You are on page 1of 17

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA KLIEN WAHAM


Prima Dian Furqoni, S. Kep., Ns.
Definisi Waham
Waham adalah keyakinan palsu yang tidak sesuai dengan kecerdasan seseorang
atau latar belakang budaya. Individu berusaha untuk terus memiliki keyakinan
meskipun bukti jelas bahwa itu adalah palsu atau tidak rasional (Townsend,
2014).

Waham adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keyakinan palsu


didasarkan pada kesimpulan yang salah tentang realitas eksternal yang jelas
(Shives, 2012)

Waham dibangun atas unsur-unsur yang tidak berdasarkan logika, individu tidak
mau melepaskan wahamnya, walaupun telah tersedia cukup bukti-bukti yang
objektif tentang kebenaran itu. Biasanya waham digunakan untuk mengisi
keperluan atau keinginan-keinginan dari penderita itu sendiri. Waham
merupakan suatu cara untuk memberikan gambaran dari berbagai problem
sendiri atau tekanan-tekanan yang ada dalam kepribadian penderita
Waham kebesaran: individu meyakini bahwa ia memiliki kebesaran atau kekuasaan khusus yang diucapkan
Klasifikasi
berulang Waham
kali, tetapi tidak sesuai kenyataan. Misalnya, Saya ini pejabat di separtemen kesehatan lho! atau, Saya
punya tambang emas.

Waham curiga: individu meyakini bahwa ada seseorang atau kelompok yang berusaha merugikan/mencederai
dirinya dan siucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai kenyataan. Contoh, Saya tidak tahu seluruh saudara saya
ingin menghancurkan hidup saya karena mereka iri dengan kesuksesan saya.

Waham agama: individu memiliki keyakinan terhadap terhadap suatu agama secara berlebihan dan diucapkan
berulang kali, tetapi tidak sesuai kenyataan. Contoh, Kalau saya mau masuk surga, saya harus menggunakan
pakaian putih setiap hari.

Waham somatic: individu meyakini bahwa tubuh atau bagian tubuhnya terganggu atau terserang penyakit dan
diucapkan berulang kali, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. Misalnya, Saya sakit kanker. (Kenyataannya pada
pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan tanda-tanda kanker, tetapi pasien terus mengatakan bahwa ia sakit
kanker).

Waham nihilistik: Individu meyakini bahwa dirinya sudah tidak ada di dunia/meninggal dan diucapkan berulang
kali, tetapi tidak sesuai kenyataan. Misalnya, Ini kan alam kubur ya, sewmua yang ada disini adalah roh-roh.

Waham sisip pikir : keyakinan klien bahwa ada pikiran orang lain yang disisipkan ke dalam pikirannya.

Waham siar pikir : keyakinan klien bahwa orang lain mengetahui apa yang dia pikirkan walaupun ia tidak pernah
menyatakan pikirannya kepada orang tersebut

Waham kontrol pikir : keyakinan klien bahwa pikirannya dikontrol oleh kekuatan di luar dirinya.
Proses Terjadi Waham
Perasaan diancam oleh lingkungan, cemas, merasa
sesuatu yg tidak menyenangkan terjadi

Mencoba mengingkari ancaman dari persepsi diri/obyek


realitas dg menyalahartikan kesan terhadap kejadian.

Individu memproyeksikan pikiran dan perasaan internal


pada lingkungan sehingga pikiran, perasaan dan
keinginan negatif/ tidak dapat diterima menjadi bagian
eksternal.

Individu mencoba memberi


pembenaran/rasional/alasan
interpretasi personal tentang realita diri sendiri / orang
lain.
Faktor Prediposisi Waham
Genetis : diturunkan, adanya abnormalitas perkembangan sistem saraf
yang berhubungan dengan respon biologis yang maladaptif.

Neurobiologis : adanya gangguan pada korteks pre frontal dan korteks


limbic

Neurotransmitter : abnormalitas pada dopamine, serotonin dan glutamat.

Virus : paparan virus influensa pada trimester III

Psikologis : ibu pencemas, terlalu melindungi, ayah tidak peduli.


Faktor Presipitasi Waham
Proses pengolahan informasi yang berlebihan

Mekanisme penghantaran listrik yang abnormal.

Adanya gejala pemicu


Manifestasi Klinis WAHAM
Gangguan fungsi kognitif (perubahan daya ingat)
Cara berpikir magis dan primitif, perhatian, isi pikir, bentuk dan pengorganisasian bicara
(tangensial, neologisme, sirkumtansial)

Fungsi persepsi
Depersonalisasi dan halusinasi

Fungsi emosi
Afek tumpul kurang respon emosional, afek datar, afek tidak sesuai, reaksi berlebihan,
ambivalen

Fungsi motorik
Imfulsif gerakan tiba-tiba dan spontan, manerisme, stereotopik gerakan yang diulang-
ulang, tidak bertujuan, tidak dipengaruhi stimulus yang jelas, katatonia.

Fungsi sosial : kesepian


Isolasi sosial, menarik diri dan harga diri rendah.

