You are on page 1of 26

LAPORAN KASUS

EPIDURAL HEMATOM
PADA
TRAUMA KAPITIS SEDANG
Oleh :
Wawan Yudi Hartono, S.Ked
007 084 0066

Pembimbing :
dr. Trajanus L. Jembise, Sp.B

Jenis cedera kepala • Fraktur • Luka memar (kontusio) • Laserasi (luka robek atau koyak) • Abrasi • Avulsi .

 Laserasi kulit kepala  Fraktur tulang kepala  Fraktur linier  Fraktur diastasis  Fraktur kominutif  Fraktur impresi  Fraktur basis kranii  Cedera otak fokal  Cedera otak difus .  Berdasarkan morfologi cedera kepala. Klasifikasi cedera kepala  Berdasarkan mekanismenya cedera kepala dikelompokkan menjadi dua yaitu :  Cedera kepala tumpul.  Cedera tembus.

• Cedera kepala sedang dengan nilai GCS 9 – 13. • Cedera kepala ringan dengan nilai GCS 14 – 15.Klasifikasi cedera kepala berdasarkan beratnya. • Cedera kepala berat dengan nilai GCS ≤ 8. .

Penatalaksanaan cedera kepala • Cidra kepala ringan:  Perawatan selama 3-5 hari  Mobilisasi bertahap  Terapi simptomatik  Observasi tanda vital • Cidra kepala sedang :  Perawatan selama 7-10 hari  Anti cerebral edem  Anti perdarahan  Simptomatik  Neurotropik  Operasi jika ada komplikasi • Cidra kepala berat :  Seperti pada CKS  Antibiotik dosis tinggi  Konsultasi bedah saraf .

LAPORAN KASUS Identitas Pasien Nama : Tn. J Umur : 50 Tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Agama : Kristen Protestan Status : Menikah Pekerjaan : Swasta Pendidikan Terakhir : SMU Alamat : Santarosa Tgl masuk : 23/07/2013 .

lendir atau gigi palsu. Jalan napas (Airway)  Bebaskan jalan napas dari lidah yang turun ke belakang dengan posisi kepala ekstensi.  Isi lambung dikosongkan melalui pipa nasogastrik untuk menghindari aspirasi muntahan. darah. .  Jika perlu dipasang pipa orofaring atau pipa endotrakheal. Primery Survey a.  Bersihkan sisa muntahan.

atau ataksik. atau infeksi. Kelainan sentral disebabkan oleh depresi pernapasan yang ditandai dengan pola pernapasan Cheyne Stokes. emboli paru. 10-15 liter/menit. Kelainan perifer disebabkan oleh aspirasi. hiperventilasi neurogenik sentral. Pernapasan (Breathing) Gangguan pernapasan dapat disebabkan oleh kelainan sentral atau perifer. intermiten • Cari dan atasi faktor penyebab • Jika perlu gunakan ventilator . edema paru.b. trauma dada. Tatalaksana: • Oksigen dosis tinggi.

atau sementara dengan cairan isotonik NaCl 0. Perbaikan fungsi jantung. hentikan sumber perdarahan. .9%. mengganti darah yang hilang. Sirkulasi (Circulation)  Kontrol tekanan darah dan cegah Hipotensi  Jika terdapat pendarahan.c.

mual (+). pusing (+). datang ke RS dengan keluhan penurunan kesadaran sejak ± 2 jam sebelum masuk rumah sakit. lebam pada wajah dan mata sebelah kiri. tidak mengingat kejadian selanjutnya. setelah itu os. terjatuh dari motor akibat terserempet mobil dari belakang. muntah darah (+) 5 kali saat di RS. . perdarahan hidung (+). kejang (-). RPS : OS. Secondery Survey Keluhan Utama : Penurunan kesadaran. karena kecelakaan lalulintas.

Mulut &Leher : (Dalam Batas Normal) Thorax : Paru-paru : Inspeksi. & Auskultasi (Dalam Batas Normal) Jantung : Inspeksi. Perkusi. CA (-/-). RC (+ / +) Telinga : Bentuk normal. Palpasi. Sekret (+/+) darah. Pemeriksaan Fisik Status Generalis (Awal masuk IGD RSU Dok 2) Keadaan umum : Tampak Gelisah Kesadaran : Delirium GCS : E2V3M4 Tanda Vital : TD: 150 / 110 mmHg Nadi : 105 x / menit Suhu : 37. turgor kulit baik Ekstremitas : ekstremitas superior et inferior tidak tampak kelainan . & Auskultasi (Dalam Batas Normal) Genitalia eksterna : Laki-laki Kulit : warna sawo matang. Palpasi. Perkusi & Auskultasi (Dalam Batas Normal) Abdomen : Inspeksi. serumen (-/-) Hidung : Bentuk normal. Palpasi. Pupil isokor Ø 3 mm. Perkusi.8 ºC Pernafasan : 24 x / menit Mata : Palpebra (S) oedem. SI (-/-).

