You are on page 1of 24

EXIT

PRESENTATION RADIASI PROTEKSI RADIASI

Radiasi adalah pancaran energi melalui


suatu materi atau ruang dalam bentuk
panas, partikel atau gelombang
elektromagnetik atau cahaya (foton) dari
sumber radiasi.
Radiasi Radiasi
berdasarkan berdasarkan
sumbernya jenisnya

Radiasi buatan Radiasi non


Radiasi alami Radiasi pengion
pengion
EXIT
PRESENTATION RADIASI PROTEKSI RADIASI

Proteksi radiasi adalah suatu cabang


ilmu pengetahuan atau teknik yang
mempelajari masalah kesehatan
manusia maupun lingkungan dan
berkaitan dengan pemberian
perlindungan kepada seseorang atau
sekelompok orang ataupun kepada
keturunannya terhadap kemungkinan
yang merugikan kesehatan akibat
paparan radiasi.
1. Mencegah terjadinya efek non
stokastik yang membahayakan
2. Meminimalkan terjadinya efek
stokastik hingga ke tingkat yang cukup
rendah yang masih dapat diterima oleh
individu dan lingkungan di sekitarnya.
Nilai batas dosis seluruh tubuh untuk
pekerja
Nilai Batas Dosis (NBD) adalah nilai dosis efektif atau dosis tara yang tidak boleh
dilampaui dalam jangka waktu tertentu, tidak tergantung laju dosis, baik penyinaran
eksternai maupun internal
DOSIS EFEKTIF
Mis: seorang menerima dosis ekivalen 100 mSv
pada paru-paru, 70 mSv pada hati, dan 300 mSv
pada tulang.

Dosis Efektifnya= (100 X 0,12) + (70 X 0,05) + (300


X 0,01) = 18, 5 mSv.

jadi, resiko akibat menerima radiasi pada


beberapa organ tubuh tersebut akan sama dengan
resiko jika ia menerima dosis ekivalen 18,5 mSv
secara merata pada seluruh tubuh.
Proteksi radiasi
pada manusia

PROTEKSI
RADIASI
Proteksi radiasi
pada lingkungan
Proteksi Radiasi Pada Manusia
Pemantauan Dosis
Eksternal
Pemantauan Dosis
Pemantauan Dosis
Internal

Nilai Batas Dosis


Pengaruh Waktu
Proteksi
Radiasi Pada Proteksi Terhadap
Pengaruh Jarak
Manusia Sumber Eksternal
Pengunaan Perisai
Radiasi
Pengawasan Dalam
Pemanfaatan
Teknik Nuklir
Pemantauan dosis
Dengan program pemantauan dosis pekerja
secara ketat, penerimaan dosis oleh para pekerja
radiasi akan tetap terkontrol dan dapat diambil
tindakan proteksi secepat mungkin apabila jumlah
penerimaan dosis akumulasinya melampaui nilai batas
dosis yang telah ditetapkan.
Pemantauan dosis radiasi dibedakan menjadi 2
macam yaitu:
Pemantauan dosis eksternal dan pemantauan dosis
internal.
Pemantauan dosis
eksternal

Dalam melakukan pengukuran radiasi,


manusia harus mengandalkan pada
kemampuan alat ukur radiasi . Dalam hal
pemantauan dosis perorangan , manusia
mengandalkan pada dosimeter perorangan.
Pemantauan dosis internal

Pemantauan dosis internal dilakukan terhadap


pekerja yang menggunakan sumber terbuka
dan mempunyai potensi kemasukan zat
radioaktif ke dalam tubuhnya dalam jumlah
yang cukup berarti. Pemantauan dosis internal
dimaksudkan untuk mengetahui jumlah dan
jenis zat radioaktif yang mengendap dalam
organ tubuh tertentu dan
menginterpretasikan jumlah dosis yang
mungkin diterima organ itu.
Pemantauan dosis internal
pemeriksaan/pengambilan
sampel biologis dari dalam tubuh
seperti urine, faeces dan darah
yang dikenal dengan istilah bio-
Cara assay
Pemantauan
teknik pemeriksaan langsung
radiasi internal menggunakan alat pencacah
radiasi seluruh tubuh (whole
body counter, WBC),,

teknik pencacahan langsung


terhadap organ-organ tertentu
seperti pencacahan kelenjar
gondok dan paru-paru.
Proteksi terhadap sumber eksternal

