You are on page 1of 21

ANATOMI & FISIOLOGI

PENDENGARAN

Lalibah antartika
2011730053

Pembimbing :
dr. EKA dian safitri, Sp.THT

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN THT-KL


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA CEMPAKA PUTIH
PENDAHULUAN
Telinga adalah indra yang sangat
penting bagi manusia
Dalam organ telinga ada 2 sistem:
Sistem Pendengaran (auditif)
- Bagian perifer : Aurik
N.Akustikus
- Bagian sentral : Aurik
Korteks serebri
Sistem Keseimbangan
(vestibuler)
- Bagian perifer : Utrik,sakul
N.Auditivus
- Bagian sentral : N.Auditivus
Kort serebri
ANATOMI PENDENGARAN
Telinga dibagi menjadi 3
bagian:
1. Telinga luar (auris eksterna)
- Aurikulum
- Meatus akustikus eksternus
- Membran timpani
2. Telinga tengah (auris media)
- Kavum timpani
- Tuba Eustachius
- Antrum & sel-sel mastoid
3. Telinga dalam (auris interna = labirin)
- Koklea (organ auditivus)
- Labirin vestibuler (organ vestibuler /status)
Telinga luar Telinga tengah Telinga dalam
terdiri dari : berbentuk kubus terdiri dari :
- Daun telinga dengan enam sisi -Koklea
- Liang telinga -Vestibular yang
- Membran terdiri dari 3
timpani buah kanalis
semisirkularis
TELINGA LUAR
AURIKULAR
Aurikulum = pina = daun telinga
Bentuk pipih, berlekuk
Kerangka tulang rawan
(kartilago atau kondrium),
kecuali lobulus
Diliputi kulit yang melekat
pada perikondrium
Pada proses mendengar:
Aurikulum berfungsi
menangkap dan
mengumpulkan gelombang
bunyi dan menentukan arah
sumber bunyi.
TELINGA LUAR
Meatus Akustikus
Eksternus (MAE)
Liang telinga berbentuk huruf
S, dengan rangka tulang rawan
pada 1/3 bagian luar, 2/3
bagian dalam terdiri dari
tulang.
Panjang 2,5 3 cm
Pada 1/3 bagian luar kulit liang
telinga terdapat banyak
kelenjar serumen dan rambut.
Kelenjar keringat terdapat pada
seluruh kulit liang telinga
Pada 2/3 bagian dalamnya
hanya sedikit dijumpai kelenjar
serumen
MEMBRAN TIMPANI
Membran timpani berbentuk bundar dan cekung bila dilihat dari arah liang telinga
dan terlihat oblik terhadap sumbu liang telinga.
Bagian atas disebut pars flaksida (membran shrapnell), sedangkan bagian bawah
disebut pars tensa (membran propia).
Bayangan penonjolan bagian bawah maleus pada membran timpani disebut umbo.
MEMBRAN TIMPANI

Dari umbo bermula suatu reflek


cahaya (cone of light) ke arah
bawah terdapat daerah yang
disebut atik, ditempat ini terdapat
aditus ad antrum, yaitu lubang
yang menghubungkan telinga
tengah dengan antrum mastoid
yaitu pada pukul 7 untuk
membrane timpani kiri dan pukul
5 untuk membrane timpani kanan.
TELINGA TENGAH
Telinga tengah berbentuk kubus dengan :

Batas luar : membran timpani Batas depan : tuba eustachius

Batas bawah : vena jugularis (Bulbus jugularis)

Batas belakang : aditus ad antrum, kanalis fasialis pars vertikalis

Batas atas : tegmen timpani (meningen /otak)

Batas dalam : berturut-turut dari atas ke bawah kanalis semi sirkularis horizontal, kanalis
fasialis, tingkap lonjong, tingkap bundar, dan promontorium
TELINGA TENGAH
Di dalam telinga tengah terdapat tulang pendengaran yang tersusun dari
luar ke dalam, yaitu maleus, inkus dan stapes
Tulang pendengaran tersebut saling berhubungan.
Prosesus longus maleus melekat pada membran timpani, maleus melekat
pada inkus, dan inkus melekat pada stapes.
Stapes terletak pada tingkap lonjong yang berhubungan dengan koklea.
Tuba eustachius termasuk dalam telinga tengah yang menghubungkan
daerah nasofaring dengan telinga tengah.
TUBA EUSTACHIUS
Terdiri atas tulang rawan pada
dua pertiga ke arah nasofaring
dan sepertiganya terdiri atas
tulang.

