You are on page 1of 33

PROTEKSI DAN BPJS

KELOMPOK 14
Proteksi merupakan sistem perlindungan berupa kompensasi yang tidak
dalam bentuk imbalan, baik langsung maupun tidak langsung, yang
diterapkan kepada masyarakat dari pemerintah. Proteksi ini dengan
memberikan rasa aman, baik dari sisi financial, kesehatan, maupun
keselamatan fisik bagi masyarakat sehingga masyarakat dapat beraktivitas
dengan tenang dan dapat memberikan kontribusi positif bagi negara.
Proteksi yang ada di negara Indonesia adalah BPJS.
Kepanjangan dari BPJS adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Jaminan sosial adalah perlindungan yang diberikan oleh masyarakat bagi
anggota-anggotanya untuk resiko-resiko atau peristiwa-peristiwa tertentu
dengan tujuan, sejauh mungkin, untuk menghindari peristiwa-peristiwa
tersebut yang dapat mengakibatkan hilangnya atau turunya sebagian besar
penghasilan, dan untuk memberikan pelayanan medis dan/atau jaminan
keuangan terhadap konsekuensi ekonomi dari terjadinya peristiwa tersebut,
serta jaminan untuk tunjangan keluarga dan anak.
Secara singkat jaminan sosial diartikan sebagai bentuk
perlindungan sosial yang menjamin seluruh rakyat agar
dapat mendapatkan kebutuhan dasar yang layak.
Badan penyelenggara jaminan sosial adalah peleburan 4 (empat) badan
usaha milik negara menjadi satu badan hukum, 4 (empat) badan usaha yang
dimaksud adalah PT TASPEN, PT JAMSOSTEK, PT ASABRI, dan PT ASKES.
Badan penyelenggara jaminan sosial ini berbentuk seperti asuransi, nantinya
semua warga indonesia diwajibkan untuk mengikuti program ini. Dalam
mengikuti program ini peserta BPJS di bagi menjadi 2 kelompok, yaitu untuk
mayarakat yang mampu dan kelompok masyarakat yang kurang mampu.
Di dalam program BPJS jaminan sosial dibagi kedalam 5 jenis program
jaminan sosial dan penyelenggaraan yang dibuat dalam 2 program
penyelengaraan, yaitu :
1. Program yang diselenggarakan oleh BPJS kesehatan, dengan
programnya adalah jaminan kesehatan yang berlaku mulai 1 januari
2014.
2. Program yang diselenggarakan oleh BPJS ketenagakerjaan, dengan
programnya adalah jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan
pensiun, dan jaminan kematian yang direncanakan dapat dimulai mulai 1
juli 2015.
BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS)
KESEHATAN

Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan adalah badan hukum


yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan.
VISI DAN MISI BPJS

Visi dan misi dari program BPJS kesehatan adalah:


Visi BPJS kesehatan : paling lambat 1 januari 2019, seluruh penduduk
indonesia memiliki jaminan kesehatan nasional untuk memperoleh manfaat
pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan
dasar kesehatannya yang diselenggarakan oleh BPJS kesehatan yang
handal, unggul dan terpercaya.
Misi BPJS kesehatan :
1. Membangun kemitraan strategis dengan berbagai lembaga dan
mendorong partisipasi masyarakat dalam perluasan kepesertaan
jaminan kesehatan nasional (JKN).
2. Menjalankan dan memantapkan sistem jaminan pelayanan kesehatan
yang efektif, efisien dan bermutu kepada peserta melalui kemitraan
yang optimal dengan fasilitas kesehatan.
3. Mengoptimalkan pengelolaan dana program jaminan sosial dan dana
BPJS kesehatan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel untuk
mendukung kesinambungan program.
4. Membangun BPJS kesehatan yang efektif berlandaskan prinsip-prinsip
tata kelola organisasi yang baik dan meningkatkan kompetensi pegawai
untuk mencapai kinerja unggul.
5. Mengimplementasikan dan mengembangkan sistem perencanaan dan
evaluasi, kajian, manajemen mutu dan manajemen risiko atas seluruh
operasionalisasi bpjs kesehatan.
6. Mengembangkan dan memantapkan teknologi informasi dan komunikasi
untuk mendukung operasionalisasi BPJS kesehatan.
PERAN PEMERINTAH DALAM PELAKSANAAN
KESEHATAN

