You are on page 1of 13

LESI PRA KANKER

Pasien datang dengan keputihan / cervisitis

Swap Vagina

Diberi antibiotik, roboransia, pasien pulang

Jika radang sudah sembuh dilanjutkan pap smear


Pelaporan pemeriksaan Pap Smear menurut Sistem WHO
dan Sistem Bethesda

WHO Bethesda
ASCUS :
Normal Dalam batas normal
Atypical squamous cells of
- Sel dengan perubahan undertemined significance.
dlm batas normal
Atipik - ASCUS

- AGCUS AGCUS :
Displasia Ringan LSIL derajat rendah Atypical glandular cells of
undetermined significance
Displasia Sedang HSIL derajat berat
Tidak ada :
Displasia Berat HSIL derajat berat
- Glandular intraephitelial
Karsinoma Insitu HSIL derajat berat
neoplasia
Karsinoma sel
Karsinoma sel skuamosa - Adenokarsinoma insitu
skuamosa
Adenokarsinoma Adenokarsinoma

NIS I displasia ringan, perubahan mencakup lapisan dasar.


NIS II displasia sedang, perubahan mencakup - tebal.
NIS III displasia berat, perubahan atau seluruh tebal.
LSIL : Low Grade Squamous Intraephitelial Lesion
Low grade berarti ada perubahan tingkat awal pada ukuran dan
bentuk sel. Lesi ini diperkirakan perubahan ringan yang
disebabkan infeksi HPV dan kondisi yang biasa ditemukan pada
wanita muda. LSIL dapat kembali normal dalam beberapa bulan
atau tahun. Low grade = NIS/CIN I

HSIL :High Grade Squamous Intraepithelial Lesion


High grade berarti sel tampak berbeda pada ukuran dan
bentuk normal. Lesi ini merupakan kelainan yang lebih
berat dan dapat berkembang menjadi kanker serviks bila
tidak dilakukan pengobatan. High grade = NIS/CIN II-II
Padanan Sistem Klasifikasi Sitologi (Hacker, 1996; Quitllet et all, 1997 )

Pap Smear Reagen Richart Bethesda


Kelas I Normal Normal Normal
Kelas II Jinak Jinak ASCUS
Kelas III Displasia Ringan- NIS I AGUS
Sedang
Kelas IV Displasia Sedang- NIS II, III L-SIL + Inf HPV
Berat H-SIL
Kelas V Ca Insaitu / Invasif Invasif Invasif
KOLPOSKOPI

Pemeriksaan standard bila ditemukan pap smear yang abnormal.


Menampilkan servik dengan pembesaran 16x setelah dipulas
dengan asam asetat (3-5%).
Asam asetat mencairkan mukus dan menampilkan serviks, lesi (lesi
imatur) akibat NIS akan tampak lebih putih (Aceto-white)
dibanding epitel sekitarnya.
Melihat : kelainan serviks, pembuluh darah abnormal dan pungtasi
Temuan kolposkopi normal : epitel skuamus orisinal, sel skuamus
metaplastik, epitel kolumner, pembuluh darah normal dan ovula
nabothi. Temuan kolposkopi abnormal : leukoplakia, epitel putih,
pungtasi, mozaik dan pembuluh darah atipik.
Hasil kolposkopi : Normal, Abnormal (memuaskan atau tidak
memuaskan)
Kolposkopi memuaskan : sambungan skuamokolumnar
tampak dan seluruh lesi abnormal atau atipik dapat terlihat

Kolposkopi tidak memuaskan : dimana sambungan


skuamokolumnar yang baru tidak dapat ditampakkan akibat
inflamasi berat atau atropi berat yang mengakibatkan tidak
dapat ditampakkannya batas atas dari lesi
ASCUS

Obs 6 bln / konfirmasi Pap Smear

ASCUS + Infeksi HPV + Faktor minor

Kolpos Biopsi
ASCUS + Displasia Ringan

Infeksi HPV

+/- +
Risiko Rendah Risiko Tinggi

Konfirmasi Kolposkopi
Pap Smear 6 bulan
&
Histopatologi
AGUS

Jinak
Harus diterapi pada sel glandular dapat berubah
menjadi kanker dalam waktu singkat
40% berkembang menjadi displasi sedang berat
bahkan kanker serviks
Kolposkopi biopsi harus dikerjakan untuk mendapat
diagnosis definitif : displasi ringan, sedang, berat dan ca
serviks
Sitologi Abnormal

Pengobatan

Normal Kolposkopi Tidak Memuaskan

Sitologi Abnormal Sitologi Normal/


Mencurigakan / Mencurigakan /
Abnormal Abnormal

Biopsi + Kuretase
endiserviks

Displasia Displasia Berat

Krioterapi/ Cukup Ingin


Elektrokoagulasi Anak Anak

Histerektomi Konisasi
Total
Konisasi Diagnostik Konisasi Diagnostik

Displasia Displasia Kanker Serviks Displasia Displasia


Ringan/Sedang Berat invasif Berat Ringan/Sedang

Ingin Cukup Cukup Ingin


Anak Anak Anak Anak

Pengamatan Pengamatan Histerektomi Operasi/ Histerektomi Pengamatan


Lanjut Lanjut Total Radiasi/ Total Lanjut
Kemoterapi