You are on page 1of 56

DASAR HUKUM

UU No. 8 Tahun 1974 Jo
1 UU No. 43 Tahun 1999
Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian

PP No. 16 Tahun 1994
2 Tentang Jabatan Fungsional PNS

3
PP No. 32 Tahun 1996
Tentang Tenaga Kesehatan

Keppres No. 87 Tahun 1999
4 Tentang Rumpun Jabatan Fungsional
2

Peraturan Ka. BKN no 28/2005
5 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Permenpan
no 60/Men.Pan/2005

Kep. Menkes no 1243 a/Men.Kes/SK/VIII/2005
6
Tentang Pedoman Mutasi Jabfung Kesehatan

Surat Edaran Karo. Hukum & Organisasi
no OT.02.01.4.2007 tgl 13 April 2006
7
Tentang Penyampaian Keputusan Men.Pan
Perubahan Syarat Diklat 8 Jabfung Kesehatan
3

Kep MENPAN NO : 01/PER/M.PAN/1/2008 TTG Jabfung Bidan
5
Kepmenpan no: 94/KEP/M.PAN/11/2001 TTG Jabfung Perawat

Peraturan Bersama Menkes dan Ka BKN No : 1110/MENKES/XII/
6 2008 TTG JUKLAK Jabfung Bidan
KEP. Bersama Menkes dan Ka BKN no : 733/Menkes/SKB/VI/2002
dan nomor 10/2002 tentang juklak jafung Perawat dan

Kepmenkes no : 352/Menkes/SK/IV/2002 Ttg JUKNIS
7
Jabfung Bidan
Kepmenkes nomor:1280/Menkes/SK/X/2002
Tentang juknis jafung Perawat dan angka kreditnya

4

UU No. 8 TAHUN 1974
JO. UU No. 43 TAHUN 1999

Mengamanatkan dalam Pasal 17 bahwa
Seluruh PNS diangkat dalam Jabatan dan
Pangkat tertentu.
ANALISIS KEBIJAKAN

Jabatan terdiri dari :

a. Jabatan Struktural

b. Jabatan Fungsional
5

PP No. 16 Tahun 1999

Jabatan Fungsional
Adalah Kedudukan yang menunjukkan
tugas, tanggung jawab, wewenang dan
hak seorang PNS dalam satuan organi-
sasi yang dalam pelaksanaan tugasnya
didasarkan pada keahlian ( Profesi dan
Kompetensi ) dan atau keterampilan
tertentu serta bersifat mandiri.

Instansi Pembina Jabfung
Adalah instansi Pemerintah yang ber-
tugas membina suatu jabatan fungsional
menurut peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
6

PENGEMBANGAN KARIR PNS JABATAN ESELON STRUKTURAL Jafung PNS JABATAN PERAWAT CPNS FUNGSIONAL trampil /ahli FORMASI Tunjangan JABAT Umum UMUM PENSIUN .

APOTEKER. DOKTER GIGI. Pend. PERAWAT AHLI 60THN  PP 24 Th 2009 : Perpanjangan BUP bagi PNS yang menduduki jabfung Dr. Klinis 65 THN 8 . BUP (Batas Usia Pensiun)  PP 32 TAHUN 1979  SE BKN no 02 thn 1987 TTG Batas Usia Pensiun PNS  PERAWAT TERAMPIL 56 THN  DOKTER.

Dokter Gigi 141/Kep/M. Dokter 139/Kep/M. Jabfung Kesehatan untuk pengangkatan pertama dibebaskan dari Persyaratan Diklat No Jabfung Kep.Pan/4/2001 04 April 2001 5.PAN/4/2008 15 April 2008 4. Apoteker Per/07/M. Perawat 94/Kep/M. Menpan 1.PAN/11/2001 7 Nopember 2001 9 .PAN/11/2003 7 Nopember 2003 3.PAN/11/2003 7 Nopember 2003 2. Nutrisionis 23/Kep/M.

