DEBBY SHERLY AMANDA

1610221109

 Limfoma adalah sekumpulan keganasan primer pada
kelenjar getah bening dan jaringan limfoid.
Berdasarkan tipe histologiknya, limfoma dapat dibagi
menjadi dua kelompok besar, yaitu Limfoma Non
Hodgkin dan Hodgkin.

 Imunohistokimia adalah salah satu cara untuk
membantu penegakkan diagnosis limfoma

 suatu metode kombinasi dari anatomi, imunologi
dan biokimia untuk mengidentifikasi komponen
jaringan yang memiliki ciri tertentu dengan
menggunakan interaksi antara antigen target dan
antibodi spesifik yang diberi label (Key, 2006; Kumar et
al., 2010)

 Teknik imunohistokimia bermanfaat untuk
identifikasi, lokalisasi, dan karakterisasi suatu
antigen tertentu, serta menentukan
diagnosis, therapi, dan prognosis kanker
(Key, 2006; Hastuti & Lubis 2011)

limfoma dapat dibagi menjadi dua kelompok besar.  tipe histologiknya..Limfoma istilah umum untuk kanker darah yang muncul dalam sistem limfatik penyebab pembesaran kelenjar getah bening  sekumpulan keganasan primer pada kelenjar getah bening dan jaringan limfoid. 2012). . yaitu Limfoma Non Hodgkin dan Hodgkin (Shankland et al.

faktor lingkungan. keadaan imunodefisiensi.18)(q32. infeksi.disebabkan oleh translokasi kromosom.q21)  85% pada limpfoma folikuler dan 15% pada grade LNH yang lebih tinggi  merubah fungsi apoptosis bcl-2 inhibitor onkogen di pita 18q21 menjadi imonoglobulin rantai berat dengan lokus 14q32 . inflamasi kronik Translokasi kromosom tersering pada limfoma adalah t(14.

14)(p22.132).  Translokasi t(8q24) biasa terjadi pada limfoma Burkitt). 2010). berkaitan dengan mucosa-associated lymphoid tissue (MALT) lymphoma (Czuczman & Rummel.18)(q21.14)(q13. Translokasi t(11.q32 terjadi pada mantle cell lymphoma. . Translokasi t(11.q21) dan t(1.

dan limfoma sinonasal.  Human T-cell leukemia virus type 1 (HTLV- 1)Hepatitis C virus (HCV) Kaposi sarcoma– associated herpesvirus (KSHV) Helicobacter pylori menjadi virus yang berkontribusi juga terhadap limfoma . Etiologi kedua selain translokasi adalah infeksi  Epstein-Barr virus  selalu dikaitkan dengan Burkitt lymphoma  penyakit limfoma hodgkin pada pasien imunokompromasi.

dan paparan radiasi. kimia organik. larutan kimia. Etiologi terakhir yang ikut berkontribusi yaitu inflamasi kronis ((Martí-Carvajal. . herbisida. Etiologi ketiga yaitu faktor lingkungan yaitu paparan zat kimia sehari hari seperti pestisida. kemoterapi. Penyebab lain dari limfoma adalah imunodefisiensi. 2009).

 Demam 38 derajat C >1 minggu tanpa sebab yang jelas.  Keringat malam banyak. atau sesak napas akibat pembesaran kelenjar getah bening mediastinum maupun splenomegali.  Ditemukan adanya benjolan yang tidak nyeri di leher. Penurunan berat badan >10% dalam 6 bulan . .  Pembesaran kelenjar getah bening yang terlibat.  Penurunan nafsu makan . ketiak atau pangkal paha (bila berukuran di atas 2 cm).  Cepat lelah.

STADIUM ANTIBODY PANNEL GAMBARAN PEMBELAHAN MIKROSKOPIK .

.

HISTOLOGI NON HODKIN HODKIN .

ANTIBODY PANEL SEL B SEL T NK .

Limfoma Mantle Cell . Extranodal marginal zone B-Cell limfoma(MALT Type) . B Cell Neoplasma Prekursor/immature . Burkitt’s lymphoma . Limfoblastik limfoma/limfoblastik leukimia SEL B Perifer/mature . Diffuse large B-cell lymphoma . Splenic marginal zone lymphoma . Limfoplasmasitik Limfoma . Plasmacytoma/ plasma cell myeloma . Diffuse large B cell lymphoma variants. Nodal marginal zone B Cell Limfoma . BCLL/SLL . Limfoma folikuler . .

T cell prolimfositik leukemik . Extra nodul Nkcell/Tcell limfoma . ALK- . EBV . HTLV 1 Perifer/post thymic/mature 2. ALK+ . Sezary Syndrome . T Cell Neoplasma Prekursor/Thymic/immature SEL T/NK . Mycosis fungoides . Acute limfoblastik leukemik 1. Folikuler T Cell limfoma .

JENIS PEMBELAHAN INDOLEN AGRESIF .

jantung berdebar)  Penggunaan obat-obatan tertentu .Anamnesis  Pembersaran kelenjar getah bening (KGB) atau organ  Malaise umum  Berat badan menurun >10% dalam waktu 3 bulan  Demam tinggi 38˚C selama 1 minggu tanpa sebab  Keringat malam  Keluhan anemia (lemas. pusing.

Pemeriksaan Fisik  Pembesaran KGB  Kelainan/pembesaran organ (hati/limpa) Pemeriksaan Diagnostik Rutin  Histopatologi Khusus  Immunohistokimia  Molekuler .

