PENDIDIKAN BUDAYA ANTI

KORUPSI

OLEH :
MUHAMMAD IRHAM FUADY, SH, MH

KEJAKSAAN NEGERI CURUP
2015

MATERI PERKULIAHAN

 Good Governance
 Asas-Asas Umum Pemerintahan yang
Baik
 Reformasi Birokrasi
 Program Kementerian Kesehatan untuk
mencegah Korupsi

 Good governance bisa juga didefinisikan sebagai suatu penyelenggaraan manajemen pembangunan. . pemberdayaan. dan pelayanan yang sejalan dengan demokrasi (pemerintahan dari. dan untuk rakyat). Pelaksanaan Pemerintahan yang Baik  Istilah “Pemerintahan yang Baik” biasa disebut sebagai “Good governance”  Good governance adalah tata pemerintahan yang baik atau disebut juga dengan istilah civil society. oleh.

Lanjutan Materi Good Governance  Good Governance itu timbul karena : 1. 2.Rendahnya kinerja aparatur termasuk dalam pelayanan kepada publik atau masyarakat di berbagai bidang. Terjadinya tindakan KKN. . dan 3. sehingga pengawasan menjadi sulit dilakukan.Dimensi kekuasaan oleh satu pihak terhadap pihak lainnya.

yang biasanya disebut sebagai Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB)  AAUPB terdiri atas 13 asas  Jika suatu negara ingin dikatakan sebagai “Good Governance” maka pemeritahan negara tersebut wajib memenuhi ketiga belas kriteria asas tersebut . Lanjutan Materi Good Governance  Untuk menciptakan Good Governance perlu memenuhi beberapa asas.

dengan maksud bahwa suatu keputusan yang telah yang dikeluarkan oleh Badan Tata Usaha Negara harus mengandung kepastian dan tidak akan dicabut kembali. memberikan hak kepada yang berkepentingan untuk mengetahui dengan tepat apa yang dikehendaki suatu ketetapan . Dalam aspek hukum material terkait dengan asas kepercayaan. Lanjutan Materi AAUPB  13 Asas AAUPB : 1. memiliki dua aspek yaitu aspek hukum material dan aspek hukum formal. Asas ini mengkehendaki adanya stabilitas hukum. bahkan sekalipun keputuan yang telah dibuat mengandung kelemahan sedangkan aspek hukum formal. asas kepastian hukum menghalangi penarikan kembali/perubahan ketetapan. Asas Kepastian Hukum Asas kepastian hukum.

Jadi Segala kelalaian ataupun kesalahan yang dilakukan oleh seorang pegawai harus diberikan tindakan atau hukuman secara proporsional atau sebanding oleh atasan. Asas Keseimbangan Asas ini menghendaki adanya keseimbangan antara hukuman jabatan dan kelalaian atau kealpaan pegawai dan adanya kriteria yang jelas mengenai jenis-jenis atau kualifikasi pelanggaran atau kealpaan. Lanjutan Materi AAUPB 2. .

Asas Kesamaan Dalam Mengambil Keputusan Asas Kesamaan dalam Mengambil Keputusan. . Asas ini memaksa pemerintah untuk menjalankan kebijaksanaan. Aturan kebijaksanaan. Lanjutan Materi AAUPB 3. Badan Tata Usaha Negara haruslah berpegang teguh pada asas kesamaan ini karena asas kesamaan telah mendapat tempat dalam pasal 27 UUD 1945. memberi arah pada pelaksanaan wewenang bebas. asas ini menghendaki badan pemerintahan mengambil tindakan yang sama (dalam arti tidak bertentangan) atas kasus- kasus yang faktanya sama.

mendengar dan mempertimbangkan alasan-alasan yang diajukan oleh pihak yang berkepentingan. . Lanjutan Materi AAUPB 4. mempertimbangkan akibat hukum yang timbul dari ketetapan. Kerugian itu timbul bukan saja dari akibat tindakan pemerintah atau bisa juga timbul karena akibat tidak melakukan suatu perbuatan yang seharusnya dilakuakan. pemerintah harus mempertimbangkan secara cermat dan teliti semua faktor yang terkait dengan materi ketetapan. Asas Bertindak Cermat Asas Bertindak Cermat. Dalam menerbitkan ketetapan. asas ini menghendaki pemerintah bertindak cermat dalam melakukan aktivitas penyelenggaraan tugas pemerintahan sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi warga negara.