PAN/1/2008 28 Jan 2008 9 Fisioterapis Per/12/M.Pan/3/2006 29 Maret 2006 8 Bidan 01/PER/M.Pan/3/2006 28 Maret 2008 10 .Pan/3/2006 29 Maret 2006 11 Perekam Medis Per/15/M.Pan/3/2006 29 Maret 2006 12 Radiografer Per/16/M.Pan/3/2006 29 Maret 2006 13 Asisten Apoteker Per/08/M.Pan/4/2008 15 April 2008 14 Pranata Labkes Per/08/M.Pan/3/2006 29 Maret 2006 Elektromedis 7 Sanitarian Per/10/M.Pan/3/2006 29 Maret 2006 10 Perawat Gigi Per/14/M.No Jabfung Per. Menpan Nomor Tanggal 6 Teknisi Per/09/M.

Pan/12/2005 30 Des.Pan/4/2005 21 April 2005 17 Okupasi Terapis Per/123/M. 2005 18 Ortotis Prostetis Per/122/M.Pan/5/2008 26 Mei 2008 22 Psikolog Klinik Per/11/M.Pan/4/2007 30 April 2007 21 Fisikawan Medik Per/12/M.Pan/5/2008 26 Mei 2008 23 Dokter Pendidik Klinis Per/17/M. Optisien Per/47/M. Transfusi Darah Per/05/M.Pan/4/2007 30 April 2007 20 Teknisi Gigi Per/06/M. Menpan Nomor Tanggal 15 Ref.Pan/12/2005 30 Des.Pan/4/2005 21 April 2005 16 Terapis Wicara Per/48/M.Pan/9/2008 16 Sept.No Jabfung Per. 2005 19 Tek. 2008 11 .

Pan/11/2000 Kesehatan 30 Nopember 2000 2.Pan/8/2000 14 Agustus 2000 4. Menpan 1. Adminkes 42/Kep/M. Epidemiolog 17/Kep/M.Pan/11/2000 Kesehatan 30 Nopember 2000 3.Pan/12/2000 22 Desember 2000 12 . Jabfung Kesehatan untuk pengangkatan pertama diharuskan persyaratan Diklat No Jabfung Kep. Entomolog 18/Kep/M. Penyuluh Kesmas 58/Kep/M.

UNIT PEMBINA INTANSI JABFUNG TENAGA KESEHATAN 1. Ditjen. Ditjen.Optisien  Radiografer  Teknisi Gigi  Pranata Labkes  Teknisi Transfusi Darah  Perawat Gigi  Fisikawan Medik  Perekam Medik  Psikolog Klinik  Fisioterapis  Dokter Pendidik Klinis 2. Epidemiolog Kesehatan Entomolog Kesehatan 13 .Penyakit & Penyehatan Lingkungan ) Kemenkes Sanitarian. PP dan PL Depkes (Penangg. BUK Kemenkes  Dokter  Ortotis Prostetis  Dokter Gigi  Okupasi Terapis  Perawat  Terapis Wicara  Bidan  Ref.

Pusat Promkes Setjen Kemenkes Penyuluh Kesehatan Masyarakat 7. KIA dan Gizi Kemenkes  Nutrisionis 4.Prasarana dan Peralatan Kesehatan Teknisi Elektromedik 14 . Pusat Sarana. Ditjen. Ditjen Binfar dan Alkes Kemenkes  Apoteker dan  Ass. Biro Hukum dan Organisasi Kemenkes  Administrator Kesehatan 6. Apoteker 5.3.

MUTASI JABATAN FUNGSIONAL TENAGA KESEHATAN ( BIDAN. ALIH JENJANG DARI TERAMPIL KE AHLI . PEMBERHENTIAN JABATAN 8. KENAIKAN PANGKAT 6. INPASSING 3. PENGANGKATAN KEMBALI 9. DLL) 1. PENGANGKATAN DARI JABATAN LAIN 4. PEMBEBASAN JABATAN 7. KENAIKAN JABATAN 5. PENGANGKATAN PERTAMA 2. PERAWAT.

