
adalah komposisi fungsi f dan g
ditulis (g o f)(x) = g(f(x))

17

contoh 1
f : A → B dan g: B → C
didefinisikan seperti pada gambar
A B C
f g
a 1 p
2
b 3 q
Tentukan (g o f)(a) dan (g o f)(b)

18

Jawab: (g o f)(a) = ? A B C f g a 1 p 2 b 3 q f(a) = 1 dan g(1) = q Jadi (g o f)(a) = g(f(a)) = g(1) q 19 .

(g o f)(b) = ? A B C f g a 1 p 2 b 3 q f(b) = 3 dan g(3) = p Jadi (g o f) = g(f(b)) = g(3) = p 20 .

contoh 2 Ditentukan g(f(x)) = f(g(x)). Jika f(x) = 2x + p dan g(x) = 3x + 120 maka nilai p = … . 21 .

Jawab: f(x) = 2x + p dan g(x) = 3x + 120 g(f(x)) = f(g(x)) g(2x+ p) = f(3x + 120) 3(2x + p) + 120 = 2(3x + 120) + p 6x + 3p + 120 = 6x + 360 + p 3p – p = 360 – 120 2p = 240  p = 120 22 .

Tidak komutatif: fog≠gof 2. Bersifat assosiatif: f o (g o h) = (f o g) o h = f o g o h 3. Memiliki fungsi identitas: I(x) = x foI=Iof=f 23 .Sifat Komposisi Fungsi 1.

Invers Fungsi  f(f-1(x)) = f-1(f(x)) = x  Contoh :  f(x) = 5x maka f-1(x) = x/5  f(x) = 2x + 1. tentukan g-1(x) Matematika 1 .bangrs 24 . tentukan f-1(x)  g(x) = (x-1)/2.

Fungsi Kontinyu & Kontinyu sebagian-sebagian

Matematika 1 - bangrs 25

Fungsi Periodik

Matematika 1 - bangrs 26

Soal-soal

Matematika 1 - bangrs 27

Matematika 1 .bangrs 28 .

bangrs 29 .Derajat dan Radian Matematika 1 .

Matematika 1 - bangrs 30

Pemanasan
3x  2 x  1
2

Jika f ( x)  2
x  3x  2
Tentukan :

( A) xlim
 3
f ( x)
(B) xlim
1
f ( x)

(C) lim
x2
f ( x)

Matematika 1 - bangrs 31

Definisi
 f(x) dikatakan mempunyai limit L untuk
x  x0, bila setiap bilangan positif h yang diberikan,
dapat ditunjukkan bilangan positif d sedemikian
hingga untuk semua harga x yang memenuhi 0 < |x –
x0| < d berlaku
|f(x) – L| < h.
 Pernyataan 0 < |x – x0| < d berarti untuk semua x yang
memenuhi x0 – d < x < x0 + d.

Matematika 1 - bangrs 32

Ilustrasi Matematika 1 .bangrs 33 .

bangrs 34 .Matematika 1 .

Contoh Matematika 1 .bangrs 35 .

bangrs 36 .Kontinuitas Matematika 1 .

Matematika 1 .bangrs 37 .Kontinuitas  Fungsi f(x) adalah kontinu di titik x = x0 jika limit kiri dan limit kanan dari f(x) adalah sama. bila untuk setiap h > 0 dapat dicari bilangan positif d sedemikian hingga |f(x) – f(x0)| < h untuk |x – x0| < d atau x0 – d < x < x0 + d.  Fungsi f(x) adalah kontinu di titik x = x0.

Soal-soal Matematika 1 .bangrs 38 .

Matematika 1 .bangrs 39 .

Turunan Fungsi Aljabar Matematika 1 .bangrs 40 .

Secara Geometri Matematika 1 .bangrs 41 .

Matematika 1 .bangrs 42 .

bangrs 43 .Turunan Baku Matematika 1 .

bangrs 44 .Matematika 1 .

bangrs 45 .Fungsi dari Suatu Fungsi Matematika 1 .

