You are on page 1of 40

Motor Arus Searah (DC

)

Oleh :

Ir. Ali Nurdin, MT

• Sebuah motor listrik adalah berfungsi untuk
mengubah daya listrik menjadi daya mekanik.
• Motor arus searah sering disebut motor dc
berfungsi untuk mengubah daya listrik dc
menjadi daya mekanik.
• Secara konstruksi motor dc sama dengan
generator dc yang terdiri dari bagian stator
dan rotor.
• Pada stator terdapat ; rangka (bodi), kutup
magnet, dan sikat.
• Pada rotor tedapat; jangkar, dan komutator.

1. Prinsip Kerja Motor DC

Prinsip motor listrik berdasarkan pada
kaidah tangan kiri. Sepasang magnet
permanen utara - selatan menghasilkan
garis medan magnet φ, kawat
penghantar diatas telapak tangan kiri
ditembus garis medan magnet φ. Jika
kawat dialirkan arus listrik DC sebesar I
searah keempat jari tangan, maka
kawat mendapatkan gaya sebesar F
searah ibu jari gambar-1. Bagaimana
kalau posisi utara-selatan magnet
permanen dibalik ? Ke mana arah gaya
Gambar 1 : Aturan Tangan Kiri yang dirasakan batang kawat ? lakukan
untuk Prinsip Kerja Motor DC peragaan dengan tangan kiri anda.

Percobaan sederhana prinsip kerja motor
dapat dilakukan dengan menggunakan
sepasang magnet permanen berbentuk U,
sebatang kawat digantung di kedua sisi
ujungnya, pada ujung kawat dihubungkan
sumber listrik DC gambar2. Arus listrik
mengalir dari terminal positif (+) ke batang
kawat sebesar I amper ke terminal negatif
(-). Kawat yang dipotong garis medan
magnet, pada batang dihasilkan gaya tolak
sebesar F searah panah.

Besarnya gaya F yang dibangkitkan :
F = B.I. L.z Newton………….. …………………1

Gambar 2: Model kerja Motor DC

Amper • L = Panjang kawat efektif. Tesla • I = Arus mengalir di kawat. Newton • B = Kerapatan medan magnet. F = Gaya pada kawat. meter • z = Jumlah belitan kawat .

Belitan stator merupakan elektromagnet. Belitan jangkar ditopang oleh poros dengan ujung-ujungnya terhubung ke komutator dan sikat arang A1-A2 gambar-3. dengan penguat magnet terpisah F1-F2. Sesuai kaidah tangan kiri jangkar akan berputar berlawanan jarum jam. Belitan jangkar diberikan listrik DC dari A2 menuju ke A1. Konstruksi motor DC terdiri dari dua bagian. Gambar 3: Hubungan belitan penguat medan dan Jangkar Motor Arus listrik DC pada penguat magnet mengalir dari F1 menuju F2 menghasilkan medan magnet yang memotong belitan jangkar. yaitu stator bagian motor yang diam dan rotor bagian motor yang berputar. .

Belitan jangkar yang dialirkan arus listrik DC mengasilkan magnet dengan arah kekiri ditunjukkan panah gambar-4 Interaksi kedua Gambar 4 : Proses magnet berasal dari stator pembangkitan Torsi Motor DC dengan magnet yang dihasilkan jangkar mengakibatkan jangkar mendapatkan gaya torsi putar berlawanan arah jarum jam. Kutub magnet menghasilkan garis medan magnet dari utara-selatan melewati jangkar. Untuk mendapatkan medan magnet stator yang dapat diatur. . maka dibuat belitan elektromagnet yang dapat diatur besarnya arus eksitasinya. Terjadinya gaya torsi pada jangkar disebabkan oleh hasil interaksi dua garis medan magnet.

