KANKER NASOFARING

OLEH :
NUR AISYAH

. DEFENISI KANKER NASOFARING Kanker Nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut. tetapi kanker nasofaring juga dikaitkan dengan adanya virus epstein bar. Penyebab kanker nasofaring belum diketahui dengan pasti.

ETIOLOGI Kanker nasofaring yang tinggi ini dihubungkan dengan kebiasaan makan. pekerjaan. lingkungan dan virus Epstein-Barr. kebiasaan hidup. sosial ekonomi. infeksi kuman atau parasit juga sangat mempengaruhi kemungkinan timbulnya tumor ini. genetik. Selain itu faktor jenis kelamin. Tetapi sudah hampir dapat dipastikan bahwa penyebab karsinoma nasofaring adalah virus Epstein-barr .

.Angka kejadian KNF di Indonesia cukup tinggi. KNF termasuk lima besar tumor ganas.7 kasus baru per tahun per 100. Sedangkan didaerah kepala dan leher menduduki tempat pertama (KNF) dengan persentase hampir 60% . telinga dengung. EPIDEMIOLOGI Karsinoma Nasofaring ( KNF ) adalah tumor ganas THT yang paling banyak dijumpai di Indonesia. hidung berdarah. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa laki-laki lebih sering terkena KNF pada usia diatas 41 tahun. telinga nyeri dan sakit kepala. Dengan keluhan utama adanya benjolan dileher diikuti hidung sumbat.000 penduduk atau sekitar 7000-8000 kasus per tahun di seluruh Indonesia. sekitar 4.

dan mata bisa menonjol keluar 3. kemudian pilek. TANDA DAN GEJALA Letak nasofaring yang tersembunyi di belakang hidung atau belakang langit-langit rongga mulut menyebabkan serangan kanker ini sering kali terlambat diketahui. Hidung sedikit mimisan. Namun. biasanya pada stadium dini menunjukkan gejala-gejala : 1. tetapi berulang. Hidung tersumbat terus-menerus. . 2. Sering timbul nyeri dan sakit kepala. Pada kondisi akut menunjukkan gejala sebagai berikut: 1. Mata menjadi juling. Kelenjar getah bening pada leher membesar. penglihatan ganda. Di dalam telinga timbul suara berdengung dan terasa penuh tanpa disertai rasa sakit sampai pendengaran berkurang. 2.

.

asap industry. seperti kontak dengan gas hasil zat-zat kimia. PENCEGAHAN 1. asap kayu. 3. asap rokok. asap minyak tanah dan polusi lain yang dapat mengaktifkan virus Epstein bar. Hindari mengonsumsi makanan yang diawetkan. . 2. serta usahakan agar pergantian udara (sirkulasi udara) lancar. Hindari polusi udara. atau makanan yang merangsang selaput lender. makanan yang panas. Ciptakan lingkungan hidup dan lingkungan kerja yang sehat.

2. asap minyak tanah. Selain itu. Sering mengonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet. asap obat nyamuk. Sering mengisap udara yang penuh asap atau rumah yang pergantian udaranya kurang baik. . sering mengisap asap rokok. termasuk makanan yang diawetkan dengan cara diasinkan atau diasap. atau asap candu. FAKTOR RESIKO 1. Sering mengonsumsi makanan dan minuman yang panas atau bersifat panas dan merangsang selaput lendir. 3. asap kayu bakar. seperti yang mengandung alkohol.

Tindakan operasi tidak dilakukan untuk jenis kanker ini karena posisinya yang sulit dan dekat metastase kelenjar getah bening. atau kombinasi dengan kemoterapi. untuk stadium awal kanker ini jarang dilakukan biopsi. . PENGOBATAN Pengobatan kanker nasofaring bisa dilakukan dengan radioterapi. Tindakan operasi (bedah) yang umum hanyalah biopsi.

TERIMAKASIH .

Related Interests