Matematika 1 .bangrs 46 .

bangrs 47 .Perkalian & Pembagian Matematika 1 .

bangrs 48 .Contoh Matematika 1 .

Soal-soal Matematika 1 .bangrs 49 .

u.bangrs 50 .  Solusi : memakai turunan logaritmik (natural) Matematika 1 . v. Bagaimana jika fungsinya lebih dari dua?  Contoh :  y = uvw  y = uv/w  y = u/vw  y = tu/vw  Dll. w adalah fungsi dalam x. di mana t.

bangrs 51 .Contoh Matematika 1 .

Soal-soal Terapan Matematika 1 .bangrs 52 .

bangrs 53 .  Contoh :  y = xy + sin y – 2  x2 + 2xy + 3y2 = 4 Matematika 1 .Fungsi Implisit  Jika y terdefinisi sepenuhnya oleh x maka y disebut fungsi eksplisit dari x.  Contoh :  y = x4 – 3x2 + 1  Y = 3x2 + cos x  Kadang tidak dapat/tidak perlu y dipisah sendiri. maka y disebut fungsi implisit dari x.

Contoh : Matematika 1 .bangrs 54 .

Soal-soal Campuran Matematika 1 .bangrs 55 .

bangrs 56 .Titik Balik (maks/Min)  Macam-macam :  Titik maksimum  Titik minimum  Titik belok  Titik balik : turunan pertama = nol  Turunan kedua :  Negatif  titik maksimum  Positif  titik minimum  Nol  titik belok Matematika 1 .

Ilustrasi y=f(x)=x^3/3-25*x+6 d2y/dx2=2*x 100 25 80 20 60 15 10 40 5 20 0 dy2 y 0 y -15 -10 -5 -5 0 5 10 15 -15 -10 -5 -20 0 5 10 15 -10 -40 -15 -60 -20 -80 -25 -100 x dy/dx=x^2-25 80 60 40 20 dy y 0 -15 -10 -5 0 5 10 15 -20 -40 x Matematika 1 .bangrs 57 .

bangrs 58 .Soal-soal Matematika 1 .

bangrs 59 .Soal cerita Matematika 1 .

Turunan Parsial  Misal z = f(x.bangrs 60 .y) = x2-4xy+y3  Variabel x dan y merupakan fungsi dari variabel z  Variabel z bergantung pada variabel x dan y  Variabel z dipengaruhi oleh variabel x dan y  Bagaimana perubahan z terhadap x jika y konstan? z  2x  4 y x  Bagaimana perubahan z terhadap y jika x konstan? z  4 x  3 y 2 y  Bagaimana perubahan z thd y. kemudian thd x 2 z   z       xy x  y  x    4 x  3 y 2  4 Matematika 1 .

. . n E   ( y i  a  bx i ) 2 i 1 Matematika 1 . . .y).bangrs 61 . x y z xy yx xyz ( x 2  4 xy) 4 xy 2 3 w (x 2 ) (3 x  2 yz ) z3 w z ( x 2  4 xy2 ) 3 yz 3 w z3  Tentukan nilai a dan b berdasarkan informasi data sampel berpasangan (x.Soal-soal w w w d 2w  2w d 3w  Tentukan .

Matematika 1 .bangrs 62 .

Apa beda sigma & integral? Matematika 1 .bangrs 63 .

bangrs 64 .Integral Baku Matematika 1 .

Contoh  2 sinh xdx  2 cosh x  c 1 5x  e dx  5 e  c 5x 4 7 5  4 x dx  7 x  c  x dx  5 ln x  c 6 x 1 3 5 2  5 dx  ln 5  c  x dx   x dx  x  c x 2 2 3 Matematika 1 .bangrs 65 .

bangrs 66 .Fungsi Suatu Fungsi Linier Matematika 1 .