Tujuan diperlukannya motivasi dalam setiap keputusan adalah untuk mengetahui alasan-alasan yang dijadikan bahan pertimbangan dikeluarkannya keputusan. Terutama bagi mereka yang terkena dan merasa tidak puas terhadap keputusan itu. Asas Motivasi Asas Motiasi untuk Keputusan. asas ini menghendaki setiap ketetapan harus mempunyai motivasi/alasan yang cukup sebagai dasar dalam menerbitkan ketetapan. terang. Alasan digunakan hakim administrasi untuk menilai ketetapan yang disengketakan. Lanjutan Materi AAUPB 5. Alasan sedapat mungkin tercantum dalam ketetapan sehingga yang tidak puas dapat mengajukan banding dengan menggunakan alasan tersebut. benar. dan adil. obyektif. Alasan harus jelas. .

waktu) untuk melakukan tindakan hukum dalam rangka melayani/mengatur warga negara. wilayah. Asas Tidak Mencampuradukkan kewenangan Asas tidak Mencampuradukkan Kewenangan. Penyalahgunaan wewenang dapat berakibat adanya pembatalan terhadap suatu Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Lanjutan Materi AAUPB 6. di mana pejabat Tata Usaha Negara memiliki wewenang yang sudah ditentukan dalam perat perundang-undangan (baik dari segi materi. Asas ini menghendaki agar pejabat Tata Usaha Negara tidak menggunakan wewenangnya untuk tujuan lain selain yang telah ditentukan dalam peraturan yang berlaku atau menggunakan wewenang yang melampaui batas. .

. Asas ini menekankan pentingnya kejujuran dan keterbukaan dalam proses penyelesaian sengketa Tata Usaha Negara. Asas permainan yang layak Asas Permainan yang Layak (Fair Play). asas ini menghendaki agar warga negara diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk mencari kebenaran dan keadilan serta diberi kesempatan untuk membela diri dengan memberikan argumentasi-argumentasi sebelum dijatuhkannya putusan administrasi. Lanjutan Materi AAUPB 7.

selaras dengan hak setiap orang. Asas keadilan atau kewajaran Asas Keadilan dan Kewajaran. Lanjutan Materi AAUPB 8. baik itu berkaitan dengan moral. . seimbang. adat istiadat. Asas kewajaran menekankan agar setiap aktivitas pemerintah memperhatikan nilai- nilai yang berlaku di tengah masyarakat. sesuai. asas keadilan menuntut tindakan secara proposional.

Jika suatu harapan sudah terlanjur diberikan kepada warga negara tidak boleh ditarik kembali meskipun tidak menguntungkan bagi pemerintah. Lanjutan Materi AAUPB 9. asas ini menghendaki agar setiap tindakan yang dilakukan pemerintah harus menimbulkan harapan-harapan bagi warga negara. . Asas menanggapi penghargaan yang wajar Asas Kepercayaan dan Menanggapi Penghargaan yang Wajar.

. Asas meniadakan akibat-akibat suatu keputusan yang batal Asas Kepercayaan dan Menanggapi Penghargaan yang Wajar. Lanjutan Materi AAUPB 10. asas ini menghendaki agar setiap tindakan yang dilakukan pemerintah harus menimbulkan harapan-harapan bagi warga negara. Jika suatu harapan sudah terlanjur diberikan kepada warga negara tidak boleh ditarik kembali meskipun tidak menguntungkan bagi pemerintah.