Alirkan listrik DC melalui komutator. lakukan pengamatan jarum kompas akan berputar ke arah jangkar. . dekatkan sebuah kompas dengan jangkar. Percobaan untuk mengecek apakah belitan jangkar berfungsi dengan baik. Hal ini membuktikan adanya medan elektromagnet pada jangkar. tidak ada yang putus atau hubung singkat dengan inti jangkarnya periksa gambar-5 Poros jangkar ditempatkan pada dudukan yang bisa berputar bebas. Tetapi jika jarum kompas diam tidak bereaksi. Gambar 5: Pengecekan sifat artinya tidak terjadi elektromagnet elektromagnetik pada Jangkar karena belitan putus atau hubung singkat ke Motor DC inti jangkar. artinya belitan jangkar berfungsi baik.

maka r kerja yang dilakukan oleh gaya F dalam satu putaran . TORSI (KOPEL). poros W = F x Jarak W = F x 2πr Kerja yang dilakukan oleh F dalam putaran per detik adalah : W= Fxrx 2πn W= Tax 2πn Gambar 6: Torsi Jangakar W= Ta x ωm W= Ta x 2πN/60 …………………………………. Torsi (kopel) adalah usaha yang F dihasilkan oleh motor Jika jari jari jangkar dari sebuah motor DC sebesar r mendapat gaya F. 2.2 W= Usaha yang dilakukan oleh kumparan jangkar.. F= Gaya ( Newton ) r= Jari-jari jangkar N= Putaran Jangkar ( Rpm ) .

Ia • Dengan demikian persamaan 2 dapat ditulis: • Ea.• n= Putaran jangkar (rpd) • Ta= Torsi (torque) jangkar (N.m) • ωm = Kecepatan putar mekanik (kecepatan sudut) (rad/s) • Adapun besar kerja yang dilakukan oleh putaran jangkar perdetik = W adalah sebanding dengan daya armatur (kumparan jangkar) atau ditulis : • W = P = Ea.Ia = Ta x 2πn .

3 • dengan substitusi persamaan 3 ke 2 didapat torsi jangkar sebesar .m ) • n = Putaran jangkar (rpd) • Besar ggl yang diinduksikan jangkar (Ea) adalah : Ea = ………………. • Ta = 0.• Ta = • Ta = 0.159 x ( N.159 x …………………2 • Dimana • Ta = Torsi jangkar (N.m)……………4 .

3. Diagram Daya Pada Motor Dc Daya Mekanik Pa = Ta.7 Hubungan Daya Outpu t dan Daya Input Motor Dc . Ia Angin Sumbu Histerisis Arus Pusar Tembaga Sikat Gambar.2πn/ (Pm=P 0ut= Ts.ωm ) Pin= VLxIL = Ea.

Motor Dc Kompond • a. Motor Dc Seri • 3. Motor DC Shunt. Motor Penguat Terpisah . Jenis-Jenis Motor DC • Jenis motor dc ditentukan oleh bentuk sambungan tegangan input dengan kumparan medan magnet. Kompond Pendek • 4.• 4. Kompond Panjang • b. • 2. • Adapaun jenis – jenis motor tersebut adalah : • 1.

Rangkaian Ekivalen motor DC Shunt . berdasarkan hukum kirchhoff tentang + tegangan didapat persamaan : VT = Ea + Ia. Motor DC Shunt 4.4.1.1 Rangkaian Ekivalen Ish IL Ia Dari rangkaian ekivalen disamping.1.Ra dimana IL = Ia + Ish VT Rsh Ra Ea _ Gambar 8.

Karakteristik motor Dc Shunt Pada grafik terlihat bahwa dengan penambahan beban Tb.1.φ. maka karena ω turun akan berakibat jatuhnya tegangan Ea.ω. sehingga Tb Tinput akan menybabkan perlambatan putaran motor (ω).• 4. .2 Karakteristik Motor Shunt ω ω Akibat reaksi jangkar T input T input Tmax Gambar 10. dari persamaan Ea = k.

N maka • atau . Ra. dari persamaan • Ea = φ.• Dari persamaan VT = Ea + Ia. untuk mencoba mengimbangi kopel beban. maka Ia naik. dan akhirnya besar kopel induksinya sama dengan kopel beban pada putaran yang lebih rendah dari semula.Z. • Faktor-faktor yang mempengruhi pengaturan kecepatan motor. maka kopel induksinyapun akan meningkat.

.• Karena adalah konstanta dengan menganggap maka dapat ditulis • Dan karenanya didapat suatu perbandingan sebagai berikut.

Pada kecepatan berapakah mesin tersebut berputar?. jika resistansi jangkar dan kumparan medan shunt. • Sebuah generator shunt 25 kW memasok daya ke jaringan listrik(bus bars) 440 Volt dan digerakan melalui ban kemudi (V-belt) dengan kecepatan 950 Rpm. . tetapi mesin terus berputar sebagai motor dengan mengambil daya 25 kW dari jaringan listrik.• Contoh Soal 1. berturut-turut 0. Ban tersebut tiba-tiba putus.5 Ω dan 160 Ω.

