You are on page 1of 28

CHAPTER I

SOLID EQUIPMENT

Fraksi Massa
Beberapa istilah fraksi massa yang digunakan dalam
analisis ayakan, antara lain:
Fraksi massa retain : fraksi massa partikel-partikel
yang berukuran pada interval mesh tertentu

% massa
retain

aperture

Fraksi Massa Fraksi massa kumulatif oversize : fraksi massa partikel-partikel yang tertahan pada mesh tertentu % massa kumulatif oversize aperture .

Fraksi Massa Fraksi massa kumulatif undersize : fraksi massa partikel-partikel yang lolos pada mesh tertentu % massa kumulatif undersize aperture .

Mi M x i M xi Ni    (8) m i  Vi  C i D 3i dengan Mi = massa total partikel berukuran Di mi = massa setiap partikel berukuran Di M = massa total semua partikel xi = fraksi massa (retain) partikel berukuran Di  = densitas (true density) partikel Vi = volume setiap partikel berukuran Di Ci = faktor bentuk untuk volume C dan Ci merupakan konstanta yang menunjukkan faktor bentuk volume yang nilainya tergantung pada bentuk partikel. .Diameter Rata-rata Partikel Sedangkan jumlah partikel sama dengan massa total partikel dibagi dengan massa tiap satu partikel (dengan asumsi semua partikel mempunyai bentuk dan ukuran yang sama).

.... D1  N 2 . D 2  N 3 . D 3  . TAAD   N . TAAD  (6) N1  N 2  N 3  . True Arithmetic Average Diameter (TAAD) Merupakan diameter rata-rata yang jika dikalikan dengan jumlah semua partikel yang ada akan sama dengan jumlahan dari diameter rata-rata kelompok ukuran (interval mesh).D i i N (7) i dengan Ni = jumlah partikel yang berukuran Di Di = diameter rata-rata pada interval mesh i = rata-rata aritmatik dari aperture mesh yang bersangkutan ...Diameter Rata-rata Partikel Beberapa macam penentuan diamerter rata2: 1.. N1 ..

D (A) 6 Secara umum volume partikel dirumuskan : V  C.Diameter Rata-rata Partikel Contoh : Faktor bentuk volume (C) dari partikel berbentuk bola dengan diameter D Rumus volume bola :  3 V  . D 3 (B) .

D 3 6 C bentuk bola :  C 6 .Diameter Rata-rata Partikel Substitusi persamaan (A) dan (B) di atas:  3 . D  C.

Persamaan (10) menjadi: TAAD   xi D2i  xi Di3 (11) . modifikasi persamaan (9) menjadi : TAAD   xi C i D i2 (10)  xi C i D 3i Jika semua partikel berbentuk sama.Diameter Rata-rata Partikel Jika persamaan (8) dimasukkan ke persamaan (7). maka Ci sama dan dapat dikeluarkan dari tanda sigma. diperoleh: TAAD   M xi  Ci Di 3 Di  M xi (9)  C i D 3i M dan  konstan sehingga dapat dikeluarkan dari tanda sigma.

massa Rata-rata xi xi retain aperture. Di D i2 D 3i D i2 D 3i ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… 1  X  Y Sehingga X TAAD  Y .Cara sistematis perhitungan TAAD (dengan tabel) Mesh f.

D SUR  . Mean Surface Diameter (MSD) : kuadrat diameter yang jika dikalikan dengan jumlah semua partikel akan sama dengan jumlahan dari kuadrat diameter dari beberapa kelopmpok ukuran partikel.Diameter Rata-rata Partikel 2. B. 2  N i  B1 . D12 .. N i B.. N 3  . D 22 . D i2 . N 2  B 3 .. D 32 .  Ni (12) dengan B = faktor bentuk untuk luas Bi = faktor bentuk luas partikel berukuran Di Jika persamaan (8) dimasukkan ke persamaan (12): . MSD  D SUR   Bi .. N1  B 2 .

. x i Ci . menjadi: MSD   xi Di  xi D 3i (14) B atau Bi merupakan konstanta yang menunjukkan faktor bentuk luas. yang nilainya tergantung pada bentuk partikel. Di (13) B. D 3i Jika semua partikel berbentuk sama maka konstanta B dan C dapat dikeluarkan dari tanda sigma.  xi C i .Diameter Rata-rata Partikel MSD  D SUR   Bi .