Pemeriksaan Penunjang Laboratorium : 23-07-2013 Hb : 10.3 g/dl Leukosit : 11.5 x 103 / µl GDS : 154 mg% .

Pemeriksaan Radiologi Rongsen Skul Dan Servikal .

MRI .

.

dengan GCS E2V3M4 dan terdapat vulnus laceratum berukuran 1x2 cm pada bagian frontal. dari pemeriksaan radiologi pada rongsen kepala tidak tampak fraktur dan dari MRI tampak epidural hematom. Berdasarkan pemeriksaan fisik didapatkan. Keadaan umumnya tampak gelisah. TD: 150/110 mmhg. Resume Telah dilakukan pemeriksaan pada seorang laki- laki berusia 50 tahun yang datang ke IGD RSU Jayapura dengan keluhan penurunan kesadaran akibat kecelakaan lalulintas. abdomen dan ekstemitas dalam batas normal tak terdapat kelainan. terdapat racon eye. R: 24 x/m.80C. N: 105 x/m. Hasil pemeriksaan darah rutin terdapat peningakatan leukosit. perdarahan aktif dari hidung. kesadaran : delirium. . thorax. S:37.

• Vulnus Laceratum.Diagnosis Kerja : • Cidera Kepala Sedang GCS (E2V3M4) • Epidural Hematom. .

PENATALAKSANAAN A AIRWAY & C-SPINE CONTROL BBREATHING CCIRCULATION .

vdfv .

vdfv .

dan riwayat mengkomsumsi alcohol saat terjatuh (-). . Pasien dapat membuka mata dengan rangsangan. Pada pasien terdapat mual (+). muntah (+) sebanyak 5 kali. Dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan terhadap pasien ini didapatkan: Pasien mengalami penurunan kesadaran dengan GCS 9. sesak (+). Maka menurut klasifikasi cedera kepala berdasarkan beratnya pasien masuk ke dalam golongan Cedera Kepala Sedang (CKS : GCS E2V3M4). terdapat muntah 5 kali selama dirumah sakit. tidak dapat mengikuti perintah tetapi masih merasakan rangsangan nyeri yang diberikan. Pada pasien didapatkan vulnus laceratum berukuran 1 x 2 cm pada dahi kiri pasien. keadaan umum tampak gelisah. kesadaran delirium. kejang (-). nyeri pada kepala (+). PEMBAHASAN Laki-laki umur 50 tahun datang dengan keluhan tidak sadarkan diri akibat terjatuh dari motor.

. Menurut klasifikasi cedera kepala berdasarkan mekanismenya pada pasien ini merupakan cedera kepala tumpul karena terjatuh dari motor dan kepala terbentur benda keras. Klasifikasi cedera kepala berdasarkan morfologi cedera kepala didapatkan pada pasien ini adalah penurunan kesadaran dan gelatasi pupil ipsilateral sehingga dapat dikatakan kemungkinan pada pasien ini terjadi perdarahan epidural dan terdapat fraktur basis kranii fossa posterior karena terdapat racon eye dan perdarahan nasal..Lanjutan .. ..

Pada pasien ini dari hasil rontgen tidak terdapat fraktur atau pun perdarahan. Dari pemeriksaan darah terdapat peningkatan leukosit yang merupakan tanda adanya infeksi. dan pemeriksaan radiologi yang di gunakan yaitu. Untuk mengatahui fraktur basis kranii sebaiknya dilakukan CT-Scan namun tidak dapat dilakukan pada RSU karena tidak terdapat fasilitas. Indikasi dilakukan rontgen skull (AP/LAT) adalah GCS <15... Pada hasil MRI ditemukan hematom yang terletak antara duramater. Pada pasien ini pemeriksaan dilakukan pemeriksaan penunjang darah rutin. rontgen skull dan MRI kepala.. dan terdapat vulnus laseratum pada kepala.Lanjutan . kimia lengkap. .. Pemeriksaan penunjang radiologi bertujuan untuk menentukan fraktur dan perdarahaan.

.. breathing. . obat-obat neuroprotektor untuk mencegah kerusakan saraf. Terapi pada pasien ini diberikan penangana primeri survey: airway.. obat-obat lambung untuk melindungi mukosa lambung dan mengatasi gejala- gejala peningkatan asam lambung.Lanjutan . asam traneksamat untuk menurunkan perdarahan. circulations dan disebiliti. antibiotik untuk mengatasi infeksi.. manitol untuk menurunkan udem serebri. kemudian seconderi survey mentenece cairan mengunakan cairan kritasloid.