DISKUSI HASIL PRAKTIKUM HPLC

Kelompok IV-A:
Amaliyah (2015.04.3.0005)
Arif Prabowo (2015.04.3.0008)
Dia Indah Sari (2015.04.3.0021)
Fadhila Eka Pratiwi (2015.04.3.0031)
Henny Indah A. (2015.04.3.0040)
Laurentia (2015.04.3.0047)
Lia Trinanda (2015.04.3.0048)

Program Studi Farmasi
Fakultas Kedokteran
Universitas Hang Tuah Surabaya
2017

TUJUAN
• Menjelaskan komponen instrumen HPLC beserta masing-
masing fungsinya.
• Menjelaskan cara kerja operasional analisis dengan HPLC.
• Menjelaskan kondisi HPLC dan pengaruhnya terhadap
kromatogram.
• Melakukan analisis kualitatif dan kuantitatif dengan HPLC.

Jadi pada saat sampel diinjeksikan maka sampel tidak akan langsung masuk kedalam kolom. detektor. tetapi akan memenuhi pipa dosis terlebih dahulu dan volume sampel yang diinjeksikan sebaiknya lima kali dari volume pipa dosisnya. kolom HPLC dibedakan atas fase normal yaitu fase diam bersifat polar dan fase geraknya bersifat nonpolar dan fase terbalik yaitu fase diam bersifat non polar dan fase gerak bersifat polar. Prinsip kerjanya adalah “load-inject”. Sistem injektor HPLC yang digunakan dalam praktikum ini adalah injektor dengan pipa dosis ( loop valve). Prinsip Dasar HPLC adalah kependekan dari “ High Performance Liquid Chromatography” atau dikenal dengan istilah “KCKT” yaitu kromatografi cair kinerja tinggi. penampung eluen. Instrumen HPLC terdiri dari botol-botol eluen. . recorder/PC. kolom pelindung. pembuangan. Berdasarkan fase diam dan fase geraknya. pompa. kolom. Pipa dosis yang telah terisi sampel akan berhubungan dengan kolom sehingga sampel akan menuju kolom dengan bantuan fase geraknya. dimana sampel akan masuk memenuhi volume loop terlebih dahulu dan masuk menuju kolom pemisahan dengan volume yang tidak berkurang sedikitpun. gerbang suntik. Kolom pada HPLC merupakan bagian yang sangat penting karena pemisahan komponene-komponen sampel akan terjadi didalam kolom.

L 20705310120 Bahan : 6. Alat dan Bahan Alat : 1. Larutan pembanding Nipagin dan Nipasol 7. Aquadest bidestillata steril . Botol vial 3. labu ukur 2. Microsyringe 100 5. Metanol pro HPLC. Pipet volume 4. HPLC Shimadzu senal No.

Prosedur Kerja Membaut larutan Menepatkan solvent baku Nipagin dan Menghidupkan alat (fase gerak) pada Nipasol 1-10ppm HPLC Shimatzu gelas solvent dalam metanol Menghidupkan LC-1100 Menjalankan Mengjidupkan kompiter dan pastikan bahwa program LC hingga masuk windows komputer dan LC Chem station dan program CAG boot berkomunikasi dengan server baik Load method dan set Tunggu sampai kondisi HPLC ready .

Simpulkan kosentrasi Nipagim dan zat manakah yg terkandung di dlm Nipasol dengan masing. Hitung larutan standar masing-masing kosentrasi resolusi kedua peak Menentukan persamaan Menyatat waktu retensi dan area dari gari regresi antara peak peak yang diperoleh.kec. hitung kadar berdasarkan masing peak areanya persamaan regresi yg diperoleh . panjang gelombang Menyaring analitik=254nm. Kondisi HPLC: Fase gerak metanol- air=70:30. kolom=Li.2 mikron alir=1ml/menit Membuat tabel waktu Mengamati Menyuntikan retensi. dengan filter dengan HPLC Chrosphere RP-18. sampe. 0. peak area dan kromatogram yang masing masing peak heightnya pada dihasilkan. suhu sampel Analisis kolom=30ºC.

Data Hasil Pengamatan .

.

.

.

.

.

5 ppm 4.779 235406 121444 Sampel : Sampel no. SUB KELOMPOK .762 39624 31891 Std campuran 7.200 6.7 4.203 6.202 6. 6.763 104202 62283 Std campuran 10 ppm 4.092 6.765 94601 17540 Std campuran 2.7 TR TR AREA NPG AREA NPS ZAT NPG NPS (Y) (Y) Std tunggal nipagin 50 ppm 4.769 82863 61103 .206 6. 593.5 ppm 4.793 .179 .532 - Std tunggal niposol 50 ppm . 777.029 Std campuran 1 ppm 4.