dan norma-norma yang dijunjung tinggi masyarakat. kesusilaan. Lanjutan Materi AAUPB 11. . Penerapan asas ini dikaitkan dengan sistem keyakinan. Pandangan hidup seseorang tidak dapat digunakan ketika bertentangan dengan norma-norma suatu bangsa. asas ini menghendaki pemerintah melindungi hak atas kehidupan pribadi setiap pegawai negeri dan warga negara. Asas perlindungan atas pandangan hidup Asas Perlindungan atas Pandangan atau Cara Hidup Pribadi.

asas ini menghendaki pemerintah dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya diberi kebebasan dan keleluasaan untuk menerapkan kebijaksanaan tanpa harus terpaku pada perat perundang-undangan formal. . Asas kebijaksanaan Asas Kebijaksanaan. Lanjutan Materi AAUPB 12.

pemerintah dapat bertindak atas dasar kebijaksanaan untuk menyelenggarakan kepentingan umum. Mengingat kelemahan asas legalitas. Asas penyelenggaraan kepentingan umum Penyelenggaraan Kepentingan Umum. yakni kepentingan yang mencakup semua aspek kehidupan orang banyak. asas ini menghendaki agar pemerintah dalam melaksanakan tugasnya selalu mengutamakan kepentingan umum. . Lanjutan Materi AAUPB 13.

Dengan kata lain. ketatalaksanaan (business prosess) dan sumber daya manusia aparatur. Berbagai permasalahan/hambatan yang mengakibatkan sistem penyelenggaraan pemerintahan tidak berjalan atau diperkirakan tidak akan berjalan dengan baik harus ditata ulang atau diperharui. reformasi birokrasi adalah langkah strategis untuk membangun aparatur negara agar lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. Reformasi birokrasi dilaksanakan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Lanjutan Materi Reformasi Birokrasi Reformasi birokrasi merupakan upaya untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek- aspek kelembagaan (organisasi). .

Lanjutan Materi Reformasi Birokrasi  Selain itu dengan sangat pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan. teknologi informasi dan komunikasi serta perubahan lingkungan strategis menuntut birokrasi pemerintahan untuk direformasi dan disesuaikan dengan dinamika tuntutan masyarakat. .  Contoh produk reformasi birokrasi suatu lembaga : One day service. sms gateway. komprehensif. Oleh karena itu harus segera diambil langkah-langkah yang bersifat mendasar. wilayah bebas korupsi (WBK). sehingga tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. dan sistematik. pelayanan perizinan satu pintu. perpanjangan SIM online. zona berintergritas.

10) PT Rajawali Nusindo Indonesia (RNI). 8) PT Indofarma (Persero) tbk. Lanjutan Materi Program Kementerian Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Korupsi  Komitmen Bersama Antara Kemenkes RI dengan 11 Mitra Kerja untuk Mencegah Tindak Korupsi Demi terwujudnya good governance dan birokrasi yang bersih dan melayani Kementerian Kesehatan RI melakukan penandatanganan komitmen bersama 11 mitra kerja disaksikan oleh Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 9) PT Bio Farma (Persero). . serta 11) PT Phapros tbk. Kesebelas mitra kerja tersebut. 4) Gabungan Perusahaan Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (Gakeslab). 3) Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI). dalam upaya pengendalian gratifikasi dan pencegahan tindak pidana korupsi. 2) International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG). yaitu: 1) Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI). 5) Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu). 7) PT Kimia Farma (Persero). 6) Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI).

Komitmen ini dibentukkan dalam penandatanganan pakta integritas pegawai Kementerian Kesehatan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai Aparatur Sipil Negara untuk tidak melakukan praktek-praktek KKN . Bersih dan Melayani Dengan Semangat Reformasi Birokrasi. Lanjutan Materi Program Kementerian Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Korupsi  Komitmen Melaksanakan Pembangunan Kesehatan Yang Baik.

. Lanjutan Materi Program Kementerian Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Korupsi  Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 14 Tahun 2014 mengenai Pengendalian Gratifikasi Peraturan ini dibentuk sebagai dasar hukum pelaksanaan pengendalian gratifikasi. Peraturan pelaksana ini oleh Kementerian Kesehatan dijadikan peraturan pelaksana dalam hal pencegahan korupsi.

.SEKIAN DAN TERIMA KASIH….