PENGARUH PENGGUNAAN KETAMIN

TERHADAP KEJADIAN MENGGIGIL PASCA
ANESTESI UMUM
PEMBIMBING DR. RATNA SP. AN

ABSTRAK • Latar belakang • Menggigil pasca anestesi merupakan komplikasi yang cukup sering terjadi.25 mg/kgBB intra vena menjelang akhir operasi efektif untuk mencegah kejadian menggigil pasca anestesi umum • Metode • penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional • Data sekunder • Chi-square. • Ketamin merupakan derivat phencyclidine • Tujuan • Membuktikan pengaruh pemberian ketamin 0. independent sample T-test . mann whitney test.

6%) : 3 orang dengan derajat 1.05) kejadian menggigil dan derajat menggigil . • Kejadian menggigil pada kelompok ketamin yaitu 4 orang (16.• Hasil : data karakteristik menunjukan perbedaan yang tidak bermakna. 6 pasien mengalami menggigil derajat 2. 2 pasien mengalami derajat 4. 2 pasien mengalami derajat 3. 1 orang menderita derajat 2 • Salin 13 orang (54. • (P < 0.16%) yang mengalami kejadian menggigil pasca anestesi 3 pasien mengalami menggigil derajat 1.

ketamin. . • Kata kunci • menggigil pasca anestesi.• Kesimpulan • Ketamin 0.25 mg/kgBB intra vena efektif untuk menurunkan kejadian menggigil pasca pembedahan dengan anestesi umum.

PENDAHULUAN • General anestesi merupakan tehnik yang banyak dilakukan pada berbagai macam prosedur pembedahan. • Tindakan dalam waktu lama temperatur harus selalu dipantau .

• Aktivitas otot meningkat • Akan meningkatkan konsumsi 02 dan produksi C02 • Kebutuhan 02 otot jantung juga meningkat • Berbahaya pada pasien-pasien : gangguan kerja jantung. ppok yang berat . anemia berat .

• Menggigil pasca anestesi dapat di kurangi • Meminimalkan kehilangan panas selama operasi • Mencegah kehilangan panas karena lingkungan • Obat-obatan .

• Ketamin • suatu rapid acting non barbiturat general anesthetic • golongan fenyl cyclohexylamine dengan rumus kimia 2-(0- chlorophenil) – 2 (methylamino) cyclohexanone hydrochloride • antagonis reseptor NMDA yang kompetitif menghambat menggigil pasca anestesi .

METODE • observasional analitik cross sectional • sampel dalam penelitian ini sebanyak 48 pasien • 2 kelompok yang masing-masing terdiri dari 24 pasien yaitu kelompok pertama adalah kelompok K (ketamin) dan kedua adalah kelompok S(salin) • Kelompok yang diteliti adalah pasien berusia 16-60 tahun yang menjalani operasi dengan mendapat anestesia umum .

Kelainan psikiatri .Penyakit pembuluh darah otak .Peningkatan tekanan intra cranial .Epilepsi muncul >3 jam .Hipertensi .Berat badan normal . KRITERIA INKLUSI EKSKLUSI • usia antara 16-60 tahun • Pasien yang memerlukan obat • status fisik ASA I-II vasokonstriktor selama • menjalani operasi dengan pembedahan anestesia umum • Lama operasi 2-3 jam • Nafas spontan yang adekuat • Tidak menderita: dan reflex laringeal tidak .

9%.25 mg/kgBB intra vena dan 24 orang yang mendapatkan NaCl 0. HASIL • subyek sebanyak 24 orang yang mendapat ketamin0. .

231 0.313 163.564*** Laki-laki 11 13 Berat badan 53.841** Tinggi badan (cm) 7 6 0.239* ASA II Lama operasi (menit) .745*** Jenis operasi 17 18 Digestif Non digestif 11 10 0.089* Jenis kelamin Perempuan 13 11 0.83 ± 10.581 147.13 4.771*** Status Fisik 13 14 ASA I 142.46 7.29 18.87 4.50 ± 11.235 0.75 17.87 4.407 0.579** (kg) 163.Variabel Ketamin Salin p ( n = 24 ) ( n = 24 ) Umur (tahun) 34.440 38.153 0.407 164.

00 11.369** 4 Durasi menggigil .75 4.variabel Ketamin Salin p (n:24) (n:24) Kejadian 4 13 0.037* menggigil 3 3 0 1 6 1 0 2 2 0 2 3 98.787 95.676 0.007* menggigil 20 14 Derajat 20 11 0.

4040 34.3718 0.117 0.000** 15 menit pasca 36.393** intubasi Akhir operasi 35.783 0.4053 0.006* intubasi .467 0.700 0.Suhu tubuh Ketamin Salin p (n:24) (n:24) Segera setelah 36.808 0.700 0.2959 0.3371 35.3636 36.

lama operasi dan status fisik penderita . PEMBAHASAN • Tidak ditemukan perbedaan yang bermakna dari kedua kelompok perlakuan yang meliputi : .Umur .jenis kelamin .tinggi badan .berat badan .karakteristik klinis penderita lima menit sebelum induksi .jenis operasi .

• Hal ini menunjukkan bahwa pemberian obat- obatan seperti ketamin cukup efektif dalam mengurangi kejadian menggigil pasca anestesi umum.selain untuk mengurangi terjadinya nyeri pasca pembedahan .

khususnya pada pasien yang dilakukan anestesi umum . SIMPULAN DAN SARAN • pemberian ketamin intra vena efektif untuk menurunkan kejadian menggigil pasca pembedahan dengan anestesi umum. • menyarankan penggunaan ketamin dapat digunakan sebagai obat dalam pencegahan menggigil pasca anestesi.

TERIMA KASIH .