SUTRADARA

.SUTRADARA (DIRECTOR) Adalah Orang yang bertanggung jawab atas aspek kreatif baik interpretasi scenario maupun teknis keaktoran untuk keberhasilan sebuah film.

MENENTUKAN NADA DASAR Tugas pokok Sutradara : Mencari motif yang merasuk karya lakon.PEMBINAAN KERJA SUTRADARA A. yang memberikan ciri kejiwaan dan selalu nampak dalam penyutradaraan. Memberikan suasana khusus 3. Sebuah nada dasar dapat bersifat : 1. tidak mendalam 2. Memberikan prinsip dasar pada lakon . Mengurangi tragedi yang berlebih-lebihan 5. Ringan. Membuat lakon gembira 4.

biasanya untuk perang utama 2. CASTING BY TYPE Berdasarkan kecocokan fisik si pemain 3. ANTI TYPE CASTING Berdasarkan bertentangan dengan watak dan fisik si pemain (educational casting) . CASTING BY ABILITY Berdasarkan kecakapan (pandai).B. MENENTUKAN CASTING Casting adalah proses penentuan pemain berdasarkan analisa scenario untuk film MACAM-MACAM CASTING : 1.

4. karena mempunyai banyak kesamaan atau kecocokan dengan peran yang akan dipegang. 5. THERAPEUTIC CASTING Berdasarkan bertetangan dengan watak aslinya dengan maksud mengurangi ketidak seimbangan jiwanya. . CASTING TO EMOTIANAL TEMPERAMENT Berdasarkan hasil observasi hidup pribadi.

tata suara. tata tari. dan tata laga. Apabila seorang sutradara tidak mampu merencanakannya sendiri. tata lampu. . Apabila seorang sutradara mampu merencanakannya sendiri. MERENCANAKAN ARTISTIK Merencanakan artistik yang berkaitan dengan Tata Artistik seperti tata setting. boleh juga konsep artistik langsung diserahkan pada Penata Artistik (ART DIRECTOR) untuk dikerjakan.C. tata rias. tata pakaian. tata music. maka itu menjadi tugas Penata Artistik (ART DIRECTOR) untuk merencanakannya dan mengerjakannya.

Dengan mise en scene sutradara memberikan strukrtur visual pada pengadegan dengan komposisi frame kamera 1.D. . SIKAP PEMAIN Dari sikap pemain kita dapat menarik kesimpulan tentang kesan lemah hingga meningkat menjadi kuat. MENYUSUN MISE EN SCENE Mise en scene : Segala perubahan yang terjadi pada daerah permainan yang disebabkan oleh perpindahan pemain atau peralatan.

Duduk di tangan kursi 5. Berdiri pada ketinggian . Duduk dikursi 4. Berbaring / tidur 2. Berdiri 6. Duduk dilantai / ditanah 3.Sikap Pemain : 1.

VERTIKAL: Ekspresi meninggi. 2 : 3. dan seterusnya. DIAGONAL: Ketegangan jiwa. 1 : 4. angkuh.2. Dalam menentukan komposisi harus ingat kadar nilai sebuah garis : a. HORISONTAL : Tentram. PENGELOMPOKAN Aktor yang meminta perhatian dari penonton harus ditempatkan pada tempat tersendiri. aman. c. 2 : 4. perasa. b. pelarian . seimbang. sentosa. Kita dapat memakai perbandingan sebagai berikut : 1 : 2. 3 : 5. 3 : 4. kekerasan.

TERPUTUS-PUTUS : Kekacauan. tidak komplek. kebebasan. kekalutan. keakraban. keramahtamahan. kegembiraan f. LURUS: Kekuatan. kesederhanaan.d. kekerasan. LENGKUNG : Spontanitas. . e.

PEMBAGIAN TEMPAT KEDUDUKAN PELAKU Pelaku harus mempunyai tempat masing-masing .3. Seperti pada bagan di bawah ini : Belakang Kanan Belakang Tengah Belakang Kiri Tengah Kanan Tengah –Tengah Tengah Kiri Depan Kanan Depan Tengah Depan Kiri .

