KELOMPOK 2

:
Achmad Fauzi 34963
Aji Shazida Nabila 34983
Damar Sasangka Adi 34887
Dwi Putri Novitasari 34987
Eko Prastiyanto 34861
Fahmi Hakim 34849
Hastomo 35042
Jasmin Jyalita 34838
Mariana Tantria Kirani 34891
Nurul Hidayati 34949
Putu Gilang Suryaning A 34850
Rissa Pradeksi 34905
Siti Laili Nailul Farih 34931

 “Tsu” : pelabuhan , & “nami” : gelombang, tsunami
: pasang laut yang besar di pelabuhan
 perpindahan badan air yang disebabkan oleh
perubahan permukaan laut secara vertikal dengan
tiba-tiba, perubahan permukaan laut tersebut bisa
disebabkan oleh :
◦ Gempa bumi tektonik
◦ Erupsi vulkanik (gempa vulkanik)
◦ Longsoran (land-slide)
◦ Benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas
 kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km
 magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 SR
 jenis pensesaran : sesar naik/sesar turun.
(Subandono & Budiman, 2005)

(Subandono & Budiman. 2005) .

 Morologi pantai  Terdapatnya teluk  batimetri (topografi) kelautan oleh pembentukan gunung bawah laut  terletak didekat pinggiran pertemuan subduksi Lempeng Benua-Samudera  Adanya struktur geologi kompleks khususnya sesar naik / sesar turun .

2000 dalam Subandono & Budiman. (Latief et al. 2005) .

(Subandono & Budiman. 2005) .

(Subandono & Budiman. 2005) .

(Subandono & Budiman. 2005) .

 retrofitting (penguatan konstruksi bangunan) ◦ non fisik (non struktural). 2005) .  Mitigasi : ◦ secara fisik (struktural).  pembuatan Break water (pemecah gelombang).  sea wall (tembok laut).  shelter (tempat perlindungan).  Pemetaan zonasi daerah rawan Tsunami  Pendidikan  Pelatihan  Penyadaran masyarakat  Tata ruang  Zonasi  Relokasi  Peraturan peundangan  Penerapan pengelolahan wilayah pesisir terpadu (Integrated Coastal Zone Management/ICZM) (Subandono & Budiman. Pencegahan : bencana ini tidak dapat dicegah namun hanya bisa diminimalisir kerugian dan korban dari bencana. berupa buatan maupun alami.  aritficial hill (bukit buatan).  vegetasi pantai.

2005) .(Subandono & Budiman.

2005) .(Subandono & Budiman.

2005) .(Subandono & Budiman.

2005) .(Subandono & Budiman.

2005) .(Subandono & Budiman.

(Subandono & Budiman. 2005) .

2005) .(Subandono & Budiman.

.

.

 Penyiapan sarana komunikasi  Penyiapan pos komando  Penyiapan lokasi evakuasi  Rencana kontingensi  Sosialisasi peraturan/pedoman penanggulangan bencana .

di transmisikan ke NSC dengan satelit. hanya menggunakan 3 komponen seismograph long period di 1 stasiun. Radar berfrekuensi tinggi. 2005) . dimana prosesnya memerlukan waktu 30 menit (Subandono & Budiman. dan dikendalikan oleh komputer. pelampung suar ini mampu mendeteksi panjang gelombang permukaan laut. sehingga lokasi episnter dan kedalaman gempa dapat ditentukan lebih akurat. YAKNI : ◦ JARAK DEKAT (TERJADI SEKITAR 10-20 menit setelah gempa) ◦ JARAK JAUH (1 HINGGA 8 JAM setelah gempa) Contoh alat dan sistem peringatan dini : 1. JARAK ANCAMAN TSUNAMI TERBAGI 2. kecepatan. Sistem tremor : sistem peringatan dini yang paling sederhana dan paling murah. dianalisa dengan RSC yang sama masih menggunakan sistem interaktif maka parameter gempa bumi dapat diketahui dalam waktu lama. pendeteksian jarak pantulan gelombang 220 km. asap dan awan tebal. tidak dipengaruhi hujan. Model BMG : metoda yang dilakukan oleh badan BMG ini menggunakan RSC (REGIONAL SEISMOLOGICAL CENTER). 1 antena penerima. Buoy radar : sistem ini berupa pelampung suar dilengkapi dengan radar. tinggi. 2. sistem ini memiliki 1 antena transmisi. 4. dan arah penjalaran gelombang tsunami. 5. 3. 6. ditempatkan di tepi pantai. selanjutnya ditransmisikan ke stasiun penerima di darat. Stasiun gps : sistem gps digunakan untuk memprediksi tsunami mulai dari model pembentukan. Sistem PTWC : menggunakan multistasiun untuk menentukan lokasi gempa bumi dari jaringan broadband. ditempatkan di permukaan laut yang rawan adanya gempa tektonik.

