PENYELESAIAN

SOAL
SECARA
SISTEMATIS
RINA SANDORA, ST., MT.

Sasaran : Peserta memahami pokok-pokok
Belajar pengetahuan penting yang dapat
mewakili tujuan proses belajar
mengajar

Waktu : 1 jam

Materi : Buku Bacaan

Metode : Ceramah dan tanya jawab
Peralatan : - Naskah
- Multimedia
Proses : -Penjelasan singkat tentang kegiatan
yang akan dilakukan peserta (10 menit)
- Ceramah (30 menit)
- Tanya jawab (20 menit)

MEMBAHAS SEBANYAK MUNGKIN ASPEK ILMU  PENGUASAAN RENDAH 2. TUJUAN  MENDIDIK MAHASISWA MENJADI AHLI DAN ILMUWAN YANG CAKAP (MAMPU MENYELESAIKAN PERSOALAN YANG DIHADAPI) 2 CARA PENDEKATAN : 1. MEMBAHAS BEBERAPA POKOK  PENGUASAAN MENDALAM .

CARA KEDUA LEBIH EFEKTIF DALAM MENYUSUN KURIKULUM LKMM SISTEMATIK .

PSSS  PEMBATASAN POKOK-POKOK PENGETAHUAN TERPENTING YANG DAPAT MEWAKILI TUJUAN PROSES BELAJAR  PENEKANAN PENGETAHUAN DAN PENGUASAAN  TERMASUK SKILL MAHASISWA DIBERI KESEMPATAN MENDALAMI  LATIHAN YG CUKUP .

PSSS POKOK PENGETAHUAN PENTING PESERTA TUJUAN LATIHAN PEMECAHAN SOAL .

Pokok Pengetahuan yang penting Penguasaan Masukan Pokok – pokok pengetahuan Proses dan keterampilan Masukan tertentu Latihan pemecahan soal yang terkait dengan Tujuan proses pokok pengetahuan belajar mengajar .

APAKAH TUJUAN BELAJAR MENGAJAR OTOMATIS TERCAPAI ? .

TIDAK .

HARUS MELALUI BEBERAPA TAHAPAN .

ANALISIS SOAL / MASALAHNYA TERLEBIH DAHULU 2. MENILAI LAGI KEBENARAN PENYELESAIAN . SELESAIKAN SOAL/MASALAH TSB DGN TERPERINCI 4. RENCANAKAN JALAN PENYELESAIAN 3. TAHAPAN YANG HARUS DILALUI 1.

KELEMAHAN MAHASISWA  KURANG MENGANALISIS SOALYANG DIHADAPINYA  TIDAK MERENCANAKAN JALAN PENYELESAIAN  TIDAK MENYELESAIKAN SECARA RINCI  TIDAK MENILAI KEBENARAN PERHITUNGANNYA .

KURANG MENGANALISIS SOALYANG DIHADAPINYA  Tidak membaca soal dengan seksama  Tidak menyadari apa yang diketahui  Terlalu cepat memulai dengan perhitungan  Tidak mengetahui apa yang sebenarnya ditanyakan .

TIDAK MERENCANAKAN JALAN PENYELESAIAN  Tidak mulai lagi dengan yang ditanyakan  Tidak mengetahui persamaan- persamaan yang terpenting  Tidak menghubungkan teori umum dengan soal yang sedang dihadapinya .

TIDAK MENYELESAIKAN SECARA RINCI  Mengabaikan satuan-satuan yang dipakai  Perhitungan dimulai terlalu awal .

realistis dan apakah sesuai dengan yang ditanya . TIDAK MENILAI KEBENARAN PERHITUNGANNYA  Tidak memeriksa lagi apakah jawaban yang diperoleh itu betul.

Berlatih menerapkan melalui soal –soal konkrit  UMPAN BALIK .Diberikan pokok-pokok penting (Ceramah singkat)  LATIHAN . PENDEKATAN MENYUSUN PROSES BELAJAR MENGAJAR (GAL’PERIN)  ORIENTASI .

 DALAM JENJANG ADA KEGIATAN YG HRS DILAKUKAN TUJUAN TERCAPAI  SIFAT TUJUAN ANTARA: ORIENTASI. PENGUASAAN DSB. PENDEKATAN PSSS  MENENTUKAN TUJUAN AKHIR PROSES BELAJAR MENGAJAR.  PENJENJANGAN SESUAI PRINSIP SISTEMATIK DAN PROSES. PEMAHAMAN.  MENGANALISIS TUJUAN AKHIR DAN MENENTUKAN JENJANG/PENAHAPAN PENCAPAIAN TUJUAN. .

. Sebagian mengharuskan kita untuk mengangkat beban yang tidak biasa beratnya dan melakukannya dengan keberanian yang tidak biasa besarnya. janganlah hanya bersedia melakukan yang biasa-biasa. .Celah jurang selebar dua langkah membutuhkan lompatan selebar tiga langkah. Mario Teguh .Tidak semua gerakan maju dalam hidup ini bisa dilakukan dengan langkah-langkah kecil yang santai. Jika kita menginginkan yang luar biasa..

T R I M S < .