Integral dalam bentuk f’(x)/f(x) dan f(x)f’(x) Matematika 1 .bangrs 67 .

bangrs 68 .Soal-soal Matematika 1 .

Integral Parsial Matematika 1 .bangrs 69 .

bangrs 70 .Contoh Matematika 1 .

bangrs 71 .Soal-soal Matematika 1 .

Integral Dengan Pecahan Parsial Matematika 1 .bangrs 72 .

bangrs 73 .Contoh Matematika 1 .

Contoh Matematika 1 .bangrs 74 .

Soal-soal Matematika 1 .bangrs 75 .

Integral Lipat Dua Matematika 1 .bangrs 76 .

Ronny Susetyoko Matematika 1 .bangrs 77 .

det(A) adalah jumlah semua hasil kali dasar bertanda dari A.  Notasi : det(A) atau |A| atau |aij| Matematika 1 .bangrs 78 . atau  Determinan ordo n ialah suatu skalar yang terkait dengan sebuah matriks bujur sangkar A yang berordo n. fungsi determinan.Definisi  Asumsikan A adalah suatu matriks bujur sangkar.

bangrs 79 .Contoh Matematika 1 .

Minor & Kofaktor Determinan  Jika A adalah suatu matriks bujur sangkar. maka Minor elemen aij (Mij) didefinisikan sebagai determinan sub-matriks yang masih tersisa setelah baris ke-i dan kolom ke-j dihilangkan  Kofaktor elemen aij dinyatakan sebagai kij = (- 1)i+j Mij Matematika 1 .bangrs 80 .

bangrs 81 .Menghitung Minor dan Kofaktor Matematika 1 .

bangrs 82 . Lebih mudahnya apakah kofaktor bertanda + atau – adalah menggunakan ’papan periksa’ sebagai berikut : Matematika 1 . sebaliknya jika pangkatnya ganjil maka kij = -mij. Jika pangkatnya genap maka kij=mij. Beda Kofaktor & Minor  Kofaktor dan minor suatu elemen aij hanya berbeda tanda.

Nilai Determinan a).bangrs 83 . Aturan Sarrus (n <= 3) Matematika 1 .

Nilai Determinan b). Ekspansi Laplace (n >= 3) Nilai determinan adalah jumlah perkalian elemen-elemen dari sebarang baris atau kolom dengan kofaktor-kofaktornya.bangrs 84 . Matematika 1 .

kemudian bandingkan hasilnya!  Tips : Pilih baris atau kolom yang banyak mengandung elemen nol. Ekspansi Laplace baris ke – 1 : Coba gunakan ekspansi Laplace pada baris- baris atau kolom-kolom yang lain.bangrs 85 . Matematika 1 . Contoh :  Dari soal sebelumnya.

bangrs 86 . Sifat-Sifat Determinan 1. det(A) = 0 jika dalam suatu baris/kolom semua elemennya nol 2. det(A) = det(AT) Matematika 1 .

Dari soal sifat 2). Sifat-Sifat Determinan 3).bangrs 87 . Nilai determinan menjadi k kali bila dalam satu baris/kolom dikalikan dengan k (suatu skalar). baris 1 dikalikan dengan 5 menjadi : Matematika 1 .

det(A) = 0 jika 2 baris/kolom sebanding.bangrs 88 . Nilai determinan berubah tanda jika dua baris/kolom ditukar tempatnya Matematika 1 . 5. Sifat-Sifat Determinan 4.

baris 1 ditambah 3 kali baris 2 : 7).bangrs 89 . Nilai determinan tidak berubah jika baris/kolom ke – i ditambah k kali baris/kolom ke – j. Elemen sebuah baris/kolom memuat 2 buah suku maka determinan tersebut dapat ditulis sebagai jumlah determinan. Matematika 1 . Dari soal sifat 6). Sifat-Sifat Determinan 6).