D 2 (D) Substitusi persamaan (C) dan (D) di atas: . D 2  B. D 2 (C) Secara umum volume partikel dirumuskan : A  B.Diameter Rata-rata Partikel Contoh : Faktor bentuk luas (B) dari partikel berbentuk bola dengan diameter D Rumus luas bola : A  . D 2 B B bentuk bola : .

Diameter Rata-rata Partikel 3. N 3  .. MVD  D VOL  3  C i .. dan dimodifikasi: MVD  D VOL  3 x i (16) C. D 32 . D 3i ... 3  N i  C1 . D 33 . N1  C 2 .  x i 3 C . Mean Volume Diameter (MVD) atau mean mass diameter : pangkat tiga diameter yang jika dikalikan dengan jumlah semua partikel akan sama dengan jumlahan dari pangkat tiga diameter dari beberapa kelompok ukuran partikel. D VOL  . D13 . C. N i Jika persamaan (8) dimasukkan ke persamaan (15). N 2  C 3 .D i i . N i (15) C.

xlsx UI99 . maka persamaan (16) menjadi: MVD  x i (17) D x 3 i 3 i EXAMPLE : Contoh soal_ukuran ‘ partikel.Diameter Rata-rata Partikel Jika semua partikel berbentuk sama.

xP Skema screen beserta komponen-komponennya. xR P. maka screen yang baik adalah screen yang dapat meloloskan partikel-partikel yang seharusnya lolos (disebut recovery) dan dapat menahan partikel-partikel yang seharusnya tertahan (disebut rejection). Oleh karena itu. F. xF SCREEN R. Berdasarkan fungsi screen.Efektivitas Screen Efektifitas Screen : performance/ unjuk kerja screen. definisi efektifitas screen merupakan gabungan kedua faktor tersebut. .

F dengan xR = fraksi massa partikel yang diinginkan (desired material) yang berada di reject R = jumlah/massa reject (recycle) . R Re j  (19) 1 x F . Efektivitas Screen Efektifitas Screen (η) = Recovery X Rejection Secara matematis Recovery dituliskan : x P .P Re c  (18) x F.F dengan xP = fraksi massa partikel yang diinginkan (desired material) yang berada di produk P = jumlah/massa produk xF = fraksi massa partikel yang diinginkan (desired material) yang berada di umpan F = jumlah/massa umpan masuk screen Secara matematis Rejection dituliskan : 1  x R .

F = (1 – xR). R. P 1  1  x F . R + xp. diperoleh : 1  x R . F = xR. P (22) Persamaan (22) dibagi dengan (1 – xF). P (21) Neraca massa komponen undesired material (partikel yang tidak diinginkan) : (1 – xF).In = R.Efektivitas Screen Persamaan (19) dapat dituliskan dalam bentuk lain. F dan dimodifikasi. R 1  x P . F (23) . F 1  x F . R + (1 – xp). yang diperoleh dari neraca massa sekitar screen pada keadaan steady-state.Out Neraca massa total : F=R+P (20) Neraca massa komponen desired material : xF.

F atau (26) x P . dinyatakan dalam bentuk fraksi massa. yaitu : 1  x P . dan data arus massa F. P 1  x R . P  1  x P . dan R.Efektivitas Screen Besarnya rejection juga dapat dihitung dengan persamaan (23). F Sehingga efektivitas screen dapat dihitung dengan persamaan : x P . F  1  x F . R (25)  x F . Jika data yang diketahui hanya dari analisis ayakan. F  Pada persamaan (25)dan (26) terlihat bahwa untuk menghitung efektivitas screen diperlukan data analisis ayakan berupa fraksi massa xP. xF. F. xR. P    1  x F . dan R. P. F 1  x F . . P Re j 1 (24) 1  x F . maka pers (25) dan (26) perlu dimodifikasi dengan mengeliminasi P.

R + xp. P = xR. P atau (xF – xR) F = (xp – xR) P Perbandingan P/F : P x F  x R   F x P  x R  (27) . (F – P) + xp. F = xR.Efektivitas Screen Misal yang dieliminasi perbandingan P/F: Dari NM total dan komponen desired material di sekitar screen (pers 20 dan 21): F=R+P atau R=F–P xF. disubstitusikan ke pers NM koomponen: xF. F – xR. F = xR. P R = F – P. P + xp.

diperoleh perbandingan R/F: R x F  x P   F x R  x P  (28) pers 27 dan 28 disubstitusi ke pers 25 dan 26.   F x x P  x  R  1  x F  x P  x  R  (30) EXAMPLE : Contoh soal_eff screen.xlsx .  (29)  F x x P  x  R  1  x F  x R  x  P   x P x F  x R   1  x P  x F  x R   .Efektivitas Screen dengan cara yang sama.  1  . diperoleh:  x P x F  x R   1  x R  x F  x P    .  .

