You are on page 1of 18

 Bryan L  Dewi L  Bobby  Dora  Bunga  Dimas  Chandra  Ditertin  Charles  Dominggas  Cindy  Deodatus  Devi sonda .

.

. Pada pemeriksaan analisi gas darah ditemukan pH 6. Dari pemeriksaan Laboratorium.Diketahui pasien sudah dirawat di RS dengan DM Type 2.pasien tampak kurus padahal sebelumnya gemuk dan hyperventilasi .ditemukan glukosa darah 400 mg/ dL. Seorang laki-laki berusia 45 tahun dirawat di ICU karena tidak sadar. Dan pada urin ditemukan senyawa keton. Dari pemerikasaan.

Glukosa dijumpai pada urin penderita diabetes melitus. Hal ini yang membuat seseorang bernafas dengan cepat dalam dan sangat panjang (abnormal).  Keton : merupakan sekelompok senyawa organic yang mengandung gugus karbonil (C=O) yang atom karbonnya berikatan dengan dua atom karbon yang lain. Penggunaannya dikendalikan oleh hormone insulin. . KATA SULIT  Glukosa : merupakan produk akhir metabolisme karbohidrat dan merupakan sumber energi utama pada organism hidup. Kelebihan glukosa diubah menjadi glikogen serta disimpan didalam hati dan otot untuk menggunakan bila diperlukan dan diubah menjadi lengkap kemudian disimpan sebagai jaringan adipose.  Hiperventilasi : merupakan satu keadaan dimana adanya peningkatan jumlah udara yang memasuki ruang alveolus paru.

Obesitas berkaitan dengan tipe ini. . dan produksi glukosa hati yang berlebihan. KATA KUNCI  Diabetes mellitus tipe II : ditandai dengan resistansi insulin perifer. gangguan sekresi insulin.

MASALAH  Apa yang menyebabkan pasien didiagnosa menderita DM tipe 2 ?  Mengapa pasien tidak sadarkan diri ?  Apa yang menyebabkan pada urin pasien terdapat senyawa keton ?  Apa yang menyebabkan pada pemeriksaan analisis gas darah pasien pH = 6 ?  Apa yang menyebabkan pasien mengalami penurunan berat badan dan hiperventilasi ?  Mengapa dalam darah pasien terdapat kadar glukosa darah mencapai 400 mg/dL ? .

HIPOTESA Dari masalah yang timbul di atas. hipotesa yang kami ambil adalah gangguan pada metabolisme lemak menyebabkan pasien didiagnosa mengidap penyakit Diabetes Melitus Tipe 2. .

hubungan antar molekul . Metabolisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan interkonversi senyawa kimia didalam tubuh. jalur yang diambil oleh tiap molekul. . dan mekanisme yang mengatur aliran metabolit melalui jalur-jalur mekanisme.

 Obesitas erat hubungannya dengan metabolisme lipid. malam (wax). pengetahuan tentang biokimia lipid diperlukan untuk memahami bidang biomedis penting seperti Diabetes mellitus. minyak steroid. Pengertian lipid adalah sekelompok senyawa heterogen. meliputi lemak. . dan senyawa terkait yang berkaitan lebih karena sifat fisiknya dari pada sifat kimianya.

dan protein yang di sebabkan oleh berkurangnya sekresi insulin atau penurunan sensitivitas jaringan terhadap insulin. Diabetes Mellitus merupakan suatu sindrom dengan terganggunya metabolisme karbohidrat. . lemak.

onset Diabetes Mellitus type II terjadi diatas umur 30 tahun. Obesitas artinya berat badan berlebih. Diabetes mellitus tipe II lebih sering dijumpai dari tipe 1 dan kira-kira ditemukan sebanyak 90% dari seluruh kasus Diabetes Mellitus. . minimal sebanyak 20% dari berat badan ideal. lemak yang berlebih akan menyebabkan resistensi terhadap insulin hal inilah yang merupakan penyebab utama terjadinya Diabetes Mellitus tipe II. Indeks masa tubuhnya lebih dari 25kg/m. Pada kebanyakan kasus.

. serta diabetes nyata yang disebut sindrom metabolic. Resistansi yang berhubungan dengan obesitas menyebabkan hiperlipiddemia. Toleransi glukosa juga terganggu pada Diabetes Mellitus tipe II. kemudian aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

Obesitas. Sindrom metabolic meliputi :  1. Resistensi insulin  3. Hipertensi Akibat utama yang tidak digunakan dari sindrom metabolic adalah penyakit kardiovaskular. . terutama akumulasi lemak abdomen  2. Abnormalitas lipid seperti peningkatan trigliserida darah dan penurunan kolesterol lipoprotein berdensitas tinggi di darah  4.

koma non ketotik adalah komplikasi metabolik akut lain dari diabetes yang sering terjadi pada penderita diabetes type II . hiperosmolar. aterosklerosis. Hiperglikemia.

 Pada banyak kasus Diabetes melitus tipe dua dapat di obati dengan efektif setidaknya pada tahap dini. dan penurunan berat badan tanpa harus memberikan insulin dari luar. . restriksi diet. dengan olahraga.

dapat ditarik kesimpulan bahwa. seperti lemak. . tubuh merespon lain sehingga tubuh dipaksa makan untuk mencukupi kadar gula darah yang dapat direspon oleh insulin. serta terjadi penurunan berat badan. KESIMPULAN  Dari kasus diatas. dikarenakan kemampuan insulin mengelola kadar gula sedang dalam keadaan normal. Diabetes Mellitus tipe II terjadi akibat obesitas yang erat hubungannya dengan metabolisme lemak. tubuh akan memecah cadangan energy lain dalam tubuh. sehingga badan menjadi kurus.

 Sel lemak yang dipecah akan menghasilkan keton. serta pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. yang merupakan senyawa kimia beracun yang bisa menyebabkan darah menjadi asam. .