DISUSUN OLEH

:
KELOMPOK IV

Anggi Anggraini Melisa Kurnia S
Gusri Hidayatullah Nike Anggraini
Haidul Adha Rifaldi Putri Utami
Herlina Purnama Sari

Latar Belakang
 Salah satu gangguan jiwa psikosa fungsional yang
terbanyak adalah Skizofrenia. Studi epidemiologi
menyebutkan bahwa perkiraan angka prevalensi
Skizofrenia secara umur berkisar antara 0,2 % hingga 2,0 %
tergantung di daerah atau negara mana studi itu
dilakukan. Di indonesia sendiri, kasus klien dengan
Skizofrenia 25 tahun yang lalu diperkirakan 1/1000
penduduk dan diperkirakan dalam 25 tahun mendatang
akan mencapai 3/1000 penduduk (Hawari, 2001).
 Skizofrenia adalah penyakit yang mempengaruhi otak dan
menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan,
dan prilaku yang aneh dan terganggu, skizofrenia tidak
dapat didefinisikan sebagai penyakit tersendiri melainkan
diduga sebagai suatu sindrom gangguan jiwa (Videbeck,
2008).

suatu penerapan panca indra tanpa ada rangsangan dari luar. tahun 2013 sebanyak 4.672 orang dengan skizofrenia yang rawat inap. Gangguan jiwa lain yang juga disertai dengan gejala halusinasi adalah gangguan manik depresif dan delerium. pada tahun 2012 sebanyak 2.  Berdasarkan data yang diperoleh di RS Khusus Jiwa Soeprapto Kota Bengkulu.897 orang dengan skizofrenia paranoid yang rawat jalan dan sebanyak 1. Halusinasi merupakan gangguan persepsi dimana klien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. pada tahun 2014 dari bulan Januari-November yang mengalami skizofrenia sebanyak 5.509 orang dengan skizofrenia residual dan 1. Suatu penghayatan yang dialami suatu persepsi melalui panca indra tanpa stimulus eksteren persepsi palsu (Praptoharsoyo. 2012).899 orang yang rawat jalan dan bulan Januari-Oktober sebanyak 1.034 orang dengan skizofrenia yang rawat inap. sering diidentikkan dengan skizofrenia. dari seluruh klien skizofrenia 70 % diantaranya mengalami halusinasi.142 orang dengan skizofrenia paranoid yang rawat jalan dan sebanyak 1. 2012-2014 .860 orang dengan skizofrenia residual dan sebanyak 1. Halusinasi merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa Halusinasi.393 orang dengan skizofrenia yang rawat inap (Sub Rekam Medik RSJ Soeprapto Daerah Bengkulu.

Tujuan Khusus  Memahami konsep dasar teori halusinasi pendengaran.  Mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada klien dengan halusinasi.Tujuan umum  Setelah melakukan prakik di RS Khusus Jiwa Soeprapto Bengkulu diharapkan Mahasiswa Program DIII Keperawatan Curup mampu memahami dan melaksanakan Asuhan Keperawatan Kepada Ny.  Mampu mengevaluasi pelaksanaan tindakan keperawatan pada klien dengan halusinasi pendengaran.  Mampu melaksanakan pengkajian pada klien dengan halusinasi pendengaran. E Dengan Masalah Gangguan Sensori Persepsi : Halusinasi Pendengaran Diruang Anggrek Soeprapto Bengkulu.  Mampu melaksanakan tindakan keperawatan yang telah disusun pada klien dengan halusinasi pendengaran.  Mampu menyusun tujuan dan rencana keperawatan pada klien dengan halusinasi pendengaran. .

 Halusinasi adalah salah satu gejala gangguan jiwa dimana klien mengalami perubahan sensori persepsi. penglihatan.Sosiokultural. Biologis. Klien merasakan stimulus yang sebetulnya tidak ada (Damaiyanti. perabaan atau penciuman. pengecapan.Psikologis. merasakan sensasi palsu berupa suara. 2008)  Etiologi Faktor Predisposisi (Perkembangan. Genetik dan Pola Asuh) Faktor Presipitasi (Perilaku) .