9992 Kadar Nipagin (Sampel no.8784 ppm .7) Y = bx + a Y = 24758.56x + 2310.5 R = 0.08x – 41701 x = x = 5.56x + 2310.9315 Nipasol Y = 12051.08x – 41701 R = 0.Persamaan Regresi (y = bx+a) Nipagin Y = 24758.08x – 41701 82863 = 24758.5 x = x = 4.0312 ppm Kadar Nipasol (Sampel no.7) Y = bx + a Y = 12051.5 61103 = 12051.56x + 2310.

0050g /100ml = 50 ppm Membuat Larutan Standart Campuran 1 ppm = X 50 ppm 2.Larutan Baku : Nipagin = 0.0050g /100ml = 50 ppm Nipasol = 0.5 ppm = X 50 ppm 5 ppm = X 50 ppm 7.5 ppm = X 50 ppm 10 ppm = X 50 ppm .

593.779 235486 121444 Sampel : Sampel no.202 6.5 ppm 4.772 74259 60028 .793 .210 6.9 4.029 Std campuran 1 ppm 4. SUB KELOMPOK – 8 TR TR AREA NPG AREA NPS ZAT NPG NPS (Y) (Y) Std tunggal nipagin 50 ppm 4.203 6.092 6.179 .763 104202 94913 Std campuran 10 ppm 4.532 - Std tunggal niposol 50 ppm . 777.200 6.772 121264 86989 Sampel no.757 39624 31981 Std campuran 7.202 6.765 94601 17540 Std campuran 2.5 ppm 4.3 4. 6.

56 + 2310.5822 ppm Kadar Nipasol (Sampel no.5 y = 12051.5 x = x = 7.Persamaan regresi (y = bx + a) Nipagin : R = 0.08x – 41701 x = x = 6.08 Nipasol : R = 0.56 Kadar Nipagin (Sampel no.9992 y = bx + a A = 2310.05x + 2310.5 B = 12051.08x + -41701 B = 24578.9314 y = bx + a A = -41701 y = 24578.3) Y = bx + a 86989 = 12051.0263 ppm .3) Y = bx + a 121264 = 25758.

9) Y = bx + a 60028 = 12051.6837 ppm Kadar Nipasol (Sampel no.5 x = x = 4.08x – 41701 x = x = 4.Kadar Nipagin (Sampel no.7892 ppm .9) Y = bx + a 74259 = 24758.56x + 2310.

Larutan Baku : Nipagin = 0.5 ppm = X 50 ppm 10 ppm = X 50 ppm .0050g /100ml = 50 ppm Nipasol = 0.0050g /100ml = 50 ppm Membuat Larutan Standart Campuran 1 ppm = X 50 ppm 2.5 ppm = X 50 ppm 5 ppm = X 50 ppm 7.

3 . Sampel no. Analisis Data Rs.

Rs.7 Rs. Sampel no.9 . Sampel no.

. 2. Pembahasan Hasil Praktikum Percobaan kali ini bertujuan untuk menentukan kadar nipagin dan nipasol dalam sampel menggunakan instrumen HPLC (High Performance Liquid Chromatography). 5 ppm. Prinsip dasar HPLC yaitu berdasarkan perbedaan distribusi komponen – komponen dalam sampel diantara dua fase. Setelah diencerkan dari kadar 50 ppm menjadi kadar 1 ppm. 7. Penyaringan dilakukan menggunakan kertas saring whatman dan membran filter. fase gerak dan fase diam.5 ppm. dan 10 ppm secara kuantitatif. namun terdapat zat penyusun lain yang belum larut seluruhnya yang masih berupa partikel – partikel padat dalam larutan dan agar diperoleh larutan sampel murni tanpa ada partikel partikel pengganggu/pengotor yang dapat mempengaruhi hasil pemisahan.5 ppm. Hal tersebut dilakukan karena dalam sampel tidak hanya mengandung nipagin dan nipasol. Fase gerak yang digunakan adalah metanol dan air dengan perbandingan 70:30. larutan sampel disaring.

sebagian filtrat dibuang terlebih dahulu yang dimaksudkan untuk membilas membran agar dapat dipastikan tidak ada zat kontaminan dari membran yang dapat ikut tertampung. Sebelum ditampung. instrumen HPLC harus dikondisikan pada keadaan optimal agar hasil pemisahan yang didapatkan baik. Sebelum dilakukan pemisahan. Puncak yang akan muncul pada kromatogram adalah puncak komponen nipagin terlebih dahulu. . sebelum diinjeksikan ke dalam HPLC perlu dilakukan degassing untuk menghilangkan gelembung udara karena gelembung udara dapat terkumpul di kepala pompa ataupun detektor sehingga akan mengganggu kondisi HPLC. Analisis kualitatif dilakukan dengan membandingkan waktu retensi komponen dalam sampel dengan waktu retensi standar. Analisis pada percobaan kali ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Kemudian baik sampel maupun standar.

