You are on page 1of 32

Medulloblastoma

Mohammad Awit, S.Ked
Pembimbing Klinik : dr. Amsyar Praja, Sp.A

Medulloblastoma merupakan tumor yang berasal dari serebellum yaitu dekat dengan
vermis serebellum yang terletak pada fossa posterior basis kranii

Medulloblastoma merupakan tumor yang jarang terjadi yaitu sekitar 2 % dari
semua kasus tumor otak pada anak. Tumor ini ditemukan paling banyak pada
anak usia 5 - 14 tahun.

IDENTITAS PASIEN
Nama : An. A M
Usia : 6 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Desa Bulili, Kecamatan Lore (Poso –
Tentena)
Tanggal masuk : 4 - 4 - 2014

dan diikuti hentakan pada kedua kaki. sakit kepala bertambah berat terutama saat menggerakan kepala secara tiba – tiba. sakit hilang timbul terutama didaerah belakang kepala. badan menjadi kaku.HETEROANAMNESIS Keluhan Utama : Sakit kepala dan muntah Riwayat Penyakit Sekarang : Sakit kepala dan leher dirasakan sejak 1 bulan yang lalu dimana sakit dirasakan terutama pada pagi hari. sakit dirasa berat sampai menangis. siku melipat. dimana setiap mengalami kejang lamanya < 5 menit. . Pernah mengalami kejang sudah 3 kali sejak 1 bulan yang lalu.

Saat kejang tidak sadar dan banyak mengeluarkan air ludah dari mulut. . Setelah kejang langsung sadar dan tiba – tiba terlihat seperti kebingungan kemudian langsung tertidur kembali. muntah tanpa disertai rasa mual. muntah tidak menyemprot. Sebelum kejang tidak ada teraba panas pada badan. Muntah dialami sejak timbul keluhan sakit kepala. dan frekuensinya 3-4 kali dalam seminggu. muntah berisi makanan dan cairan tanpa disertai darah.

Riwayat Penyakit Dahulu : Belum pernah mengalami penyakit yang sama dan riwayat pernah mengalami jatuh dengan kepala terbentur tidak ada Riwayat Penyakit Keluarga : Dikeluarga tidak ada yang pernah mengalami penyakit yang sama .

Riwayat Kehamilan dan Persalinan : Lahir melalui persalinan normal.700 gram Makanan : ASI sampai usia 6 bulan Imunisasi : Imunisasi dasar lengkap . dan berat badan lahir 2. cukup bulan.

8 oC .PEMERIKSAAN FISIK Keadaan Umum : Sakit berat Kesadaran : Somnolen Berat badan : 20 kg Tinggi badan : 114 cm Status gizi : gizi baik Tanda vital : Tekanan darah : 100 / 70 mmHg Pernapasan : 22 x / menit Denyut nadi : 80 x / menit Suhu : 36.

rambut hitam lurus dan tidak mudah dicabut serta distribusinya merata Mata : eksoftalmus / enoftalmus tidak ada. sekresi air mata dalam batas normal. palpebra tidak ada kelainan. kornea tidak ada kelainan. turgor normal. warna sawo matang. sklera tidak ikterus dan tidak meradang. pupil isokor. diplopia ada. sutura sudah menutup. efloresensi (ruam) tidak ada. lensa tidak ada kelainan Telinga : cairan yang keluar tidak ada (otorrhea) dan pendengaran dalam batas normal . edema tidak ada Kepala : bentuk normal. konjungtiva tidak anemia dan tidak meradang. strabismus ada (konvergen). nistagmus tidak ada.Kulit : kelembaban cukup. atrofi / hipertrofi tidak ada.

abses tidak ada Leher : tidak ada pembesaran kelenjar getah bening dan tiroid . faring tidak hiperemi. gigi tidak karies. deviasi septum nasi tidak ada. lidah tidak ada kelainan.Hidung : cairan yang keluar tidak ada (rhinorrhea). bau pernapasan tidak khas Tenggorokan : ukuran tonsil T1-T1 dan tidak hiperemi. pernapasan cuping hidung tidak ada. mukosa mulut tidak ada kelainan. sinus paranasal tidak ada kelainan Mulut : bibir tidak sianosis. palatum tidak ada kelainan.