 Bertindak merusak diri.  Berusaha untuk menghindari orang  Curiga dan bermusuhan. nyata dan tidak nyata. Bicara sendiri.  Berkonsentrasi dengan pengalaman sensori.  Perilaku panik. kurang atau hanya beberapa detik. agitasi dan kataton.  Terjadi peningkatan denyut jantung.  Mudah tersinggung.  Biasa terdapat disorientasi waktu. lain. orang lain  Tidak dapat membedakan yang dan lingkungan.  Ekspresi muka tegang  Senyum sendiri. jengkel dan  Ketawa sendiri. marah.  Respon verbal yang lambat.  Tidak dapat mengurus diri.  Perhatian dengan lingkungan yang tempat dan orang. dari perawat.  Tidak mampu mengikuti perintah  Pergerakan mata yang cepat. pernapasan dan tekanan darah.  Menggerakkan bibir tanpa suara.  Ketakutan.  Sulit berhubungan dengan orang lain. .  Tampak tremor dan berkeringat.  Menarik diri dari orang lain.

 Fase awal seseorang sebelum muncul halusinasi  Halusinasi secara umum ia terima sebagai sesuatu yang dialami  Secara umum halusinasi sering mendatangi klien  Fungsi sensori menjadi tidak relevan dengan kenyataan  Klien mengalami gangguan dalam menilai lingkungannya .

 Mekanisme koping.  Aspek fisik atau biologis. dkk (2012) Isi pengkajian meliputi :  Identitas klien.  Masalah psikososial dan lingkungan.  Status mental.  Faktor predisposisi.  Aspek medik. .  Pengetahuan.  Aspek psikososial.  Kebutuhan persiapan pulang.  Keluhan utama atau alasan masuk.Menurut Damaiyanti.

 Isolasi sosial.  Risiko perilaku kekerasan (diri sendiri. lingkungan dan verbal). orang lain. . Adapun diagnosa keperawatan klien yang muncul dengan klien gangguan persepsi sensori : halusinasi adalah sebagai berikut :  Gangguan persepsi sensori : halusinasi.

RM : 003705  Agama : Islam  No.ipuh sungai rumbai Muko-muko . E (P)  Tanggal pengkajian : 10 Januari 2015  Umur : 33 tahun.  No. UGD : 2389  Pendidikan : MAN  Pekerjaan : Tidak Kerja  Status : Janda  Alamat : Desa Retak Mudik Kec. Ruangan Rawat : Anggrek  Tanggal dirawat : 10 Desember 2014 IDENTITAS KLIEN  Inisial : Ny.

dan klien mengalami halusinasi pendengaran. Pasien dibawa terlebih dahulu keruangan Rajawali. . tidak mau minum obat. Klien masuk Rumah Sakit Jiwa Soeprapto Bengkulu diantar oleh Dinas Sosial pada tanggal 10 Desember 2014 dengan keluhan emosi labil. ngoceh-ngoceh. Keluarga dan Dinas Sosial memutuskan untuk membawa klien ke RSJ karena klien semakin sering marah- marah. ngobrol sendiri. tanggal 09 januari 2015 klien dibawa keruangan Anggrek. afek datar. tidur kurang.

