-PENGENDALIAN BENCANA

-
QBD 2

Nadia Listiani
1606954161

 Pembangunan kemampuan penanggulangan bencana ditekankan pada peningkatan kemampuan masyarakat khususnya masyarakat pada kawasan rawan bencana . . agar secara dini menekan bahaya tersebut. saat dan setelah bencana terjadi untuk mengurangi jumlah korban baik jiwa.Langkah-Langkah Pengolahan bencana  Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas merupakan serangkaian aktivitas masyarakat (komunitas) pada saat sebelum.

. (7) mitigasi fisik (8) pengembangan teknologi bencana alam. (2) pemetaan daerah rawan “ bencana (3) zonasi daerah bahaya dan prakiraan resiko (4) pengenalan sosial budaya masyarakat daerah bahaya ” (5) penyusunan prosedur dan tata cara penanganan bencana (6) pemasyarakatan kesiagaan dan peningkatan kemampuan. (1) pengenalan jenis bencana.

yaitu Triage lapangan dan Triage dalam Rumah Sakit (RS). Untuk triage dalam Rumah Sakit biasanya dilakukan oleh perawat atau dokter instalasi gawat darurat dan mengenai triage lapangan. Triage merupakan suatu teknik penilaian dan mengklasifikasikan tingkat kegawatan korban bencana. Pentingnya triage untuk memilih siapa yang harus ditangani lebih awal dan siapa yang terakhir. . harusnya seorang first responder (yang pertama kali menangani bencana) menguasai triage.Triage  Triage adalah hal yang paling dasar yang seharusnya dimiliki anggota tim penanganan bencana. Triage dibagi menjadi dua.

2007. Perfusi dan status mental. label kuning sedang . . Rowles. (Broker. korban yang berlabel merah menunjukkan pasien gawat dan membutuhkan proses penganan ke rumah sakit.label hijau minor masih bisa ditunda.2011.2009. Kartikawati.Pentingnya Triage  Pentingnya triage untuk memilih siapa yang harus ditangani lebih awal dan siapa yang terakhir. Bagus. 2007 .2008 )  menggunana metode simple triage and rapid treatment (START) dimana metode bedasrkan pemeriksan primer yaitu. Oman. sedangkan label  hitam berarti pasien sudah meninggal. respirasi.  pasien atau korban akan dikelompokkan berdasarkan skala prioritas dimana pada suatu lokasi bencana tim medis atau tim penolong akan segera melakukan proses triage kepada korban .

sehingga dapat digunakan untuk mengambil keputusan segera.Rapid Need Assesment  Rapid Needs Assessment yang merupakan serangkaian kegiatan dilakukan untuk medapatkan informasi dan data yang berguna untuk melakukan tindakan intervensi pasca bencana yang dilakukan secara cepat. . Pengumpulan data ini dilakukan kurang dari 1 pekan setelah kejadian bencana.

 Cantumkan daftar sasaran pangsa pasar.  Cantumkan daftar pendapatan/profitabilitas. .Tujuan dan Sasaran  Cantumkan daftar sasaran lima tahun  Nyatakan sasaran spesifik terukur untuk mencapai sasaran lima tahun Anda.

dst .Tahap tahap Rapid Need Assesment Pre Event Event Damage Change in Function Relief Recovery Assesment 1 Assesment 2 Assesment 3…….

 berkembang Pada assessment sebelum kejadian (event). status masyarakat. perubahan fungsi sosial masyarakat dan kebutuhan masyarakat terdampak  Assessment proses recovery (rehabilitasi dan dilakukan untuk menangkap gambaran kondisi masyarakat terdampak yang terus berproses . ketersediaan kemampuan dan sumbar daya untuk menghadapi kejadian dan lain sebagainya  Assessment setelah kejadian. pada fase tanggap darurat. ditujukan untuk menggambarkan kerusakan yang terjadi. assessment ditujukan untuk menggambarkan potensi bahaya.

LSM 3. Kepolisian. Pembentukkan kelompok masyarakat Siaga Bencana . BASARNAS.Kesiapan Menghadapi Bencana skala Lokal 1. Dalam pelaksanaan tugasnya SATLAK PMB di dukung oleh instansi terkait : DinKes. DinSos. Badan Kesbag Linmas.PMI.Pramuka. BMG. TNI. Dinas Kebersihan. 2. Dinas PU. Bupati/Walikota selaku ketua SATLAK PB menunjuk Komandan Penangnan Darurat untuk menegendalikan kegiatan penanggulangan.

Kesiapan Menghadapi Bencana skala Nasional 1. Departemen PU Menyediakan peta lokasi rawan Gempa bekerja sama s=dengan BAKOSURTANAL 3. BAKORNAS PB Memobilisasi sumber daya Nasional untuk penanggulangan bencana 2. Departemen Kesehatan Memberikan supervisi bantuan teknis dan administrasi tentang penanganan kesehatan di lokasi bencana 5. Departemen Perhubungan Memantau jalur transportasi yang menghambat akibat gempa dan melaksanankan upaya alternatif 4. Departemen Sosial Menyiapkan bahan kebutuhan pokok .

LAPAN Melakukan kajian melalui citra satelit dan analisa kondisi cuaca 11.6. BAKOSURTANAL Menyediakan peta-peta daerah rawan gempa 10. Departemen Dalam Negri Koordinasikan upaya pengenalian banjir dengan pemerintah daerah 7. BMG Menyediakan informasi prakiraan cuaca 8. BPPT Mengembangkan teknologi peringatan dini 9. TNI Menggerakan potensi sumberdaya untuk melakukan penanganan dan kemungkinan penggunaan helicopter 12. SAR . Kepolisian RI Mengendalikan situasi keamanan 13.

mengambil keputusan koordinasi dengan early warning system. promosi dan edukasi dari public awareness Membangun kepercayaan dan dan integrasi dari pengurangan kewaspadaan bencana pada pengembangan dan program Mengurangi resiko. Hal ini mencakup kapasitas pembangunan nasional. 5 Commitments :  Deklarasi hyogo yang dibuat berdasarkan strategi UNESCO Pencegahan bencana merupakan upaya mengurangi merupakan prioritas dampak bencana. pengurangan kemiskinan kesiapsiagaan dan siap untuk beraksi . Hygo Declaration.Kesiapan Menghadapi Bencana skala Internasional World Conference on Disaster Reduction. Mengetahui resiko dan penelitian akan natural hazards.

Respon yang dilakukan (individu atau masyarakat) • Bersifat kedaruratan: rescue & relief • Simpati & bantuan kemanusiaan mengalir deras • Peran Pemerintah. LSM & masyarakat Melalui PMI . LSM dan pramuka ikut serta dalam upaya penanggulangan bencana .

bappenas.go.id/files/5113/5022/6066/versi-bahasa- indonesia__20081122175120__826__0. Departemen Pekerjaan Umum . https://www.pdf  Modul pengelolaan bencana.

Related Interests