2005) .(Subandono & Budiman.

Menstabilkan kondisi korban/pengungsi 6. Meringankan penderitaan korban 5. Mengamankan aset 7. Menyelamatkan jiwa 3. 2005) . Melindungi harta benda 8.”  berupa 1. Program yang dilakukan sebagai respon dari situasi darurat yang terjadi di suatu wilayah Respon dari situasi darurat tersebut maksimal dilakukan dalam 2x24 jam. Mencegah kerusakan lebih lanjut 10. Menyediakan sarana dan prasarana (Subandono & Budiman. Meringankan beban masyarakat setempat 12. Memulihkan fasilitas kunci 9. Mengurangi jumlah korban 4. Evakuasi dan pengungsian 2. Menyediakan dasar penanganan pasca darurat 11.

BANTUAN DARURAT  Kesehatan  pengiriman tim medis.  pembuatan sarana kesehatan – MCK  Sarana persediaan air bersih dan sanitasi  Pendidikan  pembangunan infrastuktur pendidikan yang sifatnya sementara dan darurat  penambahan tenaga pendidik  Pelayanan Sosial  Sandang  Pangan  Papan (bersifat :sementara & darurat) .

.

 Proses pemulihan darurat kondisi masyarakat yang terkena bencana dengan memfungsikan kembali prasarana dan sarana sehingga bisa menembalikan pada kondisi semula  pemulihan ini dioptimalkan pada kegiatan pembangunan rumah darurat sementara. sanitasi. memberikan bantuan yang dibutuhkan (sandang pangan. membangun kembali infrastruktur yang rusak. dll) . menyediakan lahan usaha.

Langkah setelah terjadinya bencana untuk membantu masyarakat korban bencana .

yaitu : 1.24/2007 tentang Penanggulangan Bencana dan PP yang terkait lainnya. Perencanaan dan mitigasi bencana sebagai salah satu hal penting untuk kepastian implementasi Pengurangan Risiko Bencana (PRB) dengan pengarusutamaan PRB ke dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. Dalam hal ini Pemerintah Provinsi dan Kabupaten terkait perlu memiliki peraturan dan kebijakan sebagai dasar pelaksanaan UU No. 4. Pengarusutamaan penanggulangan bencana dan PRB dimasukan Dalam sistem perencanaan pembanganan daerah untuk menjamin keberlangsungan PRB sesuai kebijakan dan strategi yang disusun pemerintah bersama pihak terkait. Memasukan mitigasi bencana dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). NOTES : Pengurangan Risiko Bencana (PRB) . Terdapat 7 aspek dalam upaya rehabilitasi pasca tsunami. 2. 3. Peraturan dan kelembagaan terkait penanggulangan bencana dan pengurangan risiko bencana.

6. Percepatan pembangunan berbasis mitigasi bencana dimana dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. aparat pemerintah dan berbagai multi pemangku kepentingan. pemberdayaan masyarakat terkait PRB melalui peningkatan pemahaman dan pendidikan PRB.5. Pada sektor perumahan. 7. mengingat satu aspek sangat penting tercapainya pembangunan berkelanjutan melalui upaya pengurangan risiko bencana secara sistematis dan bersinambungan adalah dengan memberikan pemahaman dan pendidikan kepada masyarakat. diarahkan perlunya pembangunan infrastruktur utama yang ditujukan untuk upaya percepatan pembangunan daerah bencana. kebijakan dan penegakan hukum yang dibuat di daerah. . bangunan umum dan infrastruktur perkotaan harus mempertimbangkan unsur PRB melalui berbagai peraturan.