0263 ppm.8784 ppm. diperoleh kadar nipagin dan nipasol dalam sampel masing masing. Kesalahan – kesalahan yang mungkin terjadi selama analisis pada percobaan ini diantaranya. sehingga didapatkan resolusi sebesar 3.7052. Pada sampel no 3 didapatkan kadar nipagin sebesar 6.2025. Pada sampel no 9 didapatkan kadar nipagin sebesar 4. sehingga didapatkan resolusi sebesar 2. sehingga didapatkan resolusi sebesar 3.5822 ppm sedangkan kadar nipasol sebesar 7. Berdasarkan data pengamatan. Kadar analit nipagin dan nipasol dapat ditentukan dengan menghitung konsentrasi analit menggunakan persamaan y = bx + a. .7892 ppm. masih terdapat pengotor di dalam sampel sehingga peak yang dihasilkan tidak hanya peak dari nipagin dan nipasol saja.0152. Pada sampel no 7 didapatkan kadar nipagin sebesar 5.6837 ppm sedangkan kadar nipasol sebesar 4.0312 ppm sedangkan kadar nipasol sebesar 4.

1) dan acetonitrile dengan perbandingan 90:10. Pada metode ini termasuk kromatografi fase terbalik yang dilakukan pada 40 ° C Pada jurnal ditentukan kadar amfetamin. Pembahasan Jurnal Simultaneous Determination Of Amphetamine. Panjang gelombang yang digunakan adalah 205 nm. And Caffeinne In Seized Tablets By High Performance Liquid Chromatography Pada jurnal menggunakan pelarut asam encer orto fosfat (Ph 2. metamfetamin dan caffeine .

Pada selektivitas kromatogram yang ditunjukkan jelas bahwa di bawah kondisi kromatografi amfetamin. dan kafein pada tiga konsentrasi yang berbeda. Pada jurnal terdapat metode validasi guna untuk selektivitas. metamfetamin.63%. dan presisi. . dan kafein benar-benar terpisah satu sama lain. metode ini ditentukan untuk setiap komponen. Pada linearitas. linieritas. Standar deviasi relatif untuk semua tiga konsentrasi kurang dari 2. dengan membuat grafik kalibrasi area puncak terhadap konsentrasi.Dan juga perlu ketelitian (presisi) dengan ditentukan dengan analisis tiga seri larutan kerja secara individual amfetamin. methamphetamine. Sedangkan akurasi ditentukan guna untuk meminimalisir kesalahan relatif dari konsentrasi ata-rata yang diamati dihitung sebagai indikasi akurasi. menggambarkan ketepatan metode ini cocok untuk keperluan rutin. yang menunjukkan metode ini selektif dan dapat digunakan untuk identifikasi secara serentak dan kuantifikasi. akurasi.

2. . kolom 30⁰C. . Cara kerja operasional dari HPLC adalah “Load Inject” 3. gerbang suntik.Analisis kuantitatif = untuk mengetahui kandungan senyawa nipagin dan nipasol pada sampel. 4. kolom. pompa. detektor. kolom dengan spesifikasi (masenal sum C18 dimensi 4. Instrumen HPLC terdiri dari botol eluen. Kondisi yang mempengaruhi kromatogram yaitu fase gerak (metanol:air) 70:30. . panjang gelombang 254 nm. dan kecepatan alir 1 ml/menit.Analisis kualitatif = untuk mengetahui kadar dari nipagin dan nipasol pada sampel.6 x 150 nm). Kesimpulan 1. recorder.

Metamphetamine. And Caffeine In Seized Tablets By High-Performance Liquid Chromatography. Simultaneous Determination Of Amphetamine.Surabaya: FF- Universitas Airlangga. . Skopje: Institute Of Chemistry.Paket Instruksional Praktikum Analisis Farmasi I.V. Daftar Pustaka • Tim Dosen.2015. • Pavlova. et all.