RENCANA KEBUTUHAN DAN PENDAYAGUNAAN TENAGA KESEHATAN

TERKAIT UU TENAGA KESEHATAN
UU
DI PROVINSI JAMBI

Oleh : Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas
Kesehatan Provinsi Jambi
PENDAHULUAN
UU TENAGA KESEHATAN (Ps 8)
KUALIFIKASI &
PENGELOMPOKKAN TENAGA
KESEHATAN
Tenaga di bidang kesehatan terdiri dari:
1. TENAGA KESEHATAN
Tenaga Kesehatan harus memiliki kualifikasi
minimum Diploma III, kecuali tenaga medis.

2. ASISTEN TENAGA KESEHATAN
Asisten Tenaga Kesehatan harus memiliki
kualifikasi minimum pendidikan menengah di
bidang kesehatan dan hanya dapat bekerja di
bawah supervisi Tenaga Kesehatan.
UU TENAGA KESEHATAN
Ketentuan Perlu dibentuk
mengenai undang-undang
tenaga tersendiri yang
kesehatan mengatur
masih tenaga
tersebar dalam kesehatan
berbagai secara
peraturan
UU komprehensif
KESEHATAN
PerUU
Pengelompokkan Nakes : tenaga
medis;tenaga psikologi klinis;tenaga
keperawatan;tenaga kebidanan;tenaga
kefarmasian;tenaga kesehatan
masyarakat;tenaga kesehatan
lingkungan;tenaga gizi;tenaga keterapian
fisik;tenaga keteknisian medis; tenaga teknik
biomedika;tenaga kesehatan
tradisional; dan tenaga kesehatan lain (Pasal
PERENCANAAN KEBUTUHAN
TENAGA KESEHATAN
PERENCANAAN KEBUTUHAN NAKES

• Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib memenuhi
kebutuhan Tenaga Kesehatan, baik dalam jumlah, jenis,
maupun dalam kompetensi secara merata untuk
menjamin keberlangsungan pembangunan kesehatan
(Pasal 13 UU Nakes)
• Perencanaan Tenaga Kesehatan disusun secara berjenjang
(dimulai dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Pemerintah
daerah kabupaten/kota, Pemerintah daerah provinsi,
sampai dengan Pemerintah secara nasional) berdasarkan
ketersediaan Tenaga Kesehatan dan kebutuhan
penyelenggaraan pembangunan dan Upaya Kesehatan
(pasal 14 ayat 2 UU Nakes) sejalan dengan revisi
Permenkes 81 Tahun 2004
12
TUJUAN PERENCANAAN
KEBUTUHAN NAKES
1.
Untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan masa
depan yaitu untuk memenuhi jenis, jumlah, dan
kualifikasi nakes

2.
Menghubungkan nakes yang ada saat ini terhadap
kebutuhan yang akan datang untuk antisipasi
perkembangan,

3.
Memperkirakan kecenderungan terhadap banyaknya
penyediaan (pengadaan/ produksi) tiap jenis tenaga
yang dibutuhkan
PERENCANAAN KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN

Standar
Pelayana
n

Standar Standar
Pendidika Kompeten
n si

PERENCANAAN KEBUTUHAN
TENAGAKESEHATAN
PERENCANAAN SEBAGAI DASAR PEMENUHAN
KEBUTUHAN SDMK

MAPPING KETERSEDIAAN DAN
SEBARAN SDMK

RENCANA PENGADAAN
KEBUTUHAN SDMK
SDMK

UPAYA PEMENUHAN SDMK
(DISTRIBUSI DAN RETENSI)
SASARAN STRATEGIS TARGET KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN BERDASARKAN
RASIO TENAGA KESEHATAN TERHADAP JUMLAH PENDUDUK

Tahun 2014 Tahun 2019 Tahun 2025
Target Proyeksi Target Proyeksi Target Proyeksi pend
No Jenis Tenaga
Rasio/100.000 Rasio/100.0 Rasio/100.0
00 pend Kebutuhan 00 pend Kebutuhan Kebutuhan
1 Dokter Spesialis 10 25.212 11 29.862 12 35.600
2 Dokter Umum 40 100.850 45 122.164 50 148.334
3 Dokter Gigi 12 30.255 13 35.292 14 41.534
4 Perawat 158 398.357 180 488.657 200 593.336