rumah nelayan dan mata pencaharian nelayan serta pembudidaya ikan.) . penyusunan zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil)  Pembiayaan mikro dan mata pencaharian (restrukturisasi kredit bagi nasabah KUR. pendampingan dan pembinaan kelompok tani. bantuan modal usaha untuk pengrajin dan usaha lainnya serta peningkatan akses pasar dan bantuan peralatan eco-product pada daerah bencana. penyelenggaraan program padat karya. pelatihan teknik budidaya dan pemulihan lahan. Pertanian (potensi usaha tani. bantuan benih perkebunan. perbaikan infrastruktur lahan)  Perikanan (rehabilitasi dan rekonstruksi PPP. pelatihan kewirausahaan.

Program jangka menengah dan panjang guna memperbaiki kondisi setelah adanya tsunami .

yaitu:  Pertama.Seperti halnya rehabilitasi. padahal masing-masing wilayah memiliki karakteristik yang bervariasi. upaya rekonstruksi juga memiliki beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan.  Kedua. maka perlu adanya pendekatan kewilayahan dalam rekonstruksi daerah pasca tsunami . mengingat tsunami terjadi di berbagai wilayah. pendekatan multidisiplin untuk mencakup aspek yang luas dalam penanganan bencana. Pendekatan ini memungkinkan berbagai disiplin memberi kontribusi bagi penciptaan tatanan fisik dan sosial yang lebih baik.

bukan hanya menyangkut lingkungan dan dimensi fisik dari kehidupan manusia. . maka tindakan penanggulangan bencana harus dilakukan secara sistematik. tetapi juga pembangunan spiritual yang menyangkut jatidiri bangsa secara berkelompok maupun secara sosial. Karena bersifat siklik dan membentuk suatu sistem. rehabilitasi. Ketiga. pemulihan juga perlu dikembalikan ke dalam pendekatan pembangunan seutuhnya. pencegahan. dan kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana berikutnya. resque/tanggap darurat. mitigasi. pembangunan. tindakan penanggulangan kejadian bencana selalu bersifat siklik atau membentuk suatu siklus yang diawali dari kejadian bencana.  Keempat. rekonstruksi.

pengujian kualitas air bersih pada lokasi permukiman baru. Jalan (perbaikan dan pembangunan)  Listrik (pengadaan di daerah bencana)  Perencanaan tata ruang dan pengelolaan lingkungan hidup (revegetasi dan pemanfaatan kawasan pantai untuk komoditi unggulan lokal yang memiliki nilai ekonomis.) . dan review rencana tata ruang.

. Program rehabilitasi dan rekonstruksi daerah pasca tsunami harus disusun berdasar pemahaman yang mendalam dan holistik tentang : sejarah karakteristik sistem sosial budaya dan politik Proses penyusunan dan implementasinya harus semaksimal mungkin melibatkan masyarakat yang terkait dengan bencana tidak memperlakukan korban sebagai obyek semata.

jpg  http://lh5.com/_CtUBdLHcuQY/S- GHEftvHZI/AAAAAAAAAHM/BuYGYtZqqlQ/s1600/IMG_0649.bp. Subandono. dan Budiman.com/jawabaratpeduli/R_7lofyBtDI/AAAAAAAAA oM/MHa87P6uRpk/007-pemeriksaan-kesehatan.com/read/2011/03/21/11470-delapan- kementerian-berikan-rekomendasi-pemulihan- pascatsunami.jpg  http://4..org/Documents/Translations/Bahasa/Grievance- Mechanism-  http://arrahmah.sumbaronline.com/viewer?a=v&q=cache:YxQh58NPmpgJ: www. D.com/berita-3670-pasca-tsunami- ditemukan-40-gizi-buruk-80-gizi-kurang. 2005. Tsunami.html .google.html  http://www. Bogor  http://matanews.com/wp-content/uploads/sekolah260809- 5.blogspot.adb.ggpht. PT Sarana Komunikasi Utama.jpg  https://docs.