ANALISIS DISKRIMINAN

yaitu penentuan variabel bebas mana yang merupakan pembeda terkuat .Faktor determinan.Prediksi alternatif kategori dari variabel tergantung berdasarkan nilai variabel bebas . .KEGUNAAN .Penjelasan (explanation) terhadap fenomena yang dipelajari atau permasalahan yang diteliti.Pengelompokan obyek .

(2) Asumsi : . g = banyak kategori Y dan p = banyak variabel X.Hal-hal yang berkaitan dengan ANALISIS DISKRIMINAN (1) Syarat : terdapat perbedaan yang signifikan dari variabel X antar kategori variabel Y.Variabel X berdistribusi normal ganda . yaitu yang terkecil dari g-1 atau p. Kuadrat dari korelasi kanonik mirip dengan koefisien determinasi (R2) pada analisis regresi (6) Uji signifikasi dengan Bartlet test (Chi Square) (7) Variabel X dengan koefisien pada fungsi diskriminan standardize semakin besar berarti merupakan pembeda kuat .Homokedastisitas (3) Fungsi diskriminan kanonik yang terbentuk = min (g-1. (4) Peranan relatif : besarnya peranan fungsi bersangkutan relatif terhadap keseluruhan fungsi (5) Korelasi kanonik : Korelasi antara skor diskriminan (Yi duga) dengan Y (observasi). p).

maka penentuan variabel pembeda terkuat dengan Potency Index Relatif eigenvalue = eigenvalue fungsi bersangkutan dibagi jumlah eigenvalue seluruh fungsi Potensi variabel i pada suatu fungsi = loading diskriminan (structure matrix) kuadrat kali Relatif eigenvalue Potensi index = jumlah potensi seluruh variabel yang signifikan (10) Pengelompokan : Metode Fisher Alokasikan X (individu yang akan dikelompokan) ke dalam r r kelompok (kategori) ke k.Ykm = centroid fungsi ke m kategori ke k .Ym = skor diskriminan indvidu yg akan dikelompokan . jika :  m km 2  (Y  Y )  (Y  Y )2 m hm m 1 m 1 Dimana : .Hal-hal yang berkaitan dengan ANALISIS DISKRIMINAN (8) Akurasi model dapat dilihat dari Hit ratio (9) Jika yang signifikan lebih dari 1 fungsi.k  h .

2 2 10 9 16 13 10 8 17 14 Setelah melalui masa uji coba. karyawan di 2 8 14 10 13 kelompokkan menjadi : diterima (3). melalui daftar pertanyaan (kuisoner). 3 3 11 12 24 23 8 15 23 24 Karaktersitik atau variabel tersebut meliputi : 3 10 19 12 15 3 12 15 10 19 X1 = motivasi . X2 = Loyalitas 3 9 23 12 26 X3 = Perilaku leadership 3 8 26 12 17 3 15 17 13 23 X4 = Perilaku Enterpreunership . diterima 2 3 10 7 18 12 12 10 12 17 dengan syarat harus training (2) dan ditolak (1). Sebelum keputusan tersebut di 3 14 25 14 20 umumkan. 2 5 10 8 15 2 8 15 5 10 Untuk merancang Instrumen tersebut di lakukan 2 9 17 9 16 uji coba penerimaan awal 30 orang karyawan. pihak perusahaan melakukan 3 12 19 12 24 3 10 16 15 17 pengamatan terhadap beberapa karakteristik 3 9 18 9 17 karyawan. Untuk 1 5 11 6 10 1 4 10 3 12 keperluan tersebut dibutuhkan suatu instrumen 1 3 12 4 8 sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan 1 6 8 7 13 1 7 13 6 8 tentang diterima atau ditolaknya para pelamar. 3 10 20 13 18 3 12 17 10 19 Penggolongan ini di dasarkan atas produktivitas 3 13 21 9 23 3 15 23 9 21 kerjanya.ILUSTRASI Y X1 X2 X3 X4 Perusahaan yang baru berdiri merencanakan 1 1 5 6 10 9 6 5 9 11 penerimaan pekerja dalam jumlah besar.

kemudian Klik Define Range. (3) Masukkan variabel X ke Independents (4) Klik Statistics. kemudian cari Classify dan Klik Discriminant (2) Masukkan Y ke Grouping Variable. kemudian Klik Univariate ANOVAs. selanjutnya Klik Continue. Fisher’s dan Unstandardize. (5) Klik Classify. kemudian Klik Summary Table. dan isikan nilai minimum dan maksimum dari katagori variabel Y.1 A. PERINTAH SPSS REL 10. (6) Untuk melakukan analisis Klik OK. . selanjutnya Klik Continue. Analisis Diskriminan (1) Klik Analyze pada line atas. selanjutnya Klik Continue.