57 x 0.5) • = 469.Gambarkan rangkaian ekivalen Generator DC.82 = 59.57 A • Ea= VT + Ia.• Pembahasan contoh 1.Ra = 440 + (59.79 Volt . • 1.75 + 56. • Dari gambar • Ia = Ish + IB = 2.

75 = 54.• 2.75 A IB = 56. • Ish = 2.07 A • Ea = VT – Ia.Ra = 440 – (54.07 x 0.97 Volt • Adapun perbandingan kecepatan sesuai persamaan : . Gambarkan rangkaian ekivalen motor dc • Dari gambar dapat dilihat bahwa arus beban dan arus medan pada motor sama seperti pada geneator.82 A • Ia = IB .5 ) • = 412.82 – 2.Ish = 56.

maka φg = φm.1 Rpm .• Tapi karena arus medan pada generator sama dengan pada motor. sehingga : • Nm adalah putaran motor = 835.

2.4. bedasarkan hukum Rs kirchhoff tegangan didapat Persamaan VT VT = Ea + Ia ( Ra + Rs) IL = Is = Ia Ia Ea Ra .2 Motor DC Seri 4.1 Rangkaian Ekivalen IL Is Dari rangkaian ekivalen disamping.

maka Tind pun meningkat secara kuadratis terhadap arus jangkar (Ia).Ia terlihat hubungan antara kopel induksi (Jangkar). maka • T ind Ia2 • Persamaan ini berlaku untuk untuk kondisi dimana kondisi bahan magnetik motor belum sampai pada tingkat jenuk atau saturasi. karena φ Ia.• 4. Ia dan φ aka naik. Ia.φ.2. Pada saat beban meningkat .2 Karakteristik Motor Dc Seri • Dari persamaan Tind = k. . arus jangkar dan fluks. yangdapat ditulis kembali sebagai: Tind φ.

maka kecepatan • putar motor akan menu • ju ke harga tak hingga.• Jadi pada saat kondisi kejenuhan tercapai φ tidak lagi akan tergantung pada Ia. • hal ini Tmerupakan salah ind Satu kerugian motor dc berpenguat seri. . maka Tind sebading dengan Ia dan kurvanya bebentu garis lurus. • ω Ketika kopel induksi nenu • ju nol.

. karena ada rugi mekanis.• Namun dalam prakteknya kopel induksi tersebut tidak dapat menjadi nol. jika tidak ada beban yang dihubungkan ke motor jenis ini. maka putaran motor menjadi sangat cepat dan cukup membayakan. dan rugi besi yang harus diatasi. • Bagai manapun . inti. • Karenanya jangan pernah sama sekali-kali tidak membebani motor jenis ini pada saat start dan juga dalam menghubungkan dengan beban jangan menggunakan mekanisme penggerak yang mudah putus seperi ban-kopel.

Ra – Is.Rs dimana Ia=Is maka Ea = Vt – Ia( Ra + Rs) IL = Ia + Ish dimana Ish = VT/Rsh Ish IL Is=Ia Rs VT Rsh Ea Ra .1 Kompond Panjang Ea = VT – Ia.3.4.3 Motor DC Kompond 4.

Ra Rs Ish VT Ia Rsh Ea . Rs Ea = VT – Is. 4.2 Kompond Pendek IL=Is IL =Is = Ish + Ia Ish = Vsh/Rsh dimana Vsh = VT – Is.3.Rs – Ia.

tetapi kopelmulanya lebih kecil dari pada motor seri ( yang seluruh fluksnya sebanding dengan arus jangkar). . • Karena itu.• 4.3. motor kompond komulatif memiliki kopel mula (starting torque) lebih besar dari pada motor shunt (yang fluksinya konstan).3 Karakteristik Motor Kompond • Pada motor arus searah kompond komulatif. ada komponen fluks konstan dan komponen lainnya yang sebanding terhadap arus jangkarnya( dan juga bebannya).

dan motor dc shunt tidak akan berkecepatan lebih (over speed) pada saat beban nol. . maka motor berkelakuan seperti motor shunt. • Seperti motor dc seri. memiliki kopel mula ekstra.• Motor arus searah kompond komulatif mengkombinasikan keistimewaan yang terbaik dari motor seri dan paralel. medan seri memiliki pengruh yang sangat kecil. • Pada beban ringan.

