Presentasi Kasus

TINEA KRURIS et KORPORIS

Pembimbing:
dr. Boedhy Setyanto Sp.KK

Putri Noorika Dewi
Dokter Muda Rumah Sakit
Kanjuruhan, Kepanjen

Status penderita
 Nama : Ny.R
 Umur : 54 tahun
 Jenis kelamin : Perempuan
 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
 Pendidikan : SMA
 Agama : Islam
 Alamat : Pagak
 Status : menikah
 Suku : Jawa
 Tanggal periksa : 10 November 2010

ANAMNESA

Keluhan Utama :
Gatal- gatal pada sela paha, dan badan

Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang dengan keluhan gatal-gatal di
kedua sela paha, serta perut. Hal ini dialami
pasien selama ± 1 tahun yang lalu.
Tampak bercak-bercak kemerahan dengan batas
jelas, pada bagian tengah menyembuh sedangkan
pada bagian tepi meninggi yang berupa bintil-bintil
merah

Cont’d Awalnya bintil-bintil merah kecil disertai rasa gatal pada kedua sela paha. Karena gatal. Rasa gatal tersebut bertambah terutama saat berkeringat. pasien menggaruknya sehingga bintil-bintil merah tersebut menyebar dari sela paha. Karena garukan dilakukan terus-menerus lama kelamaan bintil-bintil merah tersebut berubah menjadi bercak kemerahan. dan perut. .

sehingga pasien memutuskan berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Kepanjen . Bercak tersebut tidak mengalami perbaikan dan semakin melebar. Sebelumnya pasien pernah berobat dan diberi obat pil dan bedak (pasien lupa nama obatnya).

 Diabetes Melitus (-). Hipertensi (–) Riwayat penyakit keluarga :  Tidak ada yang menderita penyakit yang sama dengan pasien Riwayat Kontak dengan penderita dg keluhan yg sama : (-) . Cont’d Riwayat penyakit dahulu :  Pasien tidak pernah mengalami penyakit seperti ini sebelumnya.

kesadaran compos mentis (GCS E4V5M6) Tanda vital : Tensi : (tidak dilakukan pengukuran) Nadi : (tidak dilakukan pengukuran) RR : (tidak dilakukan pengukuran) Suhu : (tidak dilakukan pengukuran) .PEMERIKSAAN FISIK Keadaan umum: Tampak cukup.

Cont’d Kepala : dbn Mata : dbn THT : dbn Mulut : dbn GIT : dbn Leher : dbn Thorax : dbn Abdomen : terdapat kelainan kulit Sistem genetalia : dbn Ekstremitas atas : dbn Ekstremitas bawah : terdapat kelainan kulit .

meluas. papula (+) dan Abdominalis vesikel (+). tepi aktif (meninggi). Status Dermatologis Regio Effloresensi Inguinalis sinistra ad tampak makula eritematus berbatas dextra tegas. central healing (+) tertutup squama halus . .

Pemeriksaan Laboratorium KOH 10% : Hifa (+) .

pada bagian tengah menyembuh sedangkan pada bagian tepi meninggi yang berupa bintil-bintil merah Awalnya bintil-bintil merah kecil disertai rasa gatal pada kedua sela paha. Hal ini dialami pasien selama ± 1 tahun yang lalu. . Rasa gatal tersebut bertambah terutama saat berkeringat. Tampak bercak-bercak kemerahan dengan batas jelas. dan perut. serta perut. Karena gatal. Karena garukan dilakukan terus-menerus lama kelamaan bintil- bintil merah tersebut berubah menjadi bercak kemerahan. RESUME Pasien datang dengan keluhan gatal-gatal di kedua sela paha. pasien menggaruknya sehingga bintil-bintil merah tersebut menyebar dari sela paha.

sehingga pasien memutuskan berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Kepanjen. .Sebelumnya pasien pernah berobat dan diberi obat pil dan bedak (pasien lupa nama obatnya). Bercak tersebut tidak mengalami perbaikan dan semakin melebar.

Pemeriksaan Laboratorium: KOH 10% . meluas.Hifa (+) . Cont’d RPD : (-) Riwayat penyakit keluarga : (-) Riwayat Kontak dengan penderita dg keluhan yg sama : (-) Status Dermatologi : pada regio Inguinalis sinistra ad dextra dan Abdominalis tampak makula eritematus berbatas tegas. vesikel (+). tepi aktif (meninggi). papula (+). central healing (+) tertutup squama halus.

DIAGNOSA KERJA TINEA KRURIS et KORPORIS .

Penatalaksanaan Non Medikamentosa • Menjaga kebersihan tubuh • Memakai pakaian yang menyerap keringat • Hindari pemakaian pakaian dalam yang berbahan nilon karena akan menyebabkan daerah lipat paha menjadi lebih lembab • Menghindari garukan • Tidak memakai peralatan rumah tangga secara bersama-sama .