Pemerintah berperan aktif dalam pelaksanaan kesehatan masyarakat


tertulis dalam pasal 7 undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang
kesehatan yang berbunyi Pemerintah bertugas menyelenggarakan upaya
kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat.
Selanjutnya dalam pasal 6 undang-undang nomor 23 tahun 1992 beserta
penjelasannya, bahwa penyelenggaraan upaya kesehatan dilakukan secara
serasi dan seimbang oleh pemerintah dan masyarakat. Agar
penyelenggaraan upaya kesehatan tersebut berhasil guna dan berdaya
guna, maka pemerintah perlu:
1. Mengatur upaya penyelenggaraan serta sumber daya kesehatan.
2. Membina penyelenggaraan serta sumber daya kesehatan.
3. Mengawasi penyelenggaraan serta sumber daya kesehatan.
4. Menggunakan peran serta masyarakat dalam upaya penyelenggaraan
serta sumber daya kesehatan.
KELEBIHAN BPJS DIBANDINGKAN DENGAN
ASURANSI KESEHATAN LAINNYA

1. Premi BPJS kesehatan murah


2. No medical check up
3. Proteksi seumur hidup
Peserta kelompok BPJS di bagi 2 kelompok yaitu:
1. PBI (Penerima Bantuan Iuran) jaminan kesehatan, yaitu PBI adalah
peserta jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu
sebagaimana diamanatkan undang-undang SJSN yang iurannya
dibayarkan oleh pemerintah sebagai peserta program jaminan
kesehatan. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan oleh
pemerintah dan diatur melalui peraturan pemerintah.
2. Bukan PBI jaminan kesehatan.
TARIF IURAN

Mulai tanggal 1 april 2016, iuran Jaminan Kesehatan Nasional mengalami


perubahan tarif iuran. JKN merupakan program pelayanan kesehatan dari
pemerintah yang dikelola oleh BPJS (badan penyelenggara jaminan sosial).
Pemerintah mengumumkan informasi ini melalui peraturan presiden nomor 19
tahun 2016 tentang perubahan kedua atas peraturan presiden nomor 12
tahun 2013 tentang jaminan kesehatan.
Dalam perpres tersebut ditetapkan perubahan iuran bagi peserta pekerja
bukan penerima upah (PBPU) alias peserta perorangan dibayarkan setiap
bulannya dengan jatuh tempo setiap tanggal 10 sebesar :
IURAN AWAL IURAN BARU NILAI KENAIKAN
KELAS I Rp. 59.500 Rp. 80.000 Rp. 20.500
KELAS II Rp. 42.500 Rp. 51.000 Rp. 8.500
KELAS III Rp. 25.000 Rp. 25.000 Tidak berubah
MANFAAT JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN)
BPJS KESEHATAN

A. Pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu pelayanan kesehatan non


spesialistik mencakup:
Administrasi pelayanan Pelayanan obat dan bahan medis habis
pakai
Pelayanan promotif dan preventif
Transfusi darah sesuai kebutuhan medis
Pemeriksaan, pengobatan dan
Pemeriksaan penunjang diagnosis
konsultasi medis
laboratorium tingkat pertama
Tindakan medis non spesialistik, baik
Rawat inap tingkat pertama sesuai
operatif maupun non operatif
indikasi
B. Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, yaitu pelayanan kesehatan
mencakup:
Rawat inap yang meliputi:
Perawatan inap non intensif
Perawatan inap di ruang intensif
Pelayanan kesehatan lain yang ditetapkan oleh menteri
Rawat jalan, meliputi:
Administrasi pelayanan
Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi spesialistik oleh
dokter spesialis dan sub spesialis
Tindakan medis spesialistik sesuai dengan indikasi medis
Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai
Pelayanan alat kesehatan implant
Pelayanan penunjang diagnostic lanjutan sesuai dengan
indikasi medis
Rehabilitasi medis
Pelayanan darah
Pelayanan kedokteran forensik
Pelayanan jenazah di fasilitas kesehatan
CARA MENDAFTAR BPJS