5 Bidan 100 252.124 120 325.771 130 385.668
6 Perawat Gigi 15 37.819 18 48.866 21 62.300
7 Apoteker 9 22.691 12 32.577 15 44.500
8 Tenaga Teknis
18 45.382 24 65.154 30 89.000
Kefarmasian
9 SKM 13 32.776 15 40.721 18 53.400
10 Sanitarian 15 37.819 18 48.866 20 59.334
11 Gizi 10 25.212 14 38.007 18 53.400
12 Keterapian Fisik 4 10.085 5 13.574 6 17.800
13 Keteknisian
14 35.297 16 43.436 18 53.400
Medis
PROYEKSI KEBUTUHAN SDMK DI
PUSKESMAS 2015-2019
TAHUN
JENIS TENAGA
2015 2016 2017 2018 2019
DOKTER UMUM 20.077 20.112 20.146 20.181 20.215
DOKTER GIGI 11.508 11.543 11.577 11.612 11.646
PERAWAT 118.797 119.007 119.211 119.421 119.625
PERAWAT GIGI 14.052 14.087 14.121 14.156 14.190
BIDAN 107.971 108.111 108.247 108.387 108.523
ASISTEN APOTEKER 12.311 12.346 12.380 12.415 12.449
S. FARMASI & APOTEKER 4.980 5.015 5.049 5.084 5.118
KESEHATAN MASYARAKAT 24.362 24.397 24.431 24.466 24.500
SANITARIAN 13.941 13.976 14.010 14.045 14.079
TENAGA GIZI 12.965 13.000 13.034 13.069 13.103
ANALIS KESEHATAN 11.256 11.291 11.325 11.360 11.394
PROYEKSI KEBUTUHAN SDMK
DI RS 2015-2019
TAHUN

JENIS TENAGA 2015 2016 2017 2018 2019

DOKTER SP 16.545 16.633 16.721 16.809 16.897

DR UMUM ADA 13.280 13.676 14.072 14.468 14.864

DR GIGI ADA 2.462 2.550 2.638 2.726 2.814

PERAWAT ADA 131.231 133.739 136.247 138.755 141.263

BIDAN ADA 25.776 26.216 26.656 27.096 27.536

APOTEKER ADA 7.631 7.719 7.807 7.895 7.983

TKF ADA 9.895 10.335 10.775 11.215 11.655

GIZI ADA 3.573 3.661 3.749 3.837 3.925

KESMAS ADA 3.006 3.094 3.182 3.270 3.358
PENGADAAN
TENAGA KESEHATAN
PERMASALAHAN TENAGA KESEHATAN

 Jumlah dan jenis tenaga kesehatan terus
meningkat namun kebutuhan dan
pemerataan distribusinya belum  Tantangan yang dihadapi
terpenuhi, utamanya di DTPK.
adalah meningkatkan
 Kualitas tenaga kesehatan juga masih sinkronisasi antara produksi
rendah, pengembangan karier belum dengan kebutuhan, persebaran
berjalan, sistem penghargaan, dan sanksi penempatan, dan peningkatan
belum sebagaimana mestinya. kualitas tenaga kesehatan,
 Kurangnya tenaga kesehatan, baik termasuk didalamnya
jumlah, jenis dan distribusinya pengembangan dan
menimbulkan dampak terhadap peningkatan kualitas
rendahnya akses masyarakat terhadap pendidikan tenaga kesehatan,
pelayanan kesehatan berkualitas. serta pengembangan sistem
Ketersediaan, penyebaran dan kualitas insentif tenaga kesehatan.
SDMK yang belum optimal.
Peran Poltekkes sangat
besar, terkait supply
tenaga
PENGADAAN TENAGA KESEHATAN
(PS. 17)

• Pengadaan Tenaga Kesehatan dilaksanakan
sesuai dengan perencanaan dan
pendayagunaan Tenaga Kesehatan.
• Pengadaan Tenaga Kesehatan dilakukan
melalui pendidikan tinggi
• Pendidikan tinggi bidang kesehatan
diarahkan untu menghasilkan Tenaga
Kesehatan k bermutu sesuai Standa
yang
r
Profesi dan Standar Pelayanan Profesi.
PENDAYAGUNAAN
TENAGA KESEHATAN
PENDAYAGUNAAN (PSL 22, 23)

1. Pendayagunaan Tenaga Kesehatan dilakukan oleh
Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau
masyarakat sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
2. Pendayagunaan dilakukan dengan memperhatikan
aspek pemerataan, pemanfaatan dan pengembangan.
3. Penempatan Tenaga Kesehatan oleh Pemerintah
Pemerintah Daerah dilaksanakan denganatau
cara:
a. Pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil;
b. Pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja; atau
c. Penugasan khusus.
Lanjutan…
 Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Warga
Indonesia Negara
ke Luar Negeri dapat dilakukan dengan
mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan
Tenaga Kesehatan di Indonesia dan peluang kerja bagi
Tenaga Kesehatan Warga Negara Indonesia di luar
negeri.
 Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Warga Negara
Asing dilakukan dengan mempertimbangkan:
a. alih teknologi dan ilmu pengetahuan; dan b.
ketersediaan Tenaga Kesehatan setempat.

