KEBIJAKAN DASAR PUSKESMAS

 Letak Geografis :
8 0-120 LS dan 1180-1250 BT
 Jumlah Pulau : (Bakorsurtanal)
1.192 buah (besar & kecil)

 Pulau yang bernama
473 buah

 Pulau yang berpenghuni :
43 buah

 Iklim :
8 bulan (kemarau/kering) dan Kabupaten : 21 dan 1 kota
4 bulan (hujan/basah)  Kecamatan : 298 buah
 Luas Wilayah :  Desa / Kel. : 2.966 buah
± 49.852,14 km2 Daratan dan Pustu : 1043
± 200.000 km2 Lautan Poskesdes : 235
Jumlah Penduduk: Posyandu : 9420
5.036.897 Jiwa (BPS NTT 2014) Polindes : 1303
Kadinkes NTT

Bidang Yanmedik. FASILITAS KESEHATAN DI PROVINSI NTT FASKES TK. PERTAMA FASKES TK. Februari 2015 . ProvProvinsi Dinkes NTT. Maret 2015 NTT. LANJUTAN Puskesmas (PKM) 376 Rumah Sakit (RS): 45  PKM Perawatan 177 (47%) RS Pemerintah 20 (44%)  PKM Non Perawatan 198 (53%) RS Swasta 15 (33%) Klinik Pratama 75 RS TNI/POLRI 5 (11%) Praktek Mandiri : RS Khusus 5 (11%)  Dokter 361 Kelas RS :  Dokter Gigi 70  Kelas B (Non Pend) 2  Bidan 85  Kelas C 19 Pusling Roda 4 297  Kelas D 24 Pusling Air 11 RS terakreditasi 18 (40%) RS belum terakreditasi 27 (60%) Kadinkes Sumber: Seksi Pelkes Strata 2 & 3.

SAKIT KURATIF REHABILITATIF Kadinkes NTT . SEHAT SEHAT PREVENTIF SASARAN PREVENTIF SEHAT ORG. KERANGKA PIKIR PROGRAM KESEHATAN ORG.

Arah Pembangunan Kesehatan (2005-2024) RPJMN I RPJMN II RPJMN III RPJMN IV 2005-2009 2010-2014 2015-2019 2020-2024 Universal Coverage Masyarakat Upaya Kuratif Sehat Yang Mandiri Dan Berkeadilan Pendukung/penunjang .

PUS KABUPATEN/KOTA pelaku sesuai 8. KURATIF 5. INTERGRATIF 4. SEKOLAH PREVENTIF.KEPULAUAN PROMOTIF. KOMPREHENSIF (SIX 2. kuratif dan rehabilitatif) secara paripurna FOKUS FOKUS FOKUS KELOMPOK DAERAH PENDEKATAN 1. preventif. PEKERJA WANITA DESA/KELURAHAN 3. BALITA 3. BAYI 2. REMAJA PUTRI & REHABILITATIF 6. KEMITRAAN antar 7. ANAK USIA 4. IBU HAMIL 1.TERPENCIL BUILDING BLOCK) 3. LANSIA PROVINSI STRATA KEWENANGAN 7 .POPULASI TINGGI 1. KEBIJAKAN Meningkatkan AKSES PELAYANAN KESEHATAN YANG BERMUTU bagi setiap orang pada SETIAP TAHAPAN KEHIDUPAN dengan pendekatan SATU KESATUAN PELAYANAN (continuum of care) melalui intervensi komprehensif (promotif.PERBATASAN 2.

Pergeseran pola penyakit dan komposisi penduduk 4. Penyediaan lapangan kerja. Proyeksi Penduduk Indonesia 2010 – 2035 BERTAMBAH MENCAPAI 305 JUTA DI 2035 PROPORSI REMAJA BESAR PROPORSI LANJUT USIA NAIK MASUK PADA ERA DIGITAL DAN TEKNOLOGI TANTANGAN 1. 3. Pelestarian Lingkungan . Ketahanan Pangan dan Energi 2.

MDGs yang Tantangan: Agenda belum tercapai Pembangunan Pasca- 2015 + Menkes utk Rakerkeswil Barat 9 .

di INDONESIA Situasi Kondisi 10 .

2010 dan Health Sector Review (2014) .Perubahan Beban Penyakit 1990 – 2010 dan 2015 di Indonesia Sumber: Global Burden of Disease.

Beban Penyakit di Indonesia Sumber IHME: 2010 .

PERMASALAHAN TENAGA KESEHATAN Jumlah Tenaga Kesehatan masih kurang Distribusi Tenaga Kesehatan yang tidak merata Mutu atau kualitas yang belum memadai Kualifikasi Tenaga Kesehatan masih banyak yang belum D III .