Bahaya radiasi dari sumber-sumber eksternal ini dapat dikendalikan dengan


mempergunakan tiga prinsip dasar proteksi radiasi, yaitu
Pengaturan Waktu
Seorang pekerja radiasi yang berada di dalam medan radiasi akan menerima
dosis radiasi yang besarnya sebanding dengan lamanya pekerja tersebut
berada di dalam medan radiasi.
Pengaruh jarak
Semakin dekat tubuh kita dengan sumer radiasi maka paparan radiasi yang
kita terima akan semakin besar.
Penggunaan Perisai Radiasi
Sifat dari bahan perisai radiasi ini harus mampu menyerap energi radiasi
(untuk sinar beta dan neutron) atau melemahkan intensitas radiasi (untuk
sinar-X dan gamma). Perisai radiasi gamma secara kualitatif maupun
kuantitatif berbeda dengan perisai untuk sinar beta maupun neutron.
Pengawasan dalam pemanfaatan
teknik nuklir
DiIndonesia, pengawasan terhadap radiasi dilaksanakan
oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).
Dengan ketentuan :
1. Untuk pekerja:
Dosis efektif sebesar 20 mSv/tahun rata-rata selama 5
tahun tertentu
Dosis efektif sebesar 50 mSv dalam 1 tahun tertentu.
2. Untuk anggota masyarakat
Dosis efektif sebesar 1 mSv dalam satu tahun
Proteksi Radiasi Pada Lingkungan

1. Pemonitoring Lingkungan Secara


Kontinyu.
2. Pembangunan Instalasi Udara.
3. Penentuan Batas Daerah
Daerah pengawasan : 15 mSv (1.500 mrem)/tahun
Daerah radiasi sangat rendah : 1-5 mSv/ tahun
Daerah dosis rendah : 5-15 mSv/ tahun
Daerah pengendalian : > 15 mSv/ tahun
Daerah Radiasi :
o Daerah radiasi sedang : 15-50 mSv/ tahun
o Daerah radiasi tinggi : >50 mSv/ tahun
Daerah kontaminasi :
o Daerah kontaminasi sedang:
0-0,37 Bq/cm : sinar
0,37-3,7 Bq/cm : sinar
o Daerah kontaminasi tinggi
0,37-3,7 Bq/cm : sinar
3,7-37 Bq/cm : sinar
Instrumen Pengukuran Radiasi
Lingkungan

Surveymeter Radiasi

Surveymeter Kontaminasi

Alat Cacah Radiasi


Surveymeter radiasi

Surveymeter radiasi yang dipakai untuk


mengukur tingkat radiasi dan biasanya
memberikan data hasil pengukuran dalam
laju dosis (dosis radiasi persatuan waktu)
Dengan alat ini setiap pekerja dapat
mengetahui tingkat radiasi di tempat kerja
dan dapat mengambil tindakan yang
paling tepat untuk menghindari
penerimaan dosis yang berlebihan.
Surveymeter kontaminasi

Surveymeter kontaminasi permukaan


digunakan untuk pemantauan rutin
pengukuran tingkat kontaminasi
permukaan. Metode pengukurannya
adalah dengan menyapu permukaan
menggunakan detektor yang berada/
ditempatkan dekat dengan permukaan
yang akan diukur. Alat ini dapat dipakai
untuk pengukuran langsung aktivitas total
maupun aktivitas per satuan luas
permukaan.
Alat cacah radiasi

Penggunaan yang paling umum


adalah untuk mengukur
kandungan zat radioaktif dalam
suatu bahan. Data hasil cacahan
tersebut dapat diperoleh lebih
lanjut sehingga diperoleh hasill
pengukuran dalam bentuk
aktivitas per satuan berat atau
volume bahan.