dan lebar aperture.3 – 2 .Kapasitas Screen Kapasitas Screen menyatakan kemampuan screen untuk meng-handle material dalam jumlah massa tertentu untuk tiap waktu. luas. Jumlah massa yang di  handle Kapasitas Screen  waktu operasi x luas screen x aperture screen (31) Beberapa jenis screen dengan kapasitasnya : Kapasitas Jenis Screen ton 24 jam. ft2 .mm aperture Grizzlies 1–6 Stationary screen 1–5 Vibrating screen 5 – 20 Shaking and Oscilating screen 2–8 Trommel 0.

Luas Screen Berdasarkan kapasitas screen. ft2. maka tentukan luas screen yang dibutuhkan! Jawab: Diketahui: massa yang di-handle per waktu operasi = 10 ton/j kapsitas screen = 15 ton/hari.208 mm Ditanya : Luas screen? . mm aperture. luas screen yang diperlukan untuk meng- handle material juga dapat diperkirakan: Jumlah massa yang di  handle Luas Screen  (32) waktu operasi x kapasitas x aperture screen Contoh: Jika batu kapur yang akan diayak 10 ton/j dan tersedia vibrating screen 65 mesh berkapasitas 15 ton/hari. Ft2. mm aperture aperture 65 mesh = 0.

j 1 hari 240 Luas Screen   ft 2  76. . ft 2 .208 mm 15 . 0 .923 ft 2 15 ton . maka jumlah screen yang digunakan ditambah. mm Catatan:  Luas screen dirancang sedikit di atas luas screen perhitungan disesuaikan ukuran standar  Jika dengan satu (1) screen tidak mencukupi luas yang diperlukan.208  hari .Luas Screen Jumlah massa yang di  handle Luas Screen  waktu operasi x kapasitas x aperture screen ton 24 j 10 . 0.

. yaitu luas muka yang dimiliki oleh suatu bahan per massanya.Luas Muka Partikel Luas muka partikel biasanya dinyatakan dalam specific surface. atau secara matematis dituliskan: AM s.s  (33) m dengan s.s = specific surface bahan AM = luas muka bahan m = massa bahan Penentuan specific surface : Bentuk geometri partikel reguler/teratur Bentuk tidak beraturan.

s.grafik ratio of specific surface (n) versus diameter rata-rata partikel ratio of s.s = f(Davg. s . jenis bahan) (34) . menggunakan cara : . s. s bola (35) . s bahan n s .s langsung dapat ditentukan.s = perbandingan antara specific surface bahan sesungguhnya dengan specific surface bahan tersebut jika berbentuk bola yang mempunyai volume yang sama. ukuran langsung dihitung dengan pers di atas Bentuk tidak beraturan.grafik (fig 16 Brown).Luas Muka Partikel Penentuan specific surface : Bentuk geometri partikel reguler/teratur.

D2 6 s . D avg (36) 6 Harga ratio s.  .s dapat dirumuskan : luas total (39) s.s kemudian ditentukan dengan : 6 . Davg Jika ukuran partikel tidak hanya satu macam (terdiri dari beberapa interval mesh).Luas Muka Partikel A Mbola  .s x m  (40)  . n. D2  . Vbola  .s diperoleh dari grafik (fig. 17 Brown) sbg fungsi diameter rata-rata dan jenis bahan. s bola     m bola  .n s . n = f(Davg.m Dengan modifikasi pers diperoleh: A M  s. Davg . maka s.s  massa total 6 . jenis bahan) (37) S. D 3  . s bola  (38)  . s bahan  n x s .

D avg . x i  mi (43) (44) dengan mi = massa total partikel berukuran Di xi = fraksi massa (retain) partikel berukuran Di substitusi pers 42 dan 44 ke pers 33 kemudian dimodifikasi. 1  .. D avg ... i ... 2  .. i  D avg .. i Massa total: M  m1  m2  m3  .mi atau AM   (42)  .  mi  M.x i s... D avg . diperoleh :  6 ni . n1 ..Luas Muka Partikel luas muka total : 6 ..mi 1 6 . 3 (41)   6 .... D avg .m1 6 ... n3 .m3 AM     .m2 6 . ni .  .s  (45)  D avg . n2 ... ni .