Dalam tatanan keperawatan jiwa respon neurobiologis yang sering muncul adalah gangguan
isi pikir : waham dan gangguan persepsi sensori : halusinasi.
Rentang Respon
Pohon Masalah
Data yang Perlu Dikaji
Resiko tinggi mencederai diri, orang lain dan lingkungan
Data subjektif
Klien memberi kata-kata ancaman, mengatakan benci dan kesal pada seseorang, klien
suka membentak dan menyerang orang yang mengusiknya jika sedang kesal, atau
marah, melukai / merusak barang-barang dan tidak mampu mengendalikan diri.

Data objektif
Mata merah, wajah agak merah, nada suara tinggi dank eras, bicara menguasai,
ekspresi marah, pandangan tajam, merusak dan melempar barang-barang.

Kerusakan komunikasi : verbal


Data subjektif
Klien mengungkapkan sesuatu yang tidak realistik

Data objektif
Flight of ideas, kehilangan asosiasi, pengulangan kata-kata yang didengar dan kontak
Perubahan isi pikir : waham (..)
Data subjektif :
Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya ( tentang agama, kebesaran,
kecurigaan, keadaan dirinya) berulang kali secara berlebihan tetapi tidak
sesuai kenyataan.
Pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengkaji waham :
a) Apakah pasien memiliki pikiran/isi pikir yang berulang-ulang
diungkapkan dan menetap?
b) Apakah pasien takut terhadap objek atau situasi tertentu, atau apakah
pasien cemas secara berlebihan tentang tubuh atau kesehatannya?
c) Apakah pasien pernah merasakan bahwa benda-benda disekitarnya aneh
dan tidak nyata?
d) Apakah pasien pernah merasakan bahwa ia berada diluar tubuhnya?
e) Apakah pasien pernah merasa diawasi atau dibicarakan oleh orang lain?
f) Apakah pasien berpikir bahwa pikiran atau tindakannya dikontrol oleh
orang lain atau kekuatan dari luar?
g) Apakah pasien menyatakan bahwa ia memiliki kekuatan fisik atau
kekuatan lainnya atau yakin bahwa orang lain dapat membaca pikirannya?
Data objektif :
Klien tampak tidak mempunyai orang lain, curiga, bermusuhan, merusak (diri,
orang lain, lingkungan), takut, kadang panik, sangat waspada, tidak tepat
menilai lingkungan / realitas, ekspresi wajah klien tegang, mudah tersinggung

Gangguan harga diri rendah

Data subjektif
Klien mengatakan saya tidak mampu, tidak bisa, tidak tahu apa-apa, bodoh,
mengkritik diri sendiri, mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri

Data objektif
Klien terlihat lebih suka sendiri, bingung bila disuruh memilih alternatif
tindakan, ingin mencedaerai diri/ ingin mengakhiri hidup
Prinsip Tindakan
Keperawatan Pada
Waham
Tetapkan hubungan saling percaya
Identifikasi isi dan jenis waham
Kaji intensitas,frekuensi dan lamanya waham
Identifikasi stressor waham
Identifikasi stres terbesar yg dialami
baru-baru ini
Hubungkan onset waham dan onset stres
Lanjuta
n

Jika klien bertanya apakah anda percaya


waham tersebut, katakan bahwa itu
merupakan pengalaman klien
Contoh : Saya mengerti anda merasa
sebagai.., tapi sukar bagi saya untuk
mempercayainya karena
Penuhi kebutuhan yg dipenuhi oleh waham
Identifikasi kebutuhan emosional yg dipenuhi
oleh waham
Rencana Tindakan Keperawatan
SP 1 SP 2 SP 3 SP 4 SP 5
1. Identifikasi tanda dan 1. Evaluasi kegiatan 1. Evaluasi kegiatan 1. Evaluasi kegiatan 1. Evaluasi kegiatan
gejala waham pemenuhan kebutuhan pemenuhan kebutuhan pemenuhan kebutuhan pemenuhan kebutuhan,
2. Bantu orientasi realitas: pasien dan berikan pujian pasien, kegiatan yang pasien,kegiatan yang telah kegiatan yang dilatih dan
Panggil nama, orientasi dilakukan pasien dan berikan dilatih, dan minum obat minum obat. Beri pujian
waktu, orang dan 2. pujian Berikan pujian
tempat/lingkungan Diskusikan kemampuan yang 2. Nilai
dimiliki 2. Jelaskan tentang obat 2. Diskusikan kemampuan yang telah
3. yang diminum (6 benar: kebutuhan lain dan cara mandiri
Diskusikan kebutuhan pasien 3. Latih jenis, guna, dosis, frekuensi, memenuhinya
yang tidak terpenuhi kemampuan yang dipilih, cara, kontinuitas minum
berikan pujian obat) dan tanyakan manfaat 3. 3. Nilai apakah
yang dirasakan pasien Diskusikan kemampuan yang frekuensi munculnya waham
4. Bantu pasien dimiliki dan memilih yang berkurang, apakah waham
memenuhi kebutuhannya 4. Masukkan pada 3. akan dilatih. Kemudian latih terkontrol
yang realistis jadual pemenuhan Masukkan pada jadual
kebutuhan dan kegiatan pemenuhan kebutuhan,
yang telah dilatih kegiatan yang telah dilatih 4. Masukkan
5. Masukan pada jadual dan obat pada jadual pemenuhan
kegiatan pemenuhan kebutuhan, kegiatan yang
kebutuhan telah dilatih, minum obat