Pada anak, tuba lebih pendek,


lebih lebar dan kedudukannya
lebih horizontal dari tuba
orang dewasa.

Panjang tuba orang dewasa


37,5 mm dan pada anak di
bawah 9 bulan adalah 17,5
mm.
ANTRUM DAN SEL-SEL MASTOID
Berhubungan dengan kavum timpani lewat aditus ad antrum
Pneumatisasi (2 pengertian) :
Proses pembentukan sel-sel mastoid
Jenis tergantung jumlah sel mastoid : normal, hiper,
hipopneumatik dan sklerotik
OTOT-OTOT TELINGA TENGAH
TELINGA DALAM
Telinga dalam terdiri dari
koklea dan vestibuler
Ujung atau puncak koklea
disebut helikotrema,
menghubungkan perilimfe
skala timpani dengan skala
vestibuli.

1. Organ auditus koklea


Rumah siput 2
lingkaran, panjang 3.5
cm
Tiga ruangan :
- Skala vestibuli (Berisi cairan
perilimfe)
- Skala timpani (Berisi cairan
perilimfe)
- Skala media (Berisi cairan
endolimf dan organ Corti
TELINGA DALAM
Pada irisan melintang koklea tampak skala
vestibuli sebelah atas, skala timpani disebelah
bawah dan skala media (duktus koklearis)
diantaranya.
Skala vestibuli dan skala timpani berisi
perilimfa,
Sedangkan skala media berisi endolimfa.
Dasar skala vestibuli disebut membran
vestibuli (reissneijs membrane)
Sedangkan dasar skala media adalah membran
basalis, pada membran ini terdapat organ corti.

Pada skala media terdapat bagian yang


berbentuk lidah yang disebut membran
tektoria, dan pada membran basal melekat sel
rambut yang terdiri dari sel rambut dalam,
sel rambut luar dan kanalis corti, yang
membentuk organ corti.
TELINGA DALAM
VASKULARISASI TELINGA
Vaskularisasi telinga dalam berasal
dari a.labirintin cabang a.cerebelaris
anteroinferior atau cabang
a.basilaris atau a.verteberalis.

Arteri ini masuk ke MAI dan


terpisah menjadi a.vestibularis
anterior dan a.kohlearis communis
yang bercabang menjadi a.kohlearis
dan a.vestibulokohlearis.

Vena dialirkan ke V. labirintin


yang diteruskan ke sinus petrosus
inferior atau sinus sigmoideus.
Vena-vena kecil melewati
akuaduktus vestibularis dan
kohlearis ke sinus petrosus
superior dan inferior.
PERSARAFAN TELINGA

N. Vestibulokohlearis (N.
akustikus) yang dibentuk oleh
bagian kohlear dan vestibular,
di dalam MAI bersatu pada sisi
lateral akar N. Fasialis dan
masuk batang otak antara pons
dan medula.

Sel-sel sensoris vestibularis


dipersarafi oleh N. Kohlearis
dengan ganglion vestibularis
(scarpa) terletak dari MAI.

Sel-sel sensoris pendengaran


dipersarafi N. Kohlearis dengan
ganglion spiralis corti terletak
di modiolus.
FISIOLOGI PENDENGARAN
Melewati tulang
Energi bunyi
Membran timpani Energi di pendengaran
ditangkap
bergetar amplifikasi (maleus, incus,
aurikula
stapes)

Membrana Timbul gerak


Stapes Perilimfe skala
Reissner relatif membran
menggerakkan vestibuli
mendorong basalis dan
foramen ovale bergerak
endolimfa membran tektoria

Terjadi
Depolarisasi sel Potensial aksi saraf
defleksi stereosilia Nukleus auditorius
rambut auditorius
sel-sel rambut

Korteks serebri
(area 39-40) di
lobus temporalis
DAFTAR PUSTAKA

Djaafar, Zainul A., Helmi dan Ratna D. 2014. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga
Hidung Tenggorok Kepala dan Leher: Kelainan Telinga Tengah. Jakarta :
Badan Penerbit FKUI.
Guyton A.C. and J.E. Hall 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta:
EGC.
Soetirto, Indro., Hendarto Hendarmin dan Jenny Bashiruddin. 2014. Buku Ajar
Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher: Gangguan
Pendengaran. Jakarta : Badan Penerbit FKUI.
TERIMA KASIH