Target dan Realisasi Tenaga Kesehatan Per 100.4 9.3 Lingkungan Tenaga Kesehatan 13 8.3 9.000 Penduduk JENIS TENAGA RASIO TENAGA KESEHATAN PER 100.9 100.4 Masyarakat Sudah tercapai Kemungkinan tercapai tahun 2015 Belum tercapai .2 4.91 9.1 39.4 Perawat 158 93.9 4.6 110.000 PENDUDUK PERKIRAAN STATUS KESEHATAN CAPAIAN TERHADAP TARGET RENSTRA TARGET RPTK REALISASI REALISASI REALISASI TAHUN TAHUN 2014 TAHUN 2012 TAHUN 2013 2014 Dokter Spesialis 10 9 9.5 Dokter Gigi 12 9 9.9 8.3 Dokter Umum 40 36 38.9 10.4 80.8 4.6 Tenaga Gizi 10 3.9 10.1 Apoteker 9 0.1 Tenaga Sanitasi 15 4.8 98.2 19 Bidan 100 76.

640 Tenaga farmasi 4.015 Dokter Gigi 4.861 2 Puskesmas belum 8.701 T O T A L 43.086 memiliki tenaga Kesmas 3.526 memiliki tenaga Perawat 7. 1 Oktober 2014 15 .856 Standar ketenagaan di Puskesmas berdasarkan Permenkes 75/2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat Sumber data : Badan PPSDMK.655 Analis Kesehatan 5.513 1 Puskesmas yang 1.367 Gizi 5.180 sesuai standar Sanitarian 3.721 TOTAL 9.901 sesuai standar Bidan 6. Keadaan Tenaga Kesehatan di Puskesmas No Kondisi Ketenagaan Jumlah Kekurangan Jenis Nakes Puskesmas TH 2014 Dokter Umum 2.

perekam medis) yang berpendidikan di bawah Diploma III. teknisi farmasi. UU 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan mengatur : • Tenaga Kesehatan memiliki kualifikasi minimal Diploma III. 2. Puskesmas dan Fasyankes lainnya • Program Percepatan “Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan dari Pendidikan Menengah dan Diploma I Ke Diploma III” • Pengaturan dari Menteri PAN dan RB untuk memberi kesempatan tugas belajar dan ijin belajar . Masa peralihan selama 6 tahun bagi tenaga kesehatan di bawah D III untuk penyesuaian menjadi Diploma III.000 PNS (bidan. perawat. Terdapat lebih dari 140. analis laboratorium. kesehatan lingkungan. tenaga gizi.Peningkatan Kualifikasi Tenaga Kesehatan 1. • Asisten Tenaga Kesehatan kualifikasi minimum pendidikan menengah di bidang kesehatan dan hanya dapat bekerja di bawah supervisi tenaga kesehatan. di RS. perawat gigi. 3.

SAKIT KURATIF REHABILITATIF . SEHAT SEHAT PREVENTIF SASARAN PREVENTIF SEHAT ORG. KERANGKA PIKIR PROGRAM KESEHATAN ORG.

Arah Pembangunan Kesehatan (2005-2024) RPJMN I RPJMN II RPJMN III RPJMN IV 2005-2009 2010-2014 2015-2019 2020-2024 Universal Coverage Masyarakat Upaya Kuratif Sehat Yang Mandiri Dan Berkeadilan Pendukung/penunjang .

INTERGRATIF 4.TERPENCIL BUILDING BLOCK) 3. KOMPREHENSIF (SIX 2. SEKOLAH PREVENTIF. REMAJA PUTRI & REHABILITATIF 6. PUS KABUPATEN/KOTA pelaku sesuai 8. preventif. KEMITRAAN antar 7. BAYI 2. IBU HAMIL 1.PERBATASAN 2.KEPULAUAN PROMOTIF. LANSIA PROVINSI STRATA KEWENANGAN 19 . ANAK USIA 4. BALITA 3. KURATIF 5. kuratif dan rehabilitatif) secara paripurna FOKUS FOKUS FOKUS KELOMPOK DAERAH PENDEKATAN 1.POPULASI TINGGI 1. KEBIJAKAN Meningkatkan AKSES PELAYANAN KESEHATAN YANG BERMUTU bagi setiap orang pada SETIAP TAHAPAN KEHIDUPAN dengan pendekatan SATU KESATUAN PELAYANAN (continuum of care) melalui intervensi komprehensif (promotif. PEKERJA WANITA DESA/KELURAHAN 3.

Puskesmas dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan tenaga kesehatan.TUGAS DAN FUNGSI PUSKESMAS • Melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung TUGAS terwujudnya kecamatan sehat. • Penyelenggaraan upaya kesehatan perseorangan FUNGSI tingkat pertama di wilayah kerjanya Selain menyelenggarakan fungsi diatas. • Penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama di wilayah kerjanya. .

KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI PENYELENGGARAAN UKM TINGKAT PERTAMA • Melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan. . • Menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain terkait. • Melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan. • Melaksanakan KIE dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan.

pelaporan. dan cakupan pelayanan kesehatan. dan evaluasi terhadap akses. . • Memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan. • Melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia puskesmas. mutu.• Melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan UKBM. • Melaksanakan pencatatan. dan • Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat. termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit.

KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI
PENYELENGGARAAN UKP TINGKAT PERTAMA

• Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara
komperhensif, berkesinambungan dan bermutu;
• Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
mengutamakan upaya promotif dan preventif;
• Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan
masyarakat;
• Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang
mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien,
petugas dan pengunjung;

• Menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip
koordinatif dan kerjasama inter dan antar profesi;
• Melaksanakan rekam medis;
• Melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap
mutu dan akses yankes;
• Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan
• Mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan FKTP di
wilayah kerjanya, dan
• Melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi
medis dan sistem rujukan.

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

PERMENKES NO.75 TAHUN 2014
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT

Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar
Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan
Kementerian Kesehatan

PONTIANAK, 17 NOP 2014
25

KEMENTERIAN KESEHATAN RI LATAR BELAKANG 1 .

KEMENTERIAN KESEHATAN RI SISTEM PELAYANAN KESEHATAN YANG DIHARAPKAN SKN 2012 PERPRES Yankes 72 TAHUN 2012 Tersier Yankes Sistem Sekunder Rujukan dan Rujuk Balik Yankes Primer Masyarakat 2 UKM UKP .

KEMENTERIAN KESEHATAN RI PILAR I: Reformasi Cakupan Semesta .PHC PILAR III: Reformasi Kebijakan Publik PILAR IV: Reformasi Kepemimpinan PEMERATAAN PENEKANAN MENGGUNAKAN MELIBATKAN MELIBATKAN UPAYA PADA UPAYA TEKNOLOGI TEPAT PERAN KERJASAMA LS KESEHATAN PREVENTIF GUNA MASYARAKAT 28 PRINSIP PELAYANAN KESEHATAN PRIMER .JKN PILAR II: Reformasi Yankes .

Mengurangi biaya pelayanan kesehatan yang bersifat kuratif 5. 4. Keberhasilan Pelayanan Kesehatan Primer akan mendukung pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional. Titik Berat Pelayanan Kesehatan Primer adalah Promosi dan Prevensi yang mendorong meningkatnya peran serta dan kemandirian masyarakat dalam mengatasi berbagai faktor risiko kesehatan 3. Pelaksanana pelayanan kesehatan primer di daerah yang baik akan mendukung Pembangunan kesehatan Nasional Pelaksanaan Pelayanan kesehatan primer akan berbeda antar wilayah karena : 1. KEMENTERIAN KESEHATAN RI MENGAPA PELAYANAN KESEHATAN PRIMER ? 1. dimana akan mengurangi jumlah pasien yang di rujuk. Kemampuan fiskal daerah dan individu 3. Status kesehatan masyarakat 4. Tulang punggung pelayanan kesehatan 2. Kondisi geografis dan demografis 2. Perhatian pemda pada pembangunan kesehatan di wilayahnya 4 .

KEMENTERIAN KESEHATAN RI PERAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER Mendukung peningkatan AKSES dan MUTU Pelayanan 1 kesehatan pada masyarakat 2 Mendukung Pelaksanaan JKN 3 Mendukung pencapaian Indikator Kesehatan 5 .

• PRAKTIK DOKTER. DAN • KLINIK PRATAMA 6 . • PRAKTIK DOKTER GIGI. KEMENTERIAN KESEHATAN RI JENIS FASKES TINGKAT PERTAMA • PUSKESMAS.

KEMENTERIAN KESEHATAN RI STRATEGI PENGUATAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER 1 Peningkatan Akses 2 Peningkatan Mutu 3 Regionalisasi Rujukan 7 .

JKN).  Puskesmas diharapkan: 1. SEHINGGA PERLU DASAR HUKUM PENGATURAN PENYELENGGARAAN PUSKESMAS 8 .  Harmonisasi dengan peraturan perundangan yang baru ditetapkan (Kebijakan Otonomi Daerah. 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSKESMAS MENJADI SANGAT PENTING ?  Puskesmas merupakan FKTP milik pemerintah yang ada di setiap kecamatan. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan Untuk melaksanakan peran tersebut maka Puskesmas HARUS MEMENUHI SYARAT MINIMAL.MENGAPA PERMENKES NO.  Puskesmas FKTP istimewa yang menyelenggarakan UKM dan UKP dan memiliki wilayah kerja. Gate Keeper yang berkualitas di tingkat pelayanan kesehatan primer 2.