pandangan tajam. Klien tampak sering menyendiri. dan diperkosa abangmu. mengepal tangannya. wajah merah. klien merasa sedih dan kecewa dengan perkataan tersebut. punya anak cacat. tidak mampu mengurus anak. klien mengatakan bahwa ada yang berbicara kamu itu dijual oleh suamimu. dia juga mengatakan dinikahi dan dilecehkan oleh bapaknya dan abangnya. tidak mampu mencari uang. Klien merupakan pasien ulangan yang sering keluar masuk untuk dirawat di RSJ. pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 10 Januari 2015 Ny. neraka jahanam. gigi mengatup. banyak orang yang meremehkan dirinya yang mengatakan tidak mampu mencari uang dan mengatakan dia tidak mampu mengurus anaknya. Klien pernah dirawat di RSJ sejak tahun 2010. Klien tampak menggerakkan bibir tanpa suara. mondar-mandir. anjing. ngobrol sendiri. bodoh. Klien mengatakan merasa tidak ada yang perduli padanya. Saat ini klien sudah diserahkan kepada rumah sakit sepenuhnya karena keluarga klien tidak mau lagi mengurus klien dan yang menjadi penanggung jawab adalah dinas sosial yang menerangkan surat pernyataan orang terlantar. . E mengatakan ada suara yang berbisik ditelinganya yang mengatakan ia jahanam. dinikahi oleh bapakmu. Klien juga mengatakan bahwa ia dijual oleh suaminya. ngomel-ngomel dilingkungan sekitar kamarnya.

.E kepada Rumah Sakit dan sudah tidak ada sangkut pautnya lagi dengan klien. Keluarga sudah menyerahkan sepenuhnya Ny. Klien mengalami gejala putus obat karena klien tidak mau minum obat dan klien juga merupakan pasien ulangan yang sudah sering dirawat di RSJ. Klien sudah bercerai dengan suaminya dan kedua anaknya tinggal bersama bapaknya.

dan tampak ada ketombe dikepala klien serta kutu. Tanda Vital: TD : 110/70 mmHg N : 84 x/mnt S: 36. .70 C P: 20x/mnt  TB : 152 cm BB : 63 kg  Keluhan Fisik : Ya Klien mengatakan gatal-gatal dikepala dan pusing.

anaknya  Ideal diri : Klien mengharapkan dapat mengurus anaknya dengan baik  Harga diri : Klien mengatakan dia tidak mampu mengurus anaknya dan tidak mampu mencari pekerjaan dengan baik.  Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah . Gambaran diri : Klien mengatakan tidak suka bagian kemaluannya  Identitas : Klien merasa sebagai perempuan dan seorang ibu  Peran : Klien mengatakan dia seorang istri dari suaminya dan ibu dari anak. klien mengatakan sedih dan kecewa jika ada yang mencemoohkannya.

badan klien tercium tidak sedap. klien mandi tampak hanya basah pada bagian kepala saja. .Penampilan : Penggunaan pakaian tidak sesuai  klien menggunakan pakaian tidak pada waktu yang tepat pada siang hari menggunakan pakaian tidur dan pada malam hari menggunakan gamis. rambut klien berketombe dan tampak ada kutunya. gigi klien terlihat kotor.

suka tidak fokus pada apa yang dibicarakan . ketakutan dan Khawatir  karena ingat kepada anaknya merasa sedih serta klien merasa tidak mampu untuk mengurus anak nya yang cacat dengan baik. Aktivitas motorik : Lesu dan Grimasen  Klien tampak lesu di wajah dan tangan sering menggepal Alam perasaan : Sedih. klien menggatakan takut setiap mendengar suara-suara. lalu tiba-tiba tertawa dan tersenyum sendiri Interaksi selama wawancara : Tidak Kooperatif  setiap diajak berbicara sering meninggalkan ditengah pembicaran. dan khawatir karena anaknya tidak ada yang memberi makan Afek : Labil  kadang suka menyendiri dan melamun.

Persepsi : Pendengaran  mengatakan ada suara yang berbisik ditelinganya yang mengatakan ia jahanam. neraka jahanam. tidak mampu mencari uang. punya anak cacat. tidak mampu mengurus anak. anjing. Proses pikir : Flight of idea  selalu berubah-ubah dari yang satu fokus pembicaraan ke fokus pembicaraan yang lainnya. dan berbicara tidak berdasarkan konteks realita. klien mengatakan anaknya sudah lupa dan tidak mngunjunginya semenjak menjadi artis . klien mengatakan anaknya menjadi artis dan menunjuk TV dan klien mengatakan itu anaknya. bodoh.\ Isi pikir : Obsesi  Waham : Somatik dan Kebesaran  klien mengatakan dia tidak mempunyai jantung lagi.

Analisa data .