Teorema  Jika A adalah matriks segitiga n x n (segitiga atas.  Catatan Untuk mempermudah perhitungan nilai determinan. dapat menggunakan sifat-sifat tersebut. atau diagonal). yaitu det(A) = a11a22. Matematika 1 .. segitiga bawah. maka det(A) adalah hasil kali elemen-elemen diagonal utamanya.bangrs 90 ..ann .

Contoh Matematika 1 .bangrs 91 .

bangrs 92 . Sifat-Sifat Lain  Jika A dan B adalah matriks bujur sangkar dengan ukuran yang sama.  Jika A dapat diinverskan. maka det(AB) = det(A) det(B). maka : Matematika 1 .  Suatu matriks bujur sangkar ada inversnya jika det(A) 0.

Manfaat  penyelesaian sistem persamaan linier  menghitung matriks invers  menentukan karakteristik suatu sistem linier Matematika 1 .bangrs 93 .

bangrs 94 .Penyelesaian Sistem Persamaan Linier Matematika 1 .

dan l suatu skalar} Sistem ini merupakan sistem linier homogen tersamar.Sistem Persamaan Linier Berbentuk Ax = lx Banyak aplikasi aljabar linier yang membahas masalah sistem n persamaan linier dalam n peubah yang dinyatakan dalam bentuk : Ax = lx {A matriks bujur sangkar.bangrs 95 .lI )x = 0 *) Matematika 1 . x vektor. karena dapat ditulis ulang sebagai : Ax = lx  Ax – lx = 0 atau dengan menyelipkan matriks identitas dan memfaktor-kannya : (A .

bangrs 96 .Contoh Matematika 1 .

campuran bahasa Jerman & Inggris. Yang Menarik?  Masalah utama yang menarik dalam sistem linier *) adalah menentukan nilai-nilai l di mana sistem tersebut mempunyai suatu penyelesaian tak-trivial.lI )x = 0 mempunyai penyelesaian tak trivial jika dan hanya jika :   disebut persamaan karakteristik  Catatan : eigen value.bangrs 97 . Maka penyelesaian tak trivial dari *) disebut vektor eigen dari A yang berpadanan dengan l. Matematika 1 .  Sistem (A . yang berarti nilai yang tepat atau akar laten atau akar ciri. Nilai l disebut suatu nilai karakteristik atau nilai eigen dari A.

Soal Latihan Matematika 1 .bangrs 98 .

Soal Latihan Matematika 1 .bangrs 99 .

Soal Latihan Matematika 1 .bangrs 100 .

bangrs 101 .Matematika 1 .

Definisi  Himpunan skalar dari bilangan real/ kompleks yang disusun dalam empat persegi panjang menurut baris/kolom.bangrs 102 . Matematika 1 .

bangrs 103 .Operasi Matriks  Penjumlahan (syarat : ordo sama)  Perkalian skalar dengan matriks  Perkalian matriks (syarat : jumlah kolom matriks-1 = jumlah baris matriks-2) Matematika 1 .

Jika AB = AC  belum tentu AB = AC atau B = C Matematika 1 . (A + B)C = AC + AB  H. AB BA  general 5. Distributif II 3. Asosiatif 4. A(B + C) = AB + AC  H. 6.bangrs 104 . AB = 0  tidak harus A = 0 atau B = 0 atau A & B nol. Distributif I 2.Hukum-Hukum 1. A(BC) = (AB)C  H.

Matriks Bujur sangkar (jumlah baris = jumlah kolom) 2.bangrs 105 . Jenis-Jenis Matriks 1. Matriks Diagonal Matematika 1 .

bangrs 106 .Jenis-Jenis Matriks Matematika 1 .

bangrs 107 .Jenis-Jenis Matriks Matematika 1 .

bangrs 108 .Jenis-Jenis Matriks Matematika 1 .

Jenis-Jenis Matriks Matematika 1 .bangrs 109 .

bangrs 110 .Jenis-Jenis Matriks Matematika 1 .