KONSEP DASAR PENYELENGGARAAN YANKES DI PUSKESMAS • STANDAR PELAYANAN MINIMAL • STANDAR SDM KESEHATAN MINIMAL • STANDAR ALKES – OBAT MINIMAL • STANDAR SARPRAS MINIMAL TIDAK ADA PERBEDAAN KAWASAN KAWASAN KAWASAN PERKOTAAN PEDESAAN T/ST 9 .

dan kriteria yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. (3) Dalam hal kebijakan Daerah yang dibuat dalam rangka penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah tidak mempedomani norma. standar. standar. prosedur. Pemerintah Pus at me mbatalk a n kebijakan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). penyelenggara Pemerintahan Daerah melaksanakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. wajib berpedoman pada norma. (4) Apabila dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (5) Pemerintah Pusat belum menetapkan norma. prosedur. standar. . (2) Daerah dalam menetapkan kebijakan Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan kriteria sebagaimana dimaksud pada ayat (2). dan kriteria. Pasal 17 (1) Daerah berhak menetapkan kebijakan Daerah untuk menyelenggarakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. prosedur.

75 TAHUN 2014 TENTANG PUSKESMAS 10 . KEMENTERIAN KESEHATAN RI POKOK YANG DIATUR DALAM PERMENKES NO.

Upaya kesehatan + + Tercantum dalam lampiran 13. + 9. Jaringan dan Jejaring pelayanan + + Tercantum dalam lampiran 15. + 37 18. + 6. KEPMENKES PERMENKES 128/2004 TENTANG 75/ 2014 NO HAL YANG DIATUR KETERANGAN KEBIJAKAN DASAR TENTANG PUSKESMAS PUSKESMAS 1. + 11. + 10. Fungsi + + 5. Kedudukan dan organisasi + + 12. Peralatan kesehatan . Pembinaan dan pengawasan . Sistem informasi . Tugas . + 14. Persyaratan mendirikan . Kewenangan . Prinsip + + (dlm bentuk azas) 3. Akreditasi . + Tercantum dalam lampiran 8. Tujuan + + 2. SDM . + 4. + 7. Pendanaan + + 17. Perizinan dan registrasi . + Tercantum dalam lampiran . Sistem rujukan + + 16. Kategori Puskesmas .

dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif. KEMENTERIAN KESEHATAN RI DEFINISI PUSKESMAS Fasyankes yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama. 12 . untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Memiliki derajat kesehatan yang optimal. kemauan dan kemampuan hidup sehat. c. d. Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas mendukung terwujudnya Kecamatan sehat. b. keluarga. 13 . kelompok dan masyarakat. Mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu. baik individu. Memiliki perilaku sehat yang meliputi kesadaran. Hidup dalam lingkungan yang sehat. KEMENTERIAN KESEHATAN RI TUJUAN PUSKESMAS Pembangunan kesehatan yang diselenggarakan di Puskesmas bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang: a.

KEMANDIRIAN MASYARAKAT 4. PEMERATAAN 5. TEKNOLOGI TEPAT GUNA 6. KEMENTERIAN KESEHATAN RI PRINSIP PENYELENGGARAAN 1. KETERPADUAN DAN KESINAMBUNGAN 14 . PARADIGMA SEHAT 2. PERTANGGUNGJAWABAN WILAYAH 3.

SBH. Self care Promosi Kesehatan Self care Sarana Nasional Kesehatan UKBM( Posyandu. Posbindu PTM. PARADIGMA SEHAT : Mengutamakan promotif -preventif Sehat (70%) Mengeluh Sakit (30%) Self care (42%) Yankes (58%) KIE. Posyandu Lansia. dll Kualitas Yankes Sumber : Susenas 2010 15 . Desa Siaga. Dokter kecil. Polindes. Poskesdes.

MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS 70% SEHAT 30% SAKIT UKM UKP  Sehat tetap sehat  Sakit menjadi sehat  Sehat tidak menjadi sakit  Sakit tidak tetap sakit PENGUATAN UPAYA PROMOTIF & PREVENTIF SEHAT ADALAH HARTAKU YANG HARUS KUJAGA DAN KUPELIHARA 16 .

padat modal Maka Kepala Puskesmas harus berpengalaman kerja di Puskesmas dan terlatih Manajemen Puskesmas . PERAN PUSKESMAS PERAN DINAS KESEHATAN KAB/KOTA BERDASARKAN KONSEP WILAYAH Dinkes Kab/Kota FASKES RUJUKAN Rumah Sakit Klinik Utama Puskesmas FASKES Klinik Pratama dr/drg PRIMER Lab mandiri Pustu Apotik Pustu BPS UKBM POSYANDU POSBINDU POSKESDE POS MAL POS UKK S DES Pembinaan/koord Pencatatan-Pelaporan Rujukan UKM Jejaring Rujukan UKP Karena : Puskesmas padat kepentingan. padat karya.