murmur dan gallop tidak ada . jenis pernapasan torakoabdominal.Thoraks dan paru – paru Inspeksi : pergerakan dinding dada simetris. pola pernapasan normal Palpasi : vokal fremitus normal Perkusi : sonor Auskultasi : bunyi pernapasan vesikular. thrill tidak ada Perkusi : semua batas jantung dalam batas normal Auskultasi : bunyi jantung I dan II tidak ada kelainan. tidak ada kelainan bentuk dada. wheezing dan ronki tidak ada Jantung Inspeksi : ictus kordis tidak tampak Palpasi : ictus cordis terletak pada 2 jari medial dari linea midklavikula sinsitra .

edema tidak ada Ekstremitas bawah : deformitas tidak ada. edema tidak ada .Abdomen Inspeksi : dinding perut terlihat simetris. tidak terlihat membesar Auskultasi : suara peristaltik usus dalam batas normal Palpasi : nyeri tekan tidak ada. organomegali tidak ada Perkusi : timpani Genitalia : tidak ada kelainan Anggota gerak Ektremitas atas : deformitas tidak ada.

lordosis tidak ada. Kaku kuduk (-) Reflex fisiologi normal .Punggung Skoliosis tidak ada. kifosis tidak Otot – otot Tonus otot baik Refleks Brudzinski I dan II (-).

8-8.60 40-70 % Limfosit 29. MCH.45 1-15 % . Hasil Rujukan Satuan HEMATOLOGI HGB 12.7 11.42 3.15 20-30 % Monosit 8.8 Pg MCHC 33 32-36 g/dL HITUNG JENIS Granulosit 55.5-16.83 80-100 um3 MCH 21. MCHC MCV 68.8-33.5-10 103/mm RBC 4.5 109/mm HCT 35.04 27.5 g/dl WBC 9 3.8 35-52 % PLT 570 150-450 Ribu/ul MCV.

DIAGNOSIS : SOL (Suspek Tumor Otak) TERAPI : • IVFD Dekstrosa 5 % 16 tetes / menit • Injeksi deksametason 3 mg IV • Injeksi ketorolak ½ ampul • Injeksi ceftriakson 2 x 75 mg IV PEMERIKSAAN ANJURAN : • CT scan kepala • MRI • Sitologi CSF .

FOLLOW UP 5 – 4 – 2014 Keluhan : sakit kepala (+). 7 oC Pemeriksaan fisik : strabismus (+) Diagnosis : SOL (Suspek Tumor Otak) Terapi : • IVFD Dekstrosa 5 % 16 tetes / menit • Injeksi deksametason 3 mg IV • Injeksi ketorolak ½ ampul • Injeksi ceftriakson 2 x 75 mg IV . N : 86 x/menit. R : 28 x/menit. muntah (-). S : 36. kejang (-) TD : 100 / 70 mmHg.

kejang (-) TD : 100 / 70 mmHg.6 – 4 – 2014 Keluhan : sakit kepala (+). R : 26 x/menit. N : 84 x/menit. 7 oC Pemeriksaan fisik : strabismus (+) Diagnosis : suspek tumor fossa posterior Terapi : • IVFD Dekstrosa 5 % 16 tetes / menit • Injeksi deksametason 3 mg IV • Injeksi ceftriakson 2 x 75 mg IV • (dilakukan pemeriksaan CT scan kepala) . muntah (-) mulai berkurang. S : 36.

R : 26 x/menit. muntah (-). S : 36. Romberg test (+) Diagnosis : suspek tumor fossa posterior dengan diagnosis banding Medulloblastoma Terapi : • IVFD Dekstrosa 5 % 16 tetes / menit • Injeksi deksametason 3 mg IV • Injeksi ceftriakson 2 x 75 mg IV • (pasien dirujuk untuk berobat lanjut) . N : 84 x/menit.7 – 4 – 2014 Keluhan : sakit kepala (+) mulai berkurang. kejang (-) TD : 100 / 70 mmHg. ataksia (+) Pemeriksaan neurologi Percobaan tunjuk hidung (+). 5 oC Pemeriksaan fisik : strabismus (+). percobaab tumit – lutut (+) percobaa supinasi – pronasi (+).