Matematika 1 .Jenis-Jenis Matriks Yang Lain  Matriks Bidiagonal Atas  Matriks Bidiagonal Bawah  Matriks Tridiagonal  Matriks Hermitian  Matriks Singular  dll.bangrs 111 .

Penyelesaian Sistem Persamaan Linier  Metode grafis ( maksimum 3 variabel)  Eliminasi  Subtitusi  Determinan  Eliminasi Gauss  Gauss-Jordan  Gauss-Seidel  Dll. Matematika 1 .bangrs 112 .

 Juga disebut Operasi Baris Elementer (OBE) Matematika 1 .Operasi Dasar  Operasi Dasar Persamaan  Pertukaran tempat dua persamaan  Perkalian persamaan dengan konstanta bukan nol  Penjumlahan kelipatan persamaan yang satu ke persamaan lain  Operasi Dasar Baris  Pertukaran tempat dua baris  Perkalian baris dengan konstanta bukan nol  Penjumlahan kelipatan baris yang satu dengan yang lain.bangrs 113 .

Matematika 1 .bangrs 114 .Rank (Pangkat) Matriks  Banyaknya vektor baris yang bebas linier dalam suatu matriks  Banyaknya maksimum vektor-vektor kolom yang bebas linier dalam suatu matriks  Jika matriks bujur sangkar : ordo minor terbesar suatu matriks yang determinannya tidak nol.

Matematika 1 .Kebebasan dan ketidakbebasan linier  Bebas linier jika p baris mempunyai rank p. Tidak bebas linier jika rank < p.bangrs 115 .

 Jika r < n maka sistem mempunyai solusi tak berhingga.bangrs 116 . jika rank-nya sama dengan jumlah variabel ( r = n).  Jika solusi ada maka dapat diselesaikan dengan Eliminasi Gauss. Matematika 1 .Solusi Sistem Persamaan Linier  Tidak mempunyai solusi jika matriks A dan matriks augmented A mempunyai rank yang sama.  Solusi tunggal.

Lebih detail akan dijelaskan di mata kuliah Aljabar Matriks. Elektronika)  Transformasi Linier  Curve Fititing (Interpolasi & Regresi Linier)  Markov Chains  Programa Linier  Assignment (Penugasan)  Database  Analisis Komponen Utama (termasuk Trans.Penerapan  Soal-soal terapan H.bangrs 117 .Linier)  Catt. Matematika 1 . Kirrchoff I dan II ( T.

terlebih dahulu bentuk matrik diubah menjadi augmented matrik . Untuk menggunakan metode eliminasi Gauss ini.bangrs 118 . Matematika 1 . yaitu menghilangkan atau mengurangi jumlah variabel sehingga dapat diperoleh nilai dari suatu variable bebas. Cara eliminasi ini sudah banyak dikenal.Eliminasi Gauss  Eliminasi Gauss merupakan pengembangan dari dari cara eliminasi.

bangrs 119 .Augmented Matrix Matematika 1 .

Matematika 1 .bangrs 120 .

Matematika 1 .bangrs 121 .

Matematika 1 .bangrs 122 .

bangrs 123 .Matematika 1 .

Matematika 1 .bangrs 124 .

Matematika 1 .bangrs 125 .

bangrs 126 .Matematika 1 .

bangrs 127 .Matematika 1 .

bangrs 128 .Matematika 1 .

Matematika 1 .bangrs 129 .

bangrs 130 .Matematika 1 .

bangrs 131 .Matematika 1 .

bangrs 132 .Matematika 1 .

Matematika 1 .bangrs 133 .

Matematika 1 .bangrs 134 .

Matematika 1 .bangrs 135 .

bangrs 136 .Matematika 1 .

bangrs 137 .Matematika 1 .

bangrs 138 .Matematika 1 .

Matematika 1 .bangrs 139 .

bangrs 140 .Matematika 1 .

bangrs 141 .Matematika 1 .

bangrs 142 .Matematika 1 .