Agar bisa mendaftar BPJS ada dua cara yang bisa ditempuh yaitu secara
konvesional (offline) dan online. Jika secara offline dengan pergi ke kantor
BPJS terdekat. Apabila secara online dengan mendaftar secara langsung
melalui situs resminya.
Syarat-syarat yang harus disiapkan
Persyaratan daftar BPJS antara yang langsung ke kantor dengan yang
online tidak berbeda jauh, yaitu:
KK (kartu keluarga)
KTP (kartu tanda penduduk) yang masih belaku
Kartu NPWP
Alamat email dan no HP anda
Nomor rekening penanggung yang digunakan untuk pembayaran iuran.
KOTA PONTIANAK
FASILITAS KESEHATAN BAGI PESERTA BPJS KESEHATAN
DI KOTA PONTIANAK
Fasilitas kesehatan tingkat pertama
PUSKESMAS: 23 unit
PUSK. PERUMNAS II PUSK. TELAGA BIRU
PUSK. SIANTAN HULU PUSK. KHATULISTIWA
PUSK. SIANTAN HILIR/ UPTD PTK PUSK. TEMBELAN SAMPIT / Tanbelan
Utara sampit
PUSK SIANTAN TENGAH
PUSK. KAMPUNG BANGKA PUSK SAIGON / UPTD Ptk Timur
PUSK. GG. SEHAT (UPTD Kec. Ptk Selatan) PUSK. PERUMNAS I/UPTD Ptk Barat
PUSK. PURNAMA PUSK. JEND. URIP/UPTD Ptk Kota
PUSK.PARIT HAJI HUSIN II PUSK. GG. APEL/PUSK. KOYOSO
PUSK. KP. DALAM BUGIS PUSK ALIANYANG
PUSK. PARIT MAYOR PUSK. PAL LIMA
PUSK. TJ. HULU PUSK. PAL TIGA
PUSK. BANJAR SERASAN PUSK. KARYA MULIA
Dokter umum praktek pribadi: 11 orang

Dr. Widi Raharjo, Mkes Dr. Sihar Donald


Dr. H. Faisal Lubis Dr. Lalu R Suganda
Dr. Zuhairah AD Dr. Saptiko M. Med PH
Dr. Karida Salim Dr. H Fattah Rahman Noor
Dr. Hendro Wongso Dr. Ferry Dimyati
Dr. Eldi Jimmy Saragih
Dokter gigi/ klinik gigi: 5 orang/unit
drg. Hj. Nina Mulyani Drg. Ade D
drg. Rosa Drg. H. Abral, M.Pd
drg. Ina

Fasilitas kesehatan tingkat I milik TNI: 3 unit

BP. PONTIANAK POSKES ALIAYANG DENKESLAP


PTK
SI KES ZIPUR 6/SD
Fasilitas kesehatan milik POLRI: 4 unit

POLIKLINIK POLDA KALBAR POLIKLINIK SPN PONTIANAK


POLIKLINIK POLRESTA PONTIANAK POLIKLINIK DITPOL AIR

RS kelas D Pratama/ Rumah bersalin/ Balai pengobatan: 2 unit


Klinik Pelangi BP. Pengharapan Setia
Fasilitas tingkat lanjutan
Rumah Sakit Umum Pemerintah/ Pemerintah daerah: 2 unit
RSUD DR. SUDARSO PTK RS. Sy. M Alkadrie
Rumah Sakit milik POLRI: 1 unit
RS Anton Sujarwo Bhayangkara
Rumash Sakit Swasta: 2 unit
RSU ST. Antonius RS. Islam Yarsi
Rumah Sakit Khusus: 1 unit

RS. Khusus/Jiwa
Klinik utama/ balai kesehatan masyarakat/ praktik dokter spesialis: 3
unit
UP4 (BP Paru) BP Gigi
BP Mata
Fasilitas kesehatan penunjang
Optik Progresif Optik Pelangi Merah
Optik Sei Raya Optik Malaka
Optik Bintang Optik Cahaya
Optik Sentral Pontianak Septi Optikal
Optik Internasional Ptk Padi Optikal
Optik 88