VARIASI SAAT MASUK DAN KELUAR Hindari menyuruh pemain keluar masuk lewat pintu yang sama. (disesuaikan konteks scenario) 5.4. Perabot yang rendah diletakkan didepan perabot yang tinggi . VARIASI PENEMPATAN PERABOT Penempatan perabot sebaiknya : a. Jangan menghalagi masuk keluarnya pemain b. Jangan menghalangi pandangan penonton terhadap pemain d. Jangan mempersulit pergerakan pemain c.

Buatlah variasi yang menarik. KOMPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN GARIS DALAM PENENPATAN PELAKU Mempatkan pelaku dengan menggunakan garis : Garis Lurus Garis Patah Garis Lengkung .6. VARIASI DUA PEMAIN YANG BERHADAP-HADAPAN Dua pemain yang berhadap-hadapan hendaknya jangan dalam posisi yang sama. mengasyikan dan wajar (disesuaikan konteks scenario) 7.

8. EFEK TATA SINAR Tata sinar atau sering disebut tata lampu bertujuan untuk menerangi pelaku dan tempat-tempat khusus yang perlu di tonjolkan. . EKSPRESI KONTRAS DALAM WARNA PAKAIAN Pakaian pelaku hendaknya sesuai dengan watak dan perannya Secara kejiwaan warna memberi arti bagi perwatakan Contoh : Tragedi (warna gelap). menciptakan suasana yang dikisahkan dalam cerita. Komedi (warna gembira. terang menyala) 9.

11. sehingga tercipta suatu jarak yang diinginkan dan komposisinya kelihatan lebih indah. MEMPERHATIKAN RUANG SEKELILING PEMAIN Jarak Estetis yaitu jarak tempat kita menyadari keindahan estetis obyek yang di pandang. Disekitar pemain harus ada tempat kosong. MENGUATKAN / MELUANGKAN KEDUDUKAN PEMAIN Tokoh-tokoh lain harus menyokong dan menguatkan kedudukan tokoh-tokoh penting. Disamping itu pula tempat kosong tersebut bisa digunakan sebagai tempat moving pemain. .10.

12. KESEIMBANGAN DALAM KOMPOSISI Syarat untuk film yang baik. 13. pengelompokan. keseimbangan disini diartikan adanya suatu perbandingan yang memuaskan antara gerak dan dari. 14. MEMPERHATIKAN LATAR BELAKANG Latar belakang (Background) hendaknya sesuai dengan cerita yang ada pada scenario atau sekurang-kurangnya membantu isi cerita. DEKORASI Dekorasi harus disesuaikan dengan suasana cerita dan dapat memberikan kesan. .

Kita dapat menentukan tekanan atau aksen pada pemain menurut pandangan kita tanpa mengubah scenario. improvisasi (cara berperan yang tidak terdapat dalam instruksi naskah) untuk memperkaya permainan. MENCIPTAKAN ASPEK-ASPEK LAKU Seorang sutradara harus dapat memberikan saran kepada actor agar mereka dapat menciptakan laku simbolik. MENGUATKAN ATAU MELEMAHKAN LAKU Merupakan teknik dalam mengarap berbagai adegan dalam cerita.E. acting kreatif. . F.

. MEMPENGARUHI JIWA PEMAIN. DENGAN PENJELASAN Sutradara sebagai interpretator : dia menjelaskan bagaimana gambaran untuk peranan sesuai dengan idenya. G. 1. 2. Dua cara mempengaruhi pemain . DENGAN MEMBERI CONTOH Sutradara sebagai actor atau creator : dia memberikan contoh gambaran untuk peran sesuai dengan idenya. Ada 2 cara laku simbolik : Diciptakan oleh actor tanpa petunjuk sutradara Diciptakan oleh actor tetapi ditentukan oleh sutradara.

SUTRADARA SPIKOLOGIS : Dalam pergelarannya sisi artistik kurang ditonjolkan. . Sedangkan sisi penyutradarahan sangat kuat ditonjolkan (mengutamakan tekanan spikis dalam berekspresi) Kurang terbuka terhadap kreatifitas actor. DUA MACAM SUTRADARA DAN MASING-MASING MEMPUNYAI CIRI TERTENTU : 1. Sedangkan sisi penyutradarahan kurang ditonjolkan Sangat terbuka terhadap kreatifitas actor. 2.H. SUTRADARA TEKNIKUS : Dalam pergelarannya sisi artistik sangat kuat ditonjolkan.