• Penyelenggaraan upaya kesehatan perseorangan FUNGSI tingkat pertama di wilayah kerjanya Selain menyelenggarakan fungsi diatas. . • Penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama di wilayah kerjanya. Puskesmas dapat berfungsi sebagai wahana pendidikan tenaga kesehatan.TUGAS DAN FUNGSI PUSKESMAS • Melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya dalam rangka mendukung TUGAS terwujudnya kecamatan sehat.

• memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan. KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI PENYELENGGARAAN UKM TINGKAT PERTAMA • melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan. • melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas. • menggerakkan masyarakat untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain terkait. • melaksanakan advokasi dan sosialisasi kebijakan kesehatan. mutu. • Melaksanakan pencatatan. termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan penyakit. dan • Memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat. • melaksanakan pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan UKBM. . dan evaluasi terhadap akses. • melaksanakan KIE dan pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan. dan cakupan pelayanan kesehatan. pelaporan.

• menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif. keluarga. petugas dan pengunjung. berkesinambungan dan bermutu. kelompok dan masyarakat. • menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang mengutamakan keamanan dan keselamatan pasien. • menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada individu. • melaksanakan rekam medis. KEWENANGAN PUSKESMAS TERKAIT FUNGSI PENYELENGGARAAN UKP TINGKAT PERTAMA • menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara komperhensif. dan evaluasi terhadap mutu dan akses yankes. . • Melaksanakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan • mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan FKTP di wilayah kerjanya. dan • melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan indikasi medis dan sistem rujukan. pelaporan. • menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan prinsip koordinatif dan kerjasama inter dan antar profesi. • melaksanakan pencatatan.

KEMENTERIAN KESEHATAN RI PERSYARATAN PENDIRIAN PUSKESMAS • Lokasi • Bangunan • Prasarana • Peralatan • Ketenagaan • Kefarmasian • Laboratorium 21 .

Ruangan ASI Set ASI 6. Ruangan tindakan Set Tindakan Medis/ Gawat Darurat 3. KB. Set Insersi dan Ekstraksi AKDR c. Set Obstetri dan Ginekologi b. Ruangan Farmasi Set Farmasi 8. Ruangan sterilisasi Set Sterilisasi . Ruangan rawat pasca persalinan Set Perawatan Pasca Persalinan 10. Set Pelayanan KB d. Set Pemeriksaan Kesehatan Ibu b. RUANG PELAYANAN DAN ALKES DI PUSKESMAS NON RAWAT INAP NO NAMA RUANG ALKES 1. Ruangan KIA. Ruangan persalinan a. Set Resusitasi Bayi 9. Set Imunisasi 4. Set Pemeriksaan Kesehatan Anak c. & Imunisasi a. Ruangan pemeriksaan umum Set Pemeriksaan Umum 2. Ruangan kesehatan gigi dan mulut Set Kesehatan Gigi & Mulut 5. Laboratorium Set Laboratorium 48 11. Ruangan Promkes Set Promosi Kesehatan 7.

Laboratorium Set Laboratorium 14. Ruangan kesehatan ibu & KB a. Ruangan rawat pasca persalinan Set Perawatan Pasca Persalinan 11. Set Pemeriksaan Kesehatan Anak b. Ruangan persalinan a. Ruangan kesehatan gigi dan mulut Set Kesehatan Gigi & Mulut 6. Ruangan ASI Set ASI 7. Set Obstetri dan Ginekologi b. Ruangan sterilisasi Set Sterilisasi 49 . Ruangan tindakan Set Tindakan Medis 12. Set Imunisasi 4. Set Pelayanan KB 5. Set Resusitasi Bayi 10. RUANG PELAYANAN DAN ALKES DI PUSKESMAS RAWAT INAP NO NAMA RUANG ALKES 1. Ruangan rawat inap Set Rawat Inap 13. Ruangan pemeriksaan umum Set Pemeriksaan Umum 2. Ruangan Promkes Set Promosi Kesehatan 8. Set Insersi dan Ekstraksi AKDR c. Ruangan Farmasi Set Farmasi 9. Ruangan kesehatan anak & imunisasi a. Set Pemeriksaan Kesehatan Ibu b. Ruangan gawat darurat Set Gawat Darurat 3.

Ahli teknologi 1 1 1 1 1 1 laboratorium medik 8. Tenaga administrasi 3 3 2 2 2 2 11. Dokter atau dokter 1 2 1 2 1 2 layanan primer 2. b. Tenaga kesehatan 1 1 1 1 1 1 lingkungan 7. Dokter gigi 1 1 1 1 1 1 3. merupakan kondisi minimal yang diharapkan agar Puskesmas dapat terselenggara dengan baik. Perawat 5 8 5 8 5 8 4. . Tenaga Kefarmasian 1 2 1 1 1 1 10. STANDAR TENAGA MINIMAL PUSKESMAS No Jenis Tenaga Puskesmas kawasan Puskesmas kawasan Puskesmas kawasan Perkotaan Pedesaan Terpencil dan Sangat Terpencil Non Rawat Rawat Non Rawat Rawat Non Rawat Rawat Inap Inap Inap Inap Inap Inap 1. Tenaga gizi 1 2 1 2 1 2 9. Tenaga kesehatan 2 2 1 1 1 1 masyarakat 6. Pekarya 2 2 1 1 1 1 Jumlah 22 31 19 27 19 27 Keterangan: Standar ketenagaan sebagaimana tersebut diatas: a. Bidan 4 7 4 7 4 7 5. belum termasuk tenaga di Puskesmas Pembantu dan Bidan Desa.