Pendidikan 1. DP-3 3. Diklat PAK 4. DP-3 Jenjang Jabatan ditentukan perolehan ak setelah PAK-nya Jenjang Jabatan dan ditetapkan oleh Pejabat ybw. Pertama ) ( SK Inpassing ) DUPAK Pembebasan Sementara Naik Jenjang Pengangkatan Kembali Jabatan/Pangkat Pemberhentian 16 .Menpan Terbit Kep.Menpan Pengangkatan Pertama Kali Inpassing 1. Pangkat 3. Siklus Pengangkatan ke dalam Jabfung Kesehatan Bertugas Setelah II I Bertugas Sebelum Terbit Kep. AK pada Tabel Kumulatif ( SK Pengk. Pendidikan 2. Pangkat DUPAK 2.

. PENGANGKATAN PERTAMA Persyaratan Umum . Status PNS . Menpan masing- masing Jabatan Fungsional. Menpan-nya masing-masing. 17 . Diklat fungsional sesuai dengan Kep. Ijazah sesuai dengan syarat Kep. Formasi/Kebutuhan .

Setiap unsur penilaian dalam DP-3 sekurang- kurangnya bernilai baik dalam satu tahun terakhir. Kualifikasi pendidikan sesuai dengan bidang tugas (profesinya) 18 . Surat pernyataan memilih jabatan fungsional. . . .. Memenuhi AK kumulatif minimal untuk pengangkatan pertama.

setelah ditetapkan Pak-nya oleh pejabat ybw. . DP-3 1 (satu) tahun terakhir “Baik” . . FC Kartu Pegawai Pangkat sesuai dengan pangkat yang dimiliki. SPMT di bidang tugas pokoknya yang di-tandatangani oleh Kepala Unit kerja ybs. DUPAK disertai bukti fisiknya . 19 . KELENGKAPAN BERKAS . . FC SK PNS atau SKKP terakhir. sedangkan jenjang jabatan sesuai dengan perolehan angka kredit yang berasal dari Unsur Utama dan Penunjang. Surat pernyataan bersedia melaksanakan tugas pokoknya dari PNS ybs.

PENGANGKATAN PNS DALAM JABATAN FUNGSIONAL MELALUI INPASSING/PENYESUAIAN Inpassing diberikan kepada PNS yang telah melaksanakan tugas/kegiatan. dan pada saat dite- tapkan Kep.Menpan tentang Penyesuaian/ Inpassing sudah melaksanakan tugas sesuai dengan bidang profesinya. berdasarkan SPMT dari Pejabat ybw. dapat diangkat ke dalam Jabatan fungsional melalui Inpassing 20 .

4. Berstatus sebagai PNS 3. Setiap unsur penilaian dalam DP-3 bernilai baik dalam satu tahun terakhir. 5. Berijazah sesuai dengan bidang dan rumpun jabfung yang ditentukan. Persyaratan Inpassing 1.II/a (sesuai syarat yang ditentukan masing-masing jabfung ). Pangkat serendah-rendahnya Pengatur Muda . Memperhatikan formasi yang ada. 2. 21 .

Tidak sedang menduduki jabatan struktural/ fungsional lainnya. CATATAN : Pangkat sesuai dengan pangkat yang dimiliki sedangkan jenjang jabatan dan angka kredit sesuai dengan angka kredit pada Tabel Kumulatif. SPMT dari atasan langsung. 7. 22 . Surat pernyataan memilih Jabatan Fungsional yang akan didudukinya. 8.6.

JABFUNG JABFUNG JABFUNG MADYA TASE PERTAMA MUDA (%) III/a III/b III/c III/d IV/a IV/b IV/c I UTAMA  80% 80 120 160 240 320 440 560 A. UNSUR PERSEN. PENDIDIKAN B. PELAYANAN KES. C. JUMLAH AK JABFUNG AHLI NO. PENGEMBANGAN PROFESI 12 24 II UNSUR PENUNJANG  20% 20 30 40 60 80 110 140 Kegiatan Penunjang yang mendukung pelaksanaan tugas JUMLAH 100% 100 150 200 300 400 550 700 .

