HAK CIPTA

Disusun Oleh :
Kelompok 1 :

Anisa Syarifah Raudhatun Hasanah
Ayu Yunita Ruri Erina Soeseny
Muhammad Alfie Syahrin Siti Ghaida Afifah
Nabila Umar Said Meldego
Nurjannah
Yulia Rahmana
Rafika Aulia

19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. Pasal 1. Angka 1 : “Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku” . DEFINISI HAK CIPTA UU no.

• UU Nomor 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 7 Tahun 1987 (Lembaran Negara RI Tahun 1997 Nomor 29). . DASAR HUKUM HAK CIPTA • UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. • UU Nomor 7 Tahun 1987 tentang Perubahan atas UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1987 Nomor 42). • UU Nomor 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta (Lembaran Negara RI Tahun 1982 Nomor 15).

3. FUNGSI DAN SIFAT HAK CIPTA • Menurut UU No. Pencipta dan/atau Pemegang Hak Cipta atas karya sinematografi dan Program Komputer memiliki hak untuk memberikan izin atau melarang orang lain yang tanpa persetujuannya menyewakan Ciptaan tersebut unt uk kepentingan yang bersifat komersial.4 tentang fungsi dan sifat hak cipta : Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya. yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundangundangan yang berlaku. .19 Tahun 2002 pasal 2.

Perjanjian tulis. Pewarisan. 5. Hibah. 3. 2. .• Hak Cipta dapat beralih atau dialihkan. Wasiat. baik seluruhnya maupun sebagian karena : 1. Sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan. 4.

database. pewayangan. • Terjemahan. dan karya lain dari hasil pengalihwujudan  tersendiri. dan pantomime. kuliah. • Sinematografi. • Arsitektur. CIPTAAN YANG DILINDUNGI (PASAL 12 UUHC 2002) • Buku. • Fotografi. koreografi. gambar. tafsir. lay out karya tulis yang diterbitkan. program komputer. tidak mengurangi HC atas Ciptaan asli. seni pahat. • Lagu atau musik dengan atau tanpa teks. kolase. • Seni rupa dalam segala bentuk seperti seni lukis. saduran. bunga rampai. tari. seni patung. seni kaligrafi. . • Drama atau drama musikal. dan semua hasil karya tulis lain. • Seni batik. pamflet. pidato. dan ciptaan lain yang sejenis • Alat peraga untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan. • Peta. seni ukir. dan seni terapan. • Ceramah.

memberikan izin/melarang orang lain menyewakan Ciptaan untuk kepentingan komersial . mengumumkan dan memperbanyak ciptaannya • Bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta atas karya sinematografi. HAK CIPTA SEBAGAI HAK EKSKLUSIF • Bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta.

4. Membuat salinan atau reproduksi ciptaan dan menjual hasil salinan tersebut (termasuk. 5. 3. salinan elektronik). Beberapa hak eksklusif yang umumnya diberikan kepada pemegang hak cipta adalah hak untuk : 2.• Hak Ekslusif 1. Menciptakan karya turunan atau derivatif atas ciptaan (mengadaptasi ciptaan). Mengimpor dan mengekspor ciptaan. pada umumnya. Menampilkan atau memamerkan ciptaan di depan umum. Menjual atau mengalihkan hak eksklusif tersebut kepada orang atau pihak lain. .

2. Ciptaan yang bersifat abstrak. 3.• Hal – hal yang tidak bisa di daftarkan sebagai hak cipta : 1. Ciptaan di luar bidang ilmu pengetahuan. . Ciptaan yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang hak cipta. seni dan sastra.

sementara ciptaan atau barang yang merupakan hasil tindak pidana hak cipta serta alat-alat yang digunakan untuk melakukan tindak pidana tersebut dirampas oleh Negara untuk dimusnahkan (UU 19/2002 bab XIII). Sanksi pidana secara umum dikenakan kepada aktivitas pemalsuan yang serius. namun kini semakin lazim pada perkara-perkara lain. namun ada pula sisi hukum pidana. PENEGAKAN HUKUM HAK CIPTA • Penegakan hukum atas hak cipta biasanya dilakukan oleh pemegang hak cipta dalam hukum perdata. . Sanksi pidana atas pelanggaran hak cipta di Indonesia secara umum diancam hukuman penjara paling singkat satu bulan dan paling lama tujuh tahun yang dapat disertai maupun tidak disertai denda sejumlah paling sedikit satu juta rupiah dan paling banyak lima miliar rupiah.

Syarat untuk permohonan pendataran Hak Cipta : 1. 2. 3. Mengisi formulir pendaftaran ciptaan rangkap dua. Surat permohonan pendaftaran ciptaan mencantumkan: nama. kewarganegaraan. Uraian ciptaan rangkap dua. .

dengan menetapkan satu alamat pemohon. 4. Membayar biaya permohonannya pendaftaran sebesar Rp. 75. .000 (tujuh puluh lima ribu rupiah). 2. Melampirkan bukti kewarganegaraan pencipta dan pemegang hak cipta berupa fotokopi KTP.Surat permohonan pendaftaran ciptaan hanya dapat diajukan: 1. Permohonan pendaftaran ciptaan diajukan atas nama lebih dari seorang dan satu Badan Hukum dengan demikian nama-nama harus ditulis semuanya. Melampirkan contoh ciptaan yang dimohonkan pendaftarannya atau penggantinya. 3.

• Di Indonesia. Lain lagi dengan kegiatan penyewaan buku di taman bacaan. KASUS HAK CIPTA Pembajakan Buku dan Sejenisnya. . seseorang dengan mudah dapat memfotokopi sebuah buku. padahal dalam buku tersebut melekat hak cipta yang dimiliki oleh pengarang atau orang yang ditunjuk oleh pengarang sehingga apabila kegiatan fotokopi dilakukan dan tanpa memperoleh izin dari pemegang hak cipta maka dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta. masyarakat dan pengelola taman bacaan tidak sadar bahwa kegiatan penyewaan buku semacam ini merupakan bentuk pelanggaran hak cipta.

00 (satu juta rupiah).000. . atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5. sesuai dengan ketentuan pidana pasal 72 ayat (1) UU yang sama. disebutkan bahwa bagi mereka yang dengan sengaja atau tanpa hak melanggar hak cipta orang lain dapat dikenakan pidana penjara paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1. 19 Tahun 2002.000. Pelanggaran hak cipta ini melanggar pasal 2 ayat (1) dan (2) UU No.000. PELANGGARAN HAK CIPTA UU yang dilanggar dan sanksi: • Bentuk pelanggaran hak cipta pada kasus di atas adalah dengan sengaja mengumumkan atau memperbanyak ciptaan pencipta atau pemegang hak cipta dan tanpa izin menyewakan ciptaan tersebut untuk kepentingan yang bersifat komersial.00 (lima milyar rupiah).000.000.

SOLUSI Berikut beberapa solusi untuk menangani maraknya pelanggaran pembajakan buku dan sejenisnya: • Perlunya kesadaran masyarakat untuk menghargai hasil karya orang lain. • Pemberian sanksi yang tegas kepada pihak-pihak yang terlibat supaya mereka jera. .

SEKIAN DAN TERIMA KASIH .