 Tenaga Kesehatan WNI Lulusan Luar
Negeri yang akan melakukan praktik di
Indonesia harus mengikuti proses evaluasi
kompetensi.
ASPEK DALAM PENDAYAGUNAAN NAKES

Dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah,
dan/atau masyarakat sesuai dengan tugas dan
fungsi masing-masing berdasarkan ketentuan
Peraturan Perundang-Undangan.

Dengan memperhatikan :
• aspek pemerataan,
• pemanfaatan, dan
• Pengembangan, termasuk pengembangan
karier.
PENDAYAGUNAAN NAKES DI PENDAYAGUNAAN TENAGA
FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI FASILITAS
KESEHATAN PEMERINTAH KESEHATAN SWASTA

1. PNS. • Swasta melakukan
2. PPPK. rekrutmen dan
penempatan tenaga
3. Upaya terobosan kesehatan sesuai
(penugasan khususn, kebutuhannya.
task shifting, team Pemerintah dapat
based, dll) memfasilitasi upaya
pemenuhan tenaga
kesehatan di fasilitas
kesehatan swasta
dengan kriteria yang
telah ditetapkan.
PASAR NAKES DI DALAM NEGERI

JENIS
TINGKAT
PEKERJAAN
PELAYANAN
• Tenaga Kes di
Primer • faskes.
• Regulator
Sekunder • Administrator
• Pemberdayaan
Tersier • Masy.

Pendidik/ Dosen.
Peneliti.
Konsultan
Kesehatan

Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan yang Bermutu
KENDALA PENEMPATAN NAKES

• Retensi untuk daerah dengan geografis sulit masih
rendah
• Kurangnya partisipasi Pemda dalam penyediaan
fasilitas, distribusi, monitoring dan evaluasi
• Sedikitnya peminat tenaga kesehatan khususnya
untuk DTPK
• Tingginya biaya operasional untuk mobilisasi tenaga
kesehatan di daerah dengan geografis sulit.
PEMENUHAN KEBUTUHAN
TENAGA KESEHATAN

Pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan termasuk
pendistribusiannya

Nakes melakukan praktik dan/atau pekerjan profesinya di seluruh
Indonesia baik di saryankes pemerintah, swasta, TNI/POLRI, dan
mandiri

registrasi

sertifikasi

NAKES
UPAYA PEMENUHAN TENAGA KESEHATAN

1. PNS
2. PPPK, antara lain Program Penempatan PTT
medis dan bidan
3. Program beasiswa PPDS/PPDGS, dan tubel
SDMK
4. Dukungan regulasi 
•PBM Perencanaan dan Penempatan Nakes di Faskes Milik Pemda,
•RPP Perencanaan, Pendayagunaan, Binwas Mutu SDMK
5. Upaya terobosan : penugasan khusus, task
shifting, team based
REKAPITULASI SDM KESEHATAN YANG DIDAYAGUNAKAN
PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

DI PROVINSI JAMBI TAHUN 2016
REKAPITULASI SDMK DI FASYANKES
BERDASARKAN JENJANG PENDIDIKAN
JENJANG PENDIDIKAN JENIS KELAMIN JUMLAH
LAKI-LAKI PEREMPUAN
SD 33 38 71
SMP / Setara 76 97 173
SMA / Setara 1,080 1,518 2,598
D-1 81 432 513
D-2 - 1 1
D-3 1,850 9,557 11,407
D-4 27 209 236
S-1 1,039 1,875 2,914
Sp-1 165 105 270
Sp-2 3 3 6
Profesi 107 325 432
S-2 186 177 363
S-3 2 1 3
TOTAL 4,649 14,338 18,987
KEADAAN DAN KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN DI
PUSKESMAS SESUAI PERMENKES NO 75 TAHUN 2014