PENDIDIKAN B. LANJT PENYELIA (%) II/a II/b II/c II/d III/a III/b III/c III/d UTAMA  80% 20 32 48 64 80 120 160 240 A. JUMLAH AK JABFUNG TERAMPIL UNSUR PERSEN. C.PELAKS JABF PELAKSANA JABFUNG JABFUNG TASE PML PELAKS. PENGEMBANGAN PROFESI UNSUR PENUNJANG  20% 5 8 12 16 20 30 40 60 Kegiatan Penunjang yang mendukung pelaksanaan tugas JUMLAH 100% 25 40 60 80 100 150 200 300 . PELAYANAN KES.

Pertama SK 2. PENGANGKATAN DARI JABATAN LAIN ( Alih Tugas dari jabatan Struktural atau Jabfung lain ) III Struktural/Jabfung Lain Struktural/Jabfung Lain ( Belum pernah menduduki ( Pernah menduduki Jabfung Kesehatan ) Jabfung Kesehatan ) 1. Pengalaman 2 tahun Pengangkatan kembali 3. Dupak -Nyambung Naik Jenjang (dimulai dari SPMT/ Jabatan/Pangkat Pengangkatan kembali) 25 . Memenuhi syarat Peng. Usia 5 tahun sebelum BUP Pangkat sesuai dengan pangkat yang Pangkat sesuai dengan pangkat yang dimiliki sedangkan jenjang jabatan dimiliki sedangkan jenjang jabatan sesuai dengan ak yang pernah dimiliki ditentukan perolehan ak setelah ( SK Pembebasan Sementara ) PAK-nya ditetapkan oleh Pejabat ybw. DUPAK MP. Dupak –Putus MP.

KENAIKAN JABATAN DAN PANGKAT Penetapan Angka Kredit digunakan sebagai dasar untuk mempertim- bangkan kenaikan jabatan dan /atau pangkat sesuai ketentuan yang Berlaku atau untuk membuktikan ybs Masih menduduki jafung 26 .

KENAIKAN JABATAN Kenaikan Jabatan dapat dipertimbangkan setiap kali dengan ketentuan : Sekurang-kurangnya telah 1 1 ( satu ) tahun dalam Jabatan terakhir Memenuhi angka kredit yang ditentukan 2 untuk kenaikan jabatan setingkat lebih tinggi 3 DP-3 nilai baik dalam satu tahun terakhir 27 .

KENAIKAN PANGKAT Kenaikan Pangkat dapat dipertimbangkan setiap kali dengan ketentuan : Sekurang-kurangnya telah 2 (dua) tahun 1 dalam pangkat terakhir Memenuhi angka kredit yang ditentukan 2 untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Setiap unsur penilaian dalam DP-3 3 sekurang-kurangnya bernilai baik dalam dua tahun terakhir 28 .

III/d 100 TERAMPIL P. TINGKAT PENYELIA III/c . TINGKAT AHLI MADYA IV/a–IV/b-IV/c 150 MUDA III/c – III/d 100 PERTAMA III/a – III/b 50 2. AK YANG DIBUTUHKAN UNTUK KENAIKAN JABATAN/PANGKAT NO JENJANG JENJANG GOL/ AK YANG JABATAN JABATAN RUANG DIBUTUH- KAN 1. LANJUTAN III/a –III/b 50 PELAKSANA II/b-II/c–II/d 20 29 .

Pendidikan sekolah ( Ijazah/Gelar) b. KOMPOSISI JUMLAH AK Unsur Utama Minimal 80 % dari Meliputi : . Pengabdian pada masyarakat. . Pengembangan Profesi 30 . Diklat fungsional ( STTPL) . Kegiatan/Pelayanan tugas pokok . Pendidikan : a.

KOMPOSISI JUMLAH AK Unsur Penunjang Maksimal 20 % Meliputi : . bidang kesehatan. Menjadi anggota organisasi profesi . Memperoleh gelar kesarjanaan lain ( diluar bidang tugas ) . Mengikuti seminar/lokakarya . Mengajar/melatih dlm. . Menjadi anggota Tim Penilai . Memperoleh tanda jasa/piagam penghargaan 31 .

KELEBIHAN ANGKA KREDIT Pejabat fungsional yang telah memiliki Angka kredit melebihi angka kredit yang telah ditentukan untuk kenaikan jabatan/pang- kat setingkat lebih tinggi. ke- lebihan angka kredit tersebut diperhitungkan untuk kenaik- an jabatan/pangkat berikutnya 32 .

pada tahun berikutnya diwajibkan mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 20% (dua puluh persen) dari jumlah AK yang disyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan Pelayanan /Tugas pokoknya. PADA TAHUN PERTAMA Pejabat fungsional yang telah mencapai AK untuk kenaikan jabatan / pangkat pada tahun pertama dalam masa jabatan / pangkat yang didudukinya. 33 .

Tiga bulan sebelum Periode Kenaikan Pangkat Penetapan Angka kredit untuk kenaikan pangkat ditetap- kan selambat-lambatnya 3 ( tiga ) bulan sebelum periode kenaikan pangkat 34 .

tahun yang bersangkutan. angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Januari. Kenaikan pangkat periode Oktober. angka kredit ditetapkan selambat-lambatnya pada bulan Juli tahun yang bersangkutan. Periode April .Oktober Kenaikan pangkat periode April. 35 .

SLTA/Diploma I 25 25 2. Peraturan Kepala BKN Nomor 28 Tahun 2005 Tanggal 28 Desember 2005 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN TINGKAT TERAMPIL Angka Kredit No Pendidikan Lama Baru 1. Diploma III/Sarjana Muda 50 60 36 . Diploma II 50 40 3.

Doktor (S3 ) 150 200 37 . 100 150 Magister (S2) 3. Peraturan Kepala BKN Nomor 28 Tahun 2005 Tanggal 28 Desember 2005 ANGKA KREDIT PENDIDIKAN TINGKAT AHLI Angka Kredit No Pendidikan Lama Baru 1. Sarjana (S1)/D-IV 75 100 Dokter/Apoteker/ 2.

DIKLAT FUNGSIONAL Bukti fisik mengikuti Diklat fungsional FC.Sertifikat/STTPL dan atau piagam Pemberian angka kredit didasar- kan pada jumlah jam latihan yang tercantum dalam STTPL/Sertifikat 38 .

80 jam 1 39 . Lamanya antara 481. Lamanya antara 30 . Lamanya antara 161 . Lamanya antara 641– 960 jam 9 3. Lamanya antara 81 . Lamanya lebih dari 960 jam 15 2. Lamanya Pelatihan dan Jumlah AK No Lamanya AK 1.640 jam 6 4.160 jam 2 6.480 jam 3 5.

Membuat buku Pedoman/Juklak/Juknis di bidang Keperawatan/Kebidanan/kesehatan. Unsur Pengembangan Profesi meliputi : . Membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang Keperawatan /kebidanan/Kesehatan. Menerjemahkan/menyadur buku dan bahan lainnya di bidang Keperawatan/Kebidanan/Kesehatan . 40 . . Mengembangkan teknologi tepat guna di bidang kesehatan. . Pengembangan Profesi 1.

Jumlah penulis pembantu sebanyak-banyaknya 3( tiga ) orang Contoh : Suatu karya tulis ditulis oleh 4 orang.50 = 1. diberikan nilai angka kredit sebesar 12. 4.667 Penulis Pembantu 3 41 .50 = 7. Karya Tulis disusun bersama 1. kalau karya tulis tsb. Penulis Pembantu 40 % 3.50 maka : 1 (satu ) orang 60 % x 12.50 Penulis Utama 1 3 ( tiga ) orang 40 % x 12. Penulis Utama 60 % 2.

PENGEMBANGAN PROFESI Diwajibkan Bagi Jenjang Madya s/d Utama Untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi ke Jenjang Madya pangkat Pembina Tk. 42 . I Gol. Ruang IV/e. IV/b sampai dengan pangkat Pembina Utama Gol. diwajibkan mengumpulkan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) angka kredit dari Unsur Pengembangan Profesi (setiap kali naik pangkat ).

PENUGASAN TERTULIS Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Jabatan fungsional yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegi- atan / tugas pokoknya. 43 . maka jabatan fungsional yang berada pada satu ting- kat diatas atau di bawah jenjang jaba- tannya dapat melakukan kegiatan ter- sebut berdasarkan Penugasan tertulis dari pimpinan unit kerja ybs.

44 . angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan yang dilakukan. MELAKSANAKAN TUGAS DI ATAS JENJANG JABATANNYA Pejabat fungsional yang melaksanakan tugas satu tingkat di atas jenjang jabatannya. angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80 % (delapan puluh persen) dari setiap butir kegiatan yang dilakukan. MELAKSANAKAN TUGAS DI BAWAH JENJANG JABATANNYA Pejabat fungsional yang melaksanakan tugas satu tingkat di bawah jenjang jabatannya.

45 . Pejabat fungsional Bidan Terampil yang melaksanakan tugas Bidan Ahli Angka kredit yang diperoleh ditetapkan 20 % dari angka kredit setiap butir kegiatan yang dilakukan.Pejabat Fungsional Bidan Ahli yang melaksanakan tugas Tugas Bidan Terampil diberi AK sebesar 50 % dari AK setiap butir kegiatan yang dilakukan.

Belum mencapai pangkat maksimal : Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun tidak dapat mengumpul-kan AK yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Terampil : Gol. Tk. IV/c 20 AK 46 . III/c ke bawah Tk. 2. PEMBEBASAN SEMENTARA 1. Sudah mencapai pangkat maksimal : Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun tdk dpt mengumpulkan AK dari unsur Utama : Tk. Ahli . Terampil – III/d 10 AK Tk. Ahli : IV/b ke bawah.

Diberhentikan tunjangan jabatan fungsionalnya mulai bulan berikutnya.3. b. Hukuman Disiplin ( PP No.30/1980 ) c. Tubel > 6 (enam) bulan f.4/1966) d. CTLN e. g. Dibebaskan sementara menunjukkan AK terakhir yang dimiliki. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan fungsional. Karena Alasan lain : a. Diberhentikan sementara sebagai PNS (PP No. 47 .

Karena alasan lain. berat.berupa penuruan pangkat  Cuti diluar Tanggungan Negara. Selesai melaksanakan :  Tugas diluar jabfung tertentu.  Hukuman disiplin sedang. Setelah mengumpulkan AK yang ditentukan untuk kenaikan pangkat.  Pemeriksaan pengadilan dan dinyatakan tidak bersalah. Karena angka kredit. 48 . . PENGANGKATAN KEMBALI DALAM JABATAN FUNGSIONAL .  Tubel lebih dari 6 (enam) bulan.

Bagi : Jabfung Pelaksana – II/C s/d Jabfung Penyelia . Dalam jangka 1 tahun sejak ditetapkan pembebasan sementara tidak dapat mengumpulkan sekurang kurangnya 10 AK dari unsur utama untuk pangkat III/d 49 . Dalam jangka 1 (satu) tahun sejak ditetapkan Pembebasan sementara. tidak dapat mengumpulkan AK kumulatif minimal untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi.III/c 2. Apabila tidak dapat memenuhi AK 1. 2 PEMBERHENTIAN DARI JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN A.

Bagi : Jabfung Madya – IV/c 50 .2. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak pembebasan sementara. tidak dapat me-ngumpulkan AK sekurang- kurangnya 20 ( dua puluh ) yang berasal dari Unsur Utama.

dinyatakan bersalah. PEMBERHENTIAN DARI JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN B. 4 Tahun 1966 yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap berda-sarkan keputusan pengadilan. 51 . ybs. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berupa pemberhentian sebagai PNS ( PP No. Pemberhentian sementara sebagai PNS berdasarkan PP No. Karena alasan lain 1. 30 Tahun 1980 ) telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap 2.

PAN/6/2005 . ALIH JENJANG JABFUNG PERAWAT  Kep Menkes RI Nomor : 1243A/Menkes/SK/VIII/2005 Tentang Pedoman Mekanisme Mutasi Jabatan Fungsional Kesehatan di lingkungan Depkes  Peraturan Ka BKN Nomor 28 tahun 2005 tentang Ketentuan Pelaksanaan Per MENPAN No : PER/60/M.

ALIH JENJANG JABATAN FUNGSIONAL PERAWAT Persyaratan : 1. Masa kerja dalam pangkat minimal 1 (satu) tahun 4. Memperoleh Angka Kredit minimal 100 dari unsur utama dan unsur lain 5. Tersedia formasi . Ruang III/a 2. Mengikuti dan lulus Diklat fungsional Tingkat Ahli sesuai dengan kompetensinya dan memperoleh Sertifikat 6. Memiliki ijazah S1 Kep Nurs / D IV Keperawatan 3. Pangkat serendah-rendahnya Penata Muda Gol.

mengumpulkan Angka Kredit dari unsur Pendidikan yang baru. III/a ke atas yang memperoleh Ijazah S 1 Kep Nurs / D – IV Keperawatan untuk alih ke jenjang ahli harus mengumpulkan AK min 2 semester 3) Setelah lulus diklat ybs diterbitkan SPMT stelah IIIa 4) Ybs. TATA CARA ALIH JENJANG FUNGSIONAL PERAWAT TERAMPIL ke AHLI 1) Lihat formasi di kab/kota masing2 2) Pejabat Fungsional Terampil dengan Pangkat Gol. pelayanan dan unsur Penunjang dan memperoleh Angka Kredit minimal 100 5) YBS diusulkan untuk alih jenjang jabatan Perawat Ahli . sertifikat Diklat tk. Ahli.

.. 55 . 2006 1 Jan. Rp.47/2006 No. Epidemiolog Kesehatan. 850. Sanitarian. 715..000. 495. PKM.. Adminkes.000.000. 2004 1 Jan. TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN TINGKAT AHLI ( s/d Jenjang Madya ) Kepres Per. Rp.- TMT 1 Feb. Madya 650.000. 2007 Perawat.000. 300.. Pr-Labkes. Pres Per. 253.- Muda 450.- Pertama 230.000. Nutrisionis. 5/2004 No.Pres JENJANG No.000. Entomolog Kesehatan.000.000. 54/2007 JABATAN Rp.. 600.

Per.000.- Pel.000. Gigi.000.Lanjutan 220.000.000. 265. 240. Epid-Kes.000..000.000.- 300. 2007 Perawat.000.000.Apoteker. Rekam Medis. 440. 197.Pemula 120.-) 56 . 2006 1 Jan.000. Ass.. Elektromedis Rp. 5/2004 No.El) Pelaksana 150. 220.. Pr. Penyelia 400.000. Pres JENJANG No. Nutrisionis...47/2006 No. 183. TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN TERAMPIL Kepres Per. Sanitarian. 242.. 2004 1 Jan. Radiografer.- Pel.Labkes.. Pres Per.300.- TMT 1 Feb. ( Tek. PKM.000. 54/2007 JABATAN Rp. Entomolog-Kes. Rp.- (Tek. Rp. Bidan. 500..000.

57 .