Griseofulvin 250 mg 2 x I tab • Topikal . Cont’d Medikamentosa • Sistemik .Miconazole Nitrat cream 2% .

Pembahasan Kasus TINEA KRURIS et KORPORIS .

Tinea korporis .Tinea kruris .Tinea manus .Tinea kapitis Dermatofitosis .Tinea unguium . Pendahuluan Dermatomikosis Superfisial .Tinea pedis .Tinea imbrikata Pitiriasis versikolor Kandidosis Profunda Sub kutis Organ .

( Tinea sirsinata."Dhobi itch". Tinea "Jockey itch´.) glabrosa ) Infeksi jamur yang mengenai Infeksi jamur yang lipat paha. lengan dan tungkai. bagian bawah badan. Dermatofita Golongan jamur yang mempunyai sifat mencernakan keratin. . leher. daerah genitalia dan mengenai kulit tubuh tidak di sekitar anus yang dapat berambut (globorous skin) meluas ke bokong dan perut di daerah muka. TINEA KRURIS TINEA KORPORIS (Eczema marginatum.

Etiologi Tinea Kruris Tinea Korporis Epidermophyton • Epidermophyton floccosum floccosum Trichophyton rubrum • Trichophyton rubrum • Trichophyton mentagrophytes .

.Patogenesa Agen penyebab Kontak pakaian handuk sprei langsung penderita Jamur menghasilkan keratinase yang mencerna keratin Memudahkan invasi ke stratum korneum Infeksi terjadi dimulai dengan terbentuknya kolonisasi hifa didalam jaringan keratin yang mati Hifa menghasilkan enzim keratolitik yang berdifusi ke jaringan epidermis sehingga menimbulkan peradangan Pertumbuhan jamur dengan pola radial di dalam stratum korneum menyebabkan timbulnya lesi kulit dengan batas yang jelas dan meninggi.

vesikel Tengah tenang/menyembuh (central healing) ditutupi squama halus . Gambaran klinis • Gejala : Gatal (meningkat waktu berkeringat) • UKK : makula eritematus berbatas jelas Lesi bulat atau lonjong Tepi aktif (meninggi)  papul-papul.

Diagnosis Berdasarkan :  Anamnesis  Pemeriksaan fisik (gambaran klinis dan lokasi terjadinya lesi)  Pemeriksaan mikologis (KOH) .

Pemeriksaan mikologis langsung Pengambilan spesimen: Meminta ijin pada pasien untuk melakukan pemeriksaan Menjelaskan kepada pasien tentang prosedur pemeriksaan Persiapan : Membersihkan permukaan kulit yang akan di ambil sampel dengan menggunakan aceton .

Mengambil sampel dengan cara melakukan kerokan dengan menggunakan scalpel atau bagian pinggir dari obyek glass Hasil kerokan dioleskan pada obyek glass Ditetesi dengan lar. KOH 10% lalu tutup dengan kaca penutup dengan sedikit ditekan Diamati dibawah Mikroskop cahaya pembesaran 100X & 400X .

bersepta dan biasanya bercabang . Cont’d Hifa sejati Garis-garis yang tersusun dari hifa di antara sel-sel epitel.

DD TINEA KRURIS  Eritrasma  Kandidosis lipat paha  Psoriasis  Dermatitis seboroika .

Eritrasma Kandidosis lipat paha .

Cont’d TINEA KORPORIS Morbus Hansen Psoriasis vulgaris Impetigo kontagiosa L E Diskoid kronik Dermatitis seboroik sifilis stadium II tipe makulopapular .

Morbus Hansen Impetigo kontagiosa Psoriasis vulgaris L E Discoid Kronik .

Dermatitis Seboroik Sipilis stadium 2 .

 obat ini masuk ke dalam sel jamur.  absorpsi baik bila diberikan bersama makanan berlemak tinggi . berinteraksi dengan mikrotubulus dalam jamur dan merusak serat mitotik dan menghambat mitosis.Pengobatan Griseofulvin Fungisidal. Mekanisme kerja :  menghambat mitosis jamur (mengikat protein mikrotubuler).

Mekanisme kerja :  Menghambat sintesa ergosterol  Gangguan sintesis asam nukleat  Penimbunan peroksida dalam sel jamur  Ketiganya menyebabkan sel jamur rusak . Cont’d Mikonazole nitrat Turunan Imidazol sintetik. Spectrum anti jamur lebar.

Prognosis Umumnya baik dengan diagnosis dan terapi yang tepat asalkan kelembapan dan kebersihan kulit selalu dijaga .