KEMENTERIAN KESEHATAN RI KATEGORI PUSKESMAS KARAKTERISTIK KEMAMPUAN WILAYAH KERJA PENYELENGGARAAN PUSKESMAS KAWASAN NON RAWAT PERKOTAAN INAP KAWASAN PUSKESMAS PEDESAAN RAWAT INAP KAWASAN T/ST 25 .

pasar > 5 km). waktu tempuh sekolah radius 2. bioskop atau hotel. fasilitas bioskop/hotel . • Rumah tangga dengan listrik < 90 % trasportasi yg ada sewaktu- • Rumah tangga dengan listrik ≥ waktu terhalang 90 % • Terdapat akses jalan dan transportasi menuju iklim/cuaca. perdagangan dan jasa) pasar dan perkotaan rutin 1 kali dalam 1 • Memiliki fasilitas perkotaan a. tidak memiliki PP dari ibukota Kab. • Kesulitan pemenuhan tersebut.l: agraris (terutama industri. RS radius < 5 km. radius 2 km. RS (radius minggu. • Aktivitas penduduk > 50 % non gugus pulau atau pesisir • Memiliki fasilitas a. KATEGORI PUSKESMAS BERDASARKAN KARAKTERISTIK WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERKOTAAN PUSKESMAS PEDESAAN PUSKESMAS T/ST Puskesmas yang wilayah Puskesmas yang wilayah Puskesmas yang wilayah kerjanya meliputi kawasan kerjanya meliputi kawasan kerjanya meliputi kawasan dengan karakteristik sbb: yang memenuhi paling sedikit yang memenuhi paling sedikit 3 dari 4 kriteria sbb: • Berada di wilayah yg sulit 3 dari 4 kriteria kawasan dijangkau atau rawan perkotaan sbb: • Aktivitas penduduk > 50 % agraris.l: (radius > 2 km). • Akses transportasi umum sekolah radius > 2.5 km. memerlukan ≥ 6 jam. bencana. bahan pokok dan kondisi keamanan 52 Sumber : Penggabungan Kriteria Kemen PU (Ditjen Cipta Karya & Tata Kota) dan BPS . pulau kecil. • Terdapat akses jalan raya dan transportasi menuju fasilitas fasilitas tsb.5 km.

• Kebijakan dan dukungan pemerintah fokus berdasarkan priority setting. KEMENTERIAN KESEHATAN RI Tujuan Pembagian Puskesmas atas kategori karakteristik wilayah kerja • Pendekatan pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai karakteristik pola kehidupan masyarakat setempat. • Pelayanan yang diberikan mampu menyelesaikan permasalahan kesehatan yang biasanya dihadapi pada kawasan tersebut. • Pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. 27 .

28 . • Berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang selama memenuhi persyaratan. KEMENTERIAN KESEHATAN RI Izin Penyelenggaraan Puskesmas • Diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Kadinkes Kab/Kota mengajukan permohonan tertulis dengan melampirkan dokumen: Kadinkes a. Menerbitkan bukti penerimaan berkas Lengkap Penilaian permohonan telah lengkap. Alur Izin Penyelenggaraan Puskesmas KETERANGAN: 1. BPPT: Tidak a. Diterbitkan Izin 4. 3 Lengkap f. untuk Puskesmas yang baru 2 akan dibangun. Dokumen pengelolaan lingkungan d. Peninjauan b. FC IMB Kab/Kota 1 melalui BPPT c. Pemohon harus mengajukan Izin Penolakan permohonan ulang kepada pemberi izin. Melaksanakan penilaian dokumen dan Lapangan peninjauan lapangan. Jika berkas permohonan belum lengkap. Jika berkas permohonan lengkap. SK Bupati/Walikota terkait kategori Puskesmas e. 4 paling lama 6 hari kerja sejak permohonan diterima. Syarat lain sesuai Perda 2. Profil Puskesmas g. FC sertifikat tanah Bupati/Walikota. 3. paling lama 6 Dokumen & hari kerja sejak permohonan diterima. BPPT memberi informasi kepada Kadinkes Kab/Kota. Studi kelayakan. BPPT menetapkan untuk memberikan atau menolak permohonan izin paling lama 14 hari kerja setelah bukti 18 penerimaan berkas diterbitkan . b. Berdasarkan hasil penilaian dokumen dan peninjauan lapangan.

• Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan dalam jangka waktu paling lambat 6 (enam) bulan setelah izin Puskesmas ditetapkan. 30 . • Registrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan oleh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota kepada Menteri setelah memperoleh rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi. KEMENTERIAN KESEHATAN RI Registrasi Puskesmas • Setiap Puskesmas yang telah memiliki izin wajib melakukan registrasi.

Kesehatan b. c. Dinkes Provinsi memberikan surat rekomendasi rekomendasi Rekomendasi tidak registrasi Puskesmas paling lambat 7 hari kerja registrasi dikeluarkan setelah melakukan penilaian. Kadinkes Kab/Kota mengajukan surat Kadinkes Dinas Kesehatan permohonan rekomendasi registrasi Puskesmas. Kode Puskesmas diinformasikan kepada dinkes kab/kota dan dinkes provinsi 18 . Menteri menetapkan nomor registrasi berupa Puskesmas kode Puskesmas. Surat 3. Dinkes Provinsi melakukan verifikasi dan penilaian kelayakan Puskesmas dalam jangka 2 waktu 14 hari setelah surat permohonan diterima. Puskesmas yang memenuhi penilaian kelayakan akan diberikan surat rekomendasi 3 registrasi Puskesmas. Rekomendasi dinkes provinsi 6 5. Profil Puskesmas. Kab/Kota 1 dengan melampirkan: Provinsi a. FC Izin Puskesmas. 6. Kadinkes Kab/Kota mengajukan surat permohonan registrasi Puskesmas dengan Menteri melampirkan: a. 4 Puskesmas 4. SK Bupati/Walikota terkait kategori Puskesmas 6 Kode e. SK Bupati/Walikota terkait kategori Puskesmas 2. paling lama 14 hari kerja sejak surat permohonan registrasi diterima. Izin Puskesmas b. Laporan kegiatan 3 bulan terakhir’ 5 d. Alur Registrasi Puskesmas KETERANGAN: 1.

Kepala Puskesmas 2. Kasubag TU 3. kefarmasian dan laboratorrium 5. Penanggungjawab jaringan pelayanan dan jejaring fasyankes 32 . Penanggungjawab UKM dan Perkesmas 4. upaya kesehatan dan beban kerja Puskesmas. • Organisasi Puskesmas paling sedikit terdiri atas: 1. KEMENTERIAN KESEHATAN RI ORGANISASI PUSKESMAS • Puskesmas merupakan UPT Dinkes Kab/Kota • Organisasi Puskesmas disusun oleh Dinkes Kab/Kota. Penanggungjawab UKP. berdasarkan kategori.

Tingkat pendidikan paling rendah sarjana dan punya kompetensi manajemen kesmas. maka Kepala Puskesmas merupakan nakes dengan tingkat pendidikan paling rendah Diploma Tiga. Masa kerja di Puskesmas minimal 2 tahun. 33 . KEMENTERIAN KESEHATAN RI KRITERIA KEPALA PUSKESMAS Kepala Puskesmas merupakan seorang nakes dengan kriteria: a.* b. Telah mengikuti pelatihan manajemen Puskesmas Dalam hal di Puskesmas kawasan T dan ST tidak tersedia seorang nakes dengan tingkat pendidikan paling rendah sarjana. c.

operasional. Pelayanan laboratorium. 2. Manajemen (sumber daya. Pelayanan kefarmasian. dan mutu). Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat. Puskesmas harus menyelenggarakan: 1. dan 4. KEMENTERIAN KESEHATAN RI Upaya Puskesmas UKM Tingkat Pertama  UKM Esensial  UKM Pengembangan UKP Tingkat Pertama Untuk melaksanakan UKM dan UKP tingkat pertama. 3. 34 .

 UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT esensial harus diselenggarakan oleh setiap Puskesmas untuk mendukung pencapaian SPM kabupaten/kota bidang kesehatan. B. kekhususan wilayah kerja dan potensi sumber daya yang tersedia di masing-masing Puskesmas . • Pelayanan Kesehatan Lingkungan. disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan. • Pelayanan KIA-KB. • Pelayanan Gizi. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT ESENSIAL meliputi: • Pelayanan Promosi Kesehatan. dan • Pelayanan Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit. KEMENTERIAN KESEHATAN RI UKM TINGKAT PERTAMA DI PUSKESMAS A. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT PENGEMBANGAN merupakan upaya kesehatan masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya yang sifatnya inovatif dan atau bersifat ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan.

 pelayanan gawat darurat. dan atau  rawat inap berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan 36 .  home care.  pelayanan satu hari (one day care). KEMENTERIAN KESEHATAN RI UKP TINGKAT PERTAMA DI PUSKESMAS dilaksanakan dalam bentuk:  rawat jalan.

