You are on page 1of 15

REFERAT

SPOROTRIKOSIS
Pembimbing :
Dr. Sofwan S. Rachman, SpKK

Chandrika Karisa Adhalia - 2012730021

DEFINISI INFEKSI JAMUR PROFUNDA YANG KRONIS DAN DITANDAI DENGAN ADANYA PEMBESARAN KELENJAR GETAH BENING SERTA LESI YANG BERUPA NODUL LUNAK DAN MUDAH PECAH LALU MEMBENTUK ULKUS YANG INDOLEN. SINONIM : ROSE GARDENER’S DISEASE .

ETIOLOGI – INFEKSI JAMUR DIMORFIK  Sporothrix schenkii .

aster). Schenckii B A N G A Koloni muda berwarna putih  menghasilkan Koloni tua berwarna N fase ragi sebagai hitam. . M S. bentuk dimorfiknya.P E R K Konidia sederhana sel-sel bertunas E berbentuk ovoid berbentuk sferis (menyerupai bunga sampai ovoid.

EPIDEMIOLOGI .Beriklim Sedang dan Tropis .

FAKTOR PREDISPOSISI .

PATOGENESIS Sehingga Menyebar dapat masuk kembali ke tulang. tendon Limfokutaneus hematogen Menyebar melalui saluran limfatik Inokulasi kutaneus . melalui sendi.

KLASIFIKASI SPOROTRIKOSIS BERDASARKAN LESI LIMFOKUTANEUS FIXED CUTANEUS SPOROTRIKOSIS SPOROTRIKOSIS .

KLASIFIKASI SPOROTRIKOSIS DISSEMINATED EKSTRAKUTANEUS SPOROTRIKOSIS SPOROTRIKOSIS (SISTEMIK) .

PEMERIKSAAN PENUNJANG – BIAKAN JAMUR .

DIAGNOSIS BANDING Mikobakterium Tuberkulosis marinum kutis Leismaniasis .

Gagal Amfoterisin B 3-4 mg/kg/hari Alternatif II : Larutan jenuh (potassium iodida) 3x 4-6 ml/hari selama 3-4 pekan. . Terbinafine 250 mg/hari. PENATALAKSANAAN Anti Jamur oral  Itrakonazol. Terbinafine Alternatif I : Itrakonazol 200 mg/hari.

baju lengan panjang. dan celana panjang dapat menurunkan resiko terifeksi Semak mawar. povidone Cairan lain dengan aktivitas anti jamur iodine Pakaian pelindung seperti sarung tangan. . PENCEGAHAN Menggunakan sarung tangan Menangani atau merawat hewan Khususnya kucing. rumput kering. kulit. tanaman Tanaman lain nya yang dapat menusuk berduri. Mencuci tangan secara keseluruhan Menggunakan chlorhexidine.

88-9. 2016. and Jean-Paul. Ortonne. New York: McGraw-Hill. et al. p.mycology. Elsevier Inc. Cutaneous and subcutaneous mycoses dalam Clinical Mycology.. and Irwin M. Diakses tanggal 9 Juni 2017. – Burgess. Andrew’s Disease of the Skin 11th Edition.aapublications. p. – Center for Food Security and Public Health. Edisi VII (Editor: Klaus Wolff. Practice guideline guidelines for the management of patients with sporotrikosis dalam Clinical Infectious Disease. Clinical Dermatology 4th edition. Cheryl M. Available from: – URL:http://www. 2008. 2009. et al. Spain: Elsevier.com. – James. Available from: URL: http://www. – Miller.dkk.br/aabc. Deep fungal infection dalam Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. D. 367-69. 2011.scielo. Elsevier. Carol A. 2005. 2010.. Jeffrey. Available fro: URL: http://www. et al.medscape. Available from: URL: http://www. Fitzpatrick's Dermatology in General Medicine 8th Edition. Volume I. – Mendoza. 30: 684-7.dkk). – Burns. – Bolognia. 2009.iastate. dkk). DAFTAR PUSTAKA – Hay. – Bolognia. et al. diakses tanggal 9 Juni 2017.. 2004. 2008. Edisi III (Editor: Djuanda Adhi. p. Sporotrichosis. Jean L. New York: Elsevier.dkk. Tony. Diakses tanggal 9 Juni 2017. 2012.aapredbook. Thomas B. . – Anonim. 36. Jean L. Mikosis dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. – Lopes-Bezerra. Roderick J. Leila M.edu.dtl. Freedberg. dkk. ISSN 0001-3765. 2012.adelaide. Diakses tanggal 9 Juni 2017. Dermatologic manifestation of sporotrichosis. Cosmetic Dermatology. – Kauffman. 2011. Passeron. Switzerland: Springer.org/week/iotw091707. p.70 – Fitzpatrick. Rook’s Textbook of Dermatology 8th edition. – Thierry. Elias. 1831-6. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.au/Mycoses/Subcutaneous/Sporotrichosis/. Sporotrichosis dalam Red Book Online. New York: Springer. Oxford: Wiley-Blackwell. Sporothrix schenkii and sporotrichosis dalam Annals of Brazilian Academy of Science.dkk). William.edu. Dermatology. – Anonim. Edisi II (Editor: Anaissie. 2008. Natalia.dkk. 2014. Massachusetts: Blackwell Publishing.emedicine. Diakses tanggal 9 Juni 2017. 2013. Unandar. New York: The McGraw-Hill Company. – Budimulja. dkk). Sporotrichosis. Scott D. Subcutaneous mycosis dalam Dermatology. 2010. Atlas of Pigmentary Disorders. – Weller. Richard. Edisi II (Editor: Callen. Available from: URL: http://www..cfsph.

TERIMA KASIH .