You are on page 1of 27

SITOLOGI HORMONAL SIKLUS

MENSTRUASI NORMAL DAN


PATOLOGIK
CARA PENGAMBILAN APUSAN, CARA
PEMBUATAN SEDIAAN DAN INTERPRETASI
SITOLOGIK

Sitologi pap smear


ilmu yang mempelajari sel-sel yang
dilepaskan atau berdesquamasi dari sistim
alat kandungan wanita meliputi vagina,
serviks, endoserviks dan endometrium
CARA PENGAMBILAN BAHAN
PEMERIKSAAN/APUSAN
Bahan pemeriksaan sitologi pap smear:
- Apusan sekret vaginal
- Apusan sekret servikal
- Apusan sekret endoservikal
- Apusan sekret endometrial
A. Sekret Vaginal
diambil dengan mengapus dinding lateral
vagina sepertiga bagian atas dengan
spatula Ayre
Kegunaan:
- menentukan status hormonal seorang
penderita
- untuk terapi kasus infertilitas
- menentukan maturitas dari suatu
kehamilan

B. Sekret Servikal
diambil dengan mengapus seluruh
permukaan portio serviks sekitar orificium
uteri externum
Kegunaan:
- menentukan penyebab infeksi
serviks/leucorrhea
- untuk diagnosa dan deteksi dini lesi
prakanker/dysplasia (CIN) dan kanker
serviks
C. Sekret Endoservikal
diambil dengan mengapus permukaan
mukosa kanalis endoserviks dan daerah
squamo columnar junction
Kegunaan:
- untuk diagnosa dan deteksi dini lesi
prakanker/dysplasia (CIN) dan kanker
serviks
- untuk mendiagnosa penyakit-penyakit
infeksi dalam kanalis endoserviks

Alat pengambil bahan sediaan:


- Ecouvillon Rigide
- Cytobrush
D. Sekret Endometrial
diambil dari mukosa endometrium dalam
cavum uteri
Kegunaan:
- untuk interpretasi sito-hormonal seorang
wanita
- mendiagnosa penyakit-penyakit
ketidakseimbangan hormonal
- mendiagnosa penyakit infeksi, tumor
jinak (polip) dan tumor ganas
endometrium

Alat pengambil bahan sediaan:


- Balai Endometre (sapu endometrium)
Kualitas cara pengambilan dan cara
pembuatan sediaan sitologi yang benar
sangat menentukan nilai diagnostik dari
pemeriksaan sitologi itu.
I. SITOLOGI NORMAL
A. Pembuatan sediaan sitologi
hormonal:
- diambil menggunakan spatula Ayre
dari kayu atau logam
- diambil dengan mengapus secara
halus/ringan daerah dindinga lateral
vagina sepertiga bagian atas
- keadaan vagina harus normal tanpa
infeksi dan tanpa pengobatan lokal paling
sedikit dalam waktu 48 jam
- apusan dibuat secara tipis di atas
kaca objek kemudian difiksasi
B. Fiksasi dan lama fiksasi
Bahan-bahan fiksasi:
- alkohol 96%
- alkohol-aether, perbandingan 1:1
- cytoprep atau hair spray
Lama fiksasi: minimal 15 menit sampai
15 hari (rata-rata 12-24 jam)
C. Pulasan
1. fiksasi dalam bak alkohol absolut
2. pulasan Papanicolaou (pulasan poly
valen)
3. dicuci dalam cairan alkohol absolut
4. masukkan dalam cairan alkohol
absolut seri kedua
5. masukkan dalam cairan alkohol
absolut seri ketiga
6. masukkan dalam xylol
7. penutupan sediaan dengan Canada
balsam atau Entellan
D. Dasar-dasar interpretasi sitologi
hormonal
- berdasarkan pertumbuhan maturitas sel
epitel mukosa vagina

Susunan sel epitel mukosa vagina terdiri


atas:
1. Sel lapisan basal
a. Sel basal intern:
- lapisan paling bawah epitel gepeng
atau membrana basalis (stratum
cylindricum)
b. Sel basal ekstern (parabasal)
- lapisan di atas membrana basalis
(stratum spinosum profundum)
2. Sel lapisan intermedier:
- lapisan yang berada di atas stratum
spinosum profundum
- berasal dari lapisan stratum spinosum
superfisial

3. Sel lapisan superfisial:


- berasal dari stratum corneum
Ada 2 macam sel:
1. sel epitel superfisial basofil inti besar
2. sel epitel superfisial asidofil inti
piknotik

4. Sel endoservikal:
- pada sediaan dijumpai sel-sel yang
berasal dari mukosa vagina dan luar
vagina khususnya sel-sel kubo silindrik
5. Sel endometrial:
- secara fisiologis dijumpai pada fase
pre-menstruasi atau dalam keadaan
patologis tertentu, misalnya hiperplasia
endometrial

6. Komponen lain yang sering dijumpai


pada sediaan vagina walaupun di luar
keadaan infeksi:
a. sel radang PMN
b. sel histiosit
c. sel darah merah
II. SITOLOGI HORMONAL SIKLUS MENSTRUASI
NORMAL
Secara klasik penilaian variasi fisiologis fase-
fase siklus hormonal dinilai dengan menghitung:

1. Index Kariopiknotik
- jumlah persentase sel epitel superfisial
dengan inti piknotik, dibandingkan terhadap
jumlah seluruh sel pada sediaan
2. Index Eosinofilik
- jumlah persentase sel epitel superfisial
dengan sitoplasma eosinofilik (merah)
dibandingkan terhadap jumlah seluruh sel pada
sediaan

3. Index Estrogenik
- jumlah persentase semua sel-sel
estrogenik dibandingkan terhadap jumlah
seluruh sel pada sediaan
4. Index Maturasi (IM)
- perbandingan antara jumlah sel
superfisial, sel intermedier, dan sel
parabasal pada sediaan (dinyatakan
dalam persentase)
- secara internasional ditulis berurutan
dari kiri ke kanan, dimulai dengan sel
parabasal/sel intermedier/sel superfisial
- penilaian interpretasi hormonal
seorang wanita sering dinyatakan dengan
index maturasi