• Kawasan perkotaan jumlah tempat tidur paling banyak 5 (lima) tempat tidur. terpencil. terpencil dan sangat terpencil dapat ditambah. 63 . jumlah tempat tidur di Puskesmas di kawasan perdesaan. dan sangat terpencil jumlah tempat tidur paling banyak 10 (sepuluh) tempat tidur. dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan sumber daya yang ada.(1) • Terletak strategis terhadap Puskesmas non rawat inap dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama disekitarnya • Menangani kasus-kasus yang lama rawatnya paling lama 5 hari. Dalam kondisi tertentu berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan. • Kawasan perdesaan.. jumlah penduduk dan aksesibilitas. PUSKESMAS RAWAT INAP ….

. • Menyusun kebijakan di tingkat kabupaten/kota: • Sistem rujukan di daerah (regionalisasi pelayanan kesehatan) • Regulasi penempatan tenaga • Perlindungan hukum 64 .(2) Hal-hal yang perlu diperhatikan pengadaan puskesmas rawat inap : a) Lokasi/distribusi Puskesmas yang akan dikembangkan menjadi Puskesmas rawat inap mempertimbangkan area cakupannya dengan memperhatikan: • Penyebaran penduduk • Akses penduduk terhadap Puskesmas • Sumber daya Puskesmas yang ada b) Jarak dengan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di sekitarnya dan fasilitas kesehatan rujukan. PUSKESMAS RAWAT INAP ….

Pasal 39 Permenkes No 75/ 2014 tentang Puskesmas 1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan. 39 . Puskesmas wajib diakreditasi secara berkala paling sedikit 3 tahun sekali. 2) Akreditasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh lembaga independen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan Menteri.

(3) Rumah sakit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak Peraturan Menteri ini mulai berlaku. seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dikecualikan dari persyaratan sertifikat akreditasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 huruf b angka 6. dan b. Pasal 41 (1) Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku: a. seluruh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dikecualikan dari kewajiban terakreditasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2). DASAR AKREDITASI PUSKESMAS Permenkes 71/2013 Pasal 6 (2) Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 38 . Fasilitas Kesehatan tingkat pertama juga harus telah terakreditasi. (2) Fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a harus menyesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri ini dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak Peraturan Menteri ini mulai berlaku.

DESKRIPSI LAMBANG PUSKESMAS 41 .

keterpaduan & kesinambungan yg terintegrasi dari 6 prinsip Puskesmas. Bentuk palang hijau didalam bentuk segi enam melambangkan pelayanan kesehatan yang mengutamakan promotif preventif. UKM dan UKP. melambangkan Puskesmas sebagai tempat/wadah diberlakukannya semua prinsip dan upaya dalam proses penyelenggaraan kesehatan Bidang segitiga mewakili tiga faktor yang mempengaruhi status derajat kesehatan masyarakat (genetik. lingkungan. melambangkan: (1). 68 . perilaku). Warna putih melambangkan pengabdian luhur Puskesmas. (2). Warna hijau melambangkan tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan Puskesmas. pergerakan & pertanggung jawaban Puskesmas di wilayah kerjanya.Bentuk Hexagonal (segi enam). (3). pemerataan pelayanan kesehatan yang mudah di akses masyarakat. Stilasi bentuk sebuah bangunan. Irisan dua buah bentuk lingkaran melambangkan dua unsur upaya kesehatan.

75 TAHUN 2014 TENTANG PUSKESMAS 43 . KEMENTERIAN KESEHATAN RI OPTIMALISASI PERMENKES NO.

Sosialisasi Permenkes Puskesmas √ √ BUK. Biro Hukor 2. Akreditasi Puskesmas √ √ BUKD 5. Pedoman Kinerja Puskesmas berdasarkan √ BUKD kategori kawasan 4. Standar kompetensi setiap jenis tenaga √ PPSDM selanjutnya . Permenkes Puskesmas sebagai wahana √ √ BUKD pendidikan kesehatan 6. Sistem pencatatan & pelaporan (SP2TP) √ √ Pusdatin. BUK 3. WAKTU PELAKSANAAN NO DUKUNGAN KEGIATAN (THN) PJ 2014 2015 1. Pedoman perencanaan tenaga kesehatan √ √ PPSDM berdasarkan analisa beban kinerja 7.

 Permenkes No. 45 . 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan  Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah  UU No. 2 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. PERATURAN PENDUKUNG  UU No. 37 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Puskesmas. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Kedokteran.  Permenkes No. 59 tahun 2014 tentang Standar Tarif Yankes Dalam Penyelenggaraan Program JKN  Permenkes No. 30 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan kefarmasian di Puskesmas. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah  Permenkes No.

Permenkes No.php?option=com _docman&task=cat_view&gid=52&Itemid=142 46 .go. 75 tahun 2014 dapat diunduh melalui: http://buk.depkes.id/index.