BELUM SESUAI STANDAR
JUMLAH SESUAI STANDAR (Puskesmas)
JUMLAH SELURUH JML PUSK <
JENIS TENAGA KESEHATAN TENAGA
PUSKESMAS STANDAR (Puskesmas) KEKURANGAN NAKES
KESEHATAN
(Orang)
JUMLAH % JUMLAH %

332 142 80.68% 34 19.32% 38
1. DOKTER UMUM

137 124 70.45% 52 29.55% 52
2. DOKTER GIGI

2753 156 88.64% 20 11.36% 55
3. PERAWAT
4. BIDAN 3637 169 96.02% 7 3.98% 24
224 122 69.32% 54 30.68% 54
5. KEFARMASIAN 176
6. KESEHATAN 223 117 66.48% 59 33.52% 59
MASYARAKAT

191 113 64.20% 63 35.80% 63
7. SANITARIAN

120 69 39.20% 107 60.80% 143
8. GIZI

161 113 64.20% 63 35.80% 63
9. AHLI TEK. LAB. MEDIK
KEADAAN DAN KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS
SESUAI INDIKATOR 1 RENSTRA KEMKES PROGRAM PPSDMK

PUSKESMAS PUSKESMAS TIDAK PUSKESMAS TIDAK
JUMLAH TIDAK ADA ADA NAKES (5 ADA NAKES (9 JENIS
JENIS TENAGA KESEHATAN SELURUH NAKES JENIS NAKES) NAKES)
PUSKESMAS
JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %

1. DOKTER UMUM 11 6.25%
2. DOKTER GIGI 52 29.55%
3. PERAWAT 1 0.57%
4. BIDAN 2 1.14%
5. KEFARMASIAN 54 30.68%
176 150 85.23%
6. KESEHATAN 59 33.52%
MASYARAKAT
142 80.68%
7. SANITARIAN 63 35.80%
8. GIZI 84 47.73%
9. AHLI TEK. LAB. MEDIK 63 35.80%
KEADAAN DAN KEBUTUHAN TENAGA
MEDIS DI RUMAH SAKIT SESUAI
PERMENKES NO 56 TAHUN 2014 JML RS
JUMLAH JUMLAH
SESUAI STANDAR BELUM SESUAI
JENIS TENAGA MEDIS RUMAH TENAGA
STANDAR
SAKIT MEDIS
JUMLAH % JUMLAH %
1. DOKTER UMUM 252 18 51.43% 17 48.57%
2. DOKTER GIGI 47 14 40.00% 21 60.00%
3. DOKTER SPESIALIS PENYAKIT
38 11 31.43% 24 68.57%
DALAM
4. DOKTER SPESIALIS OBSGYN 36 11 31.43% 24 68.57%
5. DOKTER SPESIALIS ANAK 25 7 20.00% 28 80.00%
6. DOKTER SPESIALIS BEDAH 23 7 20.00% 28 80.00%
7. DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI 35 8 16 45.71% 19 54.29%
8. DOKTER SPESIALIS ANESTESI 20 21 60.00% 14 40.00%
9. DOKTER SPESIALIS PATOLOGI
7 17 48.57% 18 51.43%
KLINIK
10. DOKTER SPESIALIS PATOLOGI 7 35 100.00% 0 0.00%
ANATOMI
11. DOKTER SPESIALIS REHAB 0 35 100.00% 0 0.00%
MEDIK (FISIK)
KEADAAN DAN KEBUTUHAN TENAGA MEDIS DI RUMAH
SAKIT SESUAI RENSTRA KEMKES PROGRAM PPSDMK

JML RS
JUMLAH SESUAI STANDAR BELUM SESUAI
JUMLAH
RUMAH SAKIT (RSUD Kelas C) STANDAR
JENIS TENAGA MEDIS TENAGA
(RS KELAS C (RSUD Kelas C)
MEDIS
PEMDA)
JUMLAH % JUMLAH %

1. DOKTER SPESIALIS PENYAKIT 14 5 62.50% 3 37.50%
DALAM
2. DOKTER SPESIALIS OBSGYN 14 4 50.00% 4 50.00%

3. DOKTER SPESIALIS ANAK 9 1 12.50% 7 87.50%

4. DOKTER SPESIALIS BEDAH 8 12 4 50.00% 4 50.00%

5. DOKTER SPESIALIS RADIOLOGI 0 0 0.00% 8 100.00%

6. DOKTER SPESIALIS ANESTESI 7 5 62.50% 3 37.50%

7. DOKTER SPESIALIS PATOLOGI 2 2 25.00% 6 75.00%
KLINIK
TERIMA KASIH