Laboratorium Rutin Hematologi  Darah Perifer Lengkap (DPL) : Hb. Ca. LED. Cl.  Gambaran Darah Tepi (GDT) : morfologi sel darah Analisis urin : urin lengkap Kimia klinik:  SGOT. Bilirubin (total/direk/indirek). LDH. TBC. P  HIV. kreatinin o Gula darah sewaktu  Elektrolit: Na. K. albumin-globulin  Alkali fosfatase. hitung jenis. protein total.trombosit. asam urat. HBsAg) Khusus:  Gamma GT  Serum Protein Elektroforesis (SPE) o Imunoelektroforesa (IEP)  Tes Coomb  B2 mikroglobulin Aspirasi Sumsum Tulang Radiologi . Hepatitis C (anti HCV. ureum. SGPT. Ht leukosit.

sedang. dan karakterisasi suatu antigen tertentu. Intensitas warna dinyatakan dalam peringkat lemah. dan prognosis kanker  Sel-sel (tumor) yang terwarnai dinilai intensitas warnanya dan banyak atau luasnya sel-sel yang terwarnai. lokalisasi. Teknik imunohistokimia bermanfaat untuk identifikasi. serta menentukan diagnosis. kuat atau sangat kuat. therapi. sedang banyaknya sel yang terwarnai dinyatakan sebagai persentase .

Marginal Mantel Cell Zone Lymfoma Lymphoma Limfoblastik lymphoma Follicular Lymphoma CLL/SLL .

Nodular Lymphocyte SEL B Predominance Hodkin’s Desease Classical Hodkin CD 15 + Desease CD 30 + CD 15 + CD 20 + CD 30 + CD 45 + CD 20 -/+ ALK-1 - CD 45 -/+ ALK-1 - .

Limfoblastik Small Lymphocytic Marginal Zone Limfoma Lymphoma/ CLL /SLL Lymphoma/ MZL (bone (naiv cell) (daerah marginal) marrow) CD 5 + BCL2 + CD 20 -/+ CD 23 + CD 10 + BCL 2 + Tdt + CD 10 – CD 99 CD 43 – BCL 6 – PAX-5 + .

Mantel Cell Lymphoma/ MCL (daerah mantel) CD 5 + CD 23 -/+ Cyclin D1 + BCL2 + CD 10 – CD 43 + BCL 6 – PAX-5 + Folicular Lymphoma (daerah Folicular) CD 5 – CD 23 + BCL 2 + CD 10 + .

Difuse Large B cell Lymphoma (DLBCL) CD 20 + CD 29a + Lymphoma Burkitt CD 30 + CD 10 + .

 Sel T Peripheral T Angioimmun Anaplastik Adult T-Cell Cell oblastic Large Cell Leukimia Lymphoma lymphoma CD 30 + CD 3 + (paling T.Cell CD 3 + CD 5 + banyak CD3 + CD 7 – dijumpai) CD5 + CD 30 +/- CD3 + CD7 - CD 7 + Cutaneous T-Cell Lymphoma CD 3 + CD 5 + CD 7 +/- CD 4 +/- CD 8 – CD 30 ++ .

gatal Anemia Tidak nyaman di perut (liver dan lien membesar) Keringat dimalam hari . Gejala: Anemia Trombositopenia Demam Pembesaran KGB Keringat dingin BB Turun Gejala: Bengkak Limfonodi Demam Skin rash.

ALK + (diketahui protein atau mutasi gen nya) ALK – (tidak diketahui dimana mutasinya) Gejala : Demam Keringat malam BB menurun Adult T-Cell Pembesaran Limfonodi Leukimia Hepatomegali. Spleenomegali CD 3 + Limfosit berlebih CD 5 + CD 7 – CD 30 +/- .

 Cutaneous T- Cell Lymphoma  CD 3 +  CD 5 + Bercak parut dan kemerahan  CD 7 +/- Hiperpigmentasi -> kulit putih  CD 4 +/- Hipopigmentasi -> kulit hitam  CD 8 –  CD 30 ++ .

Pembedahan  peranan yang terbatas dalam pengobatan limfoma. obstruksi. seperti limfoma gaster yang terbatas pada bagian perut saja atau jika ada resiko perforasi. dan perdarahan masif. pembedahan masih menjadi pilihan utama. Untuk beberapa jenis limfoma. sejauh ini pembedahan hanya dilakukan untuk mendukung proses penegakan diagnosis melalui surgical biopsy. Namun. .

sedangkan radioisotope menggunakan 131Iodine atau 90Yttrium untuk irradiasi sel-sel tumor secara selektif7. Radioimunoterapi menggunakan antibodi monoclonal seperti CD20 dan CD22 untuk melawan antigen spesifik dari limfoma secara langsung. yaitu:  Untuk stadium I dan II secara mantel radikal  Untuk stadium III A/B secara total nodal radioterapi  Untuk stadium III B secara subtotal body irradiation  Untuk stadium IV secara total body irradiation .Radioterapi  Radioterapi memiliki peranan yang sangat penting dalam pengobatan limfoma. Teknik radiasi yang digunakan didasarkan pada stadium limfoma itu sendiri1.

 Kemoterapi  Immunoterapi  Transplantasi sumsum tulang Transplasntasi sumsum tulang merupakan terapi pilihan apabila limfoma tidak membaik dengan pengobatan konvensional atau jika pasien mengalami pajanan ulang (relaps). .

 Pengobatan dilakukan dengan melihat sesuai cluster domination. pemeriksaan penunjang (paling mendukung imunohistokimia). kemampuan membelahnya. dan sebaran intinya.  Limfoma Hodgkin dibagi menjadi kedalam 4 subtipe. Limfoma terbagi menjadi 2 macam secara umum yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non Hodgkin  Limfoma Non Hodgkin digolong kan berdasarkan kematangannya. . pemeriksaan fisik.  Penegakan diagnosis dilakukan mulai dari anamnesis.