. Tumor ini ditemukan paling banyak pada anak usia 5 .Medulloblastoma merupakan tumor yang berasal dari serebellum yaitu dekat dengan vermis serebellum yang terletak pada fossa posterior basis kranii Medulloblastoma merupakan tumor yang jarang terjadi yaitu sekitar 2 % dari semua kasus tumor otak pada anak.14 tahun.

pons. Darah dan pembuluh darah Hukum Monro – Kellie : Jika ada perubahan volume pada salah satu komponen intrkranial. maka akan terjadi perubahan kompensatorik pada volume intrakranial yang lain .Komponen intrakranial a. Ensefalon dan batang otak (midbrain. LCS c. medula oblongata) b.

.

.

Neuron Purkinje memprduksi Sonic Hedgehog (Shh) Mutasi pada Shh signal transduction cerebellar granule neuron precursor (GNPs) untuk berproliferasi selama minggu pertama perkembanagn postnatal Medulloblastoma Spongioblas Neuroblas .

dismetria. gejala peningkatan tekanan intrkranial : .gangguan fungsi serebellum : ataksia.sakit kepala .manifestasi okular : papiledema strabismus diplopia . tremor .muntah . disdiadokokinesis.Manifestasi Klinis : a.

Pecobaan tumit lutut c. CT scan kepala b. MRI . Romberg test Pemeriksaan tambahan : a.Pemeriksaan neurologi : a. percobaan tunjuk hidung b.

.

serebri.Change Stage System Untuk Medulloblastoma Stage Definisi Tumor T1 Diameter tumor < 3 cm T2 Diameter tumor > 3 cm T3a Tumor telah mengisi ventrikel IV dan menimbulakn hidrosefalus T3b Tumor telah mengisi ventrikel IV dan batang otak T4 Tumor telah menuju hemisfer serebri Metastasis M0 Tidak ada penyebaran keruang subaraknoid atau hematogen M1 Sel tumor dalam CSF M2 Penyebran ke serebelum. subaraknoid atau ventrikel III atau lateral M3 Penyebaran pada ruang subaraknoid spinal M4 Penyebaran ke ekstraneuroaksial .

Post operasi dalam 48 – 72 jam perlu dilakukan pemeriksaan CT scan untuk mengetahui sisa jaringan tumor. dan mengambil jaringan untuk pemeriksaan patologi serta menjaga sirkulasi LCS bila terdapat obstruksi.Operasi merupakan definitif untuk semua tumor otak di fossa posterior pada anak. mengurangi edema serebri. Setelah operasi dapat terjadi sindrom fossa posterior (trunkal ataksia) biasanya bersifat sementara dan dapat sembuh dalam beberapa bulan. menghilangkan kompresi lokal oleh tumor. . memperbaiki tekanan intrakranial dan struktur otak yang bergeser. memperluas daerah radiasi atau kemoterapi. Tujuan dilakukan operasi adalah untuk mengangkat tumor secara total.

5 – 1 mg/kgBB dan dilanjutkan 1.3 – 1.Kortikosteroid dengan tujuan mengurangi edema serebri. dengan dosis awal 0.5 mg/kgBB/hari Pemberian asetozolamid yang berefek mengurangi pembentukan cairan serebrospinal dengan dosis 30 mg/kgBB/hari .

Dosis 3600 cGy/fraksi/hari pada otak dan untuk spinal yaitu 150 – 180 cGy/fraksi/hari Radioterapi pada medulloblastoma diberikan baik pada golongan resiko tinggi maupun resiko rendah Kemoterapi diindikasikan hanya untuk resiko tinggi pada tumor yang berulang. serta untuk untuk mengurangi dosis radioterapi .

T2. M1-4 Histologi Tidak terdiferensial Neuronal dan Glial umur ≥ 3 tahun ≤ 3 tahun . T4. Faktor Resiko Rendah Resiko Tinggi Penyebaran tumor Tidak ada penyebaran Ada penyebaran CSF sitologi (+) CSF sitologi (-) Sisa tumor setelah operasi < 1.5 cm Ukuran tumor primer T1.5 cm >1. M0 T3.

angka harapan hidup 5 tahun hanya 10 %. Pasien yang hanya dilakukan operasi minimal.Jika pasien hanya mendapat radiasi lokal tanpa radiasi spinal. jarang hidup walaupun dengan radiasi yang kuat disertai kemoterapi. . dibandingkan 50 % pada yang dapat radiasi keduanya.