Gambar 15 : Karakteristik putaran Motor DC Kompound .• Ketika beban semakin besar. fluks seri menjadi cukup penting dan kurva kopel kecepatan mulai terlihat seperti karakteristik motor seri.

Jika arus jangkar total 50 Amp. dua cabang paralel. 100 Ω. 250 Volt. Tentukan tenaga total jangkar yang dipakai apabila dijalankan : • 1.06 Ω. mempunyai tahanan jangkar dan medan berturut-turut 0.m dari jangkar sebuah motor dc 4 kutub yang mempunyai 774 penghantar . Sebagai motor. jika outputnya 25 Kw • 2. jika inputnya 25 Kw • Tugas 2. 25 kw. . Sebagai generator.• Tugas 1. 25 m wb perkutub. • Sebuah generator dc shunt. • Carilah harga torsi dalam N.

Penyelesaian Tugas 1.5 A 100 A 102. Sebagai generator Arus Keluaran 2.5 A 250 V Rsh Ea Ra Beban Ia = IL + Ish = 100 + 2.5 A EMF yang dibangkitkan: Ea = Vt + Ia. 1.Ra Tenaga totoal yang dipakai dalam jangkar = Ea x Ia .5 = 102.

2.5 = 97.5 A 100 A 97.625 Watt . 0.5 x 97.5 = 23804. Sebagai Motor Arus masuk motor 2. Ia = 244. Ra = 250 – 97.5 A Ea = Vt – Ia .5 A Ea Ra Ia = IL – Ish = 100 – 2.06 = 244.15 Volt Tenaga yang dipakai dalam jangkar = Ea.5.

• Gunakan persamaan 4 Φ = 24. maka a = 4/2 = 2 . P = 4 .• Penyelesaian Tugas 2. 10-3 wb.

Dimana mempunyai 280 slot dan setiap slot mempunyai 4 penghantar.406 m.3 Ω. diameter katrol 0. Tentukan besar gaya tarikan pada sisi katrol motor. • Belitan jangkar sebuah motor seri adalah belitan jerat dari 200 volt.• Tugas 3. Tahanan medan 0.5Ω. Arus 45 A dan fluksi per kutub 18 m-wb. 4 kutub. rugi besi dan rugi rugi gesekan total 800 watt. . tahanan jangkar 0.

10-3 weber z = 280 .• Penyelesaian tugas 3.10-3.5 + 0. (4/4) • .z.rumus ggl jangkar • Φ = 18. • Ea = V – Ia. (Ra + Rs) • = 200 – 45 ( 0. Dengan rumus ggl jangkar maka • 164 = 18.3 ) = 164 Volt • Ea = φ.4 a = P untuk belitan jerat. P/a …………. (280x4) n. n.

• Masukan total = 200 x 45 = 9000 watt • Rugi Cu = Ia2 x (Ra + Rs ) • = (45)2x (0. .8) = 1620 watt • Rugi-rugi besi dan gesekan 800 watt • Rugi-rugi total = 2420 watt • Keluaran 9000 – 2420 = 6580 watt • Tsh x 2πn = keluaran dalam watt • Maka gaya tarikan.

240 volt menghasilkan 15. Hitunglah: • A. apabila dijalankan pada1000 rpm. • Sebuah motor shunt belitan gelombang . Torsi yang berguna. 4 kutub . • C. Fluksi per kutub • D.22 hp (metrik). • Tugas /PR (3ELa) tgl . 20/12-2011 . Efesiensi. Momen putar ( torsi ) total.1 Ω. jangkar dan medan menarik arus berturut-turut 50 A dan 1 A jumlah penghantar jangkar 540 dengan tahanan 0. • B.• Tugas 4. Jatuh tegangan per sikat 1volt. • E. Rugi rugi perputarannya.

1 ) – 2 = 233 Volt • Ia = 50 A . • Ea = V – IaRa – Es • = 240 – (50x 0.• Penyelesaian tugas 4. n = 1000 rpm = 50/3 rps • Ish = 1 A .

Rsh = 100 Ω. Hitunglah Torsi beban penuh . . Ra= 0.• Tugas.1Ω. jika arus motor 50 A. V 250 Volt. Pada saat tanpa beban arus = 10A dan kecepatan motor 1